Tag: tinju kelas berat

  • Damian Knyba gagalkan upaya comeback mantan juara dunia Andy Ruiz

    Damian Knyba gagalkan upaya comeback mantan juara dunia Andy Ruiz

    Ibukota Indonesia – Petinju Damian Knyba menggagalkan upaya bangkit kembali atau comeback di dunia tinju mantan antan juara dunia kelas berat (minimum 90,7kg) Andy Ruiz Jr dengan mengalahkannya pada adu ke Prudential Center New Jersey, Amerika Serikat, Hari Sabtu WIB.

    Damian Knyba menghentikan Ruiz dengan tindakan bilangan bulat mutlak dari juri yang memberikan skor 117-110, 114-113, lalu 114-113 untuk Knyba.

    Knyba mampu memanfaatkan keunggulan tinggi juga jangkauan untuk merawat Ruiz dari jarak aman, khususnya melalui pukulan yang digunakan konsisten.

    Pada tiga ronde pertama, petinju Polandia itu secara langsung mengambil kendali dengan pukulan panjang sambil bergerak mundur. Ruiz mencoba masuk ke jarak pukul, tetapi kesulitan menembus jangkauan Knyba.

    Setiap kali mantan juara dunia yang dimaksud pernah memegang sabuk WBA, IBF, kemudian WBO, itu mendekat, Knyba kerap melakukan clinch untuk menghentikan kombinasi lawannya.

    Pada ronde-ronde selanjutnya, Ruiz mulai mencoba meningkatkan tekanan, tetapi Knyba permanen mampu merawat jarak dan juga mencetak poin melalui jab.

    Ruiz mulai menemukan beberapa celah. Ia berhasil mendaratkan pukulan tangan kanan juga melancarkan serangan ke kepala dan juga tubuh Knyba. Pada periode ini, Ruiz juga sempat menghasilkan luka pada wajah Knyba. Namun, Knyba masih disiplin dengan menyimpan jarak.

    Ronde ketujuh menjadi titik balik penting bagi Knyba pada waktu mendaratkan kombinasi jab dan juga pukulan kanan yang tersebut menyebabkan Ruiz goyah. Serangan lanjutan menciptakan Ruiz tergelincir lalu dihitung wasit sampai delapan. Ruiz mampu bangkit, tetapi terlihat sangat kesulitan hingga bel berbunyi.

    Ruiz memberikan respons terbaiknya. Setelah sempat berada di permasalahan besar pada ronde sebelumnya, petinju Amerika itu tampil tambahan agresif juga berhasil mendaratkan beberapa orang pukulan keras ke kepala juga tubuh Knyba. Namun, peluang yang disebutkan tidaklah bertahan lama.

    Knyba kembali mengontrol pertarungan dengan pukulan juga pergerakan. Ruiz terus mencoba mendekat, tetapi kesulitan mengurangi kombinasi panjang. Knyba juga beberapa kali menggunakan clinch di mana Ruiz berhasil masuk ke jarak dekat.

    Pada ronde ke-12, Ruiz mulai kelelahan, sementara Knyba terus terlibat dengan pukulan dan juga mampu merawat jarak sampai bel akhir. Knyba menghentikan pertarungan dengan lebih tinggi meyakinkan.

    Dengan kemenangan itu, Knyba menambah satu hitungan pada rekornya menjadi 18 kemenangan dengan 11 knockout (KO) dan juga satu kekalahan. Hasil itu pijakan untuk naik kelas di persaingan kelas berat baik dari sisi peringkat, popularitas maupun prospek mendapatkan pertarungan besar.

    Sementara, Ruiz yang digunakan kembali panggung elite tinju pertama kalinya sejak ia meraih hasil imbang yang dimaksud kontroversial ketika menghadapi petinju tangguh Jarrell Miller pada bulan Agustus 2024 lalu, harus menelan kekalahan yang menambah noda rekornya berubah menjadi 35 kemenangan (22 KO), tiga kekalahan lalu satu seri.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di web web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Ingin istirahat, Juara dunia Usyk tolak sebut lawan berikutnya

    Ingin istirahat, Juara dunia Usyk tolak sebut lawan berikutnya

    https://ligapedianews.com/ Sekarang saya ingin istirahat. Saya belum bisa jadi mengungkapkan siapa lawan saya berikutnya

    Jakarta – Juara dunia kelas berat (90,7 kg) WBA, WBC, IBF, WBO, Oleksandr Usyk menolak menyebutkan nama lawan berikut untuk dihadapi setelahnya menumbangkan Daniel Dubois untuk mempertahankan peringkat juaranya yang dimaksud tak terbantahkan.

    "Sekarang saya ingin istirahat. Saya belum dapat mengungkapkan siapa lawan saya berikutnya," kata Oleksandr Usyk di laporan laman The Ring yang digunakan diambil di dalam Jakarta, Selasa.

    Di berhadapan dengan ring Stadion Wembley, segera setelahnya pertarungan melawan Dubois, Usyk menolak menyebutkan nama-nama calon lawannya, namun belaka menyebutkan nama-nama potensial tetapi tiada pernah muncul.

    Tyson Fury, dengan rekor 0-2 melawan Usyk, menginginkan pertarungan trilogi, Derek Chisora wajib mendapatkan gelar kejuaraan IBF, Joseph Parker adalah calon berikutnya yang dimaksud akan merebut penghargaan WBO.

    Selain itu, Moses Itauma yang berbakat dapat meningkatkan kekuatan posisinya dengan kemenangan telak melawan Dillian Whyte pada Agustus mendatang. Usyk bahkan mengatakan nama Anthony Joshua, yang dimaksud juga sudah ia kalahkan dua kali.

    Sebelum meninggalkan Stadion Wembley, Usyk sekali lagi ditanya siapa sebenarnya yang mana ia incar untuk pertarungan berikutnya, yang tersebut bisa saja belaka terjadi sebelum akhir tahun, namun ia enggan menyebutkannya.

    Petarung berusia 38 tahun ini, yang dimaksud sekarang miliki rekor 24-0 dengan 15 KO itu cuma ingin kembali ke rumah pasca meninggalkan keluarga untuk persiapan pertarungan melawan Dubois.

    "Saya telah mempersiapkan diri selama tiga setengah bulan untuk pertarungan ini, saya belum bertemu istri atau keluarga saya," katanya.

    Usyk mengatakan, ketika ini ia memiliki pilihan tentang apa yang dimaksud harus diadakan selanjutnya. Ia menegaskan akan terus bertinju juga berlatih, tetapi belum mampu mengungkapkan apa yang mana dijalankan selanjutnya.

    Mantan juara amatir Eropa, peraih medali emas tinju kelas berat Olimpiade London 2012, kemudian sekarang juara tak terbantahkan tiga kali yang mana tak terkalahkan dalam dua kelas berat itu juga ditanya bahwa ia mungkin saja kesulitan mendapatkan motivasi akibat tidaklah ada lagi yang sanggup diraih pada olahraga ini.

    Ia mengatakan, kesuksesan yang dimaksud ia raih tidaklah ada hubungannya dengan motivasi melainkan akibat miliki disiplin. Baginya, motivasi hanya sekali bersifat sementara yang mana dapat ada hari ini namun belum tentu ada pada hari-hari selanjutnya.

    "Ketika saya bangun setiap pagi di dalam kamp pelatihan, saya tidak ada pernah punya motivasi, yang digunakan saya punya hanyalah disiplin. Ketika saya bangun, regu saya pun bangun lalu kami pergi berlatih," katanya.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Hadapi Dubois, Usyk sebut perjuangannya demi negara lalu keluarga

    Hadapi Dubois, Usyk sebut perjuangannya demi negara lalu keluarga

    https://ligapedianews.com/ Semua yang saya lakukan pada waktu ini adalah untuk menghormati negara juga keluarga saya

    Jakarta – Juara dunia kelas berat WBC, WBA, IBF, serta The Ring Oleksandr Usyk menyebutkan perjuangan yang dimaksud dilakukannya di olahraga tinju pada waktu ini adalah demi negara juga keluarga mendekati laga besar untuk mempertahankan peringkat melawan Daniel Dubois.

    "Semua yang saya lakukan ketika ini adalah untuk menghormati negara lalu keluarga saya," kata Oleksandr Usyk pada laman World Boxing Association (WBA) yang digunakan dipantau pada Jakarta, Kamis.

    Sang juara selama tanah Ukraina itu akan mempertahankan penghargaan juara dunia kelas berat kedua kalinya melawan Daniel Dubois di dalam Stadion Wembley, Inggris, pada 19 Juli mendatang.

    Menjelang laga, Usyk mengasah kemampuan terakhirnya dengan fokus juga intensitas yang mana khas. Petinju tak terkalahkan dengan 23 kemenangan (14 KO) itu akan menghadapi lawan yang digunakan pernah dikalahkannya.

    Atlet berkuda-kuda southpaw berusia 38 tahun ini telah dilakukan menjalani pemusatan latihan yang mana melelahkan, dengan menjalani lebih besar dari 250 ronde uji tanding, termasuk pembukaan 15 ronde yang dimaksud diperpanjang dengan sedikit waktu istirahat untuk mensimulasikan tekanan tanpa henti serta kelelahan fisik.

    Fokus Usyk adalah pada daya tahan, footwork dan juga ketajaman taktis, yang menjadi ciri khas dari gaya sang maestro yang digunakan sulit dipahami. Tidak ada pembaharuan drastis, tak ada kejutan, belaka ritme tanpa henti yang tersebut sama, pergerakan kaki yang memotong sudut, dan juga presisi yang dimaksud menjadikannya salah satu petarung paling cerdas di dalam era ini.

    Dalam pertemuan pertama merek pada tahun 2023, Usyk menghentikan Dubois melalui technical knockout (TKO) pada ronde kesembilan, walau laga itu memicu kontroversi lantaran sebuah pukulan rendah pada ronde kelima.

    Sejak pada waktu itu, Usyk telah terjadi mengukuhkan warisannya dengan kemenangan beruntun menghadapi Tyson Fury, juga menegaskan dirinya sebagai penguasa tak terbantahkan dalam divisi tinju yang paling bergengsi.

    Usyk akan naik ring dengan menghadirkan tekad yang tersebut kuat untuk mempertahankan penghargaan dengan mengakibatkan hal-hal penting di hidupnya sebagai motivasi.

    "Saya tiada memikirkan lawan saya. Saya memikirkan diri saya sendiri, regu saya, keluarga saya. Saya hanya sekali perlu berada di tempat sana bersamanya, bertarung, dan juga hanya sekali itu," kata Usyk.

    Bagi Dubois, laga mendatang lebih lanjut dari sekedar pertarungan kedua melainkan tantangan generasi. Pada usia 27 tahun, petinju jika Inggris ini sudah meraih tiga kemenangan beruntun juga tetap saja menjadi ancaman besar dengan kekuatan KO.

    Namun Usyk telah lama merancang karier dengan mengalahkan pria yang digunakan lebih lanjut besar, tambahan muda, serta lebih tinggi kuat dengan ketenangan, pergerakan lalu kecerdasannya.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Dubois bertekad cetak KO dahsyat berhadapan dengan juara dunia kelas berat Usyk

    Dubois bertekad cetak KO dahsyat berhadapan dengan juara dunia kelas berat Usyk

    https://ligapedianews.com/ Saya akan mengincar semua sabuk itu

    Jakarta – Petinju kelas berat (minimal 90,7 kg) Daniel Dubois bertekad mencetak knockout (KO) dahsyat ketika melawan juara dunia kelas berat WBA, WBC, IBF, juga The Ring Oleksandr Usyk dalam Stadion Wembley, Inggris, pada 19 Juli 2025.

    "Saya akan mengincar semua sabuk itu. Hal ini akan menjadi sebuah KO yang tersebut dahsyat, tidaklah diragukan lagi. Sebuah KO yang mana brutal dan juga kejam," kata Daniel Dubois di laporan laman World Boxing Association (WBA) yang digunakan dipantau di area Jakarta, Jumat.

    Petinju dengan syarat Inggris itu menjalani persiapan terakhirnya untuk pertarungan ulang melawan sang juara tak terbantahkan.

    Dubosi sudah bekerja keras di tempat kamp pelatihan, memfokuskan diri pada pertahanan, footwork, dan juga staminanya.

    Timnya telah dilakukan mengakibatkan rekan latih tanding berkuda-kuda southpaw untuk meniru teknikal lalu kecekatan milik Usyk, dan juga menggandakan latihan kekuatan eksplosif untuk mendirikan tekanan lalu kekuatan.

    Ia akan memasuki ring dengan menghadirkan rekor 22 kemenangan (21 KO) kemudian dua kekalahan, menantang Usyk yang tak terkalahkan dengan 23 kemenangan (14 KO).

    Empat kemenangan beruntun, termasuk sebuah KO luar biasa melawan Anthony Joshua pada September 2024, yang mengukuhkan posisinya sebagai penantang yang mana layak diperhitungkan, menyebabkan Dubois percaya diri akan membalas Usyk.

    "Saya merasa tajam, juga saya siap untuk maju. Saya ingin ini menjadi laga yang mana eksplosif dan juga memang sebenarnya akan seperti itu. Saya tak sabar untuk meninggalkan segalanya di dalam di ring serta menyelesaikan tugasnya," katanya.

    Di usia 27 tahun, Dubois mengetahui bahwa laga mendatang adalah kesempatannya untuk menebus kesalahan.

    Dalam konferensi pertama mereka, ia menjatuhkan Usyk dengan sebuah serangan ke arah tubuh yang digunakan dianggap rendah oleh wasit, sebuah kebijakan yang mana memicu kontroversi.

