
Hamilton, Kanada – Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengumumkan perampasan aset mata uang kripto Iran senilai hingga 1 miliar dolar Amerika Serikat (Rp17,8 triliun) juga upaya koordinasi dengan sekutu dalam Eropa untuk merebut aset-aset lain yang dimaksud terkait dengan Teheran.
"Saya yakin kami telah terjadi merampas aset kripto merekan senilai sekitar 1 miliar dolar," kata Bessent pada Jumat, sembari menambahkan bahwa Amerika Serikat seperti "langsung mengambil dompet mereka".
Ia bahkan mengatakan sebagian pemegang aset tak sadar aset dia telah terjadi dirampas. "Sebagian dari merekan kemungkinan besar masih mengetik pada waktu ini, lalu sadar kalau mereka itu tidak ada sadar dompet merekan telah diambil," kata dia.
Menkeu Amerika Serikat mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan sekutu-sekutunya untuk melakukan perampasan aset yang digunakan lebih tinggi luas lagi.
"Kami bekerja mirip dengan sekutu-sekutu di dalam seluruh Eropa untuk merampas vila-vila, rumah-rumah, serta properti," tutur Bessent yang tersebut mengeklaim langkah yang dimaksud adalah untuk memulihkan dana yang tersebut dicuri dari rakyat Iran.
"Aset-aset yang disebutkan berasal dari uang yang tersebut dicuri dari rakyat Iran," kata Menkeu AS.
Menkeu Amerika Serikat juga mengatakan infrastruktur ekspor minyak Iran pada Pulau Kharg telah tertutup menyusul blokade laut AS.
Ia menambahkan bahwa serangan Iran terhadap negara-negara Teluk justru berubah menjadi bumerang di taraf diplomasi, akibat dia sekarang ini bermetamorfosis menjadi "mitra yang dimaksud sangat baik" di upaya menindak Teheran lewat jalur finansial.
Karena itu, Amerika Serikat pun dapat membekukan tabungan bank jika Iran di dalam kawasan, ucap Bessent.
Sumber: Anadolu
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan ke web web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



