Tag: pemain naturalisasi

  • PSSI tunggu kelengkapan dokumen resmi pemain naturalisasi

    PSSI tunggu kelengkapan dokumen resmi pemain naturalisasi

    Ligapedianews.com Saya belum mampu spill akibat suratnya belum masuk, saya tiada sanggup komentari semua rumor, kami di dalam PSSI menjaga saja

    Jakarta – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjamin proses naturalisasi dua pemain baru regu nasional Indonesia masih menanti kelengkapan dokumen resmi sebelum disampaikan ke publik.

    “Kami sedang mengantisipasi surat-surat dari dua pemain ini. Naturalisasi harus dijalankan hati-hati. Kami tidak ada ingin sembarangan akibat prototipe yang mana sudah ada ada berhasil bergabung sebab cinta pada timnas Indonesia, tidak oleh sebab itu alasan komersial,” kata Erick pada jumpa pers di dalam Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis.

    Sebelumnya Erick pernah menyatakan bahwa PSSI berada dalam mencoba mendatangkan dua pemain naturalisasi baru. Namun sampai pada waktu ini, ia tidak ada membocorkan siapa calon penggawa naturalisasi baru tersebut.

    "Saya belum sanggup spill oleh sebab itu suratnya belum masuk, saya tiada mampu komentari semua rumor, kami pada PSSI menjaga saja," tuturnya.

    "Respons dari kedua pemain kemudian orang tuanya positif, tapi kertasnya belum masuk, jadi kita harapkan prosesnya bersatu Mauro (Zijlstra), kita akan register Agustus, mudah-mudahan kita dapat kemudahan, kita akan menghadap ke Presiden minggu depan terkait hal ini," ujar Erick.

    Terkait perekrutan atlet naturalisasi yang dimaksud dianggap tidak grade A, Erick mengingatkan bahwa Indonesia pada waktu ini belum memiliki peringkat FIFA yang dimaksud bagus.

    "Kenapa kita hire Simon Tahamata, itu kita untuk lihat talent pool dalam U-17, U-20, U-23, juga senior, ini harus kita jaga dan juga lihat, kalau perkara Grade A dan juga B, itu sesuai dengan talent poolnya saja. Hal-hal seperti ini memang benar pemain kemudian ahli yang dimaksud kita mesti sadar diri, satu pemain memilih sebuah negara lantaran rangking kemudian kesempatan bermain," ujar Erick.

    "Kebetulan, kita masih (peringkat) 118, jadi regu kepelatihan, pemain yang mana memilih kita, patut kita syukuri apabila yang tersebut kita dapat sudah ada naik. kalau mau lebih banyak tinggi, ya rangkingnya kita harus 50 dulu, kita sekarang kan baru 118," katanya.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Profil Emil Audero Mulyadi penjaga gawang anyar Timnas Indonesia

    Profil Emil Audero Mulyadi penjaga gawang anyar Timnas Indonesia

    Ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Emil Audero Mulyadi pada saat ini secara resmi berstatus sebagai warga negara Indonesia (WNI). Kepastian yang disebutkan diperoleh pasca ia menyelesaikan proses naturalisasi yang mana mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dihadiri oleh dengan pengambilan sumpah sebagai WNI pada Mulai Pekan (10/3).

    Dengan tinggi badan 192 cm, Emil memiliki kelebihan di duel udara, memungkinkannya untuk lebih tinggi unggul pada mengantisipasi bola-bola atas. Selain itu, refleksnya yang cepat menjadikannya salah satu kiper andal yang mana siap menghadapi tekanan di dalam lapangan.

    Emil dipersiapkan untuk menguatkan skuad Garuda pada pertandingan melawan Australia kemudian Bahrain pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Global 2026 Zona Asia. Selain Emil, dua pemain naturalisasi terbaru yang dimaksud bergabung dengan timnas Indonesia adalah Joey Pelupessy kemudian Dean James.

    Profil Emil Audero Mulyadi

    Emil Audero Mulyadi lahir di tempat Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 18 Januari 1997. Sebelum resmi menjadi WNI, Ia miliki kewarganegaraan Italia. Dirinya memulai karier sepakbolanya di dalam akademi Juventus, tempat ia mengasah kemampuannya sebagai penjaga gawang.

    Dikenal dengan refleks yang mana cepat, kepercayaan diri tinggi, juga kemampuan distribusi bola yang mana baik, Emil terus tumbuh sebagai kiper andal. Setelah menimba pengalaman di dalam Juventus, ia kemudian bergabung dengan Sampdoria dan juga berhasil menjadi penjaga gawang utama di tempat klub tersebut.

    Penampilan konsisten Emil Audero di dalam Serie A menjadikannya salah satu kiper yang digunakan diperhitungkan dalam kancah sepak bola Italia. Kehebatannya pada bawah mistar gawang menarik perhatian berbagai pihak, termasuk para penggemar sepak bola Indonesia yang tersebut berharap ia dapat membela Timnas Indonesia.

    Emil Audero memulai karier sepak bolanya sejak usia muda dan juga terus tumbuh hingga menjadi salah satu penjaga gawang berbakat pada Italia. Dengan pengalaman berjuang pada level tertinggi, ia mampu menunjukkan kualitas dan juga ketangguhannya sebagai kiper profesional.

    Perjalanan sepak bolanya dimulai pada waktu bergabung dengan akademi Juventus pada usia 11 tahun. Sebagai bagian dari klub raksasa Italia tersebut, Emil pernah menjadi deputi Gianluigi Buffon sebelum sang legenda hijrah ke Paris Saint-Germain pada musim 2018.

    Selain berkarier di dalam level klub, Emil juga memiliki pengalaman internasional. Ia pernah meningkatkan kekuatan kelompok nasional Italia U-21 dan juga mencatatkan satu puluh penampilan selama membela skuad muda Negeri Pizza tersebut.

    Pada musim 2024/2025, Emil Audero bergabung dengan Como 1907 kemudian tampil di delapan pertandingan di tempat Serie A. Selama periode tersebut, ia menghadapi tantangan besar pada bawah mistar gawang lalu mencatatkan total kebobolan sebanyak 18 gol.

    Di paruh kedua musim, Emil dipinjamkan ke Palermo yang berkompetisi di dalam Serie B hingga akhir musim. Sebagai kiper utama tim, ia sudah tampil pada tiga laga, mencatatkan satu kali nirbobol, lalu kebobolan empat gol.

    Setelah resmi menjadi warga negara Indonesia, Emil Audero siap meningkatkan kekuatan Timnas Garuda dan juga bersaing untuk sikap penjaga gawang utama. Ia akan menghadapi kompetisi ketat dengan Maarten Paes, kiper yang mana ketika ini bermain untuk FC Dallas.

    Kehadiran Emil di dalam skuad Merah Putih diharapkan dapat menguatkan sektor pertahanan tim. Dengan pengalaman bermain di tempat kompetisi elite Eropa, ia berpotensi memberikan partisipasi besar bagi Timnas Indonesia pada menghadapi berbagai turnamen internasional.

  • Profil Dean James, bek anyar andalan Timnas Indonesia

    Profil Dean James, bek anyar andalan Timnas Indonesia

    Ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Dalam upaya menguatkan lini pertahanan, Tim Nasional Indonesia kembali menambah amunisi dengan hadirnya pemain naturalisasi baru, Dean James. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan kualitas kelompok di menghadapi persaingan di dalam level internasional.

    Dean James secara resmi memperoleh status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) pasca menyelesaikan proses naturalisasi pada Awal Minggu (10/3) dengan Emil Audero juga Joey Pelupessy. Menariknya, Dean miliki darah keturunan dari Surabaya juga Semarang.

    Kehadiran Dean James diharapkan dapat memberikan kontribusi besar bagi skuad Garuda. Dengan pengalaman dan juga kemampuannya, ia diantisipasi mampu meningkatkan kekuatan barisan pertahanan dan juga membantu Indonesia meraih hasil terbaik di area berbagai kompetisi mendatang.

    Profil Dean James

    Dean Ruben James lahir dalam Leiden, Belanda, pada 30 April 2000. Ia memiliki darah keturunan Indonesia dari neneknya yang tersebut berasal dari Surabaya serta Semarang. Latar belakang ini menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebelum akhirnya resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

    Karier sepak bolanya dimulai sejak usia muda di dalam akademi RSKV DoCoS Leiden pada tahun 2004 hingga 2008. Setelah itu, ia melanjutkan pembinaan pada akademi Ajax Amsterdam sebelum bergabung dengan FC Volendam pada 2014. Perjalanan ini membawanya menembus kelompok utama Volendam pada musim 2020/2021, menandai langkah besar pada karier profesionalnya.

    Pada tahun 2023, Dean James melakukan penandatanganan kontrak tiga tahun dengan Go Ahead Eagles, klub yang dimaksud berlaga di tempat Eredivisie Belanda. Hingga Maret 2025, ia telah terjadi mencatatkan 26 penampilan juga menyumbang satu gol, membuktikan kontribusinya sebagai pemain bertahan yang cukup solid.

    Keputusan Dean James untuk membela Timnas Indonesia di area level internasional diberitahukan pada Februari 2025. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menguatkan skuad Garuda dengan menambah pemain berkualitas yang digunakan mempunyai pengalaman di tempat kompetisi Eropa.

    Proses naturalisasinya telah terjadi selesai, kemudian pada 10 Maret 2025, ia resmi menjadi Warga Negara Indonesia. Dengan status barunya ini, Dean James berhak menguatkan Timnas Indonesia di berbagai event resmi, termasuk kualifikasi Piala Planet 2026.

    Sebagai pemain yang mampu beroperasi pada kedudukan bek kiri dan juga sayap kiri, ia diharapkan dapat menambah kedalaman skuad Garuda. Pengalaman berkompetisi di tempat liga Eropa menjadi modal berharga bagi Timnas Indonesia di menghadapi persaingan di dalam level internasional.

  • Mengenal aturan naturalisasi menurut FIFA, simak ulasannya

    Mengenal aturan naturalisasi menurut FIFA, simak ulasannya

    Ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Naturalisasi pemain sepak bola untuk membela pasukan nasional suatu negara merupakan proses yang mana memiliki regulasi ketat. FIFA sudah menetapkan beberapa jumlah aturan agar proses ini tak disalahgunakan oleh negara atau federasi sepak bola untuk sekadar menguatkan skuad nasional tanpa ada hubungan nyata antara pemain dengan negara tersebut.

    Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai aturan naturalisasi pemain sepak bola berdasarkan regulasi FIFA dan juga hukum Indonesia.

    Aturan naturalisasi Pesepak bola menurut FIFA

    FIFA mengatur aturan naturalisasi dalam Pasal 7 Regulasi FIFA tentang Kelayakan Bermain untuk Tim Nasional. Seorang pemain yang tersebut ingin membela kelompok nasional negara barunya harus memenuhi setidaknya satu dari empat kriteria berikut, mengutip FIFA:

    1. Lahir di area wilayah negara tersebut.

    2. Memiliki orang tua biologis yang lahir pada negara tersebut.

    3. Memiliki kakek atau nenek yang digunakan lahir di tempat negara tersebut.

    4. Tinggal di tempat negara yang disebutkan pada jangka waktu tertentu:

    • Minimal 3 tahun jikalau mulai tinggal sebelum usia 10 tahun.
    • Minimal 5 tahun jikalau mulai tinggal antara usia 10-18 tahun.
    • Minimal 5 tahun jikalau mulai tinggal pasca usia 18 tahun.

    Jika pribadi pemain bukan mempunyai hubungan keluarga dengan negara tersebut, mereka wajib menjalani periode tinggal minimal lima tahun sebelum bisa saja membela regu nasional.

    Selain itu, pemain harus membuktikan bahwa kepindahannya ke negara yang disebutkan bukanlah bertujuan untuk bermain bagi pasukan nasional, dengan menyertakan dokumen pendukung, seperti kontrak kerja, dokumen sekolah, atau bukti kepindahan keluarga.

    Aturan perpindahan asosiasi sepak bola (change of association)

    Bagi pemain yang dimaksud sebelumnya telah terjadi membela pasukan nasional suatu negara, FIFA juga mengatur aturan inovasi asosiasi yang dimaksud diatur pada Pasal 9 Regulasi FIFA. Pemain hanya sekali dapat mengganti kelompok nasional jika:

    1. Pernah bermain pada pertandingan resmi untuk kelompok nasional negara asalnya, tetapi bukanlah pada level senior (A team).

    2. Memegang kewarganegaraan baru sebelum berjuang di pertandingan resmi untuk negara asalnya.

    3. Berusia di area bawah 21 tahun ketika terakhir kali bermain untuk negara asalnya pada pertandingan resmi.

    4. Tidak bermain lebih tinggi dari tiga pertandingan resmi di dalam level senior (A team) untuk negara asalnya.

    5. Telah melintasi tiga tahun sejak terakhir kali bermain untuk negara asalnya.

    6. Tidak pernah bermain dalam Piala Planet FIFA atau kejuaraan resmi konfederasi (misalnya Euro, Copa América, atau Piala Asia).

    Jika semua aturan ini terpenuhi, pemain dapat mengajukan inovasi asosiasi ke Komite Status Pemain FIFA.

    Persyaratan naturalisasi berdasarkan hukum Indonesia

    Selain aturan FIFA, pemain yang mana ingin dinaturalisasi juga harus memenuhi regulasi nasional. Di Indonesia, naturalisasi diatur di Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, khususnya Pasal 9 lalu Pasal 19. Syarat utama untuk mengajukan kewarganegaraan Indonesia antara lain:

    • Berusia minimal 18 tahun atau sudah ada menikah.

    • Tinggal di tempat Indonesia minimal 5 tahun berturut-turut atau 10 tahun tiada berturut-turut.

    • Sehat jasmani kemudian rohani.

    • Bisa berbahasa Indonesia kemudian memahami Pancasila dan juga UUD 1945.

    • Tidak pernah terlibat pada perbuatan kejahatan dengan ancaman hukuman lebih banyak dari 1 tahun.

    • Bersedia mengurangi kewarganegaraan sebelumnya.

    Selain itu, Pasal 20 UU ini menyebutkan bahwa Presiden dapat memberikan kewarganegaraan Indonesia terhadap individu yang tersebut dianggap berjasa atau mempunyai kepentingan besar bagi negara pasca mendapat pertimbangan dari DPR RI.

    Proses pengajuan naturalisasi pemain sepak bola di dalam Indonesia

    Proses naturalisasi pemain sepak bola di area Indonesia biasanya melibatkan beberapa tahapan:

    1. Pengajuan dari klub atau federasi

    • Klub atau PSSI mengajukan permohonan terhadap pemerintah agar pemain diberikan kewarganegaraan Indonesia.
    • Disertai dengan rekomendasi dari instruktur pasukan nasional.

    2. Verifikasi oleh Kementerian Hukum dan juga HAM

    • Pemerintah akan meninjau apakah pemain memenuhi semua persyaratan yang tersebut ditentukan oleh UU.

    3. Pertimbangan pada DPR RI

    • DPR akan mempertimbangkan apakah pemain yang disebutkan layak untuk diberi kewarganegaraan.

    • Proses ini bisa jadi melibatkan sidang lalu uji kelayakan.

    4. Keputusan Presiden

    • Presiden akan mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) jikalau pemain dianggap layak mendapatkan kewarganegaraan Indonesia.​​​​​​​

    5. Pengambilan sumpah Warga Negara Indonesia

    • Pemain harus mengucapkan sumpah setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    • Setelah itu, pemain mampu didaftarkan sebagai pemain kelompok nasional Indonesia.​​​​​​​​​​​​​​

    Aturan naturalisasi FIFA bertujuan untuk memverifikasi bahwa pemain yang mana membela regu nasional memiliki hubungan nyata dengan negara tersebut, bukanlah hanya saja sebagai cara instan menguatkan skuad.

    Selain memenuhi aturan FIFA, pemain juga harus mematuhi hukum kewarganegaraan negara yang bersangkutan. Di Indonesia, pemain harus tinggal minimal lima tahun sebelum bisa jadi menjadi WNI dan juga harus mendapatkan persetujuan dari Presiden juga DPR jikalau naturalisasi dilaksanakan untuk kepentingan nasional.

    Dengan aturan ini, FIFA ingin menegaskan bahwa sepak bola internasional tetap memperlihatkan berjalan dengan adil, tanpa praktik naturalisasi instan yang digunakan semata-mata berorientasi pada keuntungan jangka pendek. Oleh dikarenakan itu, setiap federasi dan juga negara harus menjamin bahwa proses naturalisasi diadakan dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang bagi perkembangan sepak bola nasional.

  • Profil Joey Pelupessy pemain naturalisasi baru Timnas Indonesia

    Profil Joey Pelupessy pemain naturalisasi baru Timnas Indonesia

    Ligapedianews.com Ibukota – Dalam upaya meningkatkan kekuatan skuad Tim Nasional Indonesia, PSSI kembali melakukan langkah strategis dengan menaturalisasi pemain keturunan yang digunakan berpotensi meningkatkan kualitas tim. Strategi ini sudah membuahkan hasil positif, terlihat dari beberapa pemain naturalisasi sebelumnya yang mana mampu berkontribusi besar bagi tim.

    Saat ini, Joey Pelupessy juga dua pemain naturalisasi lainnya, yakni Emil Audero serta Dean James, resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) setelahnya menjalani pengambilan sumpah pada Mulai Pekan (10/3). Proses naturalisasi ini menjadi bagian dari strategi PSSI di menguatkan Tim Nasional Indonesia dengan menambah pemain berkualitas.

    Joey Pelupessy berposisi sebagai gelandang bertahan lalu memiliki rekam jejak impresif dalam kancah sepak bola Eropa. Dengan pengalaman juga kualitas permainannya, ia diharapkan dapat menguatkan lini berada dalam Timnas Indonesia di berbagai kompetisi mendatang. Berikut profil lengkap Joey Pelupessy.

    Profil Joey Pelupessy

    Joey Mathijs Pelupessy lahir pada 15 Mei 1993 pada Almelo, Belanda. Ia mempunyai garis keturunan Indonesia dari kakek dan juga neneknya yang berasal dari Maluku. Latar belakang keluarganya membuatnya miliki kedekatan dengan budaya Indonesia, meskipun sejak kecil ia bertambah serta tumbuh di area Belanda.

    Karier sepak bolanya dimulai di tempat akademi FC Twente pada tahun 2004, di dalam mana ia menimba ilmu hingga berhasil menembus pasukan utama pada 2013. Meskipun hanya saja tampil tiga kali di area Eredivisie sama-sama FC Twente, pengalaman yang disebutkan menjadi fondasi berharga bagi perjalanan karier profesionalnya di tempat dunia sepak bola.

    Pada 2014, Joey bergabung dengan Heracles Almelo kemudian tampil pada 103 pertandingan selama empat musim. Konsistensi permainannya menarik perhatian klub Inggris, Sheffield Wednesday, yang dimaksud merekrutnya pada 2018. Bersama regu tersebut, ia mencatatkan 106 penampilan hingga 2021, sebelum melanjutkan karier ke Giresunspor, Turki.

    Setelah satu musim dalam Turki, Joey kembali ke Belanda pada 2022 untuk membela FC Groningen. Pada Januari 2025, ia memutuskan bergabung dengan Lommel SK, klub yang digunakan berlaga di tempat Divisi 2 Kejuaraan Belgia. Sejak kepindahannya, ia telah terjadi mencatatkan enam penampilan dengan kelompok barunya.

    Kehadiran Joey diharapkan dapat menguatkan lini sedang Timnas Indonesia, teristimewa di menghadapi Kualifikasi Piala Planet 2026, termasuk laga penting melawan Australia dan juga Bahrain. Dengan pengalaman juga dedikasinya, ia berpotensi menjadi pilar utama tim, menyebabkan semangat baru, kemudian memberikan partisipasi besar pada upaya meraih prestasi pada kancah global.

  • Perbandingan Statistik Rafael Struick serta Ole Romeny, Siapa Lebih Mentereng?

    Perbandingan Statistik Rafael Struick serta Ole Romeny, Siapa Lebih Mentereng?

    Ligapedianews.com Perbandingan statistik Rafael Struick dan juga Ole Romeny akan dibahas dalam artikel ini. Keduanya sama-sama berstatus striker Timnas Indonesia yang dimaksud diharapkan mampu berkontribusi besar pada menyebabkan skuad Garuda meraih prestasi.

    Melihat ke belakang, Struick sudah ada lebih tinggi dulu membela Timnas Indonesia sejak 2023, bahkan telah terjadi tampil pada beberapa laga penting, termasuk Kualifikasi Piala Global 2026. Sementara itu, Romeny baru akan menjalani debutnya dengan Timnas Indonesia pada Maret 2025 ini, setelahnya resmi menyelesaikan proses naturalisasi.

    Bicara statistik di tempat level klub, kedua pemain ini miliki beberapa perbedaan termasuk perihal pengalaman. Sementara Struick bermain untuk Brisbane Roar di dalam A-League, Romeny menjadi bagian Oxford United dalam Championship atau kasta kedua liga sepak bola Inggris.

    Perbandingan Statistik Rafael Struick dan juga Ole Romeny

    1. Rafael Struick

    Rafael Struick berlabuh ke Brisbane Roar sejak September 2024. Sejauh ini, beliau sudah ada bermain sebanyak 9 kali pada A-League atau kasta teratas liga sepak bola Australia.

    Sepanjang penampilannya, Struick mengemas 236 menit bermain pada sikap penyerang berada dalam atau winger kiri. Untuk kontribusinya, beliau baru mencetak 1 gol yang tersebut dicatatkan ketika melawan Sydney FC pada Hari Jumat (1/11/2024).

    Sebelum bergabung dengan Brisbane, Struick sebelumnya tambahan dulu menjadi bagian Ado Den Haag. Bersama klub selama Belanda itu, ia lebih tinggi berbagai berkutat di dalam kelompok umur, dari U-18 hingga U-21, sebelum akhirnya sanggup masuk skuad utama.


    Bersama Ado Den Haag senior, Struick memiliki 11 caps dengan total 262 menit bermain. Namun, sepanjang itu beliau belum pernah mencetak gol.

    2. Ole Romeny

    Beralih ke Ole Romeny, ia baru bergabung dengan Oxford United pada Januari 2025. Informasi Transfermarkt mencatatnya sudah ada bermain sebanyak 6 kali di area Championship.

    Bersama total 226 menit bermain, Romeny mencatatkan 1 gol. Torehan itu didapat ketika Oxford dikalahkan Coventry pada Hari Sabtu (1/3/2025) dengan skor akhir 2-3.

    Sebelum menjadi bagian Oxford United, Romeny telah pernah membela beberapa orang klub pada Belanda. Sebut belaka seperti FC Utrecht, FC Emmen hingga NEC Nijmegen.

    Saat membela FC Utrecht, Romeny bermain 32 kali di dalam seluruh kompetisi dengan partisipasi 3 gol. Sementara dengan FC Emmen, ia tampil 51 kali dengan torehan 14 gol kemudian 5 asis.

    Demikian ulasan mengenai perbandingan statistik Rafael Struick dan juga Ole Romeny. Ke depannya nanti, keduanya diharapkan sanggup terus mengembangkan kemampuan agar dapat menghadirkan dampak positif bagi Timnas Indonesia.

  • Dominasi 8 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di area Pasar Asia Tenggara

    Dominasi 8 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di area Pasar Asia Tenggara

    Ligapedianews,com Timnas Indonesia menunjukkan dominasinya di area kancah sepak bola Asia Tenggara. Delapan dari 11 pemain dengan nilai tukar lingkungan ekonomi tertinggi pada kawasan ini adalah pemain naturalisasi Timnas Indonesia .

    Data terbaru dari Transfermarkt menunjukkan bahwa Mees Hilgers masih memuncaki daftar dengan nilai lingkungan ekonomi yang dimaksud fantastis. Bek sedang yang bermain untuk FC Twente di area Belanda ini mempunyai nilai lingkungan ekonomi sebesar Rp156,43 miliar, menjadikannya pemain termahal pada Asia Tenggara.

    Dominasi pemain naturalisasi Timnas Indonesia pada daftar ini menunjukkan peningkatan kualitas skuad Garuda kemudian daya tarik dia dalam pangsa sepak bola. Dominasi ini mencerminkan pembangunan ekonomi besar-besaran pada inisiatif naturalisasi yang dilaksanakan oleh PSSI.

    Kehadiran peserta berkualitas ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Timnas Indonesia pada level internasional kemudian menyebabkan prestasi yang mana tambahan gemilang. Lantas, seperti apa daftar 11 pemain dengan nilai pangsa tertinggi dalam Asia Tenggara.

    Daftar 11 Pemain Asia Tenggara dengan Harga Pasaran Tertinggi

    1. Mees Hilgers: Rp156,43 miliar
    2. Emil Audero: Rp86,91 miliar
    3. Kevin Diks: Rp78,22 miliar
    4. Jay Idzes: Rp52,14 miliar
    5. Calvin Verdonk: Rp43,45 miliar
    6. Maarten Paes: Rp31,29 miliar
    7. Raphael Obermair: Rp26,07 miliar
    8. Ole Romeny: Rp22,60 miliar
    9. Supachai Chaided: Rp20,86 miliar
    10. Sandy Walsh: Rp17,38 miliar
    11. Chanatip Songkrasin: Rp17,38 miliar

  • Ole Romeny resmi jadi WNI, begini profil serta kiprah sepak bolanya

    Ole Romeny resmi jadi WNI, begini profil serta kiprah sepak bolanya

    ligapedianews.com Ibukota – Nama Ole Romeny kembali mencuri perhatian umum pasca ia resmi menjalani proses pengambilan sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) di area Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London, Inggris, pada Hari Sabtu (8/2).

    Ole Romeny digadang-gadang akan menjadi striker untuk meningkatkan kekuatan Timnas Indonesia di dalam turnamen Kualifikasi Piala Global 2026 di putaran ketiga di tempat Zona Asia pada Maret 2025 sekaligus Piala Asia AFC 2027 mendatang.

    Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menaruh harapan besar pada Romeny agar mampu menunjukkan performa terbaiknya di area level internasional demi meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia di dalam kancah dunia. .

    “Meski belum mencetak gol, tetapi menurut ahli Oxford, Gary Rowett menjelaskan bahwa penampilannya dalam dua laga yang dimaksud dinilai baik kendati baru bergabung pada tim” ujar Erick.

    Lantas seperti apakah sosok Ole Romeny? Berikut ini profil yang tersebut sudah pernah dirangkum dari berbagai sumber.

    Profil Ole Romeny

    Memiliki nama lengkap Ole Ter Haar Romeny, ia merupakan garis keturunan Indonesia yang mana lahir pada Belanda pada 20 Juni 2000. Ole Romeny dianggap sebagai pemain naturalisasi sebab nenek dari pihak ibu berasal dari Medan, Sumatera Utara, ketika wilayah yang disebutkan masih merupakan bagian dari Hindia Belanda.

    Minatnya terhadap sepak bola sudah ada muncul sejak usia delapan tahun, kemudian pada 2011, ketika menginjak usia 11 tahun, ia bergabung dengan akademi sepak bola NEC Nijmegen. Berkat kerja kerasnya, Romeny berhasil naik ke regu utama NEC Nijmegen pada 2018.

    Ia menjalani debut profesionalnya pada 19 Januari 2018 pada waktu menghadapi Almere City, masuk sebagai pemain pengganti untuk Ferdi Kadioglu. Sayangnya, debut yang dimaksud bukan berakhir manis sebab NEC Nijmegen harus menelan kekalahan 1-3.

    Meski begitu, Romeny tetap saja menunjukkan perkembangan yang tersebut pesat pada NEC Nijmegen. Selama membela klub tersebut, ia tampil pada 77 pertandingan, mencetak 12 gol, juga mencatatkan 8 assist di berbagai kompetisi.

    Pada musim 2020-2021, Romeny sempat menjalani masa peminjaman di dalam Willem II, namun ia belaka tampil di 11 pertandingan tanpa mencetak gol maupun assist. Performanya kembali mencuri perhatian ketika bermain untuk NEC Nijmegen, hingga akhirnya ia direkrut oleh FC Emmen pada tahun 2022.

    Perjalanan kariernya berlanjut ke FC Utrecht, yang digunakan mengontraknya selama tiga musim pada 13 Juni 2023. Setelah menyelesaikan kontraknya, pada 5 Januari 2025, ia bergabung dengan klub Inggris, Oxford United, dengan kesepakatan kontrak jangka panjang.

    Tahun 2025 menjadi tahun yang dimaksud istimewa bagi Romeny. Selain bergabung dengan klub barunya, ia juga resmi menjadi WNI untuk menguatkan Timnas Indonesia. Pemain yang digunakan miliki tinggi 185 cm ini dikenal sebagai striker yang dimaksud haus gol juga memiliki keunggulan pada duel udara dan juga kecepatan pada membongkar pertahanan lawan.

    Dengan segala kemampuannya, diperkenalkan Ole Romeny di dalam Timnas Indonesia diharapkan sanggup menjadi tambahan kekuatan yang digunakan signifikan di menghadapi kompetisi internasional ke depan.

  • 5 Laga 1 Gol, Pelatih Oxford United Tuntut Ole Romeny Dkk Lebih Tajam

    5 Laga 1 Gol, Pelatih Oxford United Tuntut Ole Romeny Dkk Lebih Tajam

    Ligapedianews.com – Oxford United sedang mengalami permasalahan sebab kesulitan mencetak gol di beberapa pertandingan terakhir. Pelatih Oxford United, Gary Rowett pun menuntut Ole Romeny juga rekan-rekannya untuk lebih besar kreatif di menciptakan kesempatan lalu mencetak gol.

    Tim berjuluk The Ox diketahui belum meraih kemenangan pada lima laga terakhir. Mereka ditahan imbang Stoke City (0-0), Bristol City (1-1), Derby County (0-0), lalu kalah dari Burnley (0-1) kemudian Portsmouth (0-2).

    Lebih parahnya lagi, Oxford cuma mencetak satu gol di lima pertandingan terakhir tersebut. Hal ini tentu mengundang kritik terhadap para penyerang Oxford United, termasuk Ole Romeny.

    Untuk mengatasi permasalahan ini, Gary Rowett disarankan untuk mengiklankan pemain akademi, Leo Snowden, yang mencetak 27 gol pada 30 laga. Namun, Rowett tampaknya belum bisa saja mempertimbangkan saran tersebut.

    Pelatih berusia 50 tahun itu ingin terlebih dahulu memanfaatkan para pemain utamanya, terlebih Oxford United telah lama merekrut banyak penyerang baru. Rowett menuntut Ole Romeny dkk untuk bergabung memecahkan permasalahan ini.

