
Teheran – Balasan Teheran terhadap kemungkinan serangan Amerika Serikat (AS) ke sarana nuklir Iran tak akan terbatas, serta kepentingan Negeri Paman Sam dan juga sekutunya dalam kawasan itu akan masuk di daftar target Iran, menurut sumber militer Iran yang dimaksud mengetahui hambatan yang disebutkan untuk RIA Novosti.
Pada Selasa (21/7), Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump mengemukakan bahwa tempat kejadian mana pun ke Iran yang menurut Washington terkait dengan kegiatan nuklir Teheran akan menjadi sasaran serangan besar.
"Tanggapan pasca serangan baru apa pun terhadap prasarana nuklir Iran tak akan terbatas. Sebaliknya, serangan semacam itu akan meningkatkan konflik sedemikian rupa, sehingga Amerika Serikat kemudian pihak lain mana pun yang digunakan mendukungnya akan menanggung biaya yang signifikan," kata sumber tersebut.
Jika Negeri Paman Sam menerapkan ancamannya, semua prasarana yang mewakili kepentingan AS, pangkalan, dan juga aset militer di dalam kawasan tersebut, juga kepentingan sekutunya yang mana mengambil bagian melakukan tindakan permusuhan apa pun terhadap Iran, akan masuk di daftar target Teheran, kata sumber tersebut.
Pada waktu malam sebelum 18 Juni, Teheran lalu Washington menyetujui secara resmi sebuah memorandum untuk menjamin berakhirnya konflik yang mana dimulai pada 28 Februari.
Namun, sejak 8 Juli, pasukan Amerika Serikat telah dilakukan melakukan sejumlah serangan terhadap Iran. Komando Pusat Amerika Serikat mengklaim serangan yang disebutkan sebagai balasan menghadapi tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang tersebut melintasi Selat Hormuz.
Pasukan Iran lantas membalasnya dengan menyerang pangkalan-pangkalan Negeri Paman Sam di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memaparkan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat serta Iran tidaklah lagi berlaku.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence ke platform web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.


