olahraga

FPTI kirim 11 atlet panjat tebing untuk World Climbing Series Madrid

Ibukota – Federasi Panjat Tebing Indonesi (FPTI) mengirim 11 atlet untuk bersaing pada turnamen World Climbing Series Madrid 2026 yang tersebut berlangsung dalam Alcobendas, Madrid, Spanyol pada 28-31 Mei 2026.

Indonesia akan menurunkan atlet pada dua disiplin, yakni boulder serta speed, dengan harapan memperbaiki capaian pada seri sebelumnya di dalam Wujiang, China.

Berdasarkan daftar resmi yang dirilis FPTI, Nusantara mengirim total sembilan atlet untuk disiplin speed dan juga dua atlet pada nomor boulder.

Pada disiplin boulder, Merah Putih diperkuat oleh Ravianto Ramadhan dan juga Rivandi Ramadhan.

Sementara pada nomor speed putra, Negara Indonesia menurunkan lima atlet, yakni Raharjati Nursamsa, Antasyafi Robby Al Hilmi, Aditya Tri Syahria, Veddriq Leonardo, kemudian Kiromal Katibin.

Adapun sektor speed putri diperkuat oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi, Kadek Adi Asih, Rajiah Sallsabillah, dan juga Berthidgna Devi Surya Kusuma.

Keikutsertaan di Madrid berubah jadi peluang penting bagi Nusantara pasca hasil yang diraih pada World Climbing Series Wujiang 2026 pada China belum sepenuhnya memuaskan.

Pada seri Wujiang, Desak Made Rita Kusuma Dewi tampil sebagai pelipur lara bagi kontingen Merah Putih. Atlet speed putri andalan Tanah Air itu berubah jadi satu-satunya peraih medali untuk Indonesia dalam berada dalam persaingan ketat yang digunakan dihadapi regu nasional.

PP FPTI pada waktu itu mengirim sembilan atlet speed, yang digunakan terdiri dari lima atlet putra serta empat atlet putri. Namun, sektor putra gagal menyumbangkan medali kemudian harus pulang tanpa menghadirkan podium.

Hasil pada Wujiang yang disebutkan saat ini berubah menjadi materi evaluasi sekaligus motivasi bagi regu Indonesi untuk tampil tambahan kompetitif di dalam Madrid.

World Climbing Series Madrid 2026 diprediksi berubah menjadi salah satu seri penting pada kalender panjat tebing internasional, dengan persaingan elite dunia pada nomor speed maupun boulder.

Indonesia pun menatap kompetisi ini dengan optimisme untuk kembali mengibarkan Merah Putih pada podium dunia.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di website web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles