
Berlin – Kanselir Jerman Friedrich Merz, Jumat, mengoreksi usulan anggaran tujuh tahunan berikutnya Uni Eropa dan juga menegaskan penolakan terhadap penambahan utang yang digunakan dinilai melebihi kemampuan keuangan blok tersebut.
“Kita harus mengeksplorasi besaran anggaran ini,” kata Merz untuk wartawan pada sela-sela perjumpaan para pemimpin Uni Eropa pada Brussel.
Menurut dia, proposal anggaran yang tersebut ketika ini diajukan masih terlalu besar.
“Usulan yang digunakan ada ke melawan meja pada waktu ini jelas terlalu tinggi. Angkanya harus diturunkan,” ujarnya.
Merz juga menolak gagasan agar Uni Eropa mengambil utang tambahan untuk membiayai berubah-ubah programnya.
“Kita hanya saja bisa jadi membelanjakan uang sebanyak yang dimaksud kita miliki,” katanya.
“Hari ini di dalam Dewan Eropa, saya akan kembali menegaskan seruan agar Uni Eropa tidaklah menambah utang baru. Kita bukan boleh melakukannya,” tegas Merz.
Anggaran jangka panjang Uni Eropa berikutnya, yang dikenal sebagai multiannual financial framework (MFF), akan mencakup pada periode 2028 hingga 2034.
Kerangka anggaran yang dimaksud akan menentukan prioritas belanja Uni Eropa ke bervariasi sektor, di antaranya pertanian, perkembangan regional, industri, juga keamanan.
Sebagai sektor ekonomi terbesar dalam Uni Eropa, Jerman juga merupakan penyumbang bersih terbesar bagi anggaran bersatu blok tersebut, dengan sumbangan yang tersebut tambahan besar dibandingkan dana yang dimaksud diterimanya kembali dari anggaran Uni Eropa.
Sumber: Anadolu
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence pada platform web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



