olahraga

Prenga siap kejutkan bola tinju ketika hadapi mantan juara Joshua

Ibukota – Petinju kelas berat Kristian Prenga mengaku siap mengejutkan dunia tinju ketika menghadapi mantan juara dunia dua kali kelas berat (minimum 90,7 kg) Anthony Joshua pada 25 Juli ke Jeddah, Arab Saudi.

"(Pertarungan berperang melawan Anthony Joshua) ini akan mengubah hidupku di mana aku mengejutkan dunia," kata Kristian Prenga di laporan The Ring yang tersebut dipantau ke Jakarta, Rabu.

Prenga menerima panggilan telepon dari manajernya, Keith Sullivan, serta menerima kabar tentang sebuah potensi yang mana akan mengubah hidupnya yaitu bertarung berjuang melawan Anthony Joshua.

Petinju kelahiran Albania yang dimaksud tinggal di dalam New Jersey itu mengaku terkejut mendapat kabar yang disebutkan ketika dirinya sedang bersiap-siap pergi ke gym untuk pertemuan latihan.

Prenga mengutarakan terhadap manajernya bahwa ia akan berhadapan dengan siapa pun, tetapi tidaklah ada gunanya mengambil pertarungan berisiko tinggi jikalau tidaklah ada imbalan, baik dari segi uang maupun kesempatan yang tersebut diciptakan oleh pertarungan tersebut.

Bagi Prenga, pertarungan berjuang melawan Joshua merupakan kesempatan yang sudah pernah lama ditunggu-tunggu. "Tuhan telah dilakukan memberkati saya dengan kesempatan ini, jadi mari kita lakukan," katanya.

Petinju berusia 35 tahun itu memaparkan bahwa dirinya telah mantap dengan langkah berjuang melawan Joshua, terlepas dari hasil negosiasi. Setelah beberapa hari bernegosiasi lagi, syarat-syaratnya disepakati kemudian ditandatangani.

Prenga yang tersebut mempunyai rekor 20 kemenangan yang tersebut semuanya diraih dengan knockout (KO) kemudian satu kekalahan, menyadari besarnya tugas yang mana ada di hadapannya. Ia adalah underdog, tetapi masih yakin bahwa ia siap untuk mengejutkan dunia.

Ia menyatakan sudah pernah mengawasi Joshua yang dimaksud juga peraih medali emas Olimpiade London 2012 itu bertarung kemudian ia menjamin dirinya terbuka untuk bertarung dengan nama-nama besar ke divisi kelas berat untuk mengantarnya sebagai penantang peringkat juara dunia.

"Ini adalah kesempatan besar bagi saya," katanya.

Memiliki pukulan bertenaga, ukuran tubuh, kemudian kemampuan atletik menimbulkan Prenga merasa dirinya merupakan petinju yang dimaksud berbahaya. Ia meyakini pukulannya yang mana kuat dapat melukai lawan mana pun.

Pertarungan itu secara luas dianggap sebagai pemanasan bagi Joshua sebelum menghadapi Tyson Fury, yang mana bertarung sehari sebelumnya berhadapan dengan mantan penantang gelar kejuaraan globus yang mana telah merosot performanya, Mariusz Wach, pada Pattaya, Thailand.

Setelah jeda selama satu dekade, keduanya diperkirakan bertarung pada pertarungan besar antarpetinju Inggris pada akhir tahun ini. Prenga mengaku tidaklah merasa terganggu dan juga menyadari situasi yang dimaksud ada. Ia ingin membuktikan bahwa Joshua menyebabkan kesalahan besar dengan memilihnya sebagai lawan.

"Setelah saya mengalahkan Joshua, kemungkinan besar saya dapat menggantikannya sebagai lawan Fury," katanya.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada platform web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles