
DKI Jakarta – Menteri Luar Negeri Republik Negara Indonesia Sugiono di penghadapan ASEAN-Russia Post Ministerial Conference (PMC), menegaskan bahwa prioritas kemitraan ASEAN juga Rusia ditujukan untuk menguatkan ketahanan masyarakat.
“Ketahanan tiada belaka sekedar kemampuan untuk merespons terhadap krisis, namun juga mengantisipasi risiko, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, juga menyimpan perdamaian jangka panjang,” kata Menlu Sugiono sebagaimana disitir dari naskah Pernyataan Menteri Luar Negeri RI yang diterima di dalam Jakarta, Kamis.
Secara khusus, Menlu Sugiono menyoroti pentingnya memulai pembangunan arsitektur energi kawasan yang dimaksud stabil, terbuka lalu tangguh. Dirinya mengutarakan bahwa acara Kerja Sama Energi ASEAN-Rusia periode 2026-2030 berubah jadi landasan kuat pada memulai pembangunan ketahanan energi jangka panjang.
Menlu Sugiono pada pernyataannya juga mengatakan keamanan pangan sebagai isu prioritas strategis. Sebagai salah satu pemasok gandum lalu pupuk terbesar ke dunia, peran Rusia penting untuk mengamankan pasokan pangan di ASEAN.
“Akses terhadap materi pangan ini penting untuk merawat produksi pertanian dan juga biaya pangan, dan juga memperbaiki akses terhadap substansi pangan bergizi,” jelas Menlu Sugiono.
Disebutkan juga bahwa teknologi pertanian yang mana modern dan juga climate-resilient farming juga berkontribusi terhadap produktivitas kemudian ketahanan pangan jangka panjang.
Penguatan sistem kesehatan dalam kawasan juga berubah jadi perhatian utama yang digunakan diangkat oleh Menlu Sugiono.
“Peningkatan kapasitas dan juga pertukaran pelatihan untuk tenaga kebugaran akan menguatkan persiapan di menghadapi situasi darurat kebugaran dalam masa depan,” ucapnya.
Menutup pernyataannya, Menlu Sugiono menekankan bahwa kerja mirip antara ASEAN kemudian Rusia harus terus berlandaskan prinsip-prinsip multilateralisme lalu penghormatan terhadap hukum internasional.
“Sentralitas ASEAN harus terus menjadi kompas pada kerja mirip ini,” kata dia.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence pada website web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



