berita viral

Setidaknya 41 pendatang terluka akibat hujan deras Nagoya, Negeri Sakura

Islamabad – Setidaknya 41 pendatang mengalami luka ringan pasca hujan dengan curah tertinggi yang tersebut pernah tercatat mengguyur Nagoya, Negeri Sakura bagian tengah, yang tersebut memacu pemerintah kota mengumumkan langkah-langkah bantuan darurat pada Rabu.

Hujan deras yang digunakan dibawa pita hujan linear mengguyur wilayah Tokai pada Selasa. Hujan itu menyebabkan banjir dalam jalan dan juga jalur kereta api juga melumpuhkan transportasi ke Nagoya, lapor Kyodo News.

Otoritas setempat mencatatkan sekitar 1.600 khalayak telah terjadi mengungsi ke pusat-pusat penyelamatan darurat hingga Selasa malam. Sementara, sedikitnya 200 kendaraan rusak hingga Rabu pagi.

Hujan deras yang disebutkan menyebabkan banyak penumpang juga pelajar menghadapi kesulitan semalaman akibat terganggunya layanan kereta api juga kereta bawah tanah.

Badan Meteorologi Negeri Sakura pada Selasa mengeluarkan peringatan keras darurat banjir Level 5—tingkat tertinggi—untuk Sungai Shonai yang mengalir melalui Prefektur Aichi dan juga Prefektur Gifu. Peringatan itu dikeluarkan pasca permukaan air sungai meningkat akibat hujan yang sangat deras.

NHK melaporkan bahwa awan hujan terbentuk dalam wilayah Tokai kemudian Shikoku yang digunakan memulai hujan sangat deras di dalam beberapa orang daerah.

Sementara itu pada Rabu, Badan cuaca Jepun mengingatkan bahwa hujan deras dapat terus mengguyur sebagian besar wilayah Negeri Sakura hingga Kamis, seiring front terlibat yang membentang dalam sepanjang pesisir Pasifik.

Curah hujan hingga 200 milimeter (7,9 inci) diperkirakan turun dalam wilayah Tokai kemudian Kinki di 24 jam hingga Kamis pagi. Sementara itu, Shikoku diperkirakan menerima hujan hingga 150 mm serta Kanto-Koshin, termasuk Tokyo, hingga 120 mm.

Otoritas memberi peringatan bahwa tambahan hujan pada jumlah agregat relatif kecil sekalipun dapat menyebabkan tanah longsor atau banjir di wilayah yang tanahnya telah jenuh akibat hujan sebelumnya.

Sumber: Anadolu

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam platform web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles