Tag: pssi pecat shin tae-yong

  • Shin Tae-yong Ngaku Dipecat 6 Januari 2025 Pagi, Siangnya Diberi Tahu Pelatih Baru Akan Tiba

    Shin Tae-yong Ngaku Dipecat 6 Januari 2025 Pagi, Siangnya Diberi Tahu Pelatih Baru Akan Tiba

    ligapedianews.com JAKARTA – Mantan instruktur Timnas Indonesia , Shin Tae-yong, mengungkapkan pengalaman mengejutkan di area balik pemecatannya dari kursi ahli kepala. Pelatih jika Korea Selatan itu mengaku baru diberitahu tentang langkah yang disebutkan pada tanggal 6 Januari 2025 pukul 09:40 pagi, cuma beberapa jam sebelum diberitahukan ke publik.

    “Saya diberitahu tentang pemecatan saya pada pukul 09:40 pagi tanggal 6 Januari, kemudian pada siang hari saya diberitahu bahwa instruktur baru akan datang,” ujar Shin Tae-yong terhadap Yonhap News dikutipkan akun X, @idextratime.

    Keputusan mendadak tersebut, menurut Shin Tae-yong, cukup sulit dipahami. Namun, ia mencoba untuk menerima dengan lapang dada. “Saya bukan sanggup memahami kebijakan ini, tetapi saya menerimanya dengan rendah hati,” tambahnya.

    Shin Tae-yong Ngaku Dipecat 6 Januari 2025 Pagi, Siangnya Diberi Tahu Pelatih Baru Akan Tiba

    Selama hampir lima tahun menakhodai Timnas Indonesia, Shin Tae-yong meninggalkan warisan prestasi yang membanggakan. Ia berhasil mengakibatkan Timnas Indonesia: Runner-up Piala AFF 2020, Semifinalis Piala AFF 2022
    16 besar Piala Asia 2023 (pertama kali di sejarah), Babak ketiga Kualifikasi Piala Bumi 2026 zona Asia, Shin Tae-yong juga menghadirkan Timnas U-23 melangkah hingga semifinal Piala Asia U-23 2024, sebuah capaian yang belum pernah diraih sebelumnya.

    Meski merasa kecewa, Shin Tae-yong menyatakan kecintaannya pada Indonesia tiada akan pudar. Ia berjanji akan kerap kembali ke Tanah Air meskipun saat ini fokusnya beralih ke karier di dalam Korea Selatan.

    “Meskipun saya akan pulang (ke Korea Selatan), saya berencana untuk kerap kembali (ke Indonesia) akibat saya mencintai Indonesia,” ungkapnya.

    Posisi Shin Tae-yong pada masa kini digantikan oleh Patrick Kluivert, mantan pemain bintang selama Belanda. Dengan pengalaman internasionalnya, Kluivert diharapkan mampu menyebabkan Timnas Indonesia ke level yang mana lebih lanjut tinggi, melanjutkan fondasi yang digunakan telah lama dibangun oleh Shin Tae-yong.

    Keputusan ini menandai sesi baru bagi sepak bola Indonesia, walau meninggalkan catatan emosional dari sosok yang dimaksud sudah memberikan partisipasi besar selama lima tahun terakhir.

  • Inilah Ramalan Jitu Hard Gumay yang dimaksud Meramal Shin Tae-Yong Dipecat

    Inilah Ramalan Jitu Hard Gumay yang dimaksud Meramal Shin Tae-Yong Dipecat

    ligapedianews.com Keputusan mengejutkan datang dari Federasi Sepak Bola Indonesia ( PSSI ) yang mana mengakhiri pembimbing Timnas Indonesia, Shin Tae-Yong, di dalam sedang upayanya menghadirkan Timnas mencetak sejarah di dalam Piala Dunia. Keputusan ini tak semata-mata menuai kontroversi, tetapi juga seolah membuktikan kebenaran ramalan sosok indigo, Hardiansyah Gumay atau Hard Gumay.

    Pada tahun 2021, Hard Gumay pernah meramalkan perjalanan Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan Shin Tae-Yong. Dalam sebuah video yang mana diunggah di dalam akun TikTok @zunrafflesia05, ia menyebutkan bahwa pembimbing jika Korea Selatan itu tiada akan bertahan lama dengan Timnas.

    “Shin Tae-Yong adalah sosok bertangan dingin, melatih dengan disiplin, keras, juga ambisius. Namun, saya meninjau bahwa di 3 hingga 5 tahun ke depan, akan ada pergantian pembimbing di dalam Timnas Indonesia,” ungkap Hard Gumay. Ia juga menyatakan bahwa pergantian yang disebutkan akan disertai dengan pro serta kontra yang mana menyebabkan gaduh masyarakat.

    Kini, ramalan yang dimaksud terbukti benar. Shin Tae-Yong, yang mana sebelumnya menyebabkan Timnas Indonesia mencatatkan data berbagai pencapaian signifikan, resmi didepak sebelum kontraknya berakhir pada 2027.

    Pemecatan Shin Tae-Yong ini memicu reaksi. Menurut Hard Gumay, terdapat ketidaksepakatan antara ahli serta pihak perekrut yang akhirnya menjadi pemicu tindakan ini.

    Banyak netizen menduga pelanggaran yang disebutkan terkait kontrak kerja Shin Tae-Yong yang seharusnya berlaku hingga 2027. Keputusan ini pun menyebabkan pro juga kontra di tempat kalangan masyarakat, sesuai dengan apa yang dimaksud diramalkan Hard Gumay.

    Kabar pemecatan ini menimbulkan gaduh jagat maya. Sebagian besar rakyat menyesalkan tindakan PSSI yang mana dianggap tidak ada menghormati kontribusi besar Shin Tae-Yong. Namun, tak sedikit pula yang dimaksud membantu langkah ini dengan alasan perlunya penyegaran di kepemimpinan.

    Terlepas dari kontroversi yang dimaksud ada, fakta bahwa ramalan Hard Gumay menjadi kenyataan telah lama menambah daya tarik cerita di tempat balik perjalanan Timnas Indonesia. Shin Tae-Yong sekarang diprediksi akan kembali ke Korea Selatan, sementara masyarakat mengawaitu sosok pembimbing baru yang akan melanjutkan perjuangan Timnas ke depan.

  • Louis van Gaal Gantikan Shin Tae-yong? PSSI Bidik Target Diterima ke Piala Global 2026

    Louis van Gaal Gantikan Shin Tae-yong? PSSI Bidik Target Diterima ke Piala Global 2026

    Ligapedianews.com Desas-desus terkait masa depan Shin Tae-yong sebagai pembimbing Timnas Indonesia akhirnya terjawab. Dalam konferensi pers di area Menara Danareksa, Mulai Pekan (6/1/2025), Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, resmi mengumumkan bahwa kontrak Shin Tae-yong sudah pernah dihentikan. Kini, perhatian masyarakat beralih untuk siapa yang mana akan menjadi suksesor pembimbing selama Korea Selatan itu.

    Nama Louis van Gaal , mantan ahli Timnas Belanda, muncul sebagai kandidat kuat. Rumor ini tumbuh pasca pengamat sepak bola Haris Pardede, yang mana akrab disapa Bung Harpa, mengungkap bahwa delegasi PSSI berencana bertemu dengan van Gaal pada Belanda pada Februari 2025.

    “Menurut informasi yang saya dengar, ini info A1 dari lingkaran di PSSI, delegasi akan ke Belanda bulan depan. Tujuannya sanggup jadi untuk bertemu Louis van Gaal, entah sebagai ahli atau direktur teknik,” ujar Bung Harpa di kanal YouTube-nya.

    Louis van Gaal bukanlah nama asing pada dunia sepak bola. Pria kelahiran Amsterdam, 8 Agustus 1951, ini dikenal sebagai instruktur dengan segudang pengalaman. Sebelum menjadi pelatih, van Gaal sempat berkarier sebagai pemain sepak bola, meskipun tak terlalu menonjol. Ia pernah bermain untuk klub-klub Belanda seperti Ajax Amsterdam juga AZ Alkmaar.

    Setelah pensiun sebagai pemain, van Gaal mengukir prestasi sebagai pelatih. Ia pernah menangani tim-tim besar seperti Barcelona, Bayern Munich, kemudian Manchester United. Di level pasukan nasional, ia menjadi arsitek Timnas Belanda pada tiga periode berbeda (2000-2001, 2012-2014, serta 2021-2022). Prestasi terbesar van Gaal di tempat level internasional adalah mengakibatkan Belanda meraih peringkat ketiga Piala Planet 2014 di area Brasil.

    Saat ini, berdasarkan data Transfermarkt, Louis van Gaal berstatus sebagai penasehat di area Ajax Amsterdam. Namun, rumor bahwa PSSI mendekatinya untuk tempat ahli Timnas Indonesia semakin menguat.

    Lolos ke Piala Planet 2026 Jadi Target Utama
    Dengan pemecatan Shin Tae-yong, PSSI sekarang ini menghadapi tekanan besar untuk segera menunjuk instruktur baru. Salah satu target utama adalah menyebabkan Timnas Indonesia lolos ke Piala Bumi 2026. Target ambisius ini tentu memerlukan sosok berpengalaman seperti Louis van Gaal, yang digunakan sudah ada terbukti mampu menangani pasukan di tempat level tertinggi.

    Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi dari PSSI mengenai status van Gaal. Erick Thohir belaka menyebutkan bahwa ahli baru Timnas Indonesia akan diinformasikan pada 12 Januari 2025.

    “Kami akan mengumumkan pembimbing baru pada waktu dekat. Siapapun yang terpilih, kami berharap mampu menyebabkan Timnas Indonesia ke level yang tersebut lebih lanjut tinggi,” ujar Erick.

    Selain tempat pembimbing kepala, sikap Direktur Teknik juga menjadi topik pembicaraan. PSSI dinilai memerlukan figur dengan pengalaman luas untuk mendirikan fondasi yang tersebut lebih besar kuat di dalam semua level timnas. Jika van Gaal tiada menjadi instruktur utama, kemungkinan besar ia akan diincar untuk mengisi peran strategis ini.

    Hingga kini, kabar Louis van Gaal sebagai pengganti Shin Tae-yong masih menjadi tanda tanya besar. Namun, satu hal yang pasti, PSSI sedang berupaya menimbulkan langkah besar demi mengangkat prestasi sepak bola nasional ke panggung dunia.

  • Momen Manis Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia: Kamsahamnida Coach!

    Momen Manis Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia: Kamsahamnida Coach!

    Ligapedianews.com Kabar pemecatan Shin Tae-yong sebagai ahli Timnas Indonesia pada Awal Minggu (6/1/2025) mengguncang dunia sepak bola nasional. Namun, sebelum kita melangkah ke era baru, mari sejenak mengenang momen-momen manis yang ditorehkan pria dengan syarat Korea Selatan ini selama lebih tinggi dari empat tahun masa baktinya.

    Shin Tae-yong resmi menjabat sebagai instruktur Timnas Indonesia pada Desember 2019, menggantikan Simon McMenemy. Saat itu, Timnas Indonesia sedang berada di masa sulit, tertinggal terpencil dalam peringkat FIFA. Namun, harapan baru muncul dengan diperkenalkan pembimbing yang dimaksud pernah menyebabkan Korea Selatan ke Piala Global 2018 tersebut.

    Di sedang pandemi COVID-19, Shin memulai debutnya bersatu Timnas U-20 dengan laga persahabatan melawan Bulgaria pada September 2020. Dalam pertandingan itu, ia menanamkan pondasi pasukan yang mana kelak menjadi tulang punggung Garuda, termasuk nama-nama seperti Rizky Ridho juga Pratama Arhan.

    Di bawah asuhannya, Timnas Indonesia senior melonjak dari peringkat 173 FIFA pada 2019 ke tempat 134. Lompatan 39 peringkat ini menjadi salah satu pencapaian terbesar Shin yang tersebut membuktikan bahwa sepak bola Indonesia mampu bersaing dalam level internasional.

    Pada Piala AFF 2020, walau gagal meraih juara pasca kalah dari Thailand dalam final, Shin berhasil membentuk skuad muda yang dimaksud menjanjikan. Marselino Ferdinan, Pratama Arhan, juga Asnawi Mangkualam menjadi nama-nama yang dimaksud mencuri perhatian, merancang optimisme untuk masa depan sepak bola Indonesia.

    Di kompetisi SEA Games 2021, Shin berhasil mempersembahkan medali perunggu, mengakhiri penantian panjang Indonesia pada meraih prestasi dalam pesta olahraga Asia Tenggara tersebut.

    Shin Tae-yong mencatatkan sejarah dengan menyebabkan Timnas Indonesia lolos ke putaran 16 besar Piala Asia 2023 untuk pertama kalinya pada sejarah. Prestasi ini menegaskan bahwa Indonesia mampu berbicara berbagai di tempat pentas Asia, sesuatu yang digunakan dulu hanya saja menjadi angan-angan.

    Selain itu, ia menghadirkan Timnas U-23 lolos ke semifinal Piala Asia U-23 2024, bahkan menyingkirkan negara asalnya, Korea Selatan, pada fase perempat final. Indonesia juga cuma selangkah lagi dari tampil pada Olimpiade Paris 2024, pencapaian yang mana belum pernah diraih sebelumnya.

    Di bawah asuhan Shin, Timnas Indonesia menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Planet 2026. Salah satu momen tak terlupakan adalah kemenangan 2-0 melawan Arab Saudi dalam Stadion Gelora Bung Karno pada November 2024. Gol-gol dari Calvin Verdonk lalu Jay Idzes menunjukkan bahwa Garuda mampu menghadapi tim-tim kuat dunia.

    Meski perjalanan Shin Tae-yong sama-sama Timnas Indonesia harus berakhir, warisan yang mana ia tinggalkan akan setiap saat dikenang. Ia tiada semata-mata menghadirkan prestasi, tetapi juga merancang pondasi kokoh bagi generasi pemain masa depan.

    Di berada dalam kabar perpisahannya, satu hal yang dimaksud pasti: Shin Tae-yong telah terjadi memberikan warna baru di sejarah sepak bola Indonesia. Dari ranking FIFA hingga pentas Piala Asia, dari pasukan muda hingga kelompok senior, kehadirannya adalah anugerah yang mana tak ternilai bagi Garuda.

    Selamat jalan, Coach Shin. Jejakmu akan selalu menjadi inspirasi bagi sepak bola Indonesia. Terima kasih menghadapi segalanya. Kamsahamnida.

  • PSSI Benarkan Patrick Kluivert Salah Satu Calon Pengganti Shin Tae-yong

    PSSI Benarkan Patrick Kluivert Salah Satu Calon Pengganti Shin Tae-yong

    Ligapedianews.com JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengungkapkan ada tiga kandidat pengganti Shin Tae-yong di Timnas Indonesia. Erick mengungkapkan PSSI akan memberikan pengumuman resmi instruktur anyar pada 12 Januari 2025 mendatang.

    Seperti diketahui, PSSI baru sekadar mengatur konferensi pers terkait dengan rencana masa depan Timnas Indonesia , Hari Senin (6/1/2025). Dalam konferensi pers itu, PSSI mengumumkan bahwa Shin Tae-yong diberhentikan.

    Pelatih yang dimaksud telah lima tahun menukangi Skuad Garuda itu akan digantikan oleh sosok lain. Erick mengatakan, ada tiga kandidat utama yang dimaksud telah diinterview oleh PSSI.

    Selain tiga kandidat itu, PSSI juga mewawancarai beberapa asisten instruktur yang nantinya bertugas dalam Timnas Indonesia. Erick mengakui, ketiga kandidat itu mempunyai kelebihan kemudian kekurangan masing-masing.

    “Untuk pelatih-pelatih yang mana diinterview ada tiga nama waktu itu,” ungkap Erick di konferensi pers itu, Mulai Pekan (6/1/2025).

    “Berikut beberapa asisten sebagai opsi untuk pendamping instruktur oleh sebab itu kita yakini tiada ada instruktur yang mana sempurna pasti masing-masing instruktur punya kekurangan,” tambahnya.

    Lebih jauh, Erick membenarkan salah satu dari tiga nama yang disebutkan adalah legenda Timnas Belanda Patrick Kluivert. Namun, mantan presiden Inter Milan itu menegaskan pengumuman resmi akan disampaikan PSSI pada 12 Januari 2025 nanti.

    “Memang salah satu kandidat yang tersebut saya interview yang mana namanya disebutkan tadi (Patrick), tapi daripada menebak-nebak, nanti tanggal 12 ada press conference jam 4, media bisa saja bertanya segera untuk ahli yang digunakan tentu sudah ada kita sepakati,” tandasnya.

  • Perjalanan Karier Shin Tae-yong Melatih Timnas Indonesia hingga Mendunia

    Perjalanan Karier Shin Tae-yong Melatih Timnas Indonesia hingga Mendunia

    Ligapedianews.com Perjalanan karier Shin Tae-yong melatih Timnas Indonesia hingga mendunia harus berakhir menyakitkan pasca dipecat pada sedang jalan. Shin Tae-yong, instruktur jika Korea Selatan ini menjadi sosok penting di dunia sepak bola Indonesia sejak ia dipercaya menjadi instruktur kepala pasukan nasional Indonesia.

    Kiprah Shin Tae-yong mengakibatkan pembaharuan signifikan, meskipun perjalanan kariernya di area Timnas Indonesia bukan terus-menerus mulus, ia berhasil menorehkan berbagai prestasi yang dimaksud memotivasi pemain kemudian penggemar sepak bola Indonesia.

    Shin Tae-yong resmi disampaikan sebagai pembimbing kepala Timnas Indonesia pada Desember 2019, menggantikan Simon McMenemy yang digunakan sebelumnya mengawasi pasukan selama kualifikasi Piala Planet 2022. Pelatih berusia 52 tahun ini sebelumnya dikenal sukses mengakibatkan regu nasional Korea Selatan ke perempat final Piala Global 2018 kemudian mempunyai pengalaman panjang pada melatih klub-klub top Korea Selatan.

    Pada awalnya, banyak pihak meragukan pilihan PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) untuk menunjuk Shin Tae-yong, mengingat tidaklah adanya pengalaman dengan segera Shin di menangani kelompok di dalam Asia Tenggara. Namun, ia segera menunjukkan kemampuannya dengan menyusun rencana yang tersebut lebih banyak sistematis kemudian modern untuk Timnas Indonesia.

    Di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia memulai perjalanan panjang pada kualifikasi Piala Bumi 2022 dengan semangat baru. Meskipun hasil yang tersebut diraih tidak ada selalu positif, gaya permainan yang lebih lanjut terstruktur dan juga disiplin terlihat jelas.

    Salah satu pencapaian yang digunakan paling diingat adalah pertandingan melawan Vietnam pada Maret 2021, di dalam mana Indonesia berhasil tampil lebih banyak kompetitif meskipun akhirnya kalah tipis. Kendati Indonesia tidaklah berhasil lolos ke Piala Planet 2022, Shin Tae-yong memberikan dampak positif dengan memperkenalkan sistem permainan yang tersebut lebih tinggi modern, berbasis penguasaan bola lalu transisi cepat, yang mulai terlihat di pertandingan-pertandingan timnas Indonesia setelahnya.

    Piala AFF 2020 yang digunakan dijalankan pada akhir 2021 hingga awal 2022 menjadi ujian besar bagi Shin Tae-yong. Dalam kompetisi ini, Timnas Indonesia berhasil mencapai final pasca 6 tahun absen dari partai puncak, sebuah pencapaian yang digunakan sangat berarti. Meski Indonesia akhirnya kalah dari Thailand dengan agregat 2-6, perjalanan ke final ini menunjukkan kemajuan pesat dari regu yang digunakan sebelumnya sempat dipandang sebelah mata.

    Di bawah asuhan Shin, Indonesia memperlihatkan permainan yang mana lebih tinggi ofensif serta solid dalam lini belakang. Pemain-pemain muda seperti Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, juga Asnawi Mangkualam tampil impresif di dalam kompetisi ini, kemudian mereka menjadi kunci kesuksesan Indonesia mencapai final.

    Meskipun Indonesia gagal meraih gelar, berbagai yang dimaksud mengakui bahwa Timnas Indonesia saat ini miliki pondasi yang dimaksud lebih lanjut kuat pada bawah tangan dingin Shin Tae-yong.Perbaikan pada Pembangunan Pemain MudaSalah satu terobosan terbesar Shin Tae-yong adalah penekanannya pada pengembangan pemain muda.

  • Curhat Anak Shin Tae-yong pada IG: Ayah Sudah Bekerja Keras Mendongkrak Ranking FIFA Timnas Indonesia

    Curhat Anak Shin Tae-yong pada IG: Ayah Sudah Bekerja Keras Mendongkrak Ranking FIFA Timnas Indonesia

    Ligapedianews.com Keputusan PSSI untuk mengakhiri kerja serupa dengan Shin Tae-yong pada Mulai Pekan (6/1/2025) menuai perhatian luas, termasuk dari keluarga sang pelatih. Shin Jae-won, putra Shin Tae-yong, mengungkapkan isi hatinya melalui sebuah unggahan dalam Instagram yang menyentuh sejumlah hati.

    Dalam unggahan tersebut, Jae-won menyampaikan rasa bangganya terhadap dedikasi sang ayah selama melatih Timnas Indonesia. “Selama lima tahun, Ayah telah dilakukan bekerja keras mengangkat peringkat FIFA hingga naik 50 kedudukan serta menghadirkan Indonesia ke tempat ketiga di dalam Kualifikasi Piala Dunia,” tulisnya, disertai foto Shin Tae-yong sama-sama Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

    Unggahan ini juga menyiratkan kekecewaan melawan langkah PSSI. Jae-won mempertanyakan langkah yang dimaksud dengan menyebutkan pencapaian ayahnya yang dimaksud signifikan. “Ayah telah memberikan yang digunakan terbaik untuk Indonesia. Keluarga kami tahu itu,” tambahnya di bahasa Korea, dengan emotikon hati sebagai penutup.

    Curhat Anak Shin Tae-yong dalam IG: Ayah Sudah Bekerja Keras Mendongkrak Ranking FIFA Timnas Indonesia

    Shin Jae-won sendiri lahir pada 16 September 1988 lalu mengikuti jejak sang ayah dalam dunia sepak bola. Dengan tinggi badan 183 cm, ia pernah bermain untuk klub-klub profesional di tempat Korea Selatan sebelum akhirnya memilih fokus pada keberadaan pribadi. Meski tak lagi berpartisipasi di tempat lapangan, dukungannya terhadap sang ayah tetap memperlihatkan terlihat jelas.

    Unggahan Jae-won menuai beragam komentar dari netizen Indonesia. Banyak yang tersebut menyampaikan dukungan terhadap Shin Tae-yong serta mengungkapkan rasa terima kasih berhadapan dengan kontribusinya bagi sepak bola Indonesia. Tagar seperti #ThankYouShinTaeYong kemudian #GarudaSelamanya mulai banyak di area media sosial sebagai bentuk apresiasi.

    Keputusan PSSI untuk berpisah dengan Shin Tae-yong melakukan penutupan sesi penting pada sejarah sepak bola Indonesia. Namun, bagi berbagai orang, sosok instruktur jika Korea Selatan itu akan masih dikenang sebagai figur yang mengakibatkan inovasi besar kemudian mendirikan fondasi untuk masa depan Garuda.

    “Pelatih mampu pergi, tetapi warisannya akan setiap saat ada,” tulis salah satu netizen di area kolom komentar unggahan Jae-won. Terima kasih, Coach Shin.

  • 3 Kandidat Pelatih Pengganti Shin Tae-yong di dalam Timnas Indonesia, Siapa Saja?

    3 Kandidat Pelatih Pengganti Shin Tae-yong di dalam Timnas Indonesia, Siapa Saja?

    Ligapedianews.com Ada 3 kandidat instruktur pengganti Shin Tae-yong dalam Timnas Indonesia , siapa saja? Ada banyak nama kandidat pembimbing pengganti Shin Tae-yong di tempat Timnas Indonesia. Salah satunya pernah melatih Timnas Belanda selama beberapa edisi berbeda.

    Kabar mengejutkan datang dari PSSI pada waktu memutuskan menghentikan Shin Tae-yong dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan hal yang dimaksud di konferensi pers di dalam Menara Danareksa, Jakarta, pada Mulai Pekan (6/1/2025).

    Pada penjelasannya, Erick Thohir mengungkapkan bahwa langkah ini diambil setelahnya melalui evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan timnas selama berada di dalam bawah asuhan Shin Tae-yong. Kemudian, beliau juga mengonfirmasi bahwa PSSI telah lama memiliki kandidat pengganti Shin Tae-yong.

    Erick mengumumkan sosok pembimbing baru itu akan diinformasikan untuk umum pada 12 Januari mendatang. Dari sekian nama yang tersebut berhembus, berikut ini beberapa dalam antaranya yang disebut-sebut.

    Kandidat Pelatih Pengganti Shin Tae-yong dalam Timnas Indonesia

    1. Louis van Gaal

    Satu nama yang mana trending menyusul pemecatan Shin Tae-yong dari Timnas Indonesia adalah Louis van Gaal. Beberapa pihak pada media sosial bahkan menyampaikan PSSI sudah ada merancang rapat dengan eks instruktur Manchester United tersebut.

    Menurut catatan Transfermarkt, van Gaal pada waktu ini menjadi penasehat di dalam Ajax Amsterdam. Sebelum itu, beliau melatih Timnas Belanda periode 2021-2022.

    Van Gaal mulai menjadi instruktur pasca gantung sepatu pada 1987. Riwayatnya pun cukup mentereng dengan beberapa kali menukangi klub besar.

  • Ini adalah Alasan Utama Shin Tae-yong Dipecat sebagai Pelatih Timnas Indonesia!

    Ini adalah Alasan Utama Shin Tae-yong Dipecat sebagai Pelatih Timnas Indonesia!

    Ligapedianews.com PSSI secara resmi mengakhiri kerja identik dengan Shin Tae-yong sebagai ahli Timnas Indonesia . Keputusan ini disampaikan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, di konferensi pers yang digunakan dilakukan dalam Ibukota Indonesia pada Awal Minggu (6/1/2025). Erick menjelaskan bahwa langkah yang disebutkan diambil berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap performa Timnas Indonesia di dalam bawah arahan Shin Tae-yong.

    Salah satu alasan utama yang tersebut disebutkan Erick adalah kesulitan komunikasi antara instruktur dengan pemain serta jajaran terkait. “Komunikasi yang digunakan lebih lanjut baik diperlukan untuk meyakinkan inisiatif yang dimaksud dijalankan dapat diimplementasikan secara maksimal,” ujar Erick. Ia juga menekankan pentingnya hubungan yang harmonis antara pelatih, pemain, lalu manajemen sebagai kunci keberhasilan tim.

    Selain itu, strategi permainan yang dimaksud diterapkan Shin Tae-yong dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan permintaan Timnas Indonesia ketika ini. Erick menyampaikan bahwa Timnas membutuhkan pembimbing dengan pendekatan taktik yang mana lebih banyak solid serta mampu diterapkan secara efektif di area lapangan.

    “Tim ini membutuhkan pemimpin yang mana mampu menerapkan strategi yang digunakan disepakati oleh para pemain, dan juga meyakinkan dinamika internal berjalan dengan baik,” tambah Erick.

    Erick Thohir juga mengungkapkan bahwa dinamika internal Timnas Indonesia menjadi tantangan besar. Keberadaan penggawa yang digunakan berlaga di tempat luar negeri menambah kompleksitas situasi, sehingga diperlukan pendekatan yang digunakan merata untuk menjaga keseimbangan tim. Erick menyoroti perlunya kekompakan dan juga kerja serupa kelompok sebagai elemen yang dimaksud tiada dapat diabaikan.

    “Sepak bola tidak ada belaka tentang kemampuan teknis, tetapi juga tentang teamwork. Kekompakan antara pemain, pelatih, juga PSSI menjadi tolok ukur yang penting,” jelas Erick.

    Erick menambahkan, PSSI tidak ada ingin mengambil kebijakan terburu-buru. Pemecatan Shin Tae-yong dilaksanakan pasca pertandingan melawan China, dengan pertimbangan waktu dua bulan lebih banyak yang cukup untuk mempersiapkan ahli baru sebelum program besar Timnas berikutnya.

    Surat resmi pemutusan kerja identik dengan Shin Tae-yong telah dilakukan disampaikan pada Awal Minggu pagi, juga pembimbing selama Korea Selatan yang dimaksud disebut telah terjadi menerima tindakan ini. PSSI juga berencana mengumumkan pembimbing baru pada 12 Januari mendatang, sekaligus memulai persiapan untuk inisiatif Timnas ke depan.

    Meskipun demikian, Erick menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi Shin Tae-yong selama melatih Timnas Indonesia. Ia berharap inovasi ini dapat menyebabkan angin segar bagi sepak bola Indonesia yang berada dalam berjuang untuk meraih prestasi tambahan tinggi di tempat kancah internasional.

    “Kami ucapkan terima kasih terhadap Coach Shin berhadapan dengan kerja kerasnya. Perubahan ini kami harap menyebabkan peningkatan yang digunakan signifikan untuk masa depan Timnas Indonesia,” tutup Erick.

  • Benarkah Patrick Kluivert Akan Menjadi Pelatih Timnas Indonesia? Ini adalah Fakta Sebenarnya

    Benarkah Patrick Kluivert Akan Menjadi Pelatih Timnas Indonesia? Ini adalah Fakta Sebenarnya

    Ligapedianews.com Foto Ketua Umum PSSI, Erick Thohir , sama-sama legenda sepak bola Belanda Patrick Kluivert baru-baru ini menjadi perbincangan hangat. Narasi yang beredar menyampaikan bahwa mantan pemain Barcelona itu akan menggantikan Shin Tae-yong sebagai ahli Timnas Indonesia. Namun, setelahnya ditelusuri, fakta pada balik foto yang dimaksud bukan seperti yang mana diberitakan.

    Foto yang disebutkan sebenarnya diambil ketika Erick Thohir bertemu Patrick Kluivert kemudian legenda Australia, Tim Cahill, pada Negeri Matahari Terbit pada 25 Januari 2024 lalu. Ketiganya hadir di laga antara Jepun juga Indonesia di rangkaian pertandingan Kualifikasi Piala Bumi 2026. SINDOnews menelusuri, rapat yang dimaksud tidaklah berkaitan segera dengan pengumuman instruktur baru Timnas Indonesia.

    Benarkah Patrick Kluivert Akan Menjadi Pelatih Timnas Indonesia? Hal ini Fakta Sebenarnya

    Patrick Kluivert Masuk Dalam Daftar Kandidat Pelatih Baru

    Meskipun demikian, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengakui bahwa Patrick Kluivert adalah salah satu kandidat untuk sikap ahli Timnas Indonesia. Dalam konferensi pers di tempat Ibukota pada Mulai Pekan (6/1/2025), Erick menyebutkan bahwa PSSI sedang pada tahap akhir menentukan pengganti Shin Tae-yong.

    “Memang salah satu kandidat yang tersebut saya interview adalah yang tersebut tadi disebut (Patrick Kluivert, red), tetapi daripada menebak-nebak, nanti tanggal 12 ada konferensi pers untuk pengumuman resmi,” ujar Erick Thohir.

    Selain Kluivert, Erick juga menyatakan bahwa ada tiga nama yang sudah diwawancarai oleh PSSI untuk tempat instruktur kepala. Ketiganya merupakan instruktur berpengalaman, masing-masing dengan kelebihan dan juga kekurangannya. Selain itu, PSSI juga mempertimbangkan beberapa kandidat asisten ahli untuk mendampingi instruktur utama.

    “Tidak ada pembimbing yang digunakan sempurna. Pasti masing-masing pembimbing punya kekurangan. Karena itu, kami juga mewawancarai asisten pembimbing yang tersebut bisa jadi memperkuat kerja ahli utama,” tambah Erick.

    Shin Tae-yong resmi diberhentikan dari jabatannya setelahnya lima tahun melatih Timnas Indonesia. Keputusan ini diberitahukan pada konferensi pers yang sama. PSSI menyatakan bahwa langkah ini diambil pasca melakukan evaluasi terhadap kinerja tim.

    Penggantian ahli dianggap perlu untuk menyebabkan angin segar bagi Timnas Indonesia, yang digunakan saat ini berada dalam mempersiapkan program penting dalam kualifikasi internasional kemudian Piala Asia 2027. Erick menegaskan bahwa ahli baru akan miliki waktu dua setengah bulan untuk mempersiapkan kelompok sebelum jadwal besar berikutnya.

    Pengumuman Resmi Pada 12 Januari 2025

    Spekulasi mengenai siapa yang mana akan menjadi pembimbing baru Timnas Indonesia akan segera terjawab. PSSI telah lama menjadwalkan pengumuman resmi pada 12 Januari 2025 pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat melalui konferensi pers. Erick Thohir menghadirkan rakyat untuk menantikan informasi resmi serta tak terburu-buru pada menarik kesimpulan.

    “Kita sudah ada melakukan proses seleksi secara menyeluruh, dan juga pada 12 Januari nanti, media dapat bertanya segera terhadap ahli yang sudah ada kita pilih,” tandas Erick.

    Dengan nama besar seperti Patrick Kluivert masuk pada daftar kandidat, harapan umum terhadap kebangkitan Timnas Indonesia semakin tinggi. Namun, siapa pun yang dimaksud akhirnya terpilih, tugas besar sudah ada menanti untuk menghadirkan Timnas Indonesia ke level yang tersebut lebih besar tinggi di area kancah internasional.

    Benarkah Patrick Kluivert Akan Menjadi Pelatih Timnas Indonesia? Hal ini Fakta Sebenarnya