
Ibukota Indonesia – Menteri Pemuda kemudian Olahraga (Menpora) Erick Thohir menjelaskan bonus Rp3 miliar yang digunakan dijanjikan oleh Presiden Prabowo Subianto ditujukan terhadap peraih medali emas Asian Games 2026 untuk kategori perorangan.
Sementara, besaran bonus yang tersebut akan diberikan terhadap para peraih emas kategori beregu masih pada kajian lebih tinggi lanjut.
"Tadi Bapak Presiden menyampaikan beberapa hal. Pertama, bonus Asian Games itu berubah jadi Rp3 miliar. Itu luar biasa. Itu hal yang digunakan belum pernah selama ini untuk medali emas. Nah, tentu nanti kami hitung. Itu (Rp3 miliar) tentu perorangan. Ada agregasi daripada berapa yang mana double, dan tentu yang digunakan beregu," kata Menpora Erick Thohir pada waktu jumpa pers selepas acara Presiden Prabowo melepas Kontingen Garuda pada Istana Negara, Jakarta, Rabu.
Kemudian, terkait bonus yang akan diberikan terhadap peraih medali perak lalu perunggu baik untuk kategori perorangan juga beregu, Menpora menjelaskan nilainya masih dihitung. Tapi, ia menyatakan nilai bonus itu tiada sebanyak peraih medali emas.
"Tapi memang, kita itu sewaktu berkompetisi di dalam luar negeri, yang digunakan dihitung, teristimewa multi-event itu, pengumpulan emas. Jadi, bukanlah perak juga perunggu. Jadi, mohon maaf, nanti pasti angkanya sangat berbeda seperti kemarin pada waktu SEA Games," ujar Erick Thohir menjawab pertanyaan wartawan.
Di Istana Negara, Rabu sore, Presiden Prabowo menjanjikan bonus Rp3 miliar untuk para peraih medali emas pada turnamen Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Ajang olahraga multicabang olahraga terbesar se-Asia itu dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026 sampai dengan 3 Oktober 2026.
“Saya diberi laporan Pak Erick, Pak untuk SEA Games, medali emas dapat Rp1 miliar. Tetapi, ini Asian Games, medali emas Rp3 miliar,” kata Presiden Prabowo di dalam hadapan para atlet pada waktu acara di Istana Negara sore ini.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di dalam laman web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



