Tag: Sepak Bola

  • Pelatih lokal Hendri Susilo antar Malut United bungkam Dewa United 3-1

    Pelatih lokal Hendri Susilo antar Malut United bungkam Dewa United 3-1

    “Berkat perjuangan keras para pemain, kita mengungguli pertandingan waktu malam ini. Tidak ada kata lain, puji syukur. Alhamdulillah. Kita mendapat 3 poin,”

    Serang – Pelatih lokal Hendri Susilo sukses mengantar Malut United FC membungkam Dewa United Banten FC dengan kemenangan 3-1 pada laga pembuka BRI Super League 2025/2026 pada Banten International Stadium, Perkotaan Serang, Hari Sabtu (9/8) malam.

    Kemenangan ini menjadi debut manis bagi Hendri, yang mana sempat diragukan kemampuannya sebagai satu-satunya pembimbing lokal di area kompetisi musim ini.

    “Berkat perjuangan keras para pemain, kita meraih kemenangan pertandingan waktu malam ini. Tidak ada kata lain, puji syukur. Alhamdulillah. Kita mendapat 3 poin,” ujarnya.

    Meski sepanjang laga tak berdiri dalam pinggir lapangan, Hendri mengaku tetap saja mengendalikan jalannya pertandingan dari bangku cadangan. “Saya kan sudah ada tua, Mas. Jadi biar yang digunakan muda-muda cuma pada depan. Walaupun semuanya saya kendalikan,” katanya.

    Hendri menjelaskan alasan striker David Da Silva baru dimainkan di dalam putaran kedua. “Di latihan terakhir sempat mengeluh di dalam hamstring. Kita tidak ada mau berjudi, jadi saya menetapkan main di tempat fase kedua kalau ia siap,” ujar dia.

    Terkait penampilan tim, Hendri mengaku belum dapat menilai secara penuh lantaran ini laga pertama.

    “Kita masih sejumlah kesalahan yang harus diperbaiki, baik individu, chemistry, maupun pemahaman taktikal. Tapi hasil ini modal bagus untuk ke depan,” ujarnya.

    Kunci kemenangan, menurutnya, adalah kebersamaan. “Saya ini ahli kampung, kemungkinan besar rezekinya yang mana baik. Kunci Penting sukses kita itu kebersamaan. Keharmonisan pemain, pelatih, juga owner, baik dalam ruang ganti maupun dalam lapangan, itu yang dimaksud kita jaga,” ujar Hendri.

    Bek kanan Malut FC Riyan Ardiansyah menambahkan bahwa tekad dengan menjadi penentu hasil positif ini. “Kita kerja keras, kerja kompak, serta punya mentalitas baik untuk Malut. Kemenangan gemilang ini modal berharga untuk pertandingan selanjutnya,” katanya.

    Meski puas dengan hasil perdana, Hendri menegaskan perjalanan kompetisi masih panjang. “Kompetisi masih jauh, kita belum sanggup bicara banyak. Tapi kita akan kerja keras lagi,” kata dia.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di area situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Mengapa pesepak bola pada waktu ini melubangi kaus kakinya? Hal ini alasannya

    Mengapa pesepak bola pada waktu ini melubangi kaus kakinya? Hal ini alasannya

    ligapedianews.com Ibukota – Dalam beberapa tahun terakhir, rakyat sepak bola kerap menjumpai hal tak biasa di penampilan para pemain profesional di tempat lapangan hijau, yakni adanya sobekan atau lubang pada kaus kaki mereka, khususnya pada bagian belakang kaki atau area betis. Fenomena ini bukanlah akibat kerusakan semata, melainkan dijalankan secara sengaja oleh para pemain dengan tujuan tertentu.

    Melubangi kaus kaki di area area betis pada masa kini menjadi tren yang dimaksud cukup umum di area kalangan pesepak bola, termasuk pada event bergengsi seperti Piala Eropa (Euro) 2024. Beberapa pemain seperti Jude Bellingham, Bukayo Saka, dan juga Conor Gallagher bahkan terlihat mengenakan kaus kaki bolong ketika meningkatkan kekuatan kelompok nasional Inggris.

    Tujuan utama dari tindakan ini adalah untuk menghurangi tekanan pada otot betis. Kaus kaki sepak bola profesional biasanya dirancang ketat agar mampu menopang pelindung tulang kering (shin guard). Namun, bagi pemain dengan otot betis yang dimaksud besar juga menonjol, kaus kaki ketat dapat menyebabkan ketidaknyamanan hingga menghambat sirkulasi darah. Melubangi bagian belakang kaus kaki dipercaya membantu otot “bernapas” lebih lanjut baik juga meningkatkan aliran darah ke area tersebut.

    Langkah ini juga dinilai dapat mengempiskan risiko cedera otot juga meningkatkan performa pemain, khususnya pada pertandingan berintensitas tinggi.

    Bek jika Inggris, Mason Holgate, menjadi salah satu pemain yang sempat menjadi sorotan oleh sebab itu kaus kaki bolongnya. Namun, ia bukanlah yang mana pertama melakukannya. Beberapa tahun sebelumnya, duo bek Inggris, Kyle Walker juga Danny Rose, telah dilakukan lebih besar dahulu terlihat mengenakan kaus kaki yang digunakan dilubangi.

    Fenomena ini juga pernah mengakibatkan kontroversi. Mantan bek Valencia, Ezequiel Garay, pernah diminta mengganti kaus kaki oleh wasit oleh sebab itu dianggap tiada sesuai dengan aturan berpakaian pada pertandingan. Meski demikian, berdasarkan Law 4 Laws of the Game yang digunakan ditetapkan oleh International Football Association Board (IFAB), tidak ada ada ketentuan yang mana mengatur secara spesifik tentang panjang atau bentuk kaus kaki, selama kaus kaki masih dapat menutupi pelindung tulang kering dengan baik.

    Sebagian pemain lain memilih model kaus kaki rendah tanpa sobekan, seperti Jack Grealish dari Manchester City, meskipun hal itu dilaporkan lebih besar berkaitan dengan faktor takhayul dibandingkan dengan kenyamanan fisik.

    Selain para pemain Inggris, beberapa bintang dunia juga diketahui pernah mengenakan kaus kaki bolong, antara lain Gareth Bale, Neymar, dan juga Arthur Masuaku.

    Di liga Indonesia sendiri, hal yang disebutkan kerap kali terlihat diadakan oleh Marko Simic ketika masih membela Persija Jakarta.

    Fenomena ini menjadi salah satu contoh bagaimana kenyamanan lalu performa fisik di tempat lapangan dapat mengupayakan pemain melakukan modifikasi terhadap perlengkapan standar, selama tak melanggar regulasi resmi yang digunakan berlaku.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Menpora mengakses Super League 2025/2026 dalam GBT Surabaya

    Menpora mengakses Super League 2025/2026 dalam GBT Surabaya

    ligapedianews.com Surabaya – Menteri Pemuda dan juga Olahraga Dito Ariotedjo melakukan seremoni penendangan bola pertama yang menandakan dimulainya kompetisi BRI Super League 2025/2026 dalam Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Jawa Timur, Hari Jumat malam.

    Sebelum melakukan penendangan bola, puluhan penari menampilkan tarian Eksotika Jawa Timur, yakni pertunjukan seni dan juga budaya yang digunakan menampilkan kekayaan tarian tradisional seperti Tari Remo hingga Tari Jejer Gandrung.

    Selain itu, para penari juga memperagakan aksi Dika 'Aura Farming', yang mana merebak di tempat lomba pacu jalur. Selain itu, penabuh drum T.R.I.A.D dan juga Mahadewa Ikmal Tobing juga turut mengisi instrumen musik bersatu perkusi dari Bonek.

    Setelah Menpora melakukan penendangan bola, laga antara Persebaya dan juga PSIM dengan segera dimulai oleh wasit selama Riau, Rio Putra Permana.

    Pekan perdana Super League musim 2025/2026 dimulai pada hari terakhir pekan dan juga sekaligus menandakan kembali bergulirnya kompetisi sepak bola Indonesia.

    Pekan perdana Super League dimulai oleh pertandingan Borneo FC menjamu Bhayangkara FC di area Stadion Segiri, Samarinda, pukul 15.30 WIB.

    Sementara itu, kompetisi Super League 2025/2026 akan resmi dibuka dengan laga antara Persebaya Surabaya kontra PSIM Yogyakarta.

    Selanjutnya juara bertahan Persib Bandung dijadwalkan akan memulai perjalanan dia pada kompetisi Super League 2025/2026 dengan menjamu Semen Padang di area Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Hari Sabtu (9/8) pukul 15.30 WIB.

    Pekan perdana juga akan menyajikan laga antara penghuni papan menghadapi klasemen akhir Turnamen 1 2024/2025 yang digunakan mempertemukan Dewa United menghadapi Malut United di dalam Stadion Banten International Stadium, Serang, Hari Sabtu (9/8) pukul 19.00 WIB.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pelatih Persebaya kecewa usai tumbang dari PSIM di dalam kandang

    Pelatih Persebaya kecewa usai tumbang dari PSIM di dalam kandang

    ligapedianews.com Surabaya – Pelatih Persebaya Surabaya Eduardo Perez mengaku kecewa dengan hasil pertandingan lawan PSIM Yogyakarta usai ditumbangkan dengan skor 0-1, pada Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Jawa Timur, Hari Jumat malam.

    “Jika kami mencetak gol di tempat fase pertama, pertandingan akan sangat berbeda. Tentu saya kecewa dengan hasil ini, tetapi apa yang dimaksud kami tampilkan di area sesi pertama adalah deskripsi yang dimaksud perlu kami pertahankan," kata Perez ketika konferensi pers pasca pertandingan di area Stadion GBT Surabaya, hari terakhir pekan malam.

    Ia menyatakan, jikalau anak asuhnya sudah mengendalikan permainan di area paruh pertama, namun kehilangan kendali di dalam sesi kedua sebab terlalu berbagai berlari dan juga minim penguasaan bola.

    Ia menegaskan kekalahan ini tidak alasan untuk menurunkan semangat kelompok kemudian harus diperbaiki pada pertandingan selanjutnya.

    "Besok kami mulai berlatih lagi. Kami perlu meningkatkan sejumlah hal dan juga di dalam sepak bola tak punya waktu untuk alasan apa pun. Kami harus terus berjuang," ujarnya.

    Selain itu, ia masih optimistis dengan skuad yang tersebut sudah pernah dimilikinya sebab punya atlet terbaik.

    Meskipun begitu, ia juga mengajukan permohonan maaf untuk Bonek-Bonita, khususnya yang digunakan hadir segera pada stadion, oleh sebab itu tak dapat memberikan kemenangan di area kandang.

    "Kami tahu mereka mengharapkan kemenangan. Kami juga mengharapkannya. Saya harap mereka terus memperkuat di tempat kandang maupun tandang,” ujarnya.

    Sementara itu, kapten regu Persebaya Bruno Moreira mengaku jikalau seluruh pemain sudah pernah berjuang keras untuk mendapatkan hasil positif.

    “Sayangnya, kami melewatkan beberapa kesempatan yang dimaksud tidaklah boleh kami lewatkan. Kami kalah, dan juga itu kenyataannya,” katanya.

    Klasemen sementara, Persebaya menduduki peringkat ke-5 dengan poin 0, sedangkan PSIM menempati peringkat kedua dengan tiga poin.

    Pada pertandingan selanjutnya, Persebaya akan dijamu Persita Tangerang pada Hari Sabtu (16/8), di dalam Stadion Indomilk Arena. Sementara PSIM akan menjamu Arema FC di dalam hari yang mana identik dalam Stadion Maguwoharjo, Sleman.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di area situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • PSIM Yogyakarta ukir kemenangan perdana pada BRI Super League

    PSIM Yogyakarta ukir kemenangan perdana pada BRI Super League

    ligapedianews.com Surabaya – PSIM Yogyakarta mengawali kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan mengukir kemenangan perdana BRI Super League 2025/2026, usai menundukkan tuan rumah Persebaya Surabaya satu gol tanpa balas di dalam Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Hari Jumat malam.

    Pelatih PSIM Yogyakarta Jacobus Johannes Martinus Paulus Van Gastel mengaku kemenangan yang disebutkan menjadi sinyal kebangkitan klub berjulukan Laskar Mataram pasca 18 tahun absen dari kompetisi kasta tertinggi.

    "Ini standar keunggulan kemudian kami akan melanjutkan dalam pertandingan berikutnya,” kata Van Gastel pada waktu konferensi pers setelahnya pertandingan di area Stadion GBT Surabaya, Hari Jumat (8/8) malam.

    Menurut Van Gastel, timnya tampil solid walau pertandingan berjalan ketat di area kedua sisi juga ia berterima kasih dikarenakan berkat gol di area akhir pertandingan menjadi penentu kemenangan serta membuatnya makin senang bisa saja menang di dalam laga pekan perdana.

    Debut di area Indonesia juga menjadi pengalaman tersendiri bagi ahli dengan syarat Belanda itu kemudian menilai memberikan energi tambahan bagi tim.

    "Atmosfernya mengingatkan saya pada pada waktu di area Belanda, para penggemar di area di tempat ini sangat antusias juga itu menciptakan saya bersemangat,” ujarnya.

    Van Gastel juga menekankan pentingnya peningkatan standar permainan pasca pemasaran dari Kompetisi 2.

    Menurutnya, intensitas di tempat Kejuaraan Utama lebih lanjut tinggi sehingga seluruh pemain harus menyesuaikan diri.

    “Jika kami bermain dalam bawah standar, kami akan kalah dan juga itu sangat bukan nyaman,” tuturnya.

    Van Gastel juga menegaskan bahwa kemenangan dalam Surabaya menjadi pernyataan bagi kelompok lain bahwa PSIM tidak sekadar pasukan promosi.

    Ia bahkan berharap agar timnya bisa saja masuk lima besar di tempat kompetisi BRI Super League 2025/2026.

    “Kami bukanlah pasukan yang mana hanya saja datang untuk bertahan, kami ingin bersaing di area papan atas. Saya berharap kami mampu masuk lima besar,” ujarnya.

    Sementara itu, pemain PSIM Yusaku Yamadera mengakui laga pembuka musim tak mudah bagi timnya.

    Bahkan, kata dia, persiapan pramusim yang digunakan singkat menjadi tantangan, namun kerja mirip kemudian komunikasi yang mana baik antar pemain menjadi kunci kemenangan.

    “Kami bekerja keras kemudian saling berkomunikasi, itulah kuncinya,” katanya.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • PSIM bungkam tuan rumah Persebaya satu gol tanpa balas

    PSIM bungkam tuan rumah Persebaya satu gol tanpa balas

    ligapedianews.com Surabaya – PSIM Yogyakarta membungkam tuan rumah Persebaya Surabaya dengan skor 1-0, melalui gol Norberto Ezequiel Vidal, pada pertandingan pekan pertama BRI Super League 2025/2026 dalam Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Hari Jumat malam.

    Jalannya pertandingan, Persebaya membuka serangan sejak menit pertama untuk mencari prospek gol cepat ke gawang PSIM yang dimaksud dikawal oleh Cahya Supriadi.

    Persebaya membuka potensi pertamanya lewat sontekan Malik Risaldi pada menit ke-11 pasca mendapat umpan dengan segera dari Bruno Moreira, namun masih bisa jadi dihadang pemain belakang PSIM.

    Satu menit kemudian, giliran gelandang Persebaya Toni Firmansyah mendapatkan prospek pasca menerima umpan Rivera, namun bola tendangannya masih melebar di tempat sebelah kiri gawang Cahya Supriadi.

    Anak asuh Eduardo Perez kembali mendapat potensi pada menit ke-19 lewat sundulan Dejan Tumbas setelahnya mendapat umpan dari Catur Pamungkas, sayang bolanya mengarah ke penjaga gawang Cahya Supriadi.

    Pada menit ke-21, PSIM meraih potensi pertamanya lewat tendangan Corfe yang mana lepas dari penjagaan pemain belakang Persebaya. Sayang tendangannya masih melambung tinggi pada melawan mistar gawang Persebaya yang dimaksud dikawal Ernando Ari Sutaryadi.

    Klub yang digunakan mempunyai julukan Laskar Mataram itu, kembali mendapat potensi pada menit ke-28 melalui kaki Haljeta yang tepat berdiri pada depan Ernando. Namun penjaga gawang kelahiran Semarang itu melakukan penyelamatan gemilang, sehingga bola pergi dari lapangan.

    Gelandang asing anyar Persebaya Milos Raickovic mendapat prospek pada menit ke-33. Sayang sundulannya masih melenceng di dalam sebelah kanan gawang PSIM. Hingga wasit meniup peluit tanda turun minum, skor masih 0-0.

    Babak kedua, PSIM mencoba melakukan serangan ke pertahanan Persebaya. Terbukti di area menit ke-48, Corfe kembali mendapat peluang, namun Ernando masih sigap menahan bola tendangannya.

    Petaka bagi Persebaya terjadi pada menit ke-90+2, ketika Dede Sapari, pengganti Reva Adi, mengirim umpan lambung untuk Vidal, lalu disundul mulus ke gawang Ernando sehingga skor berubah menjadi satu-nol untuk pasukan tamu.

    Klasemen sementara, Persebaya menduduki peringkat akhir dengan poin 0, sedangkan PSIM menempati peringkat kedua dengan tiga poin.

    Pada pertandingan selanjutnya, Persebaya akan dijamu Persita Tangerang pada Hari Sabtu (16/8), dalam Stadion Indomilk Arena. Sementara PSIM akan menjamu Arema FC pada hari yang digunakan identik pada Stadion Maguwoharjo, Sleman.

    Susunan pemain:

    Persebaya Surabaya: Ernando Ari Sutaryadi (PG), Arief Catur Pamungkas, Dime Dimov, Risto Mitrevski, Francisco negara Israel Rivera Davalos, Bruno Moreira Soares (C), Mihailo Perovic (Rizky Dwi Pangestu 76'), Toni Firmansyah (Kadek Raditya 58'), Malik Risaldi (Gali Freitas 76'), Milos Raickovic, Dejan Tumbas.

    Pelatih: Eduardo Perez Moran

    PSIM Yogyakarta: Cahya Supriadi (PG), Yusaku Yamadera, Franco Gaston Ramos Mingo, Corfe Deri Antony (Andi Irfan 86'), Jose Pedro Magalhaes Valente, Norberto Ezequiel Vidal, Raka Cahyana Rizky (Rio Hardiawan 74'), Ghulam Fatkur Rahman, Reva Adi Utama (C) (Dede Safari 86'), Rahmatshoh Rahmatzoda (Savio Sheva 65'), Nermin Haljeta.

    Pelatih: Jacobus Johannes Martinus Paulus Van Gastel

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di area situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Soal suporter tandang, I.League koordinasi intensif dengan kepolisian

    Soal suporter tandang, I.League koordinasi intensif dengan kepolisian

    https://ligapedianews.com/ Ibukota Indonesia – Direktur Utama I.League, operator kompetisi Super League, Ferry Paulus menyatakan pihaknya berkoordinasi intensif dengan kepolisian persoalan kesempatan diizinkannya suporter regu tamu melakukan perjalanan tandang pada waktu Super League musim 2025/2026.

    Pada Kejuaraan 1 (nama kompetisi sebelum berganti menjadi Super League) musim lalu, pihak pendukung tamu tidak ada diperbolehkan menyaksikan laga tandang pasukan kesayangannya. Namun larangan itu kerap dilanggar oleh banyak kelompok suporter lalu menciptakan klub terkait dijatuhi hukuman denda.

    “Kami sedang memfinalisasi (tentang suporter tandang tersebut-red) khususnya menyinkronkannya dengan kepolisian. Mungkin di satu atau dua hari ke depan ada kebijakan mengenai proposal yang digunakan kami ungkapkan terhadap pihak kepolisian,” kata Ferry pada waktu ditemui usai acara peluncuran BRI Super League 2025/2026 di area Jakarta, Minggu.

    Ferry menyampaikan bahwa pihaknya masih bekerja keras mencari beberapa solusi, agar para suporter regu tamu dapat menggalang kelompok kesayangannya di dalam kandang lawan.

    “Ada beberapa alternatif. Alternatif yang digunakan pertama adalah memberikan permohonan suporter tamu untuk bisa saja hadir dengan status tanpa masalah, artinya tak ada rivalitas seperti Persija lalu Persib,” tutur Ferry.

    Kemudian yang kedua, beliau melanjutkan, yaitu memproduksi sebuah terobosan yang digunakan telah dipaparkan ke kepolisian yakni perihal sistem pertiketan.

    Meski demikian, Ferry menegaskan bahwa hambatan perizinan tidaklah berhenti di dalam pihak kepolisian, tetapi juga harus mendapat persetujuan dari PSSI.

    “PSSI sebagai regulator juga harus memberikan persetujuannya, kaitannya dengan sinkronisasi, metamorfosis dengan FIFA,” kata dia.

    Kompetisi sepak bola Indonesia menerapkan larangan penampilan suporter pasukan tandang pasca tragedi Kanjuruhan pasca pertandingan Arema FC menjamu Persebaya Surabaya, di tempat Stadion Kanjuruhan, Malang pada Oktober 2022. Tragedi itu menewaskan setidaknya 135 warga sipil, dan juga beratus-ratus orang luka-luka.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Rekomendasi 10 film seru tentang sepak bola

    Rekomendasi 10 film seru tentang sepak bola

    https://ligapedianews.com/ Ibukota – Sepak bola tiada hanya saja menjadi olahraga paling populer pada dunia, tetapi juga sumber inspirasi bagi berbagai karya film. Dari kisah perjuangan meraih mimpi, konflik sosial, hingga hidup legendaris para bintang lapangan, film bertema sepak bola mampu menyentuh emosi dan juga menyampaikan instruksi mendalam tentang kerja keras, persahabatan, dan juga semangat pantang menyerah.

    Bagi para pencinta sepak bola, menonton film bertema olahraga ini dapat menjadi pengalaman yang mana menyenangkan sekaligus reflektif. Berikut ini adalah rekomendasi 10 film seru bertema sepak bola yang dimaksud wajib ditonton, termasuk beberapa karya dari sineas Indonesia.

    1. Goal! (2005)
    Film ini mengisahkan perjalanan Santiago Muñez, pribadi imigran jika Meksiko yang digunakan mengejar mimpinya menjadi pesepak bola profesional dalam Inggris. Meski jalan ceritanya cenderung klise, "Goal!" tetap saja layak ditonton berkat nuansa inspiratif dan juga diperkenalkan cameo pemain bintang.

    2. Bend It Like Beckham (2002)
    Film ini menceritakan perjuangan seseorang gadis keturunan Sikh yang dimaksud menentang tradisi keluarganya demi mengejar impian bermain sepak bola. Dibalut nuansa komedi dan juga drama, film ini menghadirkan arahan kuat tentang keberanian kemudian kesetaraan gender.

    3. Pele (2021)
    Dokumenter ini menyajikan kisah hidup legenda Brasil, Edson Arantes do Nascimento atau Pele, yang tersebut tidaklah hanya sekali menorehkan sejarah dalam lapangan, tetapi juga menjadi simbol harapan rakyat Brasil. Visual yang mengesankan juga narasi emosional memproduksi film ini wajib ditonton.

    4. Garuda di tempat Dadaku (2009)
    Film keluarga Indonesia ini mengangkat kisah Bayu, seseorang anak yang bercita-cita menjadi pemain timnas. Dengan latar budaya lokal kemudian dukungan tokoh-tokoh inspiratif di dalam sekelilingnya, film ini menyampaikan pentingnya semangat juga perjuangan meraih impian.

    5. Cahaya dari Timur: Beta Maluku (2014)
    Mengangkat kisah nyata Sani Tawainella, film ini menggambarkan bagaimana sepak bola dijadikan alat untuk menyatukan anak-anak pada berada dalam konflik di area Maluku. Dengan instruksi kuat tentang perdamaian, film ini menjadi salah satu karya terbaik dari tanah air.

    6. Green Street Hooligans (2005)
    Mengangkat sisi gelap dari fanatisme suporter sepak bola, film ini mengisahkan pelajar Amerika yang mana terseret ke di dunia kekerasan suporter pada Inggris. Meski kontroversial, film ini memberikan perspektif menarik tentang loyalitas dan juga identitas kelompok.

    7. Zidane: A 21st Century Portrait (2006)
    Film eksperimental ini mengikuti legenda Prancis Zinedine Zidane sepanjang satu pertandingan bersatu Real Madrid. Dengan pengambilan gambar dari 17 kamera juga musik dari Mogwai, film ini menawarkan pengalaman sinematik yang mana unik serta tenang selama 91 menit.

    8. Will (2011)
    Film ini terinspirasi dari momen final Kompetisi Champions 2005 yang mana legendaris antara Liverpool serta AC Milan. Mengisahkan Will Brennan, bocah penggemar Liverpool yang tersebut berjuang menyaksikan laga impiannya, film ini menyentuh sisi emosional dari hubungan antara suporter lalu klub.

    9. Maradona in Mexico (2019)
    Dokumenter ini mengikuti perjalanan Diego Maradona pada waktu melatih klub Meksiko, Dorados de Sinaloa. Selain menyoroti strategi lalu motivasi sang legenda, film ini juga menampilkan sisi manusiawi lalu kontroversial dari hidup Maradona yang mana candu akan narkoba.

    10. Hari Hal ini Pasti Berhasil (2013)
    Diadaptasi dari novel "Menerjang Batas", film ini menceritakan perjuangan Gabriel Omar Baskoro, pemain sepak bola yang harus membuktikan dirinya di tempat berada dalam skandal juga isu pengaturan skor. Film ini menyuarakan realitas dunia sepak bola profesional di area Indonesia.

    Film-film di dalam menghadapi membuktikan bahwa sepak bola bukanlah sekadar mengenai menang atau kalah di area lapangan, tetapi juga cerminan dari perjuangan, harapan, serta keberadaan manusia secara lebih lanjut luas. Dari inspirasi hingga kritik sosial, sepak bola menjadi medium kuat di bercerita dalam layar lebar.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Rekomendasi 7 serial seru tentang sepak bola

    Rekomendasi 7 serial seru tentang sepak bola

    https://ligapedianews.com/ Ibukota Indonesia – Sepak bola tidaklah belaka menjadi olahraga paling populer di dalam dunia, tetapi juga sumber inspirasi bagi berbagai karya kreatif, termasuk serial televisi. Melalui cerita fiksi maupun dokumenter, serial bertema sepak bola mampu menggambarkan berbagai sisi hidup dalam pada lalu luar lapangan—mulai dari perjuangan meraih impian, konflik sosial, sejarah olahraga, hingga kisah para legenda yang digunakan menginspirasi.

    Serial-serial ini tidaklah hanya saja menyuguhkan drama olahraga, tetapi juga menyampaikan instruksi tentang kerja keras, persahabatan, perjuangan kelas, hingga semangat pantang menyerah. Bagi para pencinta sepak bola maupun penonton umum, berikut tujuh rekomendasi serial seru bertema sepak bola yang dimaksud layak ditonton:

    1. Sunderland 'Til I Die
    Serial dokumenter ini mengikuti perjalanan klub sepak bola Sunderland AFC yang dimaksud berjuang bangkit dari keterpurukan setelahnya terdegradasi ke kasta terbawah Turnamen Inggris. Dengan pendekatan realisme, serial ini menampilkan hidup para pemain, pelatih, staf, serta suporter di menghadapi tekanan, kegagalan, lalu harapan baru.
    Platform: Netflix
    Genre: Dokumenter olahraga
    Musim: 3

    2. The English Game
    Dikembangkan oleh Julian Fellowes, pencipta Downton Abbey, serial ini menyebabkan penonton ke masa awal berkembangnya sepak bola di dalam Inggris pada abad ke-19. The English Game mengeksplorasi konflik sosial antara kalangan elit kemudian kelas pekerja di berkompetisi merebut dominasi di dalam dunia sepak bola.
    Platform: Netflix
    Genre: Drama sejarah
    Musim: 1

    3. Becoming Champions
    Serial dokumenter ini menyuguhkan kisah inspiratif dari negara-negara yang dimaksud berhasil menjuarai Piala Dunia. Melalui wawancara eksklusif dengan para legenda sepak bola, pelatih, kemudian pengamat olahraga, serial ini mengupas strategi, budaya, lalu semangat yang dimaksud mengantarkan merekan menjadi juara dunia.
    Platform: Netflix
    Genre: Dokumenter sepak bola
    Episode: 9

    4. All or Nothing (Series: Football Editions)
    All or Nothing adalah serial dokumenter olahraga yang digunakan menyajikan akses eksklusif ke ruang ganti juga hidup internal berbagai kelompok profesional. Untuk edisi sepak bola, beberapa klub yang mana diangkat antara lain Manchester City, Tottenham Hotspur, Arsenal, Juventus, dan juga regu nasional Brasil. Serial ini memberikan ilustrasi nyata tentang tekanan serta dinamika pada kelompok elite.
    Platform: Amazon Prime Video
    Genre: Dokumenter olahraga
    Musim: Bervariasi per klub

    5. Boca Juniors Confidential
    Serial ini mengupas keberadaan di area balik layar klub legendaris dengan syarat Argentina, Boca Juniors. Selain pertandingan, serial ini menyoroti perjuangan para pemain, pelatih, dan juga manajemen pada menjaga kejayaan klub, dan juga fanatisme para pendukungnya.
    Platform: Netflix
    Genre: Dokumenter klub sepak bola
    Musim: 1

    6. Untold: Hope Solo vs. US Soccer
    Bagian dari serial Untold, episode ini mengeksplorasi hidup serta perjuangan Hope Solo, mantan penjaga gawang regu nasional wanita Amerika Serikat. Serial ini mengangkat isu-isu penting pada dunia sepak bola wanita, termasuk diskriminasi, keadilan kontrak, lalu perjuangan pribadi seseorang atlet perempuan dalam sedang tekanan publik.
    Platform: Netflix
    Genre: Dokumenter olahraga
    Durasi: Film dokumenter tunggal

    7. Ted Lasso
    Berbeda dari serial lainnya, Ted Lasso hadir pada format komedi yang dimaksud hangat kemudian menyentuh. Kisahnya berpusat pada Ted Lasso, seseorang pelatih American Football (rugby) yang ditunjuk secara mengejutkan untuk melatih klub sepak bola Inggris, AFC Richmond. Dengan pendekatan kepemimpinan yang dimaksud tiada konvensional serta penuh empati, Ted menghadapi tantangan profesional juga pribadi.
    Platform: Apple TV+
    Genre: Komedi drama olahraga
    Musim: 4

    Dari dokumenter serius hingga komedi yang digunakan menyentuh, ketujuh serial ini membuktikan bahwa sepak bola tidaklah belaka menyajikan aksi di dalam lapangan, tetapi juga cerita hidup yang dimaksud penuh makna. Bagi penggemar sepak bola maupun penonton umum, serial-serial ini menjadi tontonan menarik yang mana memperkaya pemahaman tentang dunia olahraga paling digemari dalam planet ini.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • 10 derby sepak bola paling bergengsi di dalam dunia, sarat emosi kemudian sejarah

    10 derby sepak bola paling bergengsi di dalam dunia, sarat emosi kemudian sejarah

    https://ligapedianews.com/ DKI Jakarta – Sepak bola tidak hanya saja tentang pertandingan pada melawan lapangan, tetapi juga tentang emosi, sejarah, identitas, serta rivalitas yang digunakan terpatri di benak para penggemarnya. Salah satu aspek paling ikonik pada dunia sepak bola adalah derby, yaitu laga antara dua pasukan rival yang mana biasanya berasal dari kota atau wilayah yang sama, atau bahkan mewakili perbedaan kelas sosial, budaya, hingga politik.

    Meski kerap memicu ketegangan kemudian insiden, derby juga menjadi simbol dari semangat lalu gairah sepak bola. Berikut ini 10 derby sepak bola paling bergengsi di dalam dunia yang dikenal tidaklah hanya sekali dikarenakan kualitas pertandingannya, tetapi juga sebab makna historis kemudian emosional yang mana mendalam.

    1. Boca Juniors vs River Plate (Superclasico – Argentina)
    Superclasico antara Boca Juniors juga River Plate dianggap sebagai derby paling berbahaya dan juga penuh emosi di dalam dunia. Rivalitas ini mencerminkan perbedaan kelas sosial di dalam Buenos Aires, dalam mana Boca mewakili kelas pekerja dan juga River berasal dari kalangan menengah ke atas.

    Tragedi pernah terjadi pada 1968 ketika 71 orang tewas di insiden pada stadion. Setiap kali kedua kelompok bertemu, kota Buenos Aires seakan terhenti, dengan ketegangan yang digunakan terasa hingga ke penjuru negeri.

    2. Klub sepak bola Galatasaray vs Fenerbahce (Intercontinental Derby – Turki)
    Derby ini unik lantaran mempertemukan dua klub besar Turki yang dimaksud secara geografis berada pada dua benua: Klub sepak bola Galatasaray pada sisi Eropa lalu Fenerbahce dalam sisi Asia. Selain faktor prestise juga sejarah, pertandingan ini juga kerap diwarnai insiden kekerasan antarsuporter yang dimaksud melibatkan isu ras dan juga politik. Rivalitas yang dimaksud panas ini menjadikannya salah satu derby paling sengit dalam Eropa.

    3. Rangers vs Celtic (Old Firm Derby – Skotlandia)
    Old Firm Derby di tempat Glasgow tidak sekadar persaingan dua klub, tetapi mencerminkan ketegangan antara dua kelompok agama juga politik. Celtic identik dengan komunitas Katolik dan juga pro-kemerdekaan Irlandia, sedangkan Rangers dengan komunitas Protestan serta loyalis Inggris. Rivalitas ini telah lama menyebabkan insiden tragis, termasuk Tragedi Ibrox pada 1971 yang digunakan menewaskan 66 orang.

    4. Barcelona vs Real Madrid (El Clasico – Spanyol)
    El Clasico bukan cuma duel dua klub raksasa Spanyol, tetapi juga simbol pertarungan urusan politik antara nasionalis Spanyol kemudian identitas regional Catalonia. Rivalitas ini mencapai puncaknya pada era 2010–2013 pada waktu Lionel Messi serta Cristiano Ronaldo juga Pep Guardiola serta Jose Mourinho saling bersaing di tempat lapangan. El Clasico pada saat ini menjadi pertandingan paling ditonton di tempat dunia.

    5. AC Milan vs Inter Milan (Derby Della Madonnina – Italia)
    Derby antara AC Milan serta Inter Milan merupakan derby sekota paling bergengsi di area Italia. Kedua pasukan berbagi Stadion San Siro kemudian memiliki sejarah panjang pada sepak bola Eropa. Meskipun persaingannya kurang dipolitisasi, intensitas pertandingan masih tinggi oleh sebab itu keduanya adalah klub tersukses Italia di dalam kancah internasional.

    6. West Ham United vs Millwall (East End Derby – Inggris)
    Meski jarang bertemu sebab beda divisi, pertandingan antara West Ham kemudian Millwall dianggap sebagai salah satu derby paling rawan di area Inggris. Rivalitas ini begitu kuat hingga diangkat ke layar lebar lewat film Green Street Hooligans. Setiap pertemuan kedua pasukan hampir terus-menerus berujung pada bentrokan antarsuporter.

    7. Manchester United vs Liverpool (North West Derby – Inggris)
    North West Derby antara Manchester United juga Liverpool merupakan rivalitas terpanas di dalam Inggris. Persaingan ini tiada belaka dalam melawan lapangan, tetapi juga mencerminkan kompetisi sektor ekonomi kemudian lapangan usaha antara dua kota besar sejak era Revolusi Industri. Keduanya merupakan klub tersukses di dalam Inggris lalu rapat merek terus-menerus sarat gengsi serta sejarah.

    8. Arsenal vs Tottenham Hotspur (North London Derby – Inggris)
    North London Derby menghadirkan pertarungan dua klub yang berbasis pada wilayah utara London. Arsenal kemudian Tottenham dikenal miliki basis suporter yang sangat fanatik, dengan kebanggaan lokal menjadi taruhannya. Kompetisi ini kerap menyuguhkan drama, gol indah, serta atmosfer panas baik di dalam stadion maupun dalam luar lapangan.

    9. Borussia Dortmund vs Bayern Munchen (Der Klassiker – Jerman)
    Duel antara Borussia Dortmund kemudian Bayern Munchen dikenal dengan sebutan Der Klassiker, kemudian menjadi laga paling ditunggu di area Jerman. Meskipun rivalitas ini tak setua derby lain, namun ketegangan mulai meningkat sejak era kepelatihan Jurgen Klopp di tempat Dortmund yang dimaksud berhasil menggoyang dominasi Bayern. Final Kejuaraan Champions 2013 menjadi salah satu momen puncaknya.

    10. Red Star Belgrade vs Partizan Belgrade (The Eternal Derby – Serbia)
    Eternal Derby atau derby abadi di tempat Serbia mempertemukan dua klub terbesar pada negara tersebut, Red Star serta Partizan. Latar belakang rivalitas ini berasal dari perbedaan ideologi urusan politik pasca-Perang Planet II. Red Star Belgrade dibentuk di tempat tahun 1945 oleh kelompok pemuda anti-fasis, sementara Partizan dibentuk oleh tentara rakyat Yugoslavia di dalam tahun yang dimaksud sama.

    Hingga kini, pertandingan ini masih dipenuhi atmosfer penuh kebencian serta tensi tinggi, sehingga menjadikannya salah satu derby paling ekstrem dalam dunia.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.