
Ibukota Indonesia – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Indonesi (PB PABSI) Rosan Roeslani berusaha mencapai cabang olahraga angkat besi dapat meraih satu medali emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada Jepang.
"Insya Allah, mohon dukungannya mudah-mudahan bisa saja dapat emas pada Asian Games," kata Rosan dalam Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Rosan mengungkapkan PB PABSI juga membuka prospek untuk menambah perolehan medali dari cabang angkat besi, satu di antaranya medali perak dan juga perunggu.
"Kalau kami kemungkinan besar satu emas lah, Insya Allah. Tapi lainnya mungkin saja bisa saja dapat perak kemudian perunggu," ujarnya.
Menurut Rosan, salah satu kunci prestasi angkat besi Nusantara adalah pembinaan atlet melalui pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang tersebut dikerjakan secara berkelanjutan.
Dia memaparkan atlet angkat besi sudah pernah menjalani pelatnas secara konsistensi sejak 2012. Menurutnya, pola yang disebutkan memang benar menuntut kedisiplinan besar dari para atlet, tetapi hasilnya mulai terlihat dari bervariasi prestasi internasional.
Rosan menyampaikan pembinaan berkelanjutan yang disebutkan turut menghadirkan inovasi prestasi angkat besi Indonesia, mulai dari keberhasilan meraih juara bumi hingga medali emas Olimpiade.
Selain pelatnas, Rosan mengutarakan regenerasi atlet diwujudkan dengan menjaring bibit-bibit baru sejak usia sekolah dasar (SD). PB PABSI menyelenggarakan pertandingan minimal dua kali pada tahunan untuk kelompok SD, SMP hingga kelas junior.
Atlet dengan hasil terbaik dari kompetisi yang dimaksud kemudian diseleksi untuk masuk pelatnas lalu menjalani pembinaan secara berkelanjutan.
Ia mencontohkan, atlet angkat besi Rizki Juniansyah yang dimaksud sudah pernah menjalani pelatnas sejak usia 14 tahun. Pembinaan jangka panjang yang disebutkan kemudian membuahkan prestasi pada level internasional, diantaranya medali emas Olimpiade.
"Rizki itu hasilnya telah hampir tujuh tahun dalam pelatnas. Waktu itu, beliau umur 14. Kami ikutkan pelatnas. Akhirnya dapat emas," terangnya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence pada portal web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



