Tag: pilkada 2024

  • Rahmat Mirzani hingga Sherly Tjoanda pada Barisan Depan ketika Pelantikan

    Rahmat Mirzani hingga Sherly Tjoanda pada Barisan Depan ketika Pelantikan

    Ligapedianews.com – JAKARTA – Enam kepala area menjadi perwakilan progresif ke depan Presiden Prabowo Subianto pada waktu pelantikan di tempat Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/2/2025). Kepala area perwakilan dari agama Islam yaitu Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

    Dari Katolik yaitu Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. Dari agama Budha yaitu Wali Pusat Kota Singkawang Tjhau Chui Mie.

    Kemudian, dari agama Hindu yaitu Kepala Kabupaten Karangasem I Gusti Putu Parwata. Selanjutnya, dari Konghucu yakni Wali Daerah Perkotaan Manado Andrei Angouw. Dari agama Kristen Protestan yaitu Kepala Kabupaten Merauke Yoseph P Gebze.

    Sebelumnya, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyatakan enam kepala area itu secara simbolis mewakili semua agama yang tersebut ada di dalam Indonesia ketika pelantikan kemudian pengambilan sumpah jabatan.

    “Enam kepala wilayah yang dimaksud mewakil semua agama,” kata Bima di keterangannya untuk awak media.

    Sementara, sebanyak 961 kepala wilayah akan dilantik Presiden Prabowo yang tersebut terdiri dari 33 gubernur dan juga 33 perwakilan gubernur; 363 bupati, 362 delegasi bupati; 85 wali kota, lalu 85 perwakilan wali kota akan dilantik di satu rangkaian prosesi.

  • Sah! Presiden Prabowo Lantik 961 Kepala Daerah

    Sah! Presiden Prabowo Lantik 961 Kepala Daerah

    Ligapedianews.com – JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melantik 961 kepala tempat hasil pemilihan kepala daerah Serentak di tempat Istana Kepresidenan Jakarta, pada hari ini, Kamis (20/2/2025). Diketahui, sebanyak 961 kepala wilayah yang dimaksud terdiri dari 33 gubernur kemudian 33 perwakilan gubernur, 363 bupati, 362 delegasi bupati, 85 wali kota, dan juga 85 duta wali kota.

    Pelantikan dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Para kepala tempat yang dimaksud dilantik melakukan prosesi kirab terlebih dahulu dari Monas menuju ke Istana dengan diiringi drumband GAP (Gita Abdi Praja) yang dimaksud berasal dari Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN).

    Setelah prosesi kirab, beratus-ratus kepala wilayah memasuki ruang pelantikan yang digunakan berada di dalam pada tenda khusus bertempat di tempat halaman istana kepresidenan. Terlihat enam kepala tempat maju ke depan menjadi perwakilan untuk dilantik di tempat depan Presiden Prabowo.

    Keenam kepala wilayah itu masing-masing mewakili enam agama yang mana berbeda.

    Keenam kepala tempat itu yakni:
    1. Islam: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal
    2. Katolik: Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda
    3. Budha: Wali Perkotaan Singkawang Tjhau Chui Mie
    4. Hindu: Pimpinan Daerah Karangasem I Gusti Putu Parwata
    5. Konghucu: Wali Pusat Kota Manado Andrei Angouw
    6. Kristen Protestan: Pimpinan Daerah Merauke Yoseph P Gebze

    “Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur/wakil gubernur, sebagai bupati/wakil bupati, sebagai wali kota/wakil wali kota dengan sebaik-baiknya kemudian seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kemudian menjalankan segala undang-undang juga peraturannya dengan selurus-lurusnya, dan juga berbakti untuk masyarakat, nusa, kemudian bangsa,” demikian Presiden mengatur pengucapan sumpah jabatan.

    Pelantikan yang disebutkan berdasarkan Keputusan Presiden nomor 15 P Tahun 2025 tentang Pengesahan Pengangkatan Gubernur lalu Wakil Gubernur masa jabatan Tahun 2025-2030.

    Lalu, Keputusan Presiden Nomor 24 P Tahun 2025 tentang Pengesahan Pengangkatan Gubernur lalu Wakil Gubernur masa jabatan tahun 2025-2030.

    Serta, Keputusan Menteri 100.2.3-221 tahun 2025 kemudian nomor 100.2.1.3-1719 Tahun 2025 tentang pengesahan pengangkatan kepala tempat juga duta kepala tempat kabupaten kemudian kota hasil pemilihan kepala wilayah serentak tahun 2024 masa jabatan 2025-2030.

  • Daftar bupati dan juga perwakilan bupati Jabar yang digunakan dilantik 20 Februari 2025

    Daftar bupati dan juga perwakilan bupati Jabar yang digunakan dilantik 20 Februari 2025

    DKI Jakarta – Pelantikan kepala wilayah tahun 2025 akan dilaksanakan serentak, mencakup pasangan kepala area terpilih yang bukan menghadapi sengketa hukum juga yang tersebut sudah menerima putusan dismissal dari Mahkamah Konstitusi (MK).

    Pada Jawa Barat, sebanyak 27 pasangan kepala area dijadwalkan menjalani pelantikan pada 20 Februari 2025. Namun, semata-mata 26 pasangan yang tersebut dipastikan siap dilantik.

    Untuk Kota Tasikmalaya, pasangan Ade Sugianto kemudian Iip Miptahul Paoz masih terlibat di proses hukum dalam MK. Agenda sidang pembuktian untuk tindakan hukum ini berlangsung dari tanggal 7 hingga 17 Februari 2025.

    Dengan demikian, kepala tempat yang dimaksud masih di tahap sidang pembuktian kemungkinan besar tidak ada akan dilantik pada 20 Februari 2025.

    Presiden RI, Prabowo Subianto, menetapkan tanggal yang dimaksud sebagai awal rangkaian pelantikan kepala wilayah hasil pemilihan kepala daerah Serentak 2024 secara bertahap.

    Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, pada rapat kerja sama-sama Komisi II DPR RI, menjelaskan bahwa awalnya pelantikan direncanakan berlangsung pada 18, 19, serta 20 Februari.

    Namun, setelahnya berkonsultasi dengan Presiden, diputuskan pelantikan dipusatkan pada tanggal 20 Februari.

    Pelantikan ini akan menjadi tanda dimulainya masa jabatan baru bagi para kepala tempat dalam Jawa Barat untuk periode lima tahun mendatang.

    Lalu, siapa cuma pasangan bupati yang akan dilantik di tempat Provinsi Jawa Barat, pada 20 Februari mendatang? Berikut daftarnya.

    Daftar bupati kemudian delegasi bupati terpilih di area Provinsi Jawa Barat yang tersebut siap dilantik 20 Februari 2025

    Berikut adalah daftar nama pasangan bupati serta delegasi bupati terpilih di area beberapa kabupaten pada Provinsi Jawa Barat yang mana akan dilantik pada 20 Februari 2025:

    1. Daerah Bandung

    • Bupati: Dadang Supriatna
    • Wakil Bupati: Ali Syakieb

    2. Daerah Subang

    • Bupati: Reynaldi
    • Wakil Bupati: Agus

    3. Kota Bekasi

    • Bupati: Ade Kuswara Kunang
    • Wakil Bupati: Asep Surya Atmaja

    4. Kota Garut

    • Bupati: Abdusy Syakur Amin
    • Wakil Bupati: Luthfianisa Putri Karlina

    5. Wilayah Bogor

    • Bupati: Rudy Susmanto
    • Wakil Bupati: Ade Ruhandi

    6. Wilayah Indramayu

    • Bupati: Lucky Hakim
    • Wakil Bupati: Saefudin

    7. Daerah Cianjur

    • Bupati: Mohammad Wahyu Ferdian
    • Wakil Bupati: Ramzi

    8. Kota Pangandaran

    • Bupati: Citra
    • Wakil Bupati: Ino

    9. Kota Sumedang

    • Bupati: Dony Ahmad
    • Wakil Bupati: Fajar Adila

    10. Kota Purwakarta

    • Bupati: Saeful Bahri
    • Wakil Bupati: Abang Ijo

    11. Kota Bandung Barat

    • Bupati: Jeje Ritchie Ismail
    • Wakil Bupati: Asep Ismail

    12. Kota Sukabumi

    • Bupati: Asep Japar
    • Wakil Bupati: Andreas

    13. Kota Kuningan

    • Bupati: Dian Rachmat Yanuar
    • Wakil Bupati: Tuti Andriani

    14. Wilayah Cirebon

    • Bupati: Imron
    • Wakil Bupati: Agus Kurniawan Budiman

    15. Daerah Majalengka

    • Bupati: Eman Suherman
    • Wakil Bupati: Dena Muhammad Ramdhan

    16. Daerah Karawang

    • Bupati: Aep Syaepuloh
    • Wakil Bupati: Maslani

    17. Kota Ciamis

    • Bupati: Herdiat Sunarya
    • Wakil Bupati: Yana Diana Putra

  • Pelantikan Kepala Daerah Hasil Pemilihan Kepala Daerah 2024 Digelar Maret 2025

    Pelantikan Kepala Daerah Hasil Pemilihan Kepala Daerah 2024 Digelar Maret 2025

    Ligapedianews.com JAKARTA – Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda membenarkan kabar bahwa jadwal pelantikan kepala tempat hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024 akan diundur ke bulan Maret 2025. Diketahui, sebelumnya telah dilakukan diatur bahwa pelantikan dilakukan pada Februari 2024.

    Rifqi menjelaskan bahwa diundurnya jadwal pelantikan ini berkaitan dengan proses Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Kepala Daerah yang tersebut berlangsung dalam Mahkamah Konstitusi (MK).

    “Betul, lantaran MK baru akan menyelesaikan seluruh perselisihan pilpres itu 13 Maret 2025,” kata Rifqi untuk wartawan, Kamis (2/1/2025).

    Dia menjelaskan bahwa MK baru akan mengeluarkan seluruh surat yang digunakan menyatakan bukan ada sengketa terhadap seluruh gubernur, wali kota terpilih setelahnya PHPU itu selesai pada MK.

    Di sisi lain, kata dia, hasil pilkada yang mana bersengketa dalam MK maupun yang tersebut tiada bersengketa, pelantikan calon terpilih harus dijalankan secara serentak. Menurutnya, itu merupakan prinsip dasar pilkada serentak .

    “Karena itu yang tersebut tiada sengketa pun harus mengawaitu selesainya yang tersebut bersengketa di dalam MK. Makanya pelantikannya 13 Maret 2025,” ujarnya.

  • Sahrul Gunawan mengenai Prospek Kembali ke Planet Hibur jikalau Kalah Pemilihan Kepala Daerah

    Sahrul Gunawan mengenai Prospek Kembali ke Planet Hibur jikalau Kalah Pemilihan Kepala Daerah

    Ligapedianews.com – JAKARTA – Sahrul Gunawan , aktor terkenal yang dimaksud melejit lewat serial Jin dan juga Jun, turut ambil bagian pada pemilihan kepala daerah serentak yang mana diselenggarakan pada Rabu, 27 November 2024. Ia maju sebagai calon Kepala Daerah Bandung.

    Dalam Pemilihan Kepala Daerah 2024 , Sahrul Gunawan berpasangan dengan Gun Gun Gunawan sebagai calon Wakil Kepala Daerah Bandung. Pasangan ini bersaing ketat melawan pasangan Dadang Supriatna lalu artis Ali Syakieb.

    Di sisi lain, suami Dine Mutiara Aziz ini juga menanggapi perihal kemungkinan kembali ke dunia hiburan jikalau gagal di kontestasi Pilkada. Meskipun tidaklah memverifikasi hal tersebut, ia mengaku akan tetap memperlihatkan fokus pada skala prioritasnya ketika ini, yakni dunia politik.

    “Jadi harus all out. Kalau aku, apa ya bukanlah berarti aku seseorang entertainer lagi. Tapi skala prioritasnya sekarang telah ada dalam mana nih,” kata Sahrul di tempat kawasan Tendean, Ibukota Selatan baru-baru ini.

    Sahrul Gunawan mengenai Kans Kembali ke Planet Kesenangan jikalau Kalah Pilkada

    Foto/Instagram Sahrul Gunawan

    “Jadi harus konsisten lalu jangan main-main,” sambungnya.

    Namun, artis 48 tahun yang disebutkan menyadari bahwa publik masih memandangnya sebagai artis. Ia bahkan masih banyak diminta menyanyi pada waktu tampil dalam sebagian acara.

    “Mereka (masyarakat) mengharapkan aku yang mana dulu dia kenal (sebagai artis). Misalnya setiap ada acara sarasehan, ‘Mas Sahrul nyanyi’,” jelasnya.

  • Profil Rohidin Mersyah, gubernur sekaligus cagub petahana Bengkulu

    Profil Rohidin Mersyah, gubernur sekaligus cagub petahana Bengkulu

    Ligapedianews.com – DKI Jakarta – Rohidin Mersyah yang digunakan juga mempunyai gelar kejuaraan adat Rajo Agung II, merupakan seseorang politisi berpengalaman yang ketika ini menjadi Gubernur Bengkulu serta mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Bengkulu dalam pemilihan kepala daerah 2024 ini.

    Ia lahir di area Gelumbang, Perkotaan Manna, Bengkulu Selatan, pada 9 Januari 1970.

    Selama kariernya, Rohidin telah dilakukan menduduki berbagai kedudukan penting pada pemerintahan area dan juga terlibat pada berbagai kegiatan organisasi.

    Ironisnya, beberapa hari mendekati Pemilihan Kepala Daerah serentak, Rohidin Mersyah justru ditetapkan sebagai terdakwa persoalan hukum korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan, Rohidin terjerat operasi tangkap tangan (OTT) dengan uang tunai yang mana disita senilai Rp7 miliar.

    Rohidin Mersyah diduga telah terjadi memeras anak buahnya untuk membiayai pencalonannya di dalam Pilkada.

