berita viral

BPS: Makanan lalu minuman beri andil pemuaian terbesar tiap Desember

Ibukota Indonesia – Deputi Sektor Statistik Distribusi lalu Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini menyatakan kelompok pengeluaran makanan, minuman, kemudian tembakau secara historis memberikan andil kenaikan harga terbesar setiap bulan Desember.

Ia mengemukakan kelompok pengeluaran makanan, minuman, kemudian tembakau mengalami naiknya harga bulanan sebesar 1,66 persen kemudian memberikan andil naiknya harga sebesar 0,48 persen terhadap tingkat pemuaian umum yang digunakan secara nasional tercatat sebesar 0,64 persen mtm pada Desember 2025.

"Pada 2025, komoditas cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, ikan segar, dan juga telur ayam ras berubah menjadi komoditas utama asal-mula pemuaian Desember 2025," ucap Pudji di dalam Jakarta, Senin.

Ia menuturkan cabai rawit menjadi penyumbang terbesar dengan andil kenaikan harga 0,17 persen, dihadiri oleh dengan daging ayam ras dengan andil 0,09 persen, bawang merah sebesar 0,07 persen, ikan segar 0,04 persen, juga telur ayam ras sebesar 0,03 persen.

Selain kelompok makanan, komoditas lain yang mana juga memberikan andil naiknya harga pada Desember 2025 adalah emas perhiasan dengan andil 0,07 persen, bensin sebesar 0,03 persen, juga tarif angkutan udara sebesar 0,02 persen.

Sedangkan, komoditas yang tersebut mengalami deflasi adalah cabai merah dengan andil deflasi sebesar 0,03 persen.

Pudji memaparkan seluruh komponen tercatat mengalami kenaikan harga pada Desember 2025, dengan andil terbesar dari komponen nilai bergejolak (volatile food).

"Inflasi Desember 2025 yang sebesar 0,64 persen utamanya didorong oleh kenaikan harga komponen (harga) bergejolak. Komponen harga jual bergejolak mengalami kenaikan harga sebesar 2,74 persen kemudian komponen ini memberikan andil naiknya harga terbesar yaitu sebesar 0,45 persen," ujarnya.

Ia menyatakan komoditas yang digunakan dominan berkontribusi pada naiknya harga pada kelompok komponen tarif bergejolak adalah cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, dan juga telur ayam ras.

Sementara itu, komponen inti mengalami naiknya harga sebesar 0,20 persen dengan andil kenaikan harga sebesar 0,12 persen dengan komoditas utama penyumbang kenaikan harga adalah emas perhiasan lalu minyak goreng.

Sedangkan, komponen tarif diatur pemerintah (administered prices) mengalami kenaikan harga sebesar 0,37 persen serta memberikan andil pemuaian sebesar 0,07 persen.

"Komoditas yang dimaksud dominan memberikan andil kenaikan harga pada komponen nilai diatur pemerintah adalah bensin, tarif angkutan udara, serta tarif angkutan antarkota," kata Pudji.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam website web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles