
Ibukota – PSIM Yogyakarta bangkit lalu selamat dari kekalahan sewaktu menjamu PSBS Biak setelahnya bermain imbang dengan skor 2-2 pada pekan ke-15 BRI Super League ke Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin.
Pada pertandingan ini PSIM Yogyakarta dapat menyamakan kedudukan melalui Ze Valente lalu Ezequiel Vidal, sedangkan PSBS Biak sempat unggul terlebih dahulu melalui Eduardo Barbosa dan juga Ruyery Blanco, demikian catatan I.League.
Selain itu, PSIM Yogyakarta dapat mengamankan hasil imbang walau harus mengakhiri pertandingan dengan 10 pendatang pasca bek sayap Raka Cahyana mendapatkan kartu meraih pada menit 87.
Hasil imbang ini menyebabkan PSIM Yogyakarta masih tertahan dalam kedudukan kelima klasemen sementara Super League dengan 24 poin dari 15 laga, sedangkan PSBS Biak berada dalam sikap 15 dengan 13 poin.
PSBS dapat unggul terlebih dahulu pada menit ke-13 setelahnya umpan dari Luquinhas dapat dikonversikan berubah menjadi gol oleh gelandang Eduardo Barbosa sehingga skor berubah bermetamorfosis menjadi 1-0.
Luquinhas kembali berubah menjadi aktor penting pasca berhasil mengirimkan umpan terhadap Ruyery Blanco yang tersebut mampu menciptakan gol kedua untuk PSBS sehingga skor berubah berubah menjadi 2-0 pada menit 40 pasca memanfaatkan serangan balik cepat.
PSIM berupaya untuk setidaknya memperkecil ketertinggalan serta mendapatkan kesempatan emas setelahnya diberikan hadiah tendangan penalti oleh wasit sebab Fahreza Sudin dilanggar ke kotak terlarang PSBS.
Ze Valente yang mana maju sebagai algojo sukses melaksanakan tugasnya dengan baik pasca eksekusinya tak bisa jadi ditebak oleh kiper PSBS Kadu Monteiro sehingga skor berubah berubah menjadi 1-2 pada menit 45+1.
Memasuki sesi kedua, PSIM dapat menyamakan kedudukan pada menit 48 pasca umpan dari Reva Adi Utama dapat dikonversikan berubah jadi gol melalui sundulan Ezequiel Vidal sehingga skor kembali sejenis kuat 2-2.
Pada waktu yang mana tersisa, baik PSIM juga PSBS berupaya untuk mencari gol kemenangan, akan tetapi hingga laga usai, skor 2-2 untuk kedua kelompok terus bertahan.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di dalam web web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



