berita terbaru

Palestina tuding tanah Israel batasi pergerakan pada Tepi Barat dengan bangun pos pemeriksaan

Ligapedianews.com Ramalah – negara Israel membatasi pergerakan warga Palestina di dalam Tepi Barat dengan mendirikan hampir 900 pos pemeriksaan kemudian gerbang besi, demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri serta Ekspatriat Palestina pada Selasa (4/3).

Penghalang tersebut, yang digunakan tidak untuk menjaga keamanan tetapi untuk "menindas" warga Palestina, "sangat berdampak pada keberadaan sehari-hari warga Palestina dengan membatasi pergerakan dia di dalam pada kota, desa, lalu kamp-kamp pengungsi," juga menciptakan fragmentasi di tempat seluruh Tepi Barat, mengubahnya menjadi penjara besar dengan beratus-ratus tempat yang dimaksud terisolasi, kata kementerian itu di pernyataan pers sebagaimana warta Xinhua pada Rabu.

Ini merupakan "bentuk hukuman kolektif yang paling buruk" yang diberlakukan pada keluarga-keluarga Palestina, khususnya selama bulan suci Ramadan, juga merupakan alat sistematis untuk mengeskalasi kekerasan dan juga merusak upaya regional lalu internasional untuk mencapai ketenangan juga gencatan senjata, urai pernyataan itu. Lebih lanjut, pernyataan yang disebutkan mendesak adanya aksi segera dari penduduk internasional.

Pekan lalu, media tanah Israel mengutip bahwa dengan alasan perasaan khawatir akan prospek kerusuhan terkait pembebasan tahanan Palestina di dalam bawah kesepakatan pertukaran antara negara Israel kemudian Hamas, tentara negeri Israel diperintahkan untuk menambah puluhan pos pemeriksaan di area sepanjang jalan menuju ke kota-kota Palestina. Selesai

Related Articles