    Dengan lebih tinggi sejumlah pengalaman serta penyesuaian strategi, Dubois meyakini bahwa kali ini kisahnya akan berbeda.

    Haus akan kejayaan dan juga terdorong oleh gemuruh penonton tuan rumah, Dubois mengincar kemenangan untuk mengguncang lanskap divisi heavyweight.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di tempat situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Zhang Zhilei vs Agit Kabayel: Siapa yang digunakan Meraih kemenangan juga Mengapa?

    Zhang Zhilei vs Agit Kabayel: Siapa yang digunakan Meraih kemenangan juga Mengapa?

    Ligapedianews.com – Zhang Zhilei vs Agit Kabayel : Siapa yang dimaksud menang kemudian mengapa? Masih ada kesan pada Zhang Zhilei, bahkan di tempat usianya yang mana ke-41, bahwa kita masih belum mengetahui seberapa bagus – atau bahkan rata-rata – dirinya. Hal yang digunakan sebanding dapat dikatakan untuk lawannya pada hari Sabtu, sesama penantang kelas berat Agit Kabayel, yang tersebut pada dua pertarungan terakhirnya akhirnya mulai menunjukkan beberapa pukulan pada rekor tak terkalahkannya.

    Untuk alasan-alasan penemuan itu saja, pertarungan hari Hari Sabtu di area Arab Saudi, yang tersebut mempertemukan mereka di 12 ronde yang mana dijadwalkan, adalah konferensi yang digunakan menarik. Ketidakpastian yang digunakan melingkupi Zhang Zhilei, 27-2-1 (22 KO), kemungkinan besar sebagian besar disebabkan oleh kecenderungannya untuk memudar, kehilangan kebugaran, lalu kehabisan ide pada paruh kedua pertandingan.

    Hal itu terjadi ketika ia ditahan imbang selama 10 ronde oleh Jerry Forrest yang dimaksud tidak ada diunggulkan pada tahun 2021, terlihat jelas bahwa ia kehilangan tenaga pada waktu dikalahkan oleh Filip Hrgovic pada tahun berikutnya, juga yang digunakan terbaru, pada waktu Joseph Parker menyelesaikan laga dengan kuat untuk mengalahkan petinju kidal dengan syarat China itu pada jarak yang digunakan identik tahun lalu. Dalam ketiga laga tersebut, Zhang unggul lebih tinggi awal juga mencetak beberapa knockdown.

    Terlalu fokus pada pengosongan tangki tenaga lalu menyimpulkan bahwa yang digunakan perlu dilaksanakan seseorang untuk mengalahkannya hanyalah bertahan cukup lama akan merugikan kekuatan yang digunakan ia bawa sejak awal. Bertahan melawan Zhang, walau sangat kemungkinan besar dilakukan, membutuhkan ketabahan, determinasi kemudian kemampuan untuk menahan pukulan kiri yang tersebut paling kuat di kelas berat.

    Kadang-kadang ada juga kelucuan di karyanya. Dia tentu semata miliki dasar-dasarnya kemudian tiada diragukan lagi dapat bertinju, tetapi memukul, seperti yang tersebut rutin beliau ingatkan untuk kita, adalah spesialisasinya. Kita tiada boleh lupa bahwa Joe Joyce, sesama mantan peraih medali Olimpiade, secara luas dianggap sebagai atlet yang dimaksud sangat kuat sampai kekuatan lengan Zhang, yang mana suka melontarkan pukulan panjang juga lurus, memproduksi dagu atlet Inggris itu hancur berantakan.

    Dua kemenangan melalui penyelesaian pada tahun 2023, di laga beruntun, kemungkinan besar akan masih menjadi yang digunakan paling impresif bagi Zhang. Penghancuran lima ronde berhadapan dengan Deontay Wilder juga layak dipuji, namun penurunan performa mantan bos WBC ini telah terlihat sejak awal bulan Juni lalu. Tambahkan beberapa knockdown yang dicetaknya melawan Parker juga Hrgovic juga tugas yang menanti Kabayel telah jelas: Untuk menang, beliau harus membuktikan kemampuannya di dalam sepanjang pertandingan.

    Petinju jika Jerman ini miliki rekor 25-0 (17 KO), merupakan penantang abadi. Petinju berusia 32 tahun ini mulai dikenal ketika ia mengalahkan Derek Chisora di 12 ronde pada tahun 2017, namun kemajuannya, meskipun ia adalah juara Eropa serta dinilai baik oleh badan-badan yang tersebut berwenang, sangat lambat hingga ia diundang ke Arab Saudi untuk menjadi lawan bagi Arslanbek Makhmudov pada akhir 2023. Kabayel, pada sebuah penampilan luar biasa, mengejek rekor 18-0 milik rivalnya dengan kemenangan empat ronde yang tersebut kejam, menjatuhkan Makhmudov tiga kali.

