
Teheran – Jika Amerika Serikat (AS) menyerang pembangkit listrik dan juga jembatan di dalam Iran, sekutu-sekutu Washington di dalam kawasan akan dibuat gelap gulita, kata Panglima Angkatan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Seyed Majid Mousavi.
"Jika jembatan-jembatan serta pembangkit-pembangkit listrik kami diserang, terputusnya aliran listrik di negara-negara sekutu (AS) tak akan terhindarkan," kata Mousavi, Rabu (22/7).
Pernyataan yang disebutkan disampaikan untuk menanggapi Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang tersebut mengancam akan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik di dalam Iran untuk setiap kapal yang diserang Iran di Selat Hormuz.
Sementara itu, Komando Pusat Khatam Al-Anbiya Iran mengatakan, jikalau ancaman Negeri Paman Sam terhadap infrastruktur Iran benar-benar dilakukan, Teheran akan melakukan tambahan dari sekadar memblokade ekspor minyak di kawasan.
Iran juga akan menyerang infrastruktur minyak, gas, ekonomi, dan juga pembangkit listrik di seantero Timur Tengah.
"Ancaman berulang dari kriminal Amerika Serikat dan juga militernya belaka akan memperluas pertempuran di dalam kawasan serta lebih besar luas lagi," kata badan yang dimaksud pada pernyataan yang mana disiarkan televisi nasional Iran.
Pada 18 Juni 2026 lalu, Teheran kemudian Washington mengesahkan memorandum perdamaian untuk menghentikan konflik yang dimaksud pecah sejak 28 Februari. Akan tetapi, pasukan Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke Iran mulai 8 Juli.
Komando Pusat Amerika Serikat berdalih serangan yang disebutkan dijalankan sebagai balasan melawan tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang dimaksud melintasi Selat Hormuz.
Pasukan Iran pun merespons serangan Negeri Paman Sam dengan melancarakan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat ke Timteng.
Presiden Trump kemudian memaparkan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat juga Iran tak lagi berlaku.
Sumber: Sputnik
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam portal web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



