
Ibukota Indonesia – Manajer timnas panjat tebing Nusantara Aries Susanti Rahayu mengatakan, keikutsertaan lima atlet Tanah Air pada World Climbing Series Guiyang di China, pada 11-13 September, berubah menjadi kesempatan menjaga performa atlet agar kekal kompetitif pada event internasional.
"Series Guiyang penting bagi atlet speed untuk menyimpan performa, sekaligus merawat peringkat merekan pada world ranking," kata Aries pada Jakarta, Rabu.
Aries menjelaskan, kelima atlet yang digunakan berangkat itu terdiri menghadapi dua putra dan juga tiga putri. Mereka adalah Antasyafi Robby Al Hilmi lalu Raharjati Nur Samsa untuk sektor putra. Sedangkan pada sektor putri diperkuat oleh Berthdigna Devi Surya, Rajiah Salsabillah, lalu Kadek Adi Asih.
Lebih lanjut, ia menjelaskan kompetisi ke Guiyang hanya saja melombakan disiplin ilmu dengan beraneka nomor. Kelima atlet Nusantara akan berlaga pada nomor speed perorangan putra, speed perorangan putri, speed relay (estafet) campuran, speed relay putra, lalu speed relay putri.
Aries menambahkan, nomor speed semakin kompetitif di kompetisi internasional. Setiap kontestan dari di luar negara berpeluang untuk menorehkan prestasi alias merebut podium untuk membanggakan negara masing-masing.
Oleh sebab itu, keikutsertaan kelima atlet yang disebutkan penting guna menyimpan standar persaingan bagi Negara Indonesia pada event dunia.
Dari lima atlet itu, Berthdigna Devi Surya merupakan satu-satu atlet yang digunakan akan berlaga pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya dalam Negeri Matahari Terbit pada 19 September sampai dengan 4 Oktober.
Dia sama-sama Desak Made Rita Kusuma Dewi akan membela Indonesia pada turnamen olahraga terbesar di dalam Asia itu, melalui disiplin speed di sektor putri.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan ke website web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



