
PBB – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak tanah Israel lalu Hizbullah untuk menghentikan pertempuran, demikian disampaikan juru bicaranya pada Mulai Pekan (15/6).
"Pesannya adalah untuk menghentikan pertempuran," kata Stephane Dujarric, juru bicara (jubir) sekjen PBB, ketika ditanya persoalan arahan Guterres seiring munculnya pernyataan-pernyataan yang dimaksud saling bertentangan terkait Lebanon sehubungan dengan kesepakatan Amerika Serikat (AS)-Iran.
Mengenai Hizbullah, Dujarric menyatakan pesannya adalah "untuk memungkinkan pemerintah Lebanon memegang kendali utama berhadapan dengan persenjataan serta otoritas pada seluruh wilayahnya, dan juga agar negeri Israel menghormati integritas teritorial serta kedaulatan Lebanon."
"Dan kami ingin mengamati akhir dari pertempuran tersebut, sehingga beratus-ratus ribu warga Lebanon yang tersebut ingin pulang ke rumah dapat kembali ke rumah untuk mulai mendirikan kembali, dan juga warga di dalam negeri Israel dapat kembali pulang ke wilayah utara," ujarnya.
Dujarric mengingatkan bahwa PBB belum mengamati teks kesepakatan tersebut.
Sang sekjen berpandangan bahwa Negeri Paman Sam dan juga Iran, juga negara-negara lain pada kawasan Teluk, wajib melakukan apa pun yang mereka bisa jadi untuk memverifikasi perdamaian permanen terjaga, tutur jubir itu.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI ke laman web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



