olahraga

Sanz pilih fokus tingkatkan performa laga demi laga di MSC EWC 2026

DKI Jakarta – Pemain ONIC Esports, Sanz, memilih menjalani Mobile Legends: Bang Bang Mid Season Cup (MSC) di Esports World Cup (EWC) 2026 dengan fokus meningkatkan performa pada setiap pertandingan, alih-alih memasang target lebih tinggi sejak awal turnamen.

Hal yang dimaksud disampaikan Sanz pasca ONIC membuka perjuangan mereka itu di dalam fase Group Stage dengan kemenangan 2-0 menghadapi Entity7 pada Kamis, yang tersebut mengantarkan delegasi Negara Indonesia itu melaju ke upper bracket.

"Kita setiap saat ingin improve di setiap match, ke setiap turnamen. Kita punya goal, tapi benar-benar step by step, dari group stage dulu, terus playoff,” kata Sanz di wawancara virtual terhadap ANTARA.

“Kalau misalnya sanggup sampai semifinal, final, ya kita selalu kasih yang terbaik. Yang penting kasih yang terbaik semata dan juga bisa jadi step by step."

Menurut dia, pendekatan yang disebutkan dipilih agar ONIC dapat melindungi konsistensi permainan sepanjang kompetisi yang menggunakan format double elimination pada fase grup.

Sanz juga menafsirkan kompetisi internasional menuntut kemampuan beradaptasi yang tersebut lebih tinggi cepat dibandingkan kompetisi domestik sebab perbedaan gaya bermain setiap tim.

“Karena terus-menerus ada patch baru, kita selalu harus improve, hero-nya juga harus improve, serta rotasi-rotasinya yang tersebut paling penting dari early sampai mid game itu penting banget,” ujar Sanz.

ONIC mengawali MSC EWC 2026 dengan penampilan dominan pada waktu mengalahkan Entity7 2-0. Pada gim pertama, Kairi mencuri perhatian pasca membukukan savage untuk membantu ONIC mengamankan kemenangan.

Dominasi grup berjuluk Landak Kuning itu berlanjut pada gim kedua. Permainan agresif sejak awal menciptakan ONIC menyembunyikan pertandingan pada waktu sekitar 11 menit dan juga menegaskan kemenangan sapu bersih untuk mempertahankan prospek mereka ke Knockout Stage.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam website web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles