lifestyle

7 hikmah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tidak sekadar seremoni

Ibukota – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berubah jadi peluang bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah sekaligus mengambil pelajaran dari akhlak dan juga perjuangannya di kehidupan.

Maulid Nabi umumnya diperingati pada 12 Rabiul Awal pada kalender Hijriah. Di Indonesia, peringatan keras yang disebutkan mengalami perkembangan di bermacam bentuk, seperti pengajian, pembacaan selawat, zikir, pembacaan sejarah Nabi hingga kegiatan sosial.

Lebih dari sekadar perayaan, Maulid Nabi dapat berubah menjadi kesempatan untuk menguatkan kecintaan terhadap Rasulullah juga menerapkan keteladanannya di hidup sehari-hari.

1. Menguatkan kecintaan untuk Rasulullah

Salah satu hikmah utama memperingati Maulid Nabi adalah menumbuhkan kemudian menguatkan rasa cinta terhadap Nabi Muhammad SAW.

Melalui pembacaan kisah keberadaan dan juga perjuangan Rasulullah, umat Islam dapat mengenal tambahan dekat sosok yang mana berubah jadi teladan pada menjalankan kehidupan.

Majelis Ulama Negara Indonesia (MUI) mengumumkan peringatan tegas Maulid dapat bermetamorfosis menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap Rasulullah lintas generasi. Kecintaan yang dimaksud diharapkan memacu umat untuk mengikuti ajaran juga keteladanan beliau.

2. Meneladani akhlak Rasulullah

Maulid Nabi juga menjadi pengingat agar umat Islam tiada hanya sekali mengenal sejarah Rasulullah, tetapi berupaya menerapkan akhlaknya.

Al Quran di Surah Al-Ahzab ayat 21 mengumumkan Rasulullah sebagai uswah hasanah atau teladan yang digunakan baik bagi orang-orang yang digunakan berharap untuk Allah kemudian hari akhir dan juga sejumlah mengingat Allah.

Keteladanan yang disebutkan dapat diterapkan melalui sikap jujur, sabar, amanah, adil, penyayang serta peduli terhadap sesama.

3. Mengembangkan keimanan

Peringatan Maulid dapat berubah jadi peluang untuk melakukan refleksi lalu menguatkan keimanan untuk Allah SWT dan juga Rasul-Nya.

MUI pada peringatan keras Maulid Nabi 2024 mengingatkan agar kesempatan yang disebutkan digunakan untuk meningkatkan keimanan sekaligus mengenal lebih lanjut baik sikap dan juga kepribadian Rasulullah SAW.

Dengan demikian, peringatan tegas Maulid bukan berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat berubah jadi dorongan untuk memperbaiki ibadah lalu perilaku.

4. Mengingat kembali perjuangan Rasulullah

Kisah perjuangan Nabi Muhammad SAW di menyampaikan ajaran Islam dapat berubah menjadi pelajaran bagi umat di menghadapi beragam persoalan kehidupan.

Dalam kegiatan Maulid, kisah atau sirah nabawiyah banyak dibacakan agar rakyat kembali mengingat perjalanan hidup, perjuangan kemudian keteladanan Rasulullah.

Dari kisah tersebut, umat dapat mempelajari pentingnya kesabaran, keteguhan hati kemudian keberanian di mempertahankan kebenaran.

5. Memperbanyak selawat

Maulid juga bermetamorfosis menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak selawat untuk Nabi Muhammad SAW.

Di berubah-ubah daerah, peringatan tegas Maulid diisi dengan pembacaan selawat kemudian syair yang dimaksud berisi pujian untuk Rasulullah. Tradisi yang disebutkan berubah menjadi salah satu bentuk ungkapan kecintaan terhadap Nabi.

Selain berubah jadi bagian dari kegiatan keagamaan, selawat dapat berubah menjadi pengingat agar umat semakin mengenal juga mencintai Rasulullah.

6. Mempererat persaudaraan

Peringatan Maulid umumnya dilaksanakan secara bersama-sama sehingga dapat berubah menjadi sarana mempererat hubungan antarsesama.

Masyarakat dapat berkumpul di kegiatan pengajian, pembacaan selawat, doa bersama, makan sama-sama hingga kegiatan berbagi terhadap dia yang digunakan membutuhkan.

Kegiatan yang disebutkan dapat menguatkan perhatikan sosial sekaligus mempertahankan hubungan baik ke berada dalam masyarakat.

7. Menjadikan Maulid sebagai kesempatan memperbaiki diri

Hikmah yang mana paling penting dari peringatan tegas Maulid adalah menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai bagian dari keberadaan sehari-hari.

Kementerian Agama pada salah satu kegiatan peringatan keras Maulid pada 2025 menekankan bahwa Maulid seharusnya tidaklah hanya saja berubah menjadi seremoni, tetapi berubah menjadi peluang untuk mengambil hikmah dari perjuangan Rasulullah, memperbanyak selawat juga meneladani akhlaknya.

Karena itu, peringatan serius Maulid dapat dijadikan waktu untuk mengevaluasi diri, mulai dari hubungan dengan Allah, keluarga, lingkungan hingga masyarakat.

Maulid Nabi bukanlah sekadar perayaan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW miliki bentuk yang beragam di dalam berada dalam masyarakat. Perbedaan tradisi yang dimaksud tak mengubah tujuan utama yang mana ingin diambil, yakni mengenang Rasulullah kemudian menjadikan kehidupannya sebagai material pembelajaran.

Bagi umat Islam, kesempatan ini dapat diisi dengan kegiatan yang menguatkan ibadah, memperbanyak selawat, mempelajari sejarah Nabi, memperbaiki akhlak dan juga meningkatkan perhatian terhadap sesama.

Dengan demikian, hikmah Maulid Nabi tak hanya saja dirasakan di mana peringatan keras berlangsung, tetapi juga melalui inovasi sikap kemudian perilaku setelahnya. Keteladanan Rasulullah diharapkan dapat terus diterapkan di hidup sehari-hari.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam web web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles