otomotif

Perusahaan milik Amazon mengejutkan kembali seluruh robotaxi-nya

Amerika Serikat (ANTARA) – Zoox, perusahaan pengembang kendaraan otonom milik Amazon, menantang kembali 105 unit robotaxi otonomnya menyusul insiden yang mana menunjukkan permasalahan perangkat lunak mobil swakemudi dalam mendeteksi asap tebal di dalam kedudukan kebakaran.

Menurut siaran Carscoops pada Hari Senin (20/7), pengunduran kembali seluruh armada robotaxi otonom milik Zoox dilakukan setelah regulator federal Amerika Serikat mengingatkan para pengembang kendaraan otonom agar memperbaiki sistem untuk mengenali juga merespons situasi darurat.

Berdasarkan dokumen yang tersebut diajukan ke National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), permasalahan ini memengaruhi seluruh robotaxi Zoox yang tersebut menggunakan perangkat lunak yang digunakan dipasang antara 23 April kemudian 15 Juli 2026.

Zoox menyatakan bahwa jarak pandang yang digunakan berkurang akibat asap tebal dapat meningkatkan risiko kecelakaan atau mengganggu pekerjaan pelaku tanggap darurat. Perusahaan tiada dapat membiarkan risiko semacam itu berjalan lagi.

Penarikan robotaxi Zoox tidak lepas dari insiden pada 20 Juni 2026 yang digunakan melibatkan satu kendaraan tanpa penumpang milik perusahaan.

Menurut perusahaan, robotaxi itu sempat memasuki area dengan asap tebal yang dimaksud meliputi lokasi kebakaran yang digunakan belum dipasangi kerucut sebelum melakukan pengereman mendadak dan berusaha membelok untuk menghindarinya.

Dengan arahan operator jarak jauh, robotaxi tersebut kemudian mundur juga meninggalkan dari area kejadian.

Setelah itu, pelaku pemadam kebakaran menghentikan dua dari tiga lajur jalan menggunakan kerucut pembatas.

Baca juga: Amazon Zoox rilis angkutan robotaxi tanpa supir

Zoox menyatakan bahwa tidaklah ada orang yang terdampar yang dimaksud terluka pada insiden yang dimaksud melibatkan robotaxi ​​​​​​​miliknya. Perusahaan juga tidaklah menemukan kejadian sama pada penyelidikan internal.

Alih-alih mengganti komponen perangkat keras, Zoox merilis pembaruan perangkat lunak yang digunakan dirancang untuk meningkatkan kemampuan sistem pada mengenali juga merespons asap tebal, diantaranya asap dari kebakaran kendaraan listrik.

Perusahaan menyatakan telah terjadi menerapkan langkah-langkah operasional sementara untuk mengempiskan kemungkinan kendaraan dia memasuki area kebakaran yang tersebut masih terlibat sebelum pembaruan perangkat lunak selesai.

Pembaruan perangkat lunak diterapkan pada seluruh armada robotaxi Zoox pada 15 Juli 2026.

Jadi, para penumpang dapat merasa lebih tinggi tenang dikarenakan kejadian seperti ini setidaknya seharusnya tidak ada akan berjalan lagi.

Baca juga: Otak robotaxi Waymo tak bisa saja kenali jalan tol yang digunakan ditutup

Kepala Penasihat Hukum NHTSA Jonathan Morrison pekan tak lama kemudian mengirim surat terhadap para pengembang kendaraan otonom.

Dalam surat tersebut, ia menyoroti apa yang dimaksud ia gambarkan sebagai "pola yang jelas" tentang bagaimana kendaraan tanpa pengemudi mengganggu pekerjaan pelaku tanggap darurat.​​​​​​​

NHTSA mengutip beberapa jumlah insiden yang melibatkan robotaxi menghalangi ambulans kemudian mobil pemadam kebakaran, atau gagal mengenali lampu darurat yang tersebut berkedip, suar jalan, asap, api, serta kerucut pembatas tak lama kemudian lintas.

Baca juga: Tesla klaim FSD 10x lebih tinggi aman dari manusia, Senator Negeri Paman Sam minta bukti

Baca juga: China berlakukan masa jeda layanan robotaxi imbas insiden mogok massal

Related Articles