berita viral

Xi serukan BRICS dorong perdamaian ke sedang konflik Timur Tengah

Istanbul – Presiden China Xi Jinping, Sabtu, menyerukan negara-negara BRICS membantu untuk menggalakkan perdamaian pada Timur Tengah, seraya menyatakan peperangan yang terus berlangsung tiada sejalan dengan kepentingan dengan penduduk internasional.

“Situasi ke Timur Tengah lalu kawasan Teluk terus berkembang. Perang di sana sudah mengakibatkan kerugian kritis bagi masyarakat di seluruh kawasan kemudian tidaklah sejalan dengan kepentingan dengan warga internasional,” kata Xi pada KTT Pemimpin BRICS di dalam New Delhi, sebagaimana dikutipkan kantor berita China, Xinhua.

Pernyataan Presiden China itu disampaikan dalam berada dalam peperangan yang tersebut masih berlangsung antara Amerika Serikat (AS) dan juga Iran, yang telah terjadi mengacaukan infrastruktur sipil lalu militer pada berubah-ubah wilayah Timur Tengah dan juga mengganggu pasokan energi global.

Xi menyerukan negara-negara BRICS untuk “berdiri teguh pada pihak yang tersebut benar pada sejarah”, seraya mengemukakan Beijing akan bekerja sejenis dengan anggota lainnya untuk memainkan “peran yang digunakan semestinya pada mewujudkan perdamaian kemudian ketenangan di dalam Timur Tengah kemudian kawasan Teluk”.

Ia juga mendesak negara-negara anggota BRICS mengatur upaya mengupayakan pembelajaran timbal balik antarperadaban kemudian memperbaiki tata kelola global.

Xi menggambarkan mekanisme kerja mirip BRICS sebagai “platform kerja identik paling berpengaruh ke dunia bagi negara-negara bursa berprogres dan juga negara-negara berkembang”.

Seraya menegaskan penolakan terhadap “mentalitas Perang Dingin kemudian konfrontasi antarkelompok”, ia menyerukan blok dunia usaha negara berprogres itu untuk “menentang pelanggaran kedaulatan negara lain juga campur tangan di urusan pada negeri mereka”.

Dengan menolak “segala bentuk proteksionisme”, pemimpin China itu juga menyerukan BRICS untuk “memimpin tata kelola global di dalam ruang siber, ruang angkasa, dan juga laut dalam, dan juga menguatkan kata-kata Global South.

Menekankan bahwa BRICS harus “menjadi pelopor pada meningkatkan tata kelola global”, Xi menyerukan kelompok yang disebutkan menjunjung kewenangan PBB serta menguatkan kerja mirip dalam bidang kecerdasan artifisial (AI).

KTT akhir pekan pada New Delhi yang disebutkan dihadiri Presiden China, Rusia, dan juga Iran, dengan banyak pemimpin lainnya, dan juga berlangsung pada saat peperangan AS-Iran telah dilakukan memasuki bulan ketujuh kemudian peperangan Rusia-Ukraina telah lama berlangsung lebih banyak dari empat tahun.

China akan mengambil alih kepemimpinan BRICS secara bergilir pada tahun depan pasca masa kepemimpinan India berakhir.

Pada Minggu, para pemimpin BRICS akan hadir di sesi terbuka bertajuk “Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth” (Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, lalu Keberlanjutan untuk Mewujudkan Pertumbuhan Global yang mana Inklusif).

Menurut bilangan bulat yang dimaksud disitir BRICS, kelompok yang dimaksud sekarang mewakili sekitar 49,5 persen populasi dunia, 40 persen Produk Domestik Bruto global, juga 26 persen perdagangan global.

KTT terakhir dilakukan pada Rio de Janeiro pada 2025, sedangkan KTT berikutnya akan diselenggarakan oleh China.

Sumber: Anadolu

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence pada platform web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles