lifestyle

10 kota paling ramah siswa untuk kuliah 2027 versi QS

DKI Jakarta – Memilih kota untuk melanjutkan kuliah tiada hanya sekali bergantung pada reputasi kampus. Biaya hidup, kesempatan kerja, keberagaman pelajar hingga kenyamanan lingkungan juga menjadi pertimbangan penting bagi calon mahasiswa.

Hal yang disebutkan bermetamorfosis menjadi bagian dari penilaian QS Best Student Cities 2027 yang dimaksud dirilis Quacquarelli Symonds (QS) pada 21 Juli 2026. Pemeringkatan ini menempatkan 150 kota ke planet berdasarkan banyak indikator yang digunakan berkaitan dengan pengalaman peserta didik juga kualitas kota sebagai tujuan pendidikan.

Dalam QS Best Student Cities 2027, kota yang masuk pemeringkatan dinilai berdasarkan enam kelompok indikator, yakni kualitas dan juga peringkat universitas, komposisi mahasiswa, daya tarik kota, aktivitas pemberi kerja, keterjangkauan biaya dan juga pandangan mahasiswa. Perkotaan yang digunakan dinilai juga harus memiliki populasi lebih besar dari 250.000 jiwa juga sedikitnya dua universitas yang mana masuk QS World University Rankings.

Berikut 10 kota paling ramah peserta didik untuk kuliah pada 2027 versi QS:

1. Seoul, Korea Selatan

Seoul menempati peringkat pertama dengan skor keseluruhan 100. Daerah Perkotaan yang disebutkan mempertahankan sikap teratas untuk tahun kedua berturut-turut.

QS menyampaikan Seoul miliki keunggulan pada indikator yang digunakan berkaitan dengan kekuatan universitas dan juga aktivitas pemberi kerja. Hal yang disebutkan menyebabkan Seoul bukan hanya sekali mendebarkan dari sisi akademik, tetapi juga menawarkan prospek bagi lulusan.

2. Tokyo, Jepang

Tokyo berada di tempat kedua dengan skor 98. Ibu kota Negeri Matahari Terbit yang disebutkan menjadi kota dengan peringkat tertinggi pada indikator Employer Activity.

Tokyo juga berada dalam tempat keempat untuk indikator Desirability, yang tersebut menunjukkan tingginya daya tarik kota yang disebutkan bagi calon mahasiswa.

3. London, Inggris

London menempati peringkat ketiga dengan skor 97,3 serta berubah menjadi kota dengan sikap tertinggi dalam Eropa.

Kota ini tetap berubah menjadi salah satu tujuan utama siswa internasional dikarenakan kekuatan universitas, pengalaman siswa juga lingkungan internasionalnya. Namun, biaya berubah menjadi salah satu tantangan bagi pelajar yang digunakan memilih London sebagai tujuan kuliah.

4. Melbourne, Australia

Melbourne berada pada kedudukan keempat. Peringkat kota ini meningkat dari sikap kelima pada edisi sebelumnya.

Kehadiran Melbourne dalam sikap empat menunjukkan kuatnya daya tarik Australia sebagai salah satu tujuan lembaga pendidikan lebih tinggi internasional.

5. Munich, Jerman

Munich berbagi kedudukan kelima dengan Sydney. Daerah Perkotaan di Jerman yang disebutkan sebelumnya berada ke kedudukan keempat.

QS mencatat Munich diantaranya kota yang tersebut mendapat penilaian membesar dari peserta didik lalu lulusan. Tingkat universitas kemudian pengalaman pelajar menjadi bagian dari daya tariknya sebagai kota pendidikan.

5. Sydney, Australia

Sydney juga berada di dalam tempat kelima. Peringkat yang disebutkan meningkat dari sikap keenam pada pemeringkatan sebelumnya.

Dengan masuknya Melbourne lalu Sydney sekaligus ke enam besar, Australia menjadi salah satu negara dengan performa kuat pada daftar kota tujuan kuliah dunia.

7. Paris, Prancis

Paris berada di dalam peringkat ketujuh. Ibu kota Prancis yang disebutkan juga memiliki tempat kuat pada indikator kualitas universitas juga berubah menjadi salah satu kota Eropa yang mana terus berada di dalam jajaran teratas.

QS mencatat Paris berada pada kedudukan kelima secara global untuk indikator kekuatan universitas.

8. Berlin, Jerman

Berlin menempati sikap kedelapan. Daerah Perkotaan yang disebutkan berubah menjadi kota kedua dari Jerman yang masuk 10 besar setelahnya Munich.

Selain kualitas pendidikan, Berlin juga di antaranya kota yang memperoleh penilaian tinggi dari pelajar juga lulusan di pemeringkatan QS.

9. Vienna, Austria

Vienna berada pada kedudukan kesembilan, naik dari peringkat ke-10 pada edisi sebelumnya.

QS mencatat Vienna berada dalam tempat kedua dunia untuk indikator Desirability. Universitas di dalam Austria juga disebut mengalami peningkatan pada beberapa indikator, salah satunya dikarenakan tingkat internasionalisasi yang kuat.

10. Zurich, Swiss

Zurich melengkapi daftar 10 besar dengan menempati sikap ke-10. Pada pemeringkatan sebelumnya, kota di Swiss yang dimaksud berada pada tempat kesembilan.

Zurich berubah jadi salah satu kota yang dimaksud menunjukkan kuatnya tempat Swiss di sekolah tinggi internasional, teristimewa melalui lingkungan yang sangat internasional juga kekuatan riset.

Bagaimana dengan kota di dalam Indonesia?

Indonesia belum menempatkan kota pada 100 besar QS Best Student Cities 2027. Namun, sebagian kota Nusantara terus masuk pada pemeringkatan global.

Yogyakarta berada ke peringkat 118, sedangkan Bandung berada di peringkat 128 dan juga Surabaya ke kedudukan 140. QS juga mencatat ketiga kota yang dimaksud sebagai bagian dari kota yang dimaksud pernah masuk sebagai pendatang baru di edisi sebelumnya.

Sementara itu, Ibukota berada pada peringkat 177 dunia. Daerah Perkotaan ini mendapat penilaian kuat pada aspek keterjangkauan, dengan peringkat affordability 27 secara global. QS juga mencatatkan data Ibukota Indonesia memiliki beberapa orang universitas yang digunakan masuk di QS World University Rankings, salah satunya Universitas Tanah Air lalu BINUS University.

Pemeringkatan QS Best Student Cities 2027 menunjukkan bahwa kota ramah pelajar tidaklah cuma ditentukan oleh kualitas kampus. Biaya hidup, kesempatan karier, keberagaman mahasiswa, daya tarik kota kemudian pengalaman siswa turut berubah menjadi unsur yang dimaksud diperhitungkan.

Bagi calon mahasiswa, daftar yang dimaksud dapat bermetamorfosis menjadi salah satu referensi untuk menentukan kota tujuan kuliah. Namun, pilihan akhir kekal wajib disesuaikan dengan inisiatif studi, biaya pendidikan, kemampuan finansial juga permintaan setiap-tiap mahasiswa.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam web web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles