otomotif

Bos Ford ingatkan Amerika Serikat tak bisa saja selamanya halangi masuknya mobil China

Amerika Serikat (ANTARA) – Kepala Eksekutif Ford Motor Company Bill Ford memperingatkan bahwa sektor otomotif Amerika Serikat (AS) tidaklah sanggup terus bergantung pada kebijakan tarif dan juga regulasi yang tersebut ditujukan untuk menghalangi masuknya mobil buatan China ke lingkungan ekonomi domestik AS.

Menurut siaran Carscoops pada Rabu (15/7), Ford dalam acara yang dimaksud diadakan Axios di dalam Washington, D.C. menyampaikan bahwa pelindungan itu kemungkinan besar tidak ada bertahan selamanya, jadi para pelaku lapangan usaha harus bersiap menghadapi persaingan dengan produsen China.

Alih-alih berasumsi bahwa akses produsen kendaraan China ke pangsa Negeri Paman Sam akan terus terhalang, beliau mengatakan, produsen mobil Amerika diperlukan mengembangkan produk-produk yang dimaksud bisa saja bersaing secara langsung dengan kendaraan buatan produsen China.

"Kita harus berhadapan secara langsung dengan China," kata Ford sebagaimana disitir oleh The Wall Street Journal.

"Kita tidak ada mampu berharap dapat terus menahan merekan selamanya, serta kita harus mampu mengalahkan merek pada permainan merekan sendiri," katanya.

Ia juga menyampaikan perlunya penerapan strategi sektor jangka panjang yang dimaksud lebih banyak konsistensi ke AS.

Menurut dia, penanaman modal pada sektor otomotif membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk direncanakan juga direalisasikan, sehingga banyak kali tak sejalan dengan siklus urusan politik yang digunakan lebih banyak singkat.

"Jangka waktu perencanaan kami lebih banyak panjang daripada jangka waktu politik," katanya.

Baca juga: Ford lirik perusahaan China untuk perkuat pangsa luar Amerika Serikat

Para anggota parlemen Amerika Serikat ketika ini sedang mempertimbangkan rancangan undang-undang yang digunakan secara efektif akan menghentikan akses kendaraan buatan China ke bursa Amerika. Ford secara terbuka membantu upaya tersebut.

Langkah itu dinilai penting untuk melindungi bidang manufaktur di negeri Negeri Paman Sam dari produsen otomotif China, yang mana mengalami perkembangan sangat cepat dan juga mulai menawan pelanggan Ford pada lingkungan ekonomi luar negeri dengan teknologi yang digunakan semakin canggih dan juga harga jual yang digunakan kompetitif.

Meskipun kehadirannya dalam pangsa Negeri Paman Sam masih terbatas, produsen kendaraan China telah terjadi mempengaruhi strategi perusahaan otomotif itu.

Ford berada dalam menyiapkan peluncuran truk pikap listrik dengan nilai tukar terjangkau yang digunakan akan dijual sekitar 30.000 dolar Amerika Serikat (sekitar Rp539,2 juta) ketika mulai dipasarkan pada 2027.

Kendaraan itu akan menggunakan teknik manufaktur baru seperti gigacasting lalu sistem kabel yang lebih banyak simpel untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi.

Baca juga: GAC telah dilakukan memproduksi total 30 jt kendaraan secara global

Baca juga: AS rencanakan tarif tambahan untuk China, Jepang, Korsel serta lainnya

Related Articles