olahraga

Dmitry Bivol disebut akan mengurangi gelar kejuaraan juara planet WBO

Ibukota Indonesia – Juara bola kelas berat ringan (79,3 kg) World Boxing Association (WBA), International Boxing Federation (IBF), serta World Boxing Organization (WBO) Dmitry Bivol disebut akan mengurangi sabuk juara WBO-nya untuk menerima pertarungan berjuang melawan Artur Beterbiev.

"(Manajer Bivol) Vadim Kornilov juga Bivol sudah pernah memohonkan saya untuk segera memulai negosiasi dengan (Presiden IBA) Umar Kremlev, atau RCC Boxing Promotions. Kami siap mengadakan pertarungan berjuang melawan Beterbiev sebab itulah pertarungan yang diinginkan Dmitry," kata Kepala Matchrom Boxing Eddie Hearn selaku promotor Dmitry Bivol di laporan The Ring yang dipantau dalam Jakarta, Rabu.

Awal bulan ini, Bivol diperintahkan oleh pihak WBO untuk menghadapi penantang wajib serta juara sementara Callum Smith. Kedua belah pihak mempunyai waktu hingga 26 Juli untuk mencapai kesepakatan pertarungan.

Namun, pertarungan itu kemungkinan besar tidaklah akan tercapai dikarenakan Bivol sudah pernah memberi tahu promotornya untuk mengejar pertarungan trilogi berjuang melawan Artur Beterbiev.

"Saya rasa kecil kemungkinan ia akan mempertahankan gelarnya berjuang melawan Smith," katanya.

Menurutnya, Smith kemungkinan akan bertarung dengan Joshua Buatsi untuk bersaing untuk peringkat juara yang dimaksud kosong. Tetapi, Bivol siap untuk menyelenggarakan pertarungan menghadapi Beterbiev.

Pada pekan lalu, Presiden IBA Umar Kremlev mengutarakan bahwa Bivol baru-baru ini menolak tawaran yang digunakan dua kali lebih besar menguntungkan untuk menghadapi Beterbiev. Namun, Hearn mengemukakan bahwa informasi terkait penolakan tawaran itu tidak ada benar.

"Pertama-tama, saya mendengar laporan bahwa Bivol telah lama ditawari 14 jt dolar Negeri Paman Sam untuk berperang melawan Beterbiev. Jika orang-orang itu sedang mengobservasi sekarang, hubungi saya dan juga komunikasikan tawaran itu, lalu beliau akan menerimanya segera," katanya.

Bivol lalu Beterbiev berbagi kemenangan tipis melalui tindakan mayoritas pada persaingan perlombaan mereka. Beterbiev unggul tipis di penghadapan pertama pada Oktober 2024 untuk berubah menjadi raja kelas berat ringan sejati.

Empat bulan kemudian, Bivol membalas kekalahan yang dimaksud untuk merebut kembali mahkota. Kedua pertarungan besar yang disebutkan berubah menjadi laga utama pada acara tinju dalam Arab Saudi yang dimaksud didukung oleh Turki Alalshikh.

Bivol ketika ini telah kembali dari operasi punggung pada Mei dan juga dengan simpel mengalahkan penantang wajib IBF Michael Eifert untuk mempertahankan peringkat sekaligus menguatkan rekornya menjadi 25 kemenangan dengan 12 knockout (KO) kemudian satu kekalahan.

Sedangkan Beterbiev yang digunakan membukukan rekor 21 kemenangan (20 KO) serta satu kekalahan belum bertarung sejak sekuelnya dan juga sudah pernah vokal tentang ketidakpuasannya mengenai keengganan Bivol untuk melanjutkan pertarungan ketiga.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam website web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles