
DKI Jakarta – Pendiri Foreign Policy Community of Indonesi (FPCI) Dino Patti Djalal menyimpulkan bahwa Tanah Air perlu terus menggerakkan semua pihak agar mematuhi komitmen kesepakatan perdamaian antara Iran serta Amerika Serikat demi menjaga stabilitas.
"Jadi, kita Nusantara harus menggalakkan agar semua pihak itu sesuai dengan komitmennya," kata Dino ketika ditemui usai diskusi umum bertema Mid-Year Geopolitical and Economic Outlook 2026 di dalam Sekretariat FPCI, Jakarta, Jumat.
Terkait nota kesepahaman (MoU) Iran-AS, Dino mengaku masih mencermati perkembangan implementasinya dalam lapangan.
"Saya mengawasi kemarin MoU telah ditandatangani pada Versailles. Saya masih terus mengawasi perkembangannya lalu kita lihat implementasinya bagaimana," katanya.
Ia menekankan bahwa setiap kesepakatan memerlukan disiplin kemudian komitmen yang mana kuat dari seluruh pihak.
Dino memperlihatkan beberapa kesepakatan terkait Daerah Gaza yang digunakan telah lama ditandatangani, namun di praktiknya berulang kali mengalami pelanggaran.
Oleh karenanya, ia menganggap bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan kesepakatan menjadi hal yang mana sangat penting.
Ia juga menyoroti meningkatnya tekanan internasional terhadap tanah Israel pada berada dalam perkembangan situasi kawasan.
"Alhamdulillah, sekarang yang tersudutkan adalah Israel, serta itu artinya ada suatu ganjaran bagi Israel," ucapnya.
Pada Kamis dini hari (18/6), Iran serta Negeri Paman Sam melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) secara jarak berjauhan untuk mengakhiri konflik militer yang mana berlangsung sejak 28 Februari lalu.
MoU yang disebutkan juga menetapkan jangka waktu bagi Negeri Paman Sam untuk mencabut blokade angkatan laut mereka, dan juga bagi Iran untuk memulihkan kemudian lintas pelayaran Selat Hormuz.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada website web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.


