olahraga

Nikhemttolla jamu Ongjunta di perebutan juara kelas bantam WBA Asia

Ibukota – Petinju Kazakhstan Elshat Nikhemttolla bersiap menjamu Tanes Ongjunta pada perebutan juara kelas bantam (53,5 kg) World Boxing Association (WBA) Asia pada pertarungan di dalam Almaty, Kazakhstan, Hari Sabtu (25/7) waktu setempat.

"Nikhemttolla berhadapan dengan penantang berbahaya jika Thailand, Ongjunta, untuk merebut gelar kejuaraan juara kelas bantam WBA Asia yang tersebut kosong," demikian laporan WBA pada laman resminya yang dipantau di Jakarta, Sabtu.

Nikhemttolla memasuki ring dengan tekad untuk menciptakan pernyataan dan juga memantapkan dirinya di dalam antara petinju elit Asia. Petinju tuan rumah itu datang dengan modal yang digunakan meyakinkan setelahnya membukukan rekor profesional 14 kemenangan, satu kekalahan, dan juga satu hasil imbang, dengan sebagian besar kemenangannya diraih melalui penyelesaian sebelum laga berakhir.

Pengalaman merebut serta mempertahankan gelar kejuaraan regional sebelumnya juga berubah menjadi bekal penting bagi Nikhemttolla untuk kembali naik ke puncak divisi bantam Asia.

Sebagai petinju yang digunakan berbakat secara teknis dengan kuda-kuda yang digunakan kompak, petinju Kazakhstan itu diyakini akan menguasai arena sedang ring sejak bel pembukaan. Rencananya akan berpusat pada mendirikan jab yang mana panjang juga akurat, mengontrol jarak, juga memanfaatkan setiap celah dengan pukulan balasan yang mana tajam di mana Ongjunta mencoba menembus susunan pertahanannya.

Bertarung dalam hadapan umum sendiri juga diharapkan berubah menjadi keuntungan tambahan bagi Nikhemttolla untuk tampil percaya diri sejak ronde awal.

Di hadapannya akan berdiri Ongjunta, pribadi petarung yang digunakan mewujudkan sifat tanpa henti serta tak terduga yang dimaksud rutin dikaitkan dengan tinju Thailand.

Petinju berusia 33 tahun itu mengakibatkan rekor profesional 18 kemenangan dengan 13 KO dan juga satu kekalahan. Catatan yang disebutkan menunjukkan kemampuan penyelesaiannya yang lebih tinggi sekaligus menjadikannya ancaman penting bagi siapa pun dalam kelas bantam.

Dilengkapi dengan pertahanan yang tersebut ketat, agresivitas tanpa henti, kemudian kekuatan pukulan di dalam kedua tangan, Ongjunta menuju Kazakhstan dengan rencana yang dimaksud jelas, yakni memojokkan lawan di dalam ring, memaksakan tempo cepat sejak awal, serta menyeret pertarungan ke jarak dekat.

Dalam situasi itu, serangan bert4ubi-tubi ke tubuh lalu kombinasi pukulan keras diyakini dapat mengikis ketahanan favorit tuan rumah.

WBA menyatakan bahwa Nikhemttolla tidaklah boleh mengalami keterhambatan pada dekat tali ring di bawah tekanan tanpa henti dari Ongjunta. Sebaliknya, Ongjunta harus berhati-hati agar tak terkena kombinasi pukulan cepat kemudian akurat dari petinju Kazakhstan yang disebutkan pada waktu mencoba memperpendek jarak.

Pertarungan ini diperkirakan akan bermetamorfosis menjadi benturan antara teknik dan juga penguasaan jarak milik Nikhemttolla bertarung dengan agresivitas juga daya ledak pukulan yang mana berubah menjadi ciri khas Ongjunta.

Dengan peringkat juara regional yang tersebut kosong dipertaruhkan, kedua petinju mempunyai alasan untuk memberikan penampilan terbaik di dalam berhadapan dengan ring.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence ke laman web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles