Tag: pssi pecat shin tae-yong

  • Pernyataan Lengkap Ketum PSSI Erick Thohir terkait Pemecatan Shin Tae-yong

    Pernyataan Lengkap Ketum PSSI Erick Thohir terkait Pemecatan Shin Tae-yong

    Ligapedianews.com Shin Tae-yong resmi dipecat dari kursi ahli Timnas Indonesia . Keputusan itu diinformasikan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di konferensi pers dalam Jakarta, Hari Senin (6/1/2025) siang.

    Dalam konferensi pers bertajuk Rencana Baru Perkembangan Timnas Indonesia Tahun 2025, hadir Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali, kemudian Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi. Tetapi Shin Tae-yong sendiri tidak ada hadir.

    Berikut pernyataan lengkap Ketum PSSI Erick Thohir terkait pemecatan Shin Tae-yong dari kursi pembimbing Timnas Indonesia

    “Tentu, apa yang dimaksud kita lakukan hari ini bukan lain untuk kebaikan timnas Indonesia. Kalau dilihat, PSSI 1,5-2 tahun terakhir mempunyai acara yang tersebut sangat konsisten. Kita bisa jadi lihat bagaimana keseriusan kita mendirikan timnas putri, juga kejuaraan-kejuaraan untuk U-17, U-19.

    Kita lakukan semua dengan segala prioritas lalu juga target-target yang kita lakukan secara bersama-sama.Dan kita lakukan secara transparan tanpa ada jadwal tertutup.

    Tentu kita mengucapkan terima kasih terhadap kinerja Coach Shin Tae Yong selama ini. Dan hubungan saya sangat baik. Dan kita lakukan yang tersebut terbaik untuk program-program yang mana dikehendaki. Tetapi tentu dinamika daripada timnas ini perlu juga menjadi perhatian khusus oleh kami di evaluasi.

    Kita mengawasi perlunya ada pimpinan yang dapat lebih tinggi menerapkan strategi yang mana tentu disepakati oleh para pemain, komunikasi yang mana tambahan baik, kemudian tentu implementasi kegiatan yang mana lebih tinggi baik juga untuk regu nasional.

    Pak Marsji telah ketemu Coach Shin Tae Yong tadi pagi, dan juga Coach Shin Tae Yong telah menerima. Surat menyuratnya nanti tentu ada proses yang berikutnya mengenai hubungan kita yang tersebut sudah ada berakhir dan juga saya mengucapkan sekali lagi terima kasih.

    Kami sudah ada mendapatkan calonnya. Nanti juga kita undang semua media untuk press conference berikutnya di tempat tanggal 12 (Januari) nanti. Kurang lebih banyak jam 4 sore. Jadi kalau ada dari pihak media atau teman-teman yang mana ingin tanya jawab nanti secara langsung hanya dengan ahli penggantinya. Tanggal 11 waktu malam telah mendarat. Tanggal 12 nanti kita beri kesempatan untuk media bisa jadi melakukan tanya-jawab.

    Nanti beberapa program yang dimaksud kita akan lakukan untuk hari Mingguan kemudian Hari Senin ya rapat dengan EXCO, dengan beberapa asisten yang mana kualifikasinya tinggi, sehingga ini menjadi sebuah improvement ya, supaya kembali perjuangan kita untuk menuju Piala Dunia. Kita coba sekritikal kemungkinan besar segala kekurangannya kita dapat atasi dikarenakan target utamanya ini Piala Global dan juga tindakan ini tidak akibat tentu timnas ini milik siapa-siapa tetapi milik Indonesia.

    Tidak ada persepsi pasukan nasional ini milik Erick Thohir, milik PSSI atau milik coach, tidak. Tapi bagaimana kita menegaskan semua dinamikanya ini kita ukur sebaik-baiknya sehingga hasilnya juga dapat lebih lanjut konsisten. Mungkin itu yang digunakan saya bisa jadi sampaikan. Terima kasih.”

  • Anak Shin Tae-yong Tantang Timnas Indonesia Berlaga Tanpa Ayahnya, Bisa Melangkah Sejauh Apa?

    Anak Shin Tae-yong Tantang Timnas Indonesia Berlaga Tanpa Ayahnya, Bisa Melangkah Sejauh Apa?

    Ligapedianews.com Pemecatan Shin Tae-yong dari kursi pembimbing Timnas Indonesia menuai berbagai reaksi, termasuk dari sang anak, Shin Jae-won. Melalui unggahannya di area media sosial, Jae-won menyindir kebijakan PSSI juga mempertanyakan masa depan Timnas Indonesia tanpa peluncuran ahli dengan syarat Korea Selatan tersebut.

    “Mari kita lihat bagaimana kalian melangkah lebih tinggi sangat jauh tanpa dia. Dia telah terjadi memberikan segalanya untuk menempatkan Indonesia di dalam tahap ini,” tulis Jae-won di kolom komentar akun Instagram resmi @timnasindonesia, Hari Senin (6/1/2025).

    Komentar ini muncul pasca PSSI secara resmi mengumumkan pemutusan hubungan kerja dengan Shin Tae-yong di konferensi pers yang mana dijalankan pada Jakarta. Keputusan yang dimaksud disampaikan segera oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang tersebut mengungkapkan bahwa langkah ini diambil demi kebaikan Timnas Indonesia.

    Kontribusi Besar Shin Tae-yong

    Anak Shin Tae-yong Tantang Timnas Indonesia Berlaga Tanpa Ayahnya, Bisa Melangkah Sejauh Apa?

    Selama lima tahun menukangi Timnas Indonesia, Shin Tae-yong dianggap berhasil mengangkat performa sepak bola Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Timnas Indonesia mencapai peringkat ketiga di kualifikasi Piala Planet 2026, pencapaian terbaik pada sejarah sepak bola nasional.

    Jae-won pun mempertanyakan langkah ini dengan mengungkit prestasi sang ayah. “Memangnya buruk ya menjadi peringkat 3 pada kualifikasi Piala Planet setelahnya berada dalam peringkat 50 FIFA selama lima tahun?” tulisnya di unggahan Instagram Story.

    Tidak cuma itu, Jae-won mengisyaratkan bahwa perlakuan PSSI terhadap ayahnya selama ini menyimpan sejumlah cerita yang tersebut belum diungkap. “Banyak yang mana ingin aku katakan tentang bagaimana PSSI memperlakukan ayahku selama lima tahun, tapi aku tetap saja diam,” imbuhnya.

    Komentar Shin Jae-won menjadi tantangan besar bagi Timnas Indonesia. Pertanyaan yang muncul saat ini adalah sejauh mana Timnas Indonesia dapat melangkah tanpa bimbingan Shin Tae-yong, yang tersebut telah dilakukan memberikan fondasi kuat selama lima tahun terakhir.

    Sementara itu, PSSI sudah pernah memverifikasi bahwa pengganti Shin Tae-yong akan diinformasikan pada 12 Januari 2025. Erick mengatakan bahwa ahli baru yang disebutkan diharapkan mampu mengakibatkan Timnas Indonesia ke level yang dimaksud lebih banyak tinggi kemudian memenuhi target utama, yaitu lolos ke Piala Dunia.

    Namun, dengan meningkatnya ekspektasi publik, pembimbing baru tentu akan menghadapi tekanan besar untuk membuktikan bahwa kebijakan mengganti Shin Tae-yong adalah langkah yang tersebut tepat. Apakah Timnas Indonesia mampu melanjutkan peluang ini tanpa sosok yang selama ini menjadi motor penggeraknya? Hanya waktu yang dimaksud bisa saja menjawab.

  • Beragam Reaksi Pemain Timnas Indonesia usai Shin Tae-yong Dipecat

    Beragam Reaksi Pemain Timnas Indonesia usai Shin Tae-yong Dipecat

    Ligapedianews.com Pemecatan Shin Tae-yong sebagai instruktur Timnas Indonesia oleh PSSI pada Hari Senin (6/1/2025) menjadi perbincangan hangat di dalam kalangan pecinta sepak bola Tanah Air. Tidak semata-mata publik, para pemain Timnas Indonesia pun memberikan reaksi yang mana beragam terhadap kebijakan mengejutkan ini.

    Jay Idzes dan juga Asnawi Mangkualam yang mana dipercaya mengemban ban kapten pada era Shin Tae-yong mengucapkan perpisahan lalu sentimen positif di dalam media sosial, sedangkan Elkan Baggott yang digunakan tersisih di area era Shin Tae-yong lebih besar memilih bungkam.

    1. Jay Idzes

    Beragam Reaksi Pemain Timnas Indonesia usai Shin Tae-yong Dipecat

    Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menyampaikan rasa terima kasihnya untuk Shin Tae-yong menghadapi kenangan yang dimaksud telah dilakukan merek ciptakan bersama. Melalui unggahan di dalam Instagram Story pribadinya, pemain naturalisasi selama Belanda ini mengungkapkan apresiasinya untuk ahli dengan syarat Korea Selatan itu.

    “Coach, terima kasih melawan memori-memori yang tersebut kita buat dengan dalam Timnas. Kita mencatatkan data sejarah bersama, juga saya menghargai setiap momen yang telah terjadi kita lalui,” tulis Jay Idzes.

    Meski sedih dengan tindakan ini, Jay memilih untuk percaya untuk federasi. “Meskipun dunia ini berat, saya percaya federasi (PSSI) akan terus-menerus menimbulkan tindakan berdasarkan apa yang mana terbaik untuk negara,” lanjutnya.

    2. Asnawi Mangkualam

    Beragam Reaksi Pemain Timnas Indonesia usai Shin Tae-yong Dipecat

    Asnawi Mangkualam, yang menjadi kapten Timnas Indonesia di tempat era Shin Tae-yong, menyampaikan instruksi emosional melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengungkapkan rasa hormat serta terima kasih terhadap pembimbing yang telah terjadi berjasa besar pada kariernya.

    “Cinta ini serta perhatiannya telah berada di tempat level lain. Terima kasih untuk segalanya, Coach,” tulis Asnawi.

    Pemain yang mana sekarang berkarier di area luar negeri itu mengaku sangat kehilangan sosok ahli yang digunakan telah terjadi membimbingnya menjadi pemain seperti sekarang. Shin Tae-yong dianggap miliki peran signifikan pada merancang karakter dan juga mental para pemain muda Indonesia.

    3. Elkan Baggott

    Berbeda dengan Jay Idzes lalu Asnawi, Elkan Baggott yang tersebut pernah menjadi salah satu pemain andalan Shin Tae-yong justru mengalami dinamika yang dimaksud kurang menyenangkan dalam tahun terakhir kepelatihan pembimbing dengan syarat Korea Selatan itu.

    Setelah tampil di tempat Piala Asia 2023 pada Januari 2024, nama Elkan mulai tersingkir dari daftar pemain Timnas Indonesia. Kondisi ini memproduksi hubungan keduanya merenggang, dan juga Elkan tidaklah lagi menjadi bagian dari skuad Garuda hingga pemecatan Shin Tae-yong diumumkan.

    Elkan Baggott memilih bungkam usai STY dipecat, situasi Elkan Baggott menunjukkan bahwa langkah pemecatan ini juga menyebabkan nuansa yang digunakan kompleks dalam kalangan pemain.

    Kini, dengan pemecatan Shin Tae-yong, tantangan besar menanti pemain juga ahli baru yang mana akan menggantikannya. Apakah Timnas Indonesia mampu melanjutkan peluang ini? Pertanyaan yang dimaksud menjadi tanda tanya besar yang harus segera dijawab di area berada dalam dinamika sepak bola nasional.

  • Segudang Momen Berkesan Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia, Salah Satunya Pamer Bendera Palestina

    Segudang Momen Berkesan Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia, Salah Satunya Pamer Bendera Palestina

    Ligapedianews.com Kabar pemecatan Shin Tae-yong sebagai ahli Timnas Indonesia pada Mulai Pekan (6/1/2025) mengguncang dunia sepak bola nasional. Namun, sebelum kita melangkah ke era baru, mari sejenak mengenang momen-momen manis yang tersebut ditorehkan pria dengan syarat Korea Selatan ini selama tambahan dari empat tahun masa baktinya.

    Jurnalis foto SINDOnews menghimpun beberapa orang foto Shin Tae-yong pada waktu melatih Timnas Indonesia, berikut hasil jepretannya:

    1. Support untuk Palestina di tempat Tengah Kekalahan

    Segudang Momen Berkesan Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia, Salah Satunya Pamer Bendera Palestina

    Salah satu momen unik yang mana terjadi pada kepelatihan Shin Tae-yong dengan Timnas Indonesia adalah ketika ia menunjukkan solidaritas terhadap Palestina usai laga menghadapi Irak pada Kamis (6/6/2024). Meski Timnas Indonesia kalah 0-2 pada lanjutan Grup F Kualifikasi Piala Global 2026 dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Shin Tae-yong kemudian Ragnar Oratmangoen mengangkat syal hitam bertuliskan “Indonesia for Palestine”.

    Momen ini terjadi pada waktu Shin Tae-yong dengan para pemain menyapa suporter pasca pertandingan. Gambar yang menangkap aksi yang disebutkan menjadi viral, menunjukkan sisi humanis sang instruktur yang dimaksud dikenal disiplin namun peduli pada isu-isu global.

    Dalam wawancara setelahnya laga, Shin Tae-yong mengakui kekalahan yang disebutkan disebabkan oleh kesalahan pasukan sendiri. Namun, ia tetap saja optimis menghadapi laga krusial melawan Filipina di dalam pertandingan berikutnya. “Perjalanan kita masih panjang, jadi kita harus berjuang lebih lanjut keras untuk meraih kemenangan pertandingan berikutnya,” tegasnya.

    2. Diusung Pemain usai Berhasil ke Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia

    Segudang Momen Berkesan Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia, Salah Satunya Pamer Bendera Palestina

    Shin Tae-yong mencetak sejarah dengan mengakibatkan Timnas Indonesia lolos ke sesi ketiga Kualifikasi Piala Planet untuk pertama kalinya, sekaligus menjadi pembimbing pertama yang mana secara berturut-turut meloloskan Indonesia ke Piala Asia 2027. Kepastian ini diraih pasca kemenangan 2-0 menghadapi Filipina pada Selasa (11/6/2024) pada SUGBK.

    Gol pertama diciptakan oleh Thom Haye melalui tendangan jarak terpencil spektakuler di dalam menit ke-32, sedangkan gol kedua dicetak oleh Rizky Ridho dengan sundulan indah setelahnya menerima umpan matang dari Nathan Tjoe-A-On di area menit ke-56. Thom Haye, yang dimaksud bermain dengan penuh semangat sepanjang laga, bahkan tak kuasa menahan air mata bahagia usai mencetak gol luar biasa tersebut.

    Tak hanya saja para pemain yang mana tampil maksimal, Shin Tae-yong pun menjadi pusat perhatian di perayaan setelahnya pertandingan. Ia diangkat oleh para pemain di area depan ribuan suporter yang memenuhi stadion. Perayaan penuh suka cita ini memperlihatkan betapa eratnya hubungan antara instruktur kemudian para pemain.

    3. Support Fanatik La Grande Indonesia

    Segudang Momen Berkesan Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia, Salah Satunya Pamer Bendera Palestina

    Momen kemenangan yang disebutkan juga diramaikan oleh aksi La Grande Indonesia, salah satu kelompok suporter fanatik Timnas Indonesia. Mereka membagikan bunga mawar untuk para pemain serta ofisial sebagai bentuk apresiasi menghadapi perjuangan mereka. Bantuan penuh cinta dari suporter menjadi bukti nyata betapa Shin Tae-yong telah terjadi menghadirkan inovasi besar bagi sepak bola Indonesia.

    Dengan capaian tersebut, Shin Tae-yong tak semata-mata dikenang sebagai pembimbing dengan dedikasi tinggi, tetapi juga sebagai sosok yang digunakan mampu merancang semangat kolektif di tempat pada serta luar lapangan. Terima kasih, Coach Shin, untuk semua momen berharga sama-sama Timnas Indonesia.

    Segudang Momen Berkesan Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia, Salah Satunya Pamer Bendera Palestina

    Segudang Momen Berkesan Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia, Salah Satunya Pamer Bendera Palestina

    Segudang Momen Berkesan Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia, Salah Satunya Pamer Bendera Palestina
  • Patrick Kluivert Suksesor Shin Tae-yong Latih Timnas Indonesia? Netizen: Downgrade!

    Patrick Kluivert Suksesor Shin Tae-yong Latih Timnas Indonesia? Netizen: Downgrade!

    Ligapedianews.com Patrick Kluivert yang dimaksud dikabarkan akan menggantikan Shin Tae-yong sebagai ahli Timnas Indonesia menuai beragam reaksi dari netizen. Meski PSSI belum secara resmi mengumumkan, kabar ini telah cukup menimbulkan media sosial padat dengan komentar pro serta kontra.

    Banyak netizen yang tersebut mempertanyakan rekam jejak Kluivert, khususnya terkait dengan kontroversi yang digunakan pernah membayangi kariernya. Kasus judi ilegal pada 2016 serta dugaan penggelapan dana pada waktu menjabat pada PSG menjadi sorotan utama.

    Salah satu netizen dengan akun Mas A* menilai bahwa langkah PSSI memilih Kluivert sebagai pembimbing adalah langkah yang keliru.

    “Malah downgrade dari STY, CV-nya nih orang buruk banget sumpah. Kalau Timnas nggak lolos Piala Dunia, balik ke zaman era kegelapan,” tulisnya.

    Akun lain bernama @yudhi***_ juga menyoroti kontroversi Kluivert dengan nada sinis. “Pelatih bermasalah kok dipilih,” katanya.

    Komentar sejenis datang dari fu***fa jiran yang dimaksud mengolok-olok latar belakang Kluivert. “Dari mantan instruktur Piala Planet sekarang dilatih penjudi,” tulisnya.

    Sementara itu, akun Acesa @bubble***miasa menambahkan, “Pelatih berbagai perkara gini ke Indonesia.”

    Nama Patrick Kluivert memang benar tak lepas dari kontroversi. Pada 2016, ia tersandung tindakan hukum judi ilegal di dalam Belanda. Kluivert diduga memiliki utang sekitar 1 jt Euro atau sekitar Rp16 miliar untuk sindikat perjudian dan juga sempat menjadi target tekanan kelompok kriminal. Meski demikian, bukan ada bukti yang tersebut menghubungkannya dengan pengaturan skor sehingga ia terbebas dari dakwaan pidana.

    Selain itu, ketika menjadi Direktur Akademi PSG, Kluivert juga sempat dihadapkan dengan tuduhan penggelapan dana. Namun, perkara ini diselesaikan secara internal tanpa melibatkan proses hukum lebih tinggi lanjut.

    Di sedang gelombang kritik, ada sebagian pihak yang dimaksud masih percaya pada kemampuan Kluivert sebagai pelatih. Pengalamannya sebagai pemain top di area klub besar seperti Barcelona kemudian timnas Belanda menjadi modal yang tersebut diharapkan dapat menghadirkan inovasi positif bagi Timnas Indonesia.

    Kini, tantangan besar menanti Kluivert jikalau ia benar-benar resmi menakhodai Skuad Garuda. Salah satu target utamanya adalah menghadirkan Timnas Indonesia lolos ke Piala Bumi 2026, sebuah tugas yang mana tak mudah mengingat persaingan di dalam Kualifikasi Piala Global zona Asia sangat ketat.

    Waktu akan membuktikan apakah langkah PSSI memilih Kluivert akan berbuah manis atau justru menjadi langkah yang digunakan disesali.

  • Kelebihan Patrick Kluivert: Jago Bahasa Belanda, Dekat dengan Budaya Indonesia

    Kelebihan Patrick Kluivert: Jago Bahasa Belanda, Dekat dengan Budaya Indonesia

    Ligapedianews.com Patrick Kluivert, mantan pemain legendaris Belanda, mencuat sebagai salah satu kandidat pembimbing Timnas Indonesia setelahnya PSSI memutuskan mengakhiri kerja sebanding dengan Shin Tae-yong. Di sedang pro dan juga kontra mengenai rekam jejak kepelatihannya, satu kelebihan Kluivert yang digunakan menonjol adalah kemampuannya pada mengomunikasikan menggunakan bahasa Belanda, yang tersebut secara budaya dekat dengan beberapa pemain Indonesia.

    Sebagai pembimbing dengan syarat Belanda, Kluivert dianggap memiliki nilai tambah tersendiri apabila resmi ditunjuk sebagai ahli kepala Timnas Indonesia. Banyak pemain timnas yang mana mempunyai hubungan erat dengan Belanda, baik lantaran berkarier pada kompetisi Belanda, miliki darah keturunan Indonesia-Belanda, maupun pernah dilatih instruktur Belanda pada masa lalu.

    Pemain-pemain seperti Marc Klok, Ivar Jenner, kemudian Rafael Struick, yang dimaksud memiliki keterkaitan dengan Belanda, diprediksi akan lebih besar mudah memahami arahan Kluivert. Komunikasi yang tersebut lancar antara pembimbing lalu pemain rutin menjadi faktor penting pada mendirikan kekompakan tim.

    “Patrick Kluivert bisa jadi menjadi sosok yang digunakan mampu menjembatani komunikasi dengan peserta muda berbakat di dalam Indonesia, khususnya merekan yang mana memiliki latar belakang Belanda,” ujar salah satu pengamat sepak bola nasional.

    Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan bahwa langkah mengganti instruktur kepala bertujuan untuk menyebabkan Timnas Indonesia lebih tinggi baik pada hal strategi, komunikasi, lalu implementasi program.

    “Kita perlu pemimpin yang dimaksud tambahan baik di menerapkan strategi terhadap pemain, komunikasi yang efektif, juga implementasi acara yang lebih tinggi terarah,” ungkap Erick pada konferensi pers pada Hari Senin (6/1/2025).

    Keputusan untuk mempertimbangkan Kluivert sebagai kandidat pembimbing kepala diyakini akibat ia dapat memenuhi beberapa kriteria tersebut, khususnya pada hal komunikasi.

    Tantangan Besar Menanti

    Meski memiliki kelebihan di aspek bahasa lalu budaya, Patrick Kluivert masih menghadapi tantangan besar jikalau ditunjuk sebagai ahli Timnas Indonesia. Pengalamannya sebagai pembimbing kepala terbilang minim, dengan belaka tiga kali menjadi pemimpin tim, yakni Jong Twente, Timnas Curacao, lalu Adana Demirspor. Masa jabatannya di dalam Adana Demirspor bahkan belaka bertahan kurang dari enam bulan akibat hasil buruk.

    Namun, rekam jejak Kluivert sebagai pemain tidak ada dapat dianggap remeh. Ia pernah meraih peringkat Turnamen Champions bersatu Ajax Amsterdam (1994/1995) kemudian La Kompetisi dengan Barcelona (1998/1999). Pengalamannya bermain di dalam level tertinggi Eropa diharapkan mampu menginspirasi para pemain Indonesia.

    Jika Kluivert resmi ditunjuk, ia diharapkan tidaklah hanya saja menyebabkan strategi baru, tetapi juga menjadikan komunikasi yang digunakan baik sebagai fondasi tim. Publik sepak bola Indonesia menaruh harapan besar agar ia dapat memanfaatkan kelebihannya pada merancang Timnas Indonesia yang digunakan lebih besar solid, kompak, lalu mampu bersaing dalam level internasional.

  • Reaksi Bung Towel Disorot: Kopi Pahit untuk Shin Tae-yong, Dua Jempol untuk Patrick Kluivert

    Reaksi Bung Towel Disorot: Kopi Pahit untuk Shin Tae-yong, Dua Jempol untuk Patrick Kluivert

    Ligapedianews.com JAKARTA – Pemecatan Shin Tae-yong sebagai pembimbing Timnas Indonesia oleh PSSI pada Awal Minggu (6/1/2025) mengundang beragam reaksi dari umum sepak bola. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah respons Bung Towel, pengamat sepak bola nasional, yang dimaksud terekam di sebuah unggahan pada akun Instagram @BanditFootballIndonesia.

    Dalam video tersebut, Bung Towel yang mana biasanya suka melempar kritik terhadap Shin Tae-yong , saat ini justru bungkam persoalan pemecatan. Dia terlihat sedang meminum kopi dan juga memberikan komentar singkat yang tersebut penuh makna, “Kopi pahit.” Ketika ditanya tambahan lanjut mengenai kabar pemecatan tersebut, ia belaka memberikan senyuman lebar tanpa menambahkan penjelasan apa pun. Reaksi Bung Towel ini segera menjadi material diskusi pada kalangan warganet.

    Melalui konferensi pers yang tersebut dilakukan di tempat Jakarta, Ketua Umum PSSI Erick Thohir resmi mengumumkan berakhirnya kerja identik dengan pembimbing selama Korea Selatan tersebut. Erick menyatakan bahwa surat pemutusan kontrak sudah disampaikan melalui Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, juga diterima dengan segera oleh Shin Tae-yong.

    “Kami mengucapkan terima kasih berhadapan dengan dedikasi juga prestasi Coach Shin selama ini. Namun, kami harus melangkah ke arah yang mana tambahan baik untuk masa depan Timnas,” ujar Erick Thohir.

    Meski mengakibatkan sebagian kemajuan bagi Timnas Indonesia, termasuk lolos ke Piala Asia 2024, perjalanan Shin Tae-yong di dalam Indonesia kerap diwarnai pro kemudian kontra. Pemecatannya pun memicu berbagai spekulasi, termasuk dugaan intervensi dari pihak-pihak tertentu.

    Di sedang isu pemecatan ini, nama Patrick Kluivert mencuat sebagai kandidat kuat pengganti Shin Tae-yong. Mantan pemain Barcelona serta Timnas Belanda yang dimaksud disebut-sebut memiliki keunggulan di komunikasi, teristimewa dengan pemain yang mana mempunyai latar belakang Belanda seperti Marc Klok, Ivar Jenner, serta Rafael Struick.

    Ketika ditanya pendapatnya mengenai Patrick Kluivert, Bung Towel memberikan respons yang lagi-lagi menarik perhatian. Tanpa berkata apa pun, ia hanya sekali mengangkat kedua ibu jarinya—seolah memberi dukungan penuh untuk kandidat pembimbing baru tersebut.

    Reaksi ini kembali menuai sorotan. Sebagian umum menilai bahwa Bung Towel setuju dengan tindakan PSSI untuk mengganti pelatih, sedangkan pihak lain menganggap gestur yang dimaksud sebagai bentuk sindiran terhadap langkah yang dimaksud dianggap kontroversial.

    “Bung Towel nampaknya setuju banget sejenis Kluivert. Tapi, apakah ini memang sebenarnya solusi terbaik untuk Timnas?” tulis salah satu netizen dalam media sosial.

    Patrick Kluivert sendiri, walaupun miliki nama besar sebagai pemain, belum sepenuhnya teruji pada dunia kepelatihan. Pengalamannya dengan regu seperti Adana Demirspor lalu Curacao tiada menciptakan pencapaian signifikan.

  • Pelatih Vietnam Kaget Shin Tae-yong Didepak: Skor Saya untuk STY Bagus!

    Pelatih Vietnam Kaget Shin Tae-yong Didepak: Skor Saya untuk STY Bagus!

    Ligapedianews.com PELATIH Timnas Vietnam, Kim Sang Sik mengambil bagian menyoroti pemecatan Shin Tae-yong dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia . Kim berharap, Shin mendapatkan tempat tambahan baik pada kelanjutan kariernya.

    Seperti diketahui, Shin Tae-yong resmi dipecat dari jabatannya melatih Skuad Garuda pada Awal Minggu (6/1/2025) lalu. PSSI mengumumkan tindakan ini melalui sebuah konferensi pers pada Jakarta.

    Shin diberhentikan lebih banyak awal dari kesepakatan kontraknya yang mana tersisa hingga 2027. PSSI mengklaim telah mempunyai pengganti yang digunakan tepat untuk mengisi kedudukan kosong di tempat Timnas Indonesia.

    Kim Sang Sik turut berkomentar masalah pemecatan Shin Tae-yong. Pelatih Timnas Vietnam itu mengenang janji dengan Shin pada waktu saling berhadapan di area Piala AFF 2024.

    “Saya menonton dengan segera pertandingan antara Indonesia lalu Arab Saudi terakhir kali lalu bertemu dengan Pelatih Shin juga berjanji untuk bertemu dengannya pada final, tetapi sangat disayangkan kami bukan bisa,” kata Kim dilansir dari My Daily KR, Rabu (8/1/2025).

    Lebih lanjut, Kim mengaku terkejut dengan pemecatan mantan rekan setimnya di area Seongnam Ilhwa Chunma -sekarang Seongnam FC- itu. Dia berharap, pemberhentian ini menjadi pertanda baik untuk kelanjutan karier Shin.

    “Sulit untuk menyatakan apa pun akibat saya menerima kabar buruk meskipun nilai saya (untuk Shin Tae-yong) bagus,” tutur Kim.

    “Karena beliau adalah pemimpin lalu senior yang hebat, saya pikir ada jalan baik lain yang terbuka untuknya pada masa depan. Saya pikir Pelatih Shin bisa jadi melakukannya bukan peduli ke mana pun ia pergi,” tandasnya.

    Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir sebelumnya telah memverifikasi instruktur baru akan segera hadir di tempat Indonesia. Pengumuman resmi akan disampaikab PSSI pada 12 Januari 2025.