
Tokyo – Presiden Donald Trump pada Rabu memaparkan Amerika Serikat terbuka untuk melanjutkan serangan terhadap Iran apabila Teheran tidaklah cukup mematuhi ketentuan di perjanjian perdamaian awal terbaru antara kedua pihak.
Trump, yang tersebut mengunjungi Forum Derajat Tinggi (KTT) Grup Tujuh (G7) pada Prancis, menegaskan bahwa apa yang dimaksud disebut sebagai memorandum antara Amerika Serikat juga Iran, yang dimaksud menyerukan penghentian pertempuran dan juga pengaktifan kembali Selat Hormuz, bukanlah bersifat final.
“Jika saya bukan menyukainya, kami akan kembali menembaki mereka, menjatuhkan bom dalam menghadapi kepala mereka,” kata Trump untuk media ketika memulai pertemuannya dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, yang dimaksud berlangsung pada sela-sela KTT tersebut.
“Jika dia tidaklah berperilaku baik, kami akan segera kembali menjatuhkan bom tepat dalam tengah-tengah kepala mereka,” sambungnya.
Amerika Serikat juga Iran mengemukakan bahwa memorandum yang dimaksud akan menunda gencatan senjata selama 60 hari lagi guna memberi waktu bagi kedua negara untuk untuk menegosiasikan kesepakatan final yang tersebut bertujuan mengakhiri peperangan yang dimaksud sudah berlangsung hampir empat bulan.
Syarat-syarat di kesepakatan awal itu juga mencakup pencabutan blokade laut yang dimaksud diberlakukan Amerika Serikat sejak April terhadap seluruh tak lama kemudian lintas maritim yang dimaksud berjuang masuk atau meninggalkan dari pelabuhan-pelabuhan dalam Iran.
Namun hingga saat ini kedua negara belum mengungkap rincian spesifik dari kesepakatan sementara tersebut, yang tersebut akan diformalkan pada Hari Jumat di sebuah upacara ke Swiss.
Setelah berakhirnya KTT tiga hari ke kota resor Evian-les-Bains, Prancis, Trump dijadwalkan mengadakan konferensi pers pada Rabu di malam hari waktu setempat.
Sumber: Kyodo
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada platform web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.


