
Teheran – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi pada Selasa (16/6) menyampaikan bahwa perundingan antara Iran kemudian Amerika Serikat (AS) terkait kesepakatan akhir akan dimulai pada hari terakhir pekan (19/6) pasca kedua pihak secara resmi mengesahkan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk mengakhiri perang, menurut kantor berita resmi Iran, IRNA.
Araghchi menyampaikan hal itu di sebuah pertandingan dengan para diplomat asing dalam Teheran, ibu kota Iran, sembari memaparkan isi MoU perdamaian yang dimaksud difinalisasi pada Akhir Pekan (14/6) antara Iran dan juga Amerika Serikat melalui mediasi Pakistan.
"Putaran baru perundingan antara Iran juga Negeri Paman Sam untuk mencapai kesepakatan akhir kemungkinan akan dimulai pada hari terakhir pekan pada tempat kejadian yang tersebut akan ditentukan," tutur Araghchi, seraya menjelaskan bahwa mengingat sulitnya mencapai kesepakatan antara Iran kemudian Negeri Paman Sam akibat "agresi kriminal" Amerika Serikat dan juga negara Israel terhadap negaranya, "kami akhirnya memutuskan untuk membagi perundingan berubah menjadi dua tahap."
Dia mengungkapkan tahap pertama berkaitan dengan finalisasi MoU untuk isu-isu seperti penghentian perang, Selat Hormuz, blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran, aset-aset Iran yang dibekukan, juga rekonstruksi kerusakan akibat perang. Araghchi menambahkan bahwa pada tahap kedua, perundingan akan dilanjutkan selama 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir persoalan isu nuklir juga pencabutan sanksi terhadap Iran.
Araghchi menyatakan pada tahap pertama, hal terpenting yang tersebut akan terbentuk adalah pemberitahuan berakhirnya perang, seraya menekankan, "Berdasarkan kebijakan yang digunakan kami buat, penghentian pertempuran juga sudah diberitahukan pada Mulai Pekan (15/6) pagi pada waktu kesepakatan itu difinalisasi, tetapi pemberlakuan resmi MoU yang dimaksud akan dimulai pada Jumat."
Sang menlu mengumumkan penghentian pertempuran "segera dan juga permanen" di dalam semua front, salah satunya Lebanon, kemungkinan berubah jadi isu paling penting pada MoU itu, seraya menyatakan bahwa hal ini dikarenakan adanya keterkaitan antara peperangan di Lebanon serta "agresi" negeri Israel dalam Lebanon selatan dengan konflik menghadapi Iran, yang memproduksi kedua front yang dimaksud pada masa kini saling terhubung lalu bergantung satu mirip lain.
Araghchi menggambarkan penghentian peperangan di dalam Lebanon sebagai bagian "tak terpisahkan" dari MoU perdamaian Iran-AS, sembari menekankan "Penghentian pertempuran juga mencakup berakhirnya pendudukan (Israel). Penghentian konflik tiada lengkap tanpa pengunduran pasukan negeri Israel dari wilayah-wilayah (Lebanon) yang dimaksud merek duduki di konflik ini."
Araghchi menekankan bahwa mulai ketika ini, Iran menganggap setiap serangan militer yang dilancarkan oleh tanah Israel terhadap Lebanon juga pendudukan yang mana terus berlanjut melawan wilayah-wilayah Lebanon sebagai pelanggaran terhadap MoU perdamaian.
AS, Pakistan, dan juga Iran pada Mulai Pekan pagi mengumumkan finalisasi MoU perihal penghentian peperangan menyusul perundingan selama beberapa pekan, juga menambahkan bahwa hal itu akan resmi diteken dalam Swiss pada Jumat.
Pada 28 Februari, tanah Israel lalu Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran serta kota-kota lain ke Iran. Iran meresponsnya dengan gelombang serangan rudal serta drone yang berusaha mencapai negara Israel dan juga pangkalan-pangkalan juga aset Amerika Serikat di dalam kawasan tersebut. Selesai
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di web web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.