    “Kami harus memanfaatkan opsi penyerangan yang dimaksud sebaik mungkin. Anda berbicara tentang Stan (Mills) yang tersebut baru belaka bergabung dan juga sangat kekurangan menit bermain,” kata Rowett disitir dari Oxford Mail, Kamis (20/2/2025).

    “Kita berbicara tentang pemain seperti Tyler (Goodrham) yang kita tahu adalah pemain yang digunakan sangat bagus. Kita punya pemain seperti Ole (Romeny) lalu Matty (Phillips), tetapi bahkan pemain seperti Ole belum lama bermain di area Championship kemudian sulit untuk menemukan solusi instan. Tetapi kita punya pemain yang tersebut bagus serta tentu cuma di dalam beberapa titik pada permainan, Anda harus mencoba serta mengubahnya untuk menemukan solusi,” sambungnya.

    Sementara itu, Oxford United akan bertemu dengan West Bromwich Albion pada pertandingan terdekat. Laga yang dimaksud akan dilakukan di dalam The Hawthorns, West Bromwich, Inggris, Hari Sabtu (22/2/2025) mendatang. Mampukah Ole Romeny lalu rekan-rekannya menjawab tantangan dari sang pembimbing lalu menyebabkan Oxford United kembali ke jalur kemenangan?

  • Fenomena Proyek Pemain Naturalisasi, Van Dijk: Anak Kampung Makin Susah Masuk Timnas!

    Fenomena Proyek Pemain Naturalisasi, Van Dijk: Anak Kampung Makin Susah Masuk Timnas!

    ligapedianews.com Sergio van Dijk menyoroti masifnya pemain naturalisasi yang menguatkan Timnas Indonesia . Dia mengingatkan PSSI untuk tidak ada melupakan pembinaan pemain muda yang tersebar dalam berbagai penjuru Tanah Air.

    Tak bisa saja dipungkiri kalau PSSI cukup gencar melakukan proyek naturalisasi. Itu semua dilaksanakan demi mendongkrak performa Timnas Indonesia dan juga mewujudkan mimpi tampil di dalam Piala Dunia.

    Van Dijk turut menyoroti masifnya pemain naturalisasi yang pada saat ini menguatkan Timnas Indonesia. Menurutnya, fenomena itu akan mempunyai dampak terhadap para pemain lokal. Sebab, mereka akan merasa minder untuk bermimpi membela Skuad Garuda.


    “Kalau kita lihat sejumlah yang dinaturalisasi, saya sedikit merasa anak-anak sekarang yang dimaksud main sepak bola di tempat kampung-kampung, seperti Jawa Barat, Ambon, di dalam Bali atau pada mana-mana mungkin saja merasa susah untuk masuk Timnas ya,” kata Van Dijk, dikutipkan dari instagram pribadinya, Rabu (14/1/2025).

    “Tak punya semangat lagi mau main pada timnas dikarenakan mereka itu merasa harus main dalam Eropa kemudian hanya sekali pemain naturalisasi yang dimaksud dapat masuk (Timnas Indonesia),” sambungnya.

    Eks pemain Timnas Indonesia menilai bahwa di area sedang gencarnya proyek naturalisasi, PSSI harus tetap memperlihatkan memperhatikan pembinaan talenta lokal. Menurutnya, harus ada keselarasan pada dua hal tersebut.

    “Saya berharap PSSI sekarang punya fokus (bangun akademi kemudian pembinaan). Mereka pasti pergi dari uang ke timnas senior tapi semoga merek juga lihat pembinaan kemudian akademi,” tuturnya.

    “Timnas senior naik tapi juga yang tersebut akademi juga anak-anak masa depan sepak bola Indonesia juga bergabung naik. Harus ada kombinasi dari lokal kemudian naturalisasi supaya punya koneksi serupa di area lapangan,” lanjut dia.

    Lebih lanjut, Van Dijk sadar kalau proyek naturalisasi ini adalah inisiatif jangka pendek agar Timnas Indonesia menuju Piala Dunia. Namun beliau harap, PSSI bukan melupakan salah satu tugas utamanya, yakni pembinaan sepak bola pada akar rumput.

    “Saya mengerti ya untuk jangka pendek; kalau dapat hasil yang digunakan bagus akan lebih banyak sejumlah motivasi dari publik Indonesia. Tapi semoga PSSI tidak ada lupa masa depan Indonesia dengan pemain lokal,” pungkas Van Dijk.