  • Daniel Dubois Tumbang Dihajar Filip Hrgovic, Joseph Parker Punya Kesempatan Menang!

    Daniel Dubois Tumbang Dihajar Filip Hrgovic, Joseph Parker Punya Kesempatan Menang!

    Ligapedianews.com – Daniel Dubois akan kembali naik ring pada Hari Sabtu (22/2/2025) untuk mempertahankan gelar kejuaraan IBF kelas beratnya melawan Joseph Parker. Namun, sebelum menjadi juara seperti sekarang, Dubois pernah menghadapi momen sulit pada kariernya, salah satunya adalah kekalahan telak di pembukaan sparring melawan Filip Hrgovic.

    Petinju Kroasia berusia 32 tahun itu pernah mengklaim bahwa ia ‘menghancurkan’ Dubois pada pertemuan latihan di tempat London beberapa tahun lalu. Akibatnya, Hrgovic bahkan mengklaim bahwa Dubois terpaksa menunda salah satu pertarungannya pasca mengalami pembukaan sparring brutal tersebut.

    “Saya menghancurkan dia. Dia menunda pertarungan pasca pertemuan sparring dengan saya. Anda mampu bertanya untuk orang-orang pada gym, sejumlah yang mana menyaksikan,” ujar Hrgovic di wawancara dengan IFL TV.

    Namun, meskipun sempat mengalami masa sulit, Dubois berhasil membalas dendam di dalam melawan ring. Dalam duel resmi yang digunakan berlangsung di tempat Riyadh, Arab Saudi, pada Juni tahun lalu, Dubois sukses menaklukkan Hrgovic dengan kemenangan TKO dalam ronde kedelapan. Wajah Hrgovic penuh luka akibat pukulan Dubois, hingga wasit John Latham harus memohonkan dokter ring untuk memberikan penilaian, yang digunakan akhirnya memutuskan bahwa pertarungan harus dihentikan.

    Setelah kemenangan itu, Dubois semakin mengukuhkan namanya di tempat dunia tinju kelas berat. Tiga bulan kemudian, ia mengalahkan Anthony Joshua dengan knockout di tempat ronde keempat pada duel megah pada Wembley. Kini, Dubois mengincar gelar kejuaraan juara dunia tak terbantahkan juga berambisi menghadapi Oleksandr Usyk, petinju yang tersebut pernah mengalahkannya pada 2023.

    Namun, sebelum mencapai mimpinya menghadapi Usyk, Dubois harus lebih besar dulu mempertahankan gelarnya melawan Joseph Parker. Dengan rekor 22 kemenangan serta semata-mata dua kekalahan, Dubois bertekad menambah daftar kemenangan KO di kariernya. Sementara itu, Parker yang digunakan memiliki rekor 35 kemenangan kemudian 3 kekalahan, juga berambisi merebut peringkat dan juga menambah daftar petinju besar yang pernah dikalahkannya, termasuk Deontay Wilder serta Andy Ruiz Jr.

    Pertarungan Dubois vs Parker yang dimaksud akan berlangsung di tempat Arab Saudi ini diprediksi akan menjadi salah satu laga besar pada perebutan supremasi kelas berat. Akankah Dubois melanjutkan dominasinya, atau Parker yang justru menimbulkan kejutan?

  • Kejutan! Oleksandr Usyk Pilih Lawan Alex Pereira Sebelum Pensiun

    Kejutan! Oleksandr Usyk Pilih Lawan Alex Pereira Sebelum Pensiun

    ligapedianews.com Oleksandr Usyk , juara dunia kelas berat tak terbantahkan, berencana mengatur dua pertarungan lagi sebelum resmi gantung sarung tinju. Setelah memiliki target Daniel Dubois atau Joseph Parker sebagai lawan berikutnya, petinju jika tanah Ukraina itu mengejutkan umum dengan mengumumkan nama juara UFC, Alex Pereira, sebagai calon lawan terakhirnya.

    Usyk, yang mengalahkan Tyson Fury dua kali pada 2024 untuk mempertahankan sabuk juara dunia, mengungkapkan rencana pensiunnya di wawancara dengan Sky Sports pada Rabu (12/2/2025). Ia menjamin cuma memiliki dua laga tersisa sebelum meninggalkan dunia tinju.

    “Saya akan bertarung melawan siapa pun yang menang antara Joseph Parker juga Daniel Dubois. Saya merasa masih punya waktu satu setengah atau dua tahun lagi. Tapi semata-mata dua pertarungan,” kata Usyk.

    Namun, pernyataan lebih banyak mengejutkan datang sehari setelahnya. Dalam wawancara dengan TNT Sports, Usyk menyampaikan nama Alex Pereira, juara UFC jika Brasil, sebagai lawan potensial pada pertarungan terakhirnya.

    “Setelah Dubois atau Parker, kemungkinan besar pertarungan eksibisi dengan Alex Pereira. Kenapa tidak? Alex menginginkannya,” ujar Usyk.

    Alex Pereira tidak nama sembarangan dalam dunia pertarungan. Mantan juara kickboxing ini menapaki karier luar biasa dalam UFC, merebut sabuk juara kelas menengah pada 2022 sebelum naik ke kelas berat ringan juga kembali menjadi juara.

    Petarung berusia 37 tahun itu mempunyai rekor mengesankan dengan enam kemenangan menghadapi lima mantan juara UFC, termasuk lima kemenangan KO. Satu-satunya kekalahannya dalam UFC terjadi pada waktu negara Israel Adesanya membalas kekalahan sebelumnya pada 2023.

    Jika duel ini terwujud, Usyk akan mengikuti jejak Tyson Fury serta Anthony Joshua yang dimaksud pernah dikaitkan dengan pertarungan melawan bintang UFC. Namun, mengingat gaya bertarung Pereira yang mana berpengalaman pada kickboxing, tantangan bagi Usyk dapat lebih lanjut besar dari sekadar eksibisi biasa.

    Sebagai salah satu petinju terbaik dalam era modern, Usyk telah lama menorehkan sejarah panjang. Ia meraih medali emas Olimpiade London 2012, menjadi juara dunia tak terbantahkan dalam kelas cruiserweight, dan juga saat ini memegang sabuk juara kelas berat setelahnya menaklukkan lawan-lawan tangguh seperti Anthony Joshua, Tyson Fury, juga Daniel Dubois.

    Dengan sisa dua pertarungan sebelum pensiun, dunia tinju menantikan apakah Usyk akan melakukan penutupan kariernya dengan duel klasik melawan Dubois atau Parker, atau justru menghadirkan kejutan dengan melawan seseorang bintang UFC.

    Satu hal yang tersebut pasti, perjalanan terakhir Usyk dalam dunia tinju akan menjadi fase yang tersebut tak boleh dilewatkan.

  • Tyson Fury Batal Pensiun, Tergiur Duel Rp1,9 Billion Lawan Anthony Joshua?

    Tyson Fury Batal Pensiun, Tergiur Duel Rp1,9 Billion Lawan Anthony Joshua?

    ligapedianews.com Tyson Fury kembali menjadi sorotan pasca mantan juara dunia tinju kelas super menengah, Carl Froch, mengatakan bahwa “The Gypsy King” bisa saja belaka membatalkan keputusannya pensiun apabila mendapat tawaran besar untuk bertarung melawan Anthony Joshua.

    Fury mengumumkan pensiun dari dunia tinju pada Januari lalu, semata-mata beberapa pekan setelahnya mengalami kekalahan kedua dari Oleksandr Usyk. Petinju dengan syarat Manchester itu kalah pada laga ulang yang digunakan dilakukan pada Desember, pasca sebelumnya juga tertunduk pada duel perebutan penghargaan juara dunia tak terbantahkan pada Mei.

    Keputusan pensiun ini awalnya mengubur harapan duel megah Fury vs Joshua yang digunakan selama ini dinanti publik. Namun, Froch percaya bahwa Fury bisa jadi semata tergoda untuk kembali ke ring apabila ditawari bayaran fantastis sebesar 100 jt poundsterling (sekitar Rp1,9 triliun, dengan kurs 1 poundsterling = Rp19.000) untuk menghadapi Joshua.

    Menurut Froch, salah satu faktor yang mana bisa saja memacu Fury untuk comeback adalah rasa frustrasi akibat dua kekalahan dari Usyk.

    “Saya berbicara dengan seseorang pada timnya, kemudian ia benar-benar kecewa juga marah dengan kekalahan di dalam laga ulang. Namun, itu adalah kekalahan yang dimaksud adil,” ujar Froch untuk Action Network.

    Froch menambahkan bahwa meskipun pertarungan kedua Fury vs Usyk berlangsung ketat, laga yang disebutkan tidak ada seatraktif duel pertama mereka.

    “Saya rasa Fury masih punya sedikit tenaga tersisa kemudian seharusnya sanggup berjuang tambahan keras. Dia punya keunggulan ukuran kemudian berat, tetapi tiada cukup agresif. Mungkin ia merasa kecewa pada dirinya sendiri, juga itu bisa saja membuatnya kembali naik ring,” tambahnya.

    Pertarungan antara Tyson Fury dan juga Anthony Joshua sudah ada lama dinantikan, khususnya ketika keduanya masih berada di area puncak karier. Namun, Froch menilai laga ini tak lagi mempunyai daya tarik sebesar dulu lantaran kedua petinju sudah ada menyeberangi masa keemasan mereka.

    “Joshua sudah ada beberapa kali kalah kemudian tak lagi di tempat puncak performa. Sementara itu, Fury pada masa kini berusia 36 tahun, kelebihan berat badan, lalu kesulitan menjaga kebugaran. Tidak ada lagi penghargaan juara yang dimaksud dipertaruhkan, belaka gengsi semata,” jelas Froch.

    Meski demikian, Froch mengakui bahwa duel ini tetap saja menjadi tontonan besar bagi masyarakat Inggris. Jika tawaran 100 jt poundsterling benar-benar datang, kemungkinan besar Fury bukan akan menolaknya.

    “Saya pribadi tidak ada terlalu bersemangat, tetapi saya mengerti bahwa ini adalah pertarungan besar untuk Inggris. Jika Fury ditawari 100 jt poundsterling, saya rasa ia akan mengambilnya,” pungkas Froch.

    Kini, langkah ada pada tangan Fury. Apakah beliau akan benar-benar meninggalkan dunia tinju, atau justru kembali untuk pertarungan terakhir melawan Joshua demi bayaran fantastis?

  • Perbandingan Statistik Oleksandr Usyk vs Mike Tyson, 2 Petinju Beda Generasi yang dimaksud Menggemparkan

    Perbandingan Statistik Oleksandr Usyk vs Mike Tyson, 2 Petinju Beda Generasi yang dimaksud Menggemparkan

    ligapedianews.com Perbandingan statistik Oleksandr Usyk vs Mike Tyson akan dibahas di area artikel ini. Meski berbeda generasi, keduanya sama-sama dikenal sebagai petinju kelas berat hebat di dalam eranya masing-masing.

    Kendati Oleksandr Usyk kemudian Mike Tyson tidaklah pernah bertarung, keduanya banyak menjadi perhatian penggemar tinju dunia. Dalam beberapa forum diskusi tinju, sebagian mendambakan adanya pertarungan fantasi lintas generasi di dalam antaranya keduanya.

    Terlepas dari itu, baik Usyk maupun Mike mempunyai perjalanan kariernya sendiri di area eranya masing-masing. Berikut sedikit perbandingan statistik pada antaranya keduanya yang dimaksud bisa jadi diketahui.

    Perbandingan Statistik Oleksandr Usyk vs Mike Tyson

    1. Oleksandr Usyk

    Oleksandr Usyk merupakan orang petinju berkebangsaan Ukraina. Dia debut di tempat ring profesional pada 11 September 2013, tepatnya ketika mengalahkan Felipe Romero.

    Seiring waktu, Usyk terus merancang reputasinya sebagai petinju hebat. Saat ini, petinju berjuluk The Cat yang dimaksud telah mengantongi rekor rekor 23-0 alias bukan terkalahkan.

    Dari 23 pertarungan itu, Usyk mengungguli 14 dalam antaranya melalui KO. Dua kemenangan terbarunya didapat melawan Tyson Fury, masing-masing pada Mei 2024 lalu Desember 2024.

    Melihat sepak terjangnya, Usyk pertama kali menjadi juara dunia dalam usia 29 tahun, yakni pada 17 September 2016. Waktu itu, beliau mengalahkan Krzysztof Głowacki untuk berkompetisi merebut peringkat kelas penjelajah WBO.

    Salah satu pertarungan besarnya terjadi ketika melawan Anthony Joshua pada 25 September 2021. Di sini, Usyk menang lalu merebut peringkat kelas berat WBA (Super), IBF, WBO, kemudian IBO untuk pertama kalinya.

    Pada Agustus 2022, Usyk kembali mengalahkan Joshua di pertarungan ulangnya. Selain mempertahankan gelar, kemenangan ini memproduksi The Cat menambah torehan gelar kejuaraan kelas berat The Ring yang dimaksud sempat kosong.

    Berbagai rekor yang mana dicatat Usyk semakin memperkokoh statusnya sebagai salah satu petinju kelas berat terbaik dalam era sekarang. Namun, baru-baru ini ia mengungkap rencana pensiun dan juga semata-mata akan bertarung sekitar dua kali lagi.

    2. Mike Tyson

    Beralih ke Mike Tyson, ia adalah manusia legenda tinju dunia. Sebelum pensiun, beliau dikenal sebagai petinju hebat dengan berbagai torehan gelar kejuaraan serta rekor mengesankan.

    Tyson mulai bertinju profesional pada 1985. Waktu itu, ia menghentikan Hector Merced di dalam ronde pertama.

    Sebelum menimbulkan comeback kontroversial melawan Jake Paul pada November 2024, Tyson sebenarnya sudah ada memutuskan pensiun pada 2005. Selama 20 tahun berkarier sebagai petinju kelas berat, Iron Mike sudah ada mengakumulasi rekor 50 kemenangan (44 KO) juga enam kekalahan.

    Salah satu pertandingan terbaik Tyson terjadi ketika melawan Michael Spinks untuk bersaing untuk mahkota kelas berat yang dimaksud tak terbantahkan. Pada Juni 1988, ia menumbangkan Spinks dan juga membuatnya tidaklah pernah bertinju lagi pasca itu.

    Itulah sedikit perbandingan statistik Oleksandr Usyk vs Mike Tyson.

  • Mayweather Tantang Jake Paul: Duel Panas Atau Tinju Hiburan?

    Mayweather Tantang Jake Paul: Duel Panas Atau Tinju Hiburan?

    Ligapedianews.com – Legenda tinju Floyd Mayweather Jr. menyatakan kesiapannya untuk bertarung melawan Jake Paul, sosok kontroversial yang tersebut belakangan menjadi magnetik perhatian dunia tinju hiburan. Pernyataan Mayweather ini mengemuka setelahnya ia memuji kesuksesan Jake di memunculkan keuntungan besar walaupun melawan kritik tajam terkait kualitas pertandingannya.

    Mayweather, yang digunakan pensiun dengan rekor sempurna 50-0 setelahnya mengalahkan Conor McGregor pada 2017, telah dilakukan terlibat pada banyak laga eksibisi. Terakhir, ia menghadapi John Gotti III pada duel yang dimaksud penuh tensi. Meski tanpa hasil resmi, Mayweather masih menunjukkan dominasinya.

    Di sisi lain, Jake Paul baru-baru ini bertarung melawan Mike Tyson di laga delapan ronde profesional yang digunakan memicu perdebatan. Tyson, yang digunakan pada masa kini berusia 58 tahun, dianggap berada pada kondisi kurang ideal pasca sebelumnya menarik diri dari jadwal awal akibat ulkus yang dimaksud parah. Meski begitu, Jake Paul menyebabkan pulang Simbol Dolar 40 jt dari pertarungan tersebut.

    Namun, Mayweather tak sepenuhnya terkesan. Ia mengakui bahwa meskipun Jake sukses dari sisi hiburan serta finansial, kemampuannya akan diuji apabila melawan petinju sejati.

    “Jake Paul itu menghibur kemudian tahu cara menciptakan uang. Tapi melawan petinju sungguhan? Dia akan hancur. Canelo Alvarez akan menghancurkannya habis-habisan,” kata Mayweather.

    Jika laga melawan Mayweather gagal terwujud, Jake Paul mungkin saja menghadapi tantangan lain dari Ryan Garcia. Petinju muda berbakat ini mengincar pertarungan dengan Jake, mengklaim dirinya mampu menjatuhkan Paul di waktu empat hingga lima ronde.

    Garcia, yang pernah membantu Jake di area awal karier tinjunya, pada masa kini ingin mengakhiri apa yang mana ia mulai. “Saya memberi Jake arahan pada waktu beliau baru memulai tinju. Sekarang, saya ingin menyelesaikan kariernya,” ujar Garcia.

    Namun, rencana ini terganjal izin dari promotor Oscar De La Hoya. Selain itu, reputasi Garcia tercoreng pasca ia gagal tes doping VADA, yang menghasilkan hasil kemenangannya melawan Devin Haney dibatalkan. Garcia baru bisa jadi kembali bertarung secara profesional pada April 2025, tetapi ia dijadwalkan menghadapi Rukiya Anpo pada eksibisi akhir Desember 2024, jikalau De La Hoya memberikan lampu hijau.

    Pertarungan Mayweather versus Jake Paul, atau bahkan Garcia melawan Jake, akan menjadi sorotan besar di dalam dunia tinju, namun berpotensi cuma sekadar hiburan. Apakah duel ini murni pertunjukan atau mempunyai nilai kompetitif? Yang pasti, kedua laga menjanjikan perhatian global yang mana luar biasa.