berita viral

President Timor Leste usul Laut China Selatan jadi “zona perdamaian”

Bangkok – Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta mengusulkan agar Laut China Selatan ditetapkan sebagai "zona perdamaian" ke berada dalam sengketa wilayah antara China juga beberapa jumlah negara Asia Tenggara.

"Selain penyusunan kode tata perilaku yang tersebut masih dinegosiasikan seluruh pihak dengan penuh kesabaran, seseorang harus mempunyai keberanian untuk mendeklarasikan Laut China Selatan sebagai zona perdamaian," kata Ramos-Horta pada forum keamanan Shangri-La Dialogue dalam Singapura, Hari Sabtu (30/5).

"Itu bukanlah berarti semua pihak harus mengurangi klaim historis kemudian legal merekan yang dimaksud sah, tetapi klaim yang dimaksud tidak ada boleh menghambat berubah-ubah inisiatif yang dapat meningkatkan kepercayaan juga meredakan ketegangan," katanya.

Ramos-Horta mengaku siap "menggunakan kata-kata yang digunakan para pemimpi" untuk menyampaikan gagasan yang tersebut ia sebut naif juga romantis.

Ia juga mengingatkan agar situasi yang digunakan berjalan pada Selat Hormuz tidaklah terulang ke kawasan lain.

"Semoga apa yang tersebut berjalan pada Selat Hormuz berubah menjadi peringatan tegas bagi kita, mengingatkan kita agar bukan lengah pada menghadapi titik-titik rawan yang digunakan dapat mengalami perkembangan bermetamorfosis menjadi konflik," katanya.

Menurut Ramos-Horta, seluruh pihak harus menyepakati kawasan "zona perdamaian" yang bebas dari pulau artifisial dan juga pangkalan militer.

Ia mengusulkan agar pulau-pulau buatan kemudian sarana militer yang dimaksud sudah ada ada dialihfungsikan berubah menjadi pusat riset oseanografi dan juga penelitian lainnya.

"Kita mengetahui dengan baik bermacam alternatif kerja mirip semacam itu. Ketika kita dapat menemukan lebih tinggi banyak dana untuk mempersiapkan perang, kita justru kesulitan mencari dana untuk menjaga dari kondisi yang dimaksud dapat memicu konflik," kata Ramos-Horta.

China, Vietnam, Filipina, Brunei, dan juga Negara Malaysia mempunyai klaim melawan sebagian wilayah Laut China Selatan.

Pada pada waktu yang digunakan sama, ASEAN kemudian China semakin mendekati kesepakatan menghadapi naskah final kode tata perilaku di dalam Laut China Selatan yang dimaksud telah lama dirundingkan selama lebih banyak dari dua dasawarsa.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence pada platform web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles