
Teheran – Komando militer utama Iran, Markas Pusat Khatam al-Anbiya, pada Hari Sabtu (30/5) memaparkan angkatan bersenjata Iran sedang menjalankan pengelolaan menghadapi Selat Hormuz dengan otoritas penuh, demikian dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA.
Saat menyampaikan hal yang dimaksud pada sebuah pernyataan, pihak markas pusat itu menekankan bahwa untuk melintasi jalur perairan itu, semua kapal, diantaranya kapal komersial serta kapal tanker minyak, wajib melintasi rute-rute yang digunakan telah terjadi ditentukan oleh Iran lalu memperoleh izin melintas dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Markas pusat itu menyampaikan peringatan bahwa angkatan bersenjata Iran akan merespons setiap tindakan kapal militer yang berupaya bergabung campur di pengelolaan Selat Hormuz atau mengganggu sesudah itu lintas di dalam jalur perairan tersebut.
Sementara itu, Angkatan Laut IRGC pada Hari Sabtu menyatakan bahwa 20 kapal sudah melintasi selat yang disebutkan di 24 jam terakhir melalui koordinasi dengan pasukannya lalu otoritas maritim Iran, menurut kantor berita semiresmi Iran, Fars.
Fars mengutip pernyataan dari banyak pejabat Angkatan Laut IRGC yang menyebutkan bahwa kapal-kapal yang disebutkan memperoleh izin untuk melintasi selat sebab keperluan negara merekan akan beberapa komoditas seperti pupuk kimia.
Iran memperketat kendalinya melawan Selat Hormuz mulai 28 Februari, pada saat negara itu melarang kapal-kapal milik atau yang mana berafiliasi dengan negara Israel dan juga Amerika Serikat (AS) untuk melintas dengan aman, menyusul serangan gabungan AS-Israel terhadap wilayah Iran.
AS juga memberlakukan blokade laut pada Selat Hormuz, menghindari kapal-kapal yang mana berlayar menuju juga dari pelabuhan-pelabuhan Iran melintasi jalur perairan itu.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence dalam laman web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



