
Kupang – Manajer serta pemain putri klub sepak bola selama Jerman Hamburger Sport-Verein (HSV) berkunjung ke Pusat Kota So'e Kota Timor Tengah Selatan (TTS) Nusa Tenggara Timur serta berlatih sepak bola dengan anak perempuan ke tempat itu melalui acara pemberdayaan melalui olahraga.
Direktur Rencana Plan Nusantara Ida Ngurah ditemui pada Kupang, Rabu malam, memaparkan sepak bola tak cuma berubah menjadi sarana olahraga, tetapi juga ruang bagi anak perempuan untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan lalu keberanian menembus bermacam batasan sosial.
“Sepak bola miliki kekuatan untuk menyatukan dan juga menginspirasi. Namun, bagi Plan Indonesia, sepak bola juga merupakan ruang bagi anak perempuan untuk belajar memimpin, merancang kepercayaan diri, juga menantang norma gender yang mana masih membatasi mereka," katanya.
Dia menyatakan Plan ingin menjamin lebih besar berbagai anak perempuan miliki kesempatan yang mana setara untuk berkembang, baik di dalam pada maupun pada luar lapangan,” katanya.
Kegiatan hasil kolaborasi Plan Indonesia, Plan Jerman, dan juga HSV yang disebutkan memanfaatkan sepak bola sebagai sarana penguatan kapasitas anak perempuan sekaligus memacu kesetaraan gender.
Melalui pertemuan latihan, diskusi, kemudian pertukaran pengalaman, para kontestan belajar teknik bermain sepak bola, kerja sejenis tim, kepemimpinan, dan juga memulai pembangunan kepercayaan diri untuk berpartisipasi di olahraga tanpa memandang gender.

Pemain sekaligus kapten HSV putri, Pauline Machtens mengaku terkesan dengan semangat para kontestan selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Merupakan kehormatan bagi kami sanggup berbagi pengalaman dengan anak-anak perempuan dalam Indonesia, khususnya di dalam NTT. Kami mengamati semangat yang luar biasa dari mereka. Kami berharap mereka terus percaya pada kemampuan diri sendiri lalu berani mengejar impian mereka, baik di dalam di maupun ke luar lapangan,” ujarnya.
Menurut dia, anak-anak Tanah Air khususnya NTT, terlebih anak-anak perempuan pada TTS mempunyai kualitas yang tersebut bagus di hal sepak bola, namun sayangnya minim akan fasilitas.
Dalam kesempatan yang disebutkan bekerja sejenis dengan Plan Jerman, kapten HSV itu berubah menjadi sponsor untuk salah satu peserta, yakni Agnes (13), pelajar SMP jika TTS yang digunakan tergabung pada kegiatan Girls Football 3.0 Plan Indonesia.
"Saya berharap beliau bisa saja mengejar mimpinya, lalu pendatang tuanya juga sangat mendukung. Saya sempat berbicara dengan khalayak tuanya," ujarnya.
Agnes yang dimaksud sebelumnya turut menyebabkan timnya meraih tempat kedua pada kejuaraan sepak bola pada TTS pada Februari 2026 itu berharap dapat terus mengembangkan kemampuannya dalam globus sepak bola.
“Saya sangat senang bisa jadi berlatih sama-sama para pemain sepak bola dari Jerman. Pengalaman ini menciptakan saya semakin percaya diri lalu terinspirasi untuk terus berlatih agar suatu hari nanti mampu berubah jadi pemain sepak bola profesional dan juga membanggakan wilayah saya,” katanya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence ke laman web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