    Riwayat pendidikan

    Rohidin Mersyah mengawali lembaga pendidikan dasarnya di area SD Negeri 13 Gelumbang, Manna, yang tersebut diselesaikannya pada tahun 1984. Ia kemudian melanjutkan sekolah ke SMP Negeri 2 Manna dan juga lulus pada tahun 1987. Pendidikan menengah atasnya ditempuh dengan bersekolah di area SMA Negeri 3 Manna, lalu menyelesaikan studinya pada tahun 1990.

    Untuk lembaga pendidikan tinggi, Rohidin menempuh studi dalam Fakultas Kesehatan Fauna Universitas Gadjah Mada (UGM) serta berhasil meraih penghargaan Sarjana Medis Fauna pada tahun 1994.

    Ia melanjutkan studi S2 dalam bidang Manajemen Agribisnis di area Institut Pertanian Bogor (IPB) dan juga memperoleh penghargaan pada tahun 2002. Tidak berhenti dalam situ, Rohidin kemudian menyelesaikan institusi belajar S3 dalam bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan juga Lingkungan di dalam IPB pada tahun 2005.

    Karier pemerintahan

    Karier pemerintahan Rohidin dimulai sebagai Kepala Pos Bidang Kesehatan Makhluk Hidup (Poskeswan) di area Daerah Bengkulu Selatan pada tahun 1998.

    Ia kemudian menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Inisiatif Kerja Bagian Pembangunan Bengkulu Selatan pada tahun 2006, dihadiri oleh dengan tempat Kepala Area Perencanaan Perekonomian Bappeda Bengkulu Selatan pada 2008 lalu Kepala Lingkup Perencanaan Fisik Prasarana pada 2009.

    Rohidin memasuki dunia urusan politik secara lebih besar signifikan ketika menjabat sebagai Wakil Kepala Kabupaten Bengkulu Selatan pada periode 2010–2015.

    Pada tahun 2016, ia terpilih sebagai Wakil Gubernur Bengkulu mendampingi Ridwan Mukti. Ketika Ridwan Mukti tersandung perkara hukum, Rohidin menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Bengkulu pada tahun 2017 hingga akhirnya dilantik sebagai Gubernur Bengkulu definitif pada tahun 2018. Ia kembali terpilih untuk periode kedua pada 2021, juga menjabat hingga 24 November 2024.

    Riwayat organisasi

    Selain bergerak di area pemerintahan, Rohidin juga miliki rekam jejak organisasi yang tersebut panjang. Ketika masih muda, ia menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS di area SMA Negeri 3 Manna (1988–1989) juga Ketua Senat Fakultas Bidang kedokteran Binatang UGM (1993–1994).

    Ia juga bergerak dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pusat Yogyakarta sebagai Ketua Sektor Pendidikan kemudian Latihan (1994–1995).

    Pada tingkat daerah, ia pernah menjadi Ketua Pimpinan Muhammadiyah Bengkulu Selatan (2010–2015) dan juga Ketua Kwartir Fakultas Pramuka 0701 Bengkulu Selatan (2010–2015).

    Selain itu, ia menjabat sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Bengkulu sejak tahun 2017 hingga sekarang.

    Kehidupan pribadi

    Rohidin Mersyah menikah dengan Derta Wahyulin lalu dikaruniai tiga anak. Sebelumnya, ia dikenal sebagai pribadi yang santun juga berjanji pada pengerjaan daerah.

  • Kekayaan Rohidin Mersyah menurut data LHKPN KPK

    Kekayaan Rohidin Mersyah menurut data LHKPN KPK

    Ligapedianews.com – Ibukota – Rohidin Mersyah merupakan individu politisi berpengalaman yang digunakan pada waktu ini menjadi Gubernur Bengkulu lalu mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Bengkulu di dalam Pemilihan Kepala Daerah 2024 ini.

    Ia lahir di area Gelumbang, Perkotaan Manna, Bengkulu Selatan, pada 9 Januari 1970.

    Selama kariernya, Rohidin telah lama menduduki berbagai kedudukan penting di pemerintahan tempat lalu bergerak pada berbagai kegiatan organisasi.

    Ironisnya, beberapa hari mendekati Pemilihan Kepala Daerah serentak, Rohidin Mersyah diduga telah dilakukan memeras anak buahnya untuk membiayai pencalonannya di tempat Pilkada. Ia kemudian ditetapkan sebagai terperiksa perkara korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan, Rohidin terjerat operasi tangkap tangan (OTT) dengan uang tunai yang dimaksud disita senilai Rp7 miliar.

    Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang diterbitkan KPK pada tanggal 21 Maret 2024, Rohidin sendiri mempunyai harta kekayaan dengan nilai total sebanyak Rp4.100.059.062. Harta ini meliputi beberapa bidang tanah serta bangunan, hingga beberapa transportasi pribadi miliknya.

    Berikut adalah rincian harta kekayaannya:

    Tanah serta bangunan
    Kategori ini mencakup berbagai aset properti dengan total nilai mencapai Rp2.600.000.000, yang semuanya diperoleh dari hasil sendiri. Rincian aset tanah dan juga bangunan milik Rohidin adalah sebagai berikut:

    • Tanah seluas 1.200 m² di area Pusat Kota Bengkulu senilai Rp100.000.000.
    • Tanah seluas 60.000 m² pada Kota Bengkulu Selatan senilai Rp150.000.000.
    • Tanah juga bangunan seluas 553 m²/216 m² di dalam Daerah Perkotaan Bengkulu senilai Rp1.400.000.000.
    • Tanah seluas 600 m² di area Pusat Kota Bengkulu senilai Rp500.000.000.
    • Tanah seluas 910 m² di area Pusat Kota Bengkulu senilai Rp450.000.000.

    Alat transportasi kemudian mesin
    Rohidin miliki beberapa kendaraan dengan nilai total sebesar Rp279.000.000, meliputi:

    • Motor Honda tahun 2018 senilai Rp70.000.000.
    • Mobil Toyota Harrier tahun 2010 senilai Rp200.000.000.
    • Motor Honda tahun 2013 senilai Rp9.000.000.

    Harta bergerak lainnya
    Kategori ini mencakup barang-barang bergerak selain kendaraan yang mana dimiliki Rohidin, dengan total senilai Rp265.000.000.

    Kas serta setara kas
    Jumlah uang tunai, tabungan, lalu penanaman modal setara kas yang digunakan dimiliki Rohidin tercatat sebesar Rp956.059.062.

    Hutang
    Rohidin tidak ada mempunyai hutang berdasarkan laporan LHKPN terbaru miliknya.

    Total harta kekayaan
    Setelah dihitung, total harta kekayaan Rohidin Mersyah mencapai nominal Rp4.100.059.062 tanpa pengurangan apapun termasuk hutang.

    Sebagai Gubernur petahana dan juga Calon Gubernur Bengkulu pada pemilihan gubernur 2024, Rohidin Mersyah mempunyai tanggung jawab terhadap transparansi sebagai orang pejabat publik, sesuai dengan kewajiban hukum di melaporkan kekayaan secara berkala.

  • Profil Meriani, sang Cawagub Bengkulu pasangan Rohidin Mersyah

    Profil Meriani, sang Cawagub Bengkulu pasangan Rohidin Mersyah

    Ligapedianews.com – DKI Jakarta – Meriani merupakan sosok pengusaha perusahaan sukses sekaligus politisi yang digunakan resmi dicalonkan sebagai Wakil Gubernur Bengkulu untuk mendampingi Rohidin Mersyah pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

    Pencalonannya diinformasikan oleh mantan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartanto, di area kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

    Partai Golkar yang digunakan menjadi pengusung pasangan ini mempunyai dominasi pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkulu dengan perolehan 10 kursi untuk periode 2024-2029, tersebar dalam tujuh area pemilihan (dapil).

    Profil serta latar belakang pendidikan

    Meriani lahir di dalam Talo, Bengkulu, pada 4 Juni 1966. Ia mengawali sekolah dasar pada sekolah setempat dalam Bengkulu. Ketertarikannya pada bidang hukum lalu kepemimpinan mendorongnya untuk melanjutkan studi hingga jenjang perguruan tinggi.

    Berkat kerja keras, Meriani berhasil meraih penghargaan sarjana hukum yang mana menjadi pijakan awal kariernya.

    Perjalanan karier

    Setelah menyelesaikan pendidikan, Meriani memulai karier profesionalnya pada lapangan usaha otomotif. Ia menapaki berbagai sikap strategis hingga mencapai jabatan branch manager.

    Tidak berhenti di dalam satu bidang, Meriani kemudian mengembangkan industri dalam berbagai sektor, termasuk migas, pariwisata, lembaga keuangan mikro, dan juga ekspor perikanan laut.

    Ia juga tercatat memiliki saham di tempat Bank Bengkulu, memperlihatkan kontribusinya di menyokong peningkatan kegiatan ekonomi daerah.

    Keberhasilannya mendirikan jaringan kegiatan bisnis lintas sektor menjadikannya salah satu figur yang digunakan dihormati di area kalangan entrepreneur Bengkulu.

    Langkah dalam dunia kebijakan pemerintah beserta halangan

    Keputusan Meriani untuk terjun ke kebijakan pemerintah menambah dimensi baru pada perjalanan hidupnya. Ia sempat mendaftarkan diri ke beberapa partai besar di tempat Bengkulu, seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat, serta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

    Namun, dukungan akhirnya datang dari Partai Golkar yang tersebut memutuskan untuk memasangkannya dengan Rohidin Mersyah sebagai calon Wakil Gubernur.

    Langkah ini menjadikannya salah satu kandidat yang dimaksud paling diperhitungkan pada pemilihan gubernur 2024, mengingat perpaduan pengalamannya di dalam sektor bidang usaha dengan kemampuannya memulai pembangunan jejaring politik.

    Ironisnya, beberapa hari mendekati Pemilihan Kepala Daerah serentak diselenggarakan, Sang Cagub yang dimaksud menjadi pasangan Merani, yaitu Rohidin Mersyah diduga telah terjadi memeras anak buahnya untuk membiayai pencalonannya dalam Pilkada.

    Rohidin kemudian ditetapkan sebagai terperiksa tindakan hukum korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan, Rohidin terjerat operasi tangkap tangan (OTT) dengan uang tunai yang mana disita senilai Rp7 miliar.

    Hal ini tentunya sangat berdampak bagi Meriani, tak menyembunyikan kemungkinan bahwa dirinya juga akan mengambil bagian terseret pada tindakan hukum ini.

    Kehidupan pribadi

    Meriani juga dikenal sebagai ibu dari Elisa Ermasari, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bengkulu untuk periode 2024-2029.

    Hubungan erat dengan keluarga juga dedikasinya terhadap perkembangan area menjadi karakter yang mana melekat pada dirinya.

  • Hara kekayaan Meriani, Cawagub sekaligus entrepreneur sukses Bengkulu

    Hara kekayaan Meriani, Cawagub sekaligus entrepreneur sukses Bengkulu

    Ligapedianews.com – DKI Jakarta – Meriani merupakan sosok pelaku bisnis sukses sekaligus politisi yang mana resmi dicalonkan sebagai Wakil Gubernur Bengkulu untuk mendampingi Rohidin Mersyah di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

    Ia lahir di tempat Talo, Bengkulu, pada 4 Juni 1966. Meriani memulai karier profesionalnya pada lapangan usaha otomotif. Ia menapaki berbagai kedudukan strategis hingga mencapai jabatan branch manager.

    Tidak berhenti di area satu bidang, Meriani kemudian mengembangkan kegiatan bisnis di dalam berbagai sektor, termasuk migas, pariwisata, lembaga keuangan mikro, dan juga ekspor perikanan laut.

    Ia juga tercatat memiliki saham di tempat Bank Bengkulu, memperlihatkan kontribusinya di memacu perkembangan sektor ekonomi daerah.

    Keberhasilan Meriani pada merancang jaringan usaha lintas sektor menjadikannya salah satu figur yang dimaksud dihormati di area kalangan entrepreneur Bengkulu.

    Sebagai pebisnis sukses kemudian Calon Wakil Gubernur Bengkulu pada Pemilihan Kepala Daerah 2024, Meriani tercatat memiliki total kekayaan senilai Rp128.814.665.740. Fakta yang disebutkan dilansir dari laporan LHKPN yang dimuat olek KPK per tanggal 24 Agustus 2024.

    Berikut adalah rincian harta kekayaan Meriani menurut kategori yang tercantum di LHKPN:

    Tanah serta bangunan

    Harta bukan bergerak terdiri dari tanah lalu bangunan milik Meriani mencapai total Rp56.439.000.000. Beberapa aset tanah serta bangunan yang disebutkan tersebar dalam berbagai wilayah di tempat Provinsi Bengkulu lalu Jakarta. Berikut adalah beberapa aset tanah kemudian bangunan bernilai tinggi yang tersebut dilaporkan:

    • Tanah dan juga bangunan seluas 800 m²/250 m² pada DKI Jakarta Selatan dengan nilai Rp15.000.000.000.
    • Tanah seluas 10.000 m² di area Bengkulu Utara dengan nilai Rp400.000.000.
    • Tanah lalu bangunan seluas 1547 m²/256 m² pada Pusat Kota Bengkulu dengan nilai Rp4.000.000.000.
    • Tanah seluas 11403 m² di dalam Perkotaan Bengkulu dengan nilai Rp3.000.000.000.
    • Tanah seluas 11915 m² dalam Seluma dengan nilai Rp3.000.000.000.

    Aset ini menunjukkan bahwa Meriani mempunyai portofolio properti yang dimaksud tersebar secara strategis, menggambarkan pembangunan ekonomi signifikan di area sektor properti bagi dirinya.

    Kas dan juga setara kas

    Kategori kas dan juga setara kas mencakup nilai yang mana cukup besar, yakni Rp68.045.665.740, yang mana menyumbang lebih besar dari separuh total kekayaannya.

    Jumlah ini mencerminkan likuiditas keuangan yang tinggi, memberikan fleksibilitas finansial yang mana besar pada mengurus aset juga investasi.

    Harta lainnya

    Selain tanah, bangunan, dan juga kas, Meriani juga mencatatkan kategori harta lainnya sebesar Rp4.330.000.000. Namun, laporan ini tak merinci jenis aset yang dimaksud termasuk di kategori tersebut.

    Tidak ada hutang yang dilaporkan

    Dalam LHKPN ini, Meriani tiada mencantumkan adanya hutang. Hal ini berarti total harta kekayaannya sebesar Rp128.814.665.740 merupakan aset bersih.

    Dengan total kekayaan mencapai Rp128,8 miliar, Meriani menonjol sebagai salah satu kandidat dengan aset yang tersebut fantastis di Pemilihan Kepala Daerah Bengkulu 2024.

    Kepemilikan properti yang mana luas, kas pada jumlah keseluruhan besar, serta ketiadaan hutang mencerminkan stabilitas lalu kekuatan finansial yang digunakan dimilikinya. Transparansi ini menjadi salah satu indikator penting pada menilai integritas pribadi calon pemimpin daerah.

    Sebagai calon Wakil Gubernur, laporan ini menunjukkan komitmennya untuk patuh terhadap regulasi kemudian keterbukaan pada penyelenggaraan pemerintahan yang dimaksud bersih juga akuntabel.

    Keputusan Meriani untuk terjun ke kebijakan pemerintah menambah dimensi baru pada perjalanan hidupnya. Ia sempat mendaftarkan diri ke beberapa partai besar di dalam Bengkulu, seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat, kemudian Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun, dukungan akhirnya datang dari Partai Golkar yang memutuskan untuk memasangkannya dengan Rohidin Mersyah sebagai calon Wakil Gubernur.

    Langkah ini menjadikannya salah satu kandidat yang mana paling diperhitungkan pada pemilihan gubernur 2024, mengingat perpaduan pengalamannya dalam sektor industri dengan kemampuannya mendirikan jejaring politik.

    Namun ironisnya, beberapa hari mendekati pemilihan gubernur serentak diselenggarakan, sang Cagub yang digunakan menjadi pasangan Merani, yaitu Rohidin Mersyah diduga telah lama memeras anak buahnya untuk membiayai pencalonannya dalam Pilkada.

    Rohidin kemudian ditetapkan sebagai dituduh tindakan hukum korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan, Rohidin terjerat operasi tangkap tangan (OTT) dengan uang tunai yang tersebut disita senilai Rp7 miliar.

    Hal ini tentunya sangat berdampak bagi Meriani, tak melakukan penutupan kemungkinan bahwa dirinya juga akan terlibat terseret pada tindakan hukum ini.

  • Profil serta total harta kekayaan Helmi Hasan sebagai Cagub Bengkulu

    Profil serta total harta kekayaan Helmi Hasan sebagai Cagub Bengkulu

    Ligapedianews.com – Ibukota Indonesia – Helmi Hasan adalah pribadi politikus Indonesia juga Calon Gubernur Bengkulu pada Pemilihan Kepala Daerah 2024.

    Ia lahir pada 29 November 1979 dalam Pisang, Penengahan, Lampung Selatan, Lampung. Helmi dikenal sebagai kader Partai Amanat Nasional (PAN) lalu pernah menjabat sebagai Wali Daerah Perkotaan Bengkulu selama dua periode, yakni 2013–2018 juga 2018–2023.

    Helmi Hasan merupakan adik dari Zulkifli Hasan, tokoh politikus nasional yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PAN.

    Riwayat hidup kemudian pendidikan

    Helmi Hasan adalah anak bungsu dari enam bersaudara di keluarganya. Ia menghabiskan masa sekolah menengah atasnya di dalam Ibukota Timur, tepatnya di tempat SMAN 100 Jatinegara sebelum melanjutkan lembaga pendidikan tinggi di dalam Universitas Bengkulu, jurusan ekonomi.

    Selama masa kuliah, ia berpartisipasi pada organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang tersebut menjadi awal mula perjalanan karier politiknya. Setelah itu, ia bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN).

    Karier politik

    Karier kebijakan pemerintah Helmi Hasan dimulai ketika ia terpilih menjadi anggota DPRD Pusat Kota Bengkulu pada tahun 2004. Kepiawaiannya di berorganisasi membuatnya diangkat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Provinsi Bengkulu pada tahun 2005, kemudian menjadi Ketua DPW PAN pada tahun 2010.

    Pada pemilihan Legislatif 2009, ia berhasil menjadi anggota DPRD Provinsi Bengkulu, dalam mana ia menjabat sebagai Wakil Ketua.

    Pada tahun 2012, Helmi mencalonkan diri pada pemilihan Wali Perkotaan Bengkulu. Dengan dukungan banyak partai besar seperti PAN, Golkar, Gerindra, PNBK, kemudian Demokrat, ia berhasil mengungguli pemilihan dengan meraih 51,46% suara, mengalahkan petahana Ahmad Kanedi. Helmi dilantik sebagai Wali Pusat Kota Bengkulu pada 21 Januari 2013.

    Selama masa kepemimpinannya, Helmi Hasan sempat menghadapi tuduhan korupsi. Namun, status tersangkanya dibatalkan melalui putusan pengadilan pada tahun 2015.

    Ia mencalonkan diri kembali di Pemilihan Kepala Daerah Bengkulu 2018 kemudian berhasil mengungguli pemilihan untuk periode kedua. Jabatan yang disebutkan ia emban hingga 24 September 2023, meskipun sempat digantikan sementara oleh Budiman Ismaun sebagai penjabat wali kota antara Januari hingga September 2018.

    Pada tahun 2020, Helmi Hasan mencalonkan diri sebagai Gubernur Bengkulu pada Pemilihan Kepala Daerah. Namun, ia kalah dari petahana Rohidin Mersyah.

    Kehidupan pribadi

    ​​​​​​​Helmi Hasan menikah dengan Khairunnisa, kemudian pasangan ini dikaruniai empat orang anak. Ia berasal dari keluarga dengan latar belakang kebijakan pemerintah yang digunakan kuat.

    Selain Zulkifli Hasan, kakak lainnya, Zainudin Hasan, juga pernah memegang jabatan kebijakan pemerintah pada Lampung. Beberapa keponakannya, seperti Putri Zulkifli Hasan kemudian Zita Anjani, juga berpartisipasi di area dunia politik.

    Warisan kepemimpinan

    Sebagai Wali Perkotaan Bengkulu, Helmi Hasan dikenal dengan pendekatan populisnya di memimpin. Program-programnya kerap kali menekankan kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik, juga penguatan nilai-nilai keislaman di dalam kota tersebut.

    Ia meninggalkan jejak kepemimpinan yang dimaksud kuat pada sejarah urusan politik Bengkulu, meskipun masa jabatannya juga diwarnai berbagai dinamika.

    Harta kekayaan

    Total harta kekayaan Helmi Hasan sebagai Calon Gubernur Bengkulu yang dimaksud juga pernah menjabat sebagai Walikota Bengkulu menurut LHKPN tanggal 30 Maret 2024, mencapai bilangan Rp7.432.054.979.

    Laporan ini memberikan pandangan detail mengenai aset yang tersebut dimiliki Helmi Hasan, mencakup properti, alat transportasi, kas, dan juga aset bergerak lainnya.

    Berikut adalah rincian harta kekayaan Helmi Hasan.

    1. Tanah kemudian bangunan
    Helmi Hasan memiliki aset sebagai tanah kemudian bangunan senilai Rp5.726.940.000 yang digunakan tersebar di dalam berbagai lokasi, meliputi Ibukota Timur, Bogor, juga Pusat Kota Bengkulu.

    Di Ibukota Indonesia Timur, ia miliki tanah serta bangunan seluas 65 m² senilai Rp1.000.000.000.

    Di Pusat Kota Bengkulu, terdapat beberapa properti dengan total luas ribuan meter persegi, salah satunya adalah tanah dan juga bangunan seluas 18.480 m² dengan nilai Rp2.000.000.000.
    Sebidang tanah seluas 70 m² di tempat Bogor juga menjadi bagian dari asetnya dengan nilai Rp650.000.000.

    2. Alat transportasi dan juga mesin
    Helmi Hasan mempunyai satu kendaraan, yaitu Honda Freed keluaran tahun 2016, yang tersebut dilaporkan senilai Rp140.000.000.

    3. Harta bergerak lainnya
    Aset terdiri dari harta bergerak lainnya dilaporkan mencapai Rp955.000.000.

    4. Kas juga setara kas
    Dalam bentuk kas lalu setara kas, Helmi Hasan mempunyai kekayaan sebesar Rp490.114.979.

    5. Harta lainnya
    Harta lainnya yang mana tidak ada dikategorikan di kelompok aset sebelumnya tercatat senilai Rp120.000.000.

    6. Hutang lalu total kekayaan keseluruhan
    Helmi Hasan melaporkan tidaklah memiliki hutang di laporan kekayaannya, sehingga total kekayaan bersihnya tetap saja pada bilangan Rp7.432.054.979.