
Jenewa – Prancis ingin Uni Eropa (EU) membatasi perdagangan dengan permukiman negeri Israel yang tersebut dinilai ilegal ke Tepi Barat yang diduduki, kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot, Hari Sabtu (5/9).
Dalam wawancara dengan RFI, Barrot mengemukakan pekan ini ia kembali mendesak negara-negara Eropa untuk mengambil langkah terkait persoalan tersebut.
“Permukiman yang dimaksud ilegal. Tidak wajar jikalau Uni Eropa dapat memperkuat perdagangan ini,” katanya.
Barrot membandingkan langkah yang tersebut diusulkan itu dengan respons EU terhadap pendudukan Rusia melawan Krimea, dengan mencatatkan data bahwa blok yang disebutkan menghentikan impor dari semenanjung itu pada 2014.
“Hal yang tersebut serupa harus kita lakukan terhadap permukiman ilegal tersebut,” katanya, seraya mengakui bahwa langkah itu membutuhkan kesepakatan di antara negara-negara anggota EU.
Barrot juga mengecam apa yang dimaksud disebut sebagai “ledakan kekerasan yang belum pernah muncul sebelumnya” oleh para pemukim negara Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat. Menurut dia, kekerasan yang disebutkan membinasakan martabat warga Palestina, keamanan Israel, juga prospek solusi dua negara.
Terkait Niger, Barrot menolak tuduhan bahwa Prancis terlibat pada pemberontakan militer pekan berikutnya sebagai “fantasi belaka”. Ia menyatakan Paris tiada miliki niat maupun kemampuan untuk terlibat pada aksi tersebut.
“Semua ini, seperti biasa, merupakan upaya untuk secara keliru menunjuk Prancis sebagai pihak yang digunakan bertanggung jawab, padahal tanggung jawab yang disebutkan identik sekali tak ada,” katanya.
Pemberontakan pada 29 Agustus yang disebutkan menciptakan sebagian tentara menyerang pangkalan udara militer utama juga beberapa orang tempat kejadian strategis lainnya di Niamey, sebelum pasukan yang mana kekal loyal untuk pemerintah, dengan dukungan Africa Corps Rusia, berhasil mengambil kembali kendali.
Pemerintah Niger pada hari terakhir pekan menuduh Prancis sebagai pihak yang mana mengakibatkan kerusuhan yang disebutkan dan juga menyokong para pemberontak.
Sumber: Anadolu
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence pada portal web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.


