
DKI Jakarta – Pemegang tiga sabuk juara globus kelas berat ringan (79,3kg) WBA, IBF, lalu WBO Dmitry Bivol akan naik ring menghadapi Michael Eifert pada Yekaterinburg, Rusia, 30 Mei mendatang.
"Bivol memasuki pertarungan penyatuan penghargaan dengan kedudukan yang kokoh sebagai salah satu juara tinju paling dominan dalam dunia," demikian pernyataan World Boxing Association (WBA) di laman resminya yang mana dipantau dalam Jakarta, Jumat.
Dalam laga terakhirnya, Bivol membalas satu-satunya kekalahan di kariernya dengan mengalahkan Artur Beterbiev pada pertandingan ulang dia pada Februari 2025.
Kemenangan itu mengantarnya berubah menjadi juara sejati dengan memegang empat sabuk yaitu WBA, WBC, IBF, kemudian WBO, sekaligus mempertajam rekor berubah jadi 24 kemenangan (12 KO) juga satu kekalahan.
Namun, juara jika Rusia itu kemudian mengurangi sabuk WBC sehingga sekarang statusnya adalah unified champion dengan tiga sabuk utama yaitu WBA, IBF, WBO.
Berbekal ketepatan yang dimaksud luar biasa, kekuatan pukulan, dan juga pergerakan kaki yang tersebut sulit ditebak, Bivol telah lama mengubah ring berubah menjadi seolah papan catur dalam mana lawan jarang berhasil mengatasi jarak atau waktu yang tersebut tepat.
Bagi Bivol, pertarungan mendatang merupakan kesempatan emas lainnya untuk terus membersihkan divisi juga menguatkan prestise sabuk sabuk pada kelas 175 pon.
Lawan yang tersebut akan yang dihadapinya adalah penantang berbahaya selama Jerman Michael Eifert yang dimaksud datang dengan status juara dunia sementara kelas berat ringan IBF.
Eifert adalah seseorang petarung yang tersebut kuat secara fisik dan juga disiplin secara taktik yang sudah pernah mendapatkan kesempatan untuk merebut gelar kejuaraan juara globus melalui kegigihan lalu penampilan yang tersebut konsisten.
Membawa rekor 13 kemenangan (lima KO) serta satu kekalahan,ia datang sebagai penantang yang digunakan haus akan kejayaan yang dimaksud akan menentukan kariernya, menyebabkan juga gaya agresif namun teratur yang dimaksud dibangun ke sekitar jumlah pukulan yang tersebut solid juga kekuatan yang mana patut diwaspadai.
Eifert, yang sepenuhnya menyadari bahwa ia menghadapi salah satu teknisi pertahanan terbaik di olahraga ini, harus memberikan tekanan yang dimaksud mencekik sejak bel pembukaan, membatasi ruang gerak lawan secara efektif, juga memiliki target tubuh Bivol di upaya untuk memperlambat langkah sang juara.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence pada portal web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



