olahraga

Fury rebut sabuk WBC Humanitarian, selangkah lebih besar dekat lawan Joshua

Ibukota – Mantan juara bumi kelas berat (minimum 90,7 kg) terpadu Tyson Fury mengatasi Mariusz Wach untuk merebut sabuk juara World Boxing Council (WBC) METTA Humanitarian sekaligus membuatnya selangkah tambahan dekat ke pertarungan berhadapan dengan Anthony Joshua.

"Fury melancarkan kombinasi pukulan yang kuat sepanjang pertandingan, menghantam tubuh juga kepala lawan hingga kubuh Wach memutuskan menghentikan pertarungan pada akhir ronde ketujuh," demikian laporan WBC di resminya yang digunakan dipantau pada Jakarta, Sabtu.

Dalam pertarungan yang tersebut berlangsung di dalam Stadion Maz Muay Thai, Pattaya, Thailand, hari terakhir pekan (24/7) malam, Fury yang pernah menyandang penghargaan juara dunia WBC, WBA Super, IBF, WBO, serta IBO tidak ada pada ketika bersamaan, mengendalikan pertarungan sepenuhnya melawan lawannya dari Polandia.

Fury tiada membuang waktu untuk menegaskan otoritasnya. Mantan juara bola selama Inggris itu memulai dengan aksi tipuan khasnya dan juga aksi tubuh bagian berhadapan dengan yang tersebut sulit ditebak, menggunakan jab tajam ke kepala juga tubuh untuk menentukan jarak sambil berulang kali memancing reaksi dari Wach.

Wach mencoba meningkatkan performanya di dalam ronde kedua, tetapi pergerakan tipuan lalu pergerakan Fury yang tersebut konstan mengganggu ritme permainan, kemudian keduanya saling bertukar pukulan pada akhir sesi yang digunakan penuh semangat.

Setelah itu, pertandingan bermetamorfosis menjadi semakin berat sebelah. Fury mengambil kendali penuh pada ronde ketiga, melancarkan pukulan bertubi-tubi lalu memadukan serangan ke kepala lalu tubuh sementara Wach kesulitan menemukan balasan.

Dominasinya berlanjut hingga ronde-ronde tengah, dengan berulang kali memproduksi kepala Wach terbentur ke belakang dengan jab sebelum mendorongnya ke tali ring dengan uppercut keras di ronde kelima.

Puncak pertarungan dimulai pada ronde keenam ketika Fury meningkatkan tekanan. Wach, meskipun menerima pukulan bertubi-tubi, menolak untuk menyerah dan juga masih menunjukkan daya tahannya.

Pertarungan berakhir di dalam antara ronde ketika kubu Wach memutuskan bahwa petarung mereka itu sudah ada cukup menderita, juga menghentikannya sebelum ronde kedelapan dimulai.

Dengan kemenangan itu, Fury yang meraih sabuk istimewa dari WBC sekaligus meningkatkan kekuatan rekor profesionalnya bermetamorfosis menjadi 36 kemenangan (25 KO), dua kekalahan, dan juga satu hasil imbang ke usianya yang mana ke-37 tahun. Sementara, Wach harus menambah noda rekornya bermetamorfosis menjadi 39 kemenangan (20 KO) dan juga 14 kekalahan.

Setelah pertarungan, Fury diperkirakan dengan segera menuju Jeddah, Arab Saudi, untuk menyaksikan mantan juara bumi Anthony Joshua menyelesaikan urusannya dengan Kristian Prenga di pertandingan pemanasan Hari Sabtu (25/7) malam.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di dalam web web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles