
Ibukota Indonesia – Pelatih kepala Tim Nasional Sepak Bola Indonesi John Herdman fokus mempersiapkan skuad Garuda untuk menghadapi dua kejuaraan terdekat, Piala AFF kemudian Piala FIFA ASEAN.
"Kita menghadapi kejuaraan AFF yang digunakan akan datang segera. Dan kemudian, seperti yang digunakan dijelaskan Pak Thohir, kita menghadapi FIFA ASEAN yang mana akan datang, yang mana menurut saya kedua pertandingan yang disebutkan sangat menantang bagi kita," kata Herdman setelahnya menghadap Presiden Prabowo Subianto ke Hambalang, Daerah Bogor, Jumat.
Herdman menyatakan dukungan penuh pemerintah lalu seluruh penduduk menjadi komponen krusial bagi kesuksesan grup nasional.
Ia menjelaskan bahwa kompetisi AFF memberikan kesempatan bagus bagi beliau di mencoba kemudian menyimpulkan kualitas para pemain lokal di dalam level internasional.
FIFA ASEAN berubah jadi kesempatan penting untuk mengoleksi para pemain terbaik demi meraih penghargaan juara.
Herdman menegaskan Negara Indonesia harus menjuarai pertandingan FIFA ASEAN guna membuktikan kualitas pasukan sebagai salah satu yang dimaksud terbaik di Asia Tenggara.
"FIFA ASEAN adalah kejuaraan yang tersebut harus kita menangkan untuk menunjukkan bahwa kita berada ke puncak dalam Asia Tenggara. Dan ini adalah langkah penting yang perlu kita ambil, juga untuk menyebabkan pulang trofi sekarang," ucapnya.
Herdman mengungkapkan Presiden mempunyai hasrat yang mana sejenis besar dengan seluruh rakyat Indonesi untuk mengamati regu nasional lolos ke Piala Planet 2030.
"Beliau adalah salah satu dari 280 jt pendatang yang ingin kita lolos ke Piala Bumi tahun 2030. Semua yang tersebut kita lakukan, setiap hari kita bangun, kita terobsesi dengan kualifikasi itu, dikarenakan itu akan mengubah segalanya ke negara kita selamanya," tutur Herdman.
Herdman bertemu dengan Prabowo untuk pertama kalinya didampingi oleh Menteri Pemuda kemudian Olahraga yang juga Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan ke laman web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



