Tag: PSIM Yogyakarta

  • Harlan Suardi absen tiga bulan bela PSIM Yogyakarta

    Harlan Suardi absen tiga bulan bela PSIM Yogyakarta

    Ibukota – Kiper Harlan Suardi dipastikan absen tiga bulan membela PSIM Yogyakarta untuk mengarungi kompetisi BRI Super League musim 2025/2026.

    Dikutip dari laman resmi klub, Kamis, Harlan tiada dapat membela PSIM Yogyakarta selama tiga bulan dikarenakan mengalami cedera meniskus lutut kanan saat menjalani pertemuan latihan rutin.

    Dokter grup PSIM Yogyakarta Hansel menjelaskan sebelumnya pihaknya sempat mengira Harlan mendapatkan cedera ACL, namun setelahnya pemeriksaan pertama kegelisahan itu tak terbukti.

    "Tetapi setelahnya konsultasi dengan dokter ortopedi di Rumah Sakit Bethesda, ternyata cederanya itu adalah meniskus (tulang rawan yang digunakan berfungsi sebagai bantalan di sendi lutut). Jadi, ada sobekan kecil pada meniskus lutut kanannya," ungkap Hansel.

    Hansel menjelaskan pada waktu ini Harlan fokus mendapatkan inisiatif perawatan cedera dalam bentuk istirahat serta fisioterapi, berikutnya dua minggu setelahnya cedera mantan kiper PSM Makassar itu akan melakukan MRI.

    "Kalau kemungkinan kembali ke lapangan sekitar 6 sampai 8 minggu, tapi balik lagi, nanti akan disesuaikan dengan hasil MRI besok seperti apa," kata Hansel.

    Hansel menjelaskan Harlan melakukan perawatan cedera diwujudkan pada kota kelahiran kiper yang disebutkan Makassar serta hal itu berdasarkan persetujuan pasukan medis PSIM.

    Hal yang disebutkan disetujui pihak PSIM dikarenakan sekarang ini sedang memasuki jeda kompetisi BRI Super League juga Hansel menyimpulkan faktor dukungan keluarga juga sangat penting di serangkaian penyembuhan cedera Harlan.

    "Cedera meniskus ini kan cukup berat untuk atlet, jadi kami pikir, selain perawatan medisnya, Harlan juga butuh dukungan dari keluarga," kata Hansel.

    "Karena pertimbangan itu juga bertepatan dengan pasukan sedang libur juga, jadi kami memutuskan untuk perawatan awal dalam Makassar dulu. Setiap perawatan yang dimaksud diwujudkan ke Makassar, hasilnya dilaporkan untuk kami. Sehingga kami mampu bergabung memantau perkembangannya," kata dia.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di laman web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Jadwal berat menanti PSIM Yogyakarta di dalam bulan September ini

    Jadwal berat menanti PSIM Yogyakarta di dalam bulan September ini

    Ibukota – Tim penawaran PSIM Yogyakarta mengawali debutnya ke BRI Super League 2025/2026 dengan catatan impresif. Dari empat laga awal, Laskar Mataram sukses mengemas dua kemenangan kemudian dua hasil imbang. Catatan yang disebutkan menyebabkan PSIM berubah menjadi salah satu kelompok penawaran paling menjanjikan musim ini.

    Kemenangan perdana PSIM bahkan datang dengan mengejutkan ketika menundukkan Persebaya Surabaya dalam Stadion Gelora Bung Tomo, lewat gol semata wayang di dalam masa injury time. Setelah itu, tim asuhan Jean-Paul van Gastel bermain imbang 1-1 berperang melawan tamunya,Arema FC juga Persib Bandung. Pada pekan keempat, PSIM kembali menunjukkan tajinya dengan menundukkan Malut United 2-0 ke Stadion Kie Raha.

    Meski demikian, hegemoni ke bulan Agustus tak juga merta menjamin perjalanan PSIM berjalan mulus. Memasuki September, klub jika Yogyakarta ini akan dihadapkan dengan jadwal berat lantaran harus berhadapan dengan tiga tim kuat, yakni Borneo FC, Bali United, lalu PSM Makassar.

    Borneo FC akan menjadi lawan pertama PSIM pada Minggu, 14 September 2025 di Stadion Sultan Agung, Bantul, pukul 15.30 WIB. Laga ini diprediksi berlangsung sengit oleh sebab itu kedua grup sama-sama belum terkalahkan. Borneo FC di beberapa musim terakhir juga dikenal sebagai salah satu kuat ke Turnamen 1 yang mana kerap berubah jadi batu sandungan bagi tim-tim papan atas.

    Selanjutnya, PSIM akan menjalani laga tandang kontra Bali United ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu, 20 September 2025 pukul 19.00 WIB. Bali United baru semata bangkit dari tren negatif dengan mengalahkan Madura United satu-nol pada pekan keempat. Selain itu, grup berjuluk Serdadu Tridatu yang disebutkan diperkuat pemain bintang dan juga juga dilatih instruktur dengan syarat Belanda, Johnny Jansen. PSIM juga patut berhati-hati oleh sebab itu pada turnamen pra-musim sebelumnya merek sempat kalah telak 0-6 dari Bali United.

    Ujian terakhir PSIM pada bulan September adalah menghadapi PSM Makassar dalam Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Sabtu, 27 September 2025 pukul 15.30 WIB. PSM, sebagai salah satu grup berpengalaman di kancah sepak bola nasional, memang sebenarnya belum tampil konsisten setelahnya hanya sekali meraih tiga hasil imbang beruntun. Meski demikian, kualitas dan juga mentalitas juara yang tersebut dimiliki PSM kekal berubah menjadi tantangan berat bagi regu promosi.

    Berikut jadwal PSIM Yogyakarta di bulan September 2025:

    • 14 September: PSIM Yogyakarta vs Borneo FC Samarinda – 15.30 Waktu Indonesia Barat – Stadion Sultan Agung
    • 20 September: Bali United FC vs PSIM Yogyakarta – 19.00 Waktu Indonesia Barat – Stadion Kapten I Wayan Dipta
    • 27 September: PSM Makassar vs PSIM Yogyakarta – 15.30 Waktu Indonesia Barat – Stadion Gelora B.J. Habibie

    Di bawah arahan Jean-Paul van Gastel, PSIM Yogyakarta akan berupaya mempertahankan tren positifnya sekaligus membuktikan diri sebagai tim pemasaran yang mana mampu bersaing ke papan melawan Super League 2025/2026.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam website web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kiprah tiga tim pemasaran BRI Super League hingga pekan keempat

    Kiprah tiga tim pemasaran BRI Super League hingga pekan keempat

    DKI Jakarta – Kompetisi BRI Super League 2025/2026 telah terjadi memasuki pekan keempat. Dari sederet pertandingan yang mana digelar, kiprah tiga tim penawaran berubah menjadi sorotan tersendiri, yakni PSIM Yogyakarta, Persijap Jepara, kemudian Bhayangkara Presisi Lampung FC. Ketiga pasukan yang disebutkan menunjukkan performa yang berbeda pada persaingan awal musim.

    PSIM Yogyakarta menjadi grup pemasaran dengan catatan terbaik sejauh ini. Tim Jean-Paul van Gastel belum sekalipun menelan kekalahan, dengan torehan dua kemenangan kemudian dua hasil imbang. Dari empat laga, Laskar Mataram mengoleksi delapan poin, mengukir lima gol serta semata-mata dua kali kebobolan.

    Kemenangan perdana PSIM hadir mengejutkan kala menundukkan Persebaya Surabaya satu-nol di dalam Stadion Gelora Bung Tomo pada 8 Agustus lalu. Setelah itu, PSIM mencatatkan dua hasil imbang dengan skor identik 1-1 berperang melawan Arema FC juga juara bertahan Persib Bandung. Tren positif kembali berlanjut pada saat merekan menaklukkan Malut United 2-0 pada Stadion Kie Raha pada pekan keempat. Hasil yang dimaksud mengakibatkan PSIM bertengger pada tempat keempat klasemen sementara dengan koleksi delapan poin, sebanding dengan Arema FC pada peringkat ketiga.

    Selain PSIM, grup penawaran lainnya, Persijap Jepara, juga mampu memberi kejutan walau belum konsisten. Dari empat laga, Laskar Kalinyamat meraih satu kemenangan, dua hasil imbang, kemudian satu kekalahan.

    Persijap sempat tampil mengejutkan dengan menumbangkan juara bertahan Persib Bandung 2-1. Mereka juga mampu menahan imbang PSM Makassar 1-1 ke laga pembuka kemudian bermain imbang tanpa gol menghadapi Arema FC ke pekan keempat. Namun, tim asuhan Mario Lemos harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 1-3 pada matchday ketiga. Saat ini Persijap menempati tempat kedelapan klasemen sementara dengan torehan lima poin.

    Sementara itu, grup milik Kepolisian Republik Indonesia, yakni Bhayangkara Presisi Lampung FC masih berjuang untuk mengundurkan diri dari dari awal musim yang kurang meyakinkan. Dari empat laga, pasukan berjuluk The Guardians baru meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, juga dua kekalahan. Satu-satunya kemenangan diraih pada matchday keempat, pada waktu menjamu Persis Solo dengan skor 2-0. Dua gol yang dimaksud dicetak melalui kaki Ilija Spasojević kemudian Fareed Sadat.

    Namun sebelum itu, pasukan asuhan Paul Munster menelan dua kekalahan beruntun dari Borneo FC (0-1) dan juga Arema FC (1-2), dan juga hanya sekali bermain imbang 1-1 kontra PSM Makassar. Bhayangkara saat ini berada di dalam peringkat ke-10 klasemen sementara dengan meraih empat poin.

    Kompetisi BRI Super League 2025/2026 masih panjang, tetapi kiprah tiga tim iklan yang disebutkan menunjukkan dinamika menarik. PSIM Yogyakarta tampil sebagai kuda hitam yang digunakan menjanjikan, Persijap Jepara mampu memberikan kejutan, sementara Bhayangkara Presisi Lampung FC masih berupaya untuk segera bangkit agar tak mengalami masalah pada papan bawah klasemen.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam laman web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Jadwal berat menanti PSIM Yogyakarta di area bulan September ini

    Jadwal berat menanti PSIM Yogyakarta di area bulan September ini

    Ligapedianews.com DKI Jakarta – Tim penawaran PSIM Yogyakarta mengawali debutnya pada BRI Super League 2025/2026 dengan catatan impresif. Dari empat laga awal, Laskar Mataram sukses mengemas dua kemenangan lalu dua hasil imbang. Catatan yang disebutkan menghasilkan PSIM menjadi salah satu regu iklan paling menjanjikan musim ini.

    Kemenangan perdana PSIM bahkan datang dengan mengejutkan pada waktu menundukkan Persebaya Surabaya dalam Stadion Gelora Bung Tomo, lewat gol semata wayang di area masa injury time. Setelah itu, kelompok asuhan Jean-Paul van Gastel bermain imbang 1-1 melawan tamunya,Arema FC serta Persib Bandung. Pada pekan keempat, PSIM kembali menunjukkan tajinya dengan menundukkan Malut United 2-0 di area Stadion Kie Raha.

    Meski demikian, hegemoni dalam bulan Agustus bukan juga merta menjamin perjalanan PSIM berjalan mulus. Memasuki September, klub dengan syarat Yogyakarta ini akan dihadapkan dengan jadwal berat sebab harus melawan tiga kelompok kuat, yakni Borneo FC, Bali United, serta PSM Makassar.

    Borneo FC akan menjadi lawan pertama PSIM pada Minggu, 14 September 2025 di tempat Stadion Sultan Agung, Bantul, pukul 15.30 WIB. Laga ini diprediksi berlangsung sengit dikarenakan kedua kelompok sama-sama belum terkalahkan. Borneo FC pada beberapa musim terakhir juga dikenal sebagai salah satu kuat pada Kejuaraan 1 yang tersebut kerap menjadi batu sandungan bagi tim-tim papan atas.

    Selanjutnya, PSIM akan menjalani laga tandang kontra Bali United di area Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu, 20 September 2025 pukul 19.00 WIB. Bali United baru cuma bangkit dari tren negatif dengan mengalahkan Madura United satu-nol pada pekan keempat. Selain itu, kelompok berjuluk Serdadu Tridatu yang dimaksud diperkuat pemain bintang kemudian juga dilatih pembimbing jika Belanda, Johnny Jansen. PSIM juga patut berhati-hati dikarenakan pada turnamen pra-musim sebelumnya merek sempat kalah telak 0-6 dari Bali United.

    Ujian terakhir PSIM di tempat bulan September adalah menghadapi PSM Makassar di area Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Sabtu, 27 September 2025 pukul 15.30 WIB. PSM, sebagai salah satu regu berpengalaman dalam kancah sepak bola nasional, memang benar belum tampil konsisten pasca hanya sekali meraih tiga hasil imbang beruntun. Meski demikian, kualitas serta mentalitas juara yang dimaksud dimiliki PSM tetap saja menjadi tantangan berat bagi regu promosi.

    Berikut jadwal PSIM Yogyakarta dalam bulan September 2025:

    • 14 September: PSIM Yogyakarta vs Borneo FC Samarinda – 15.30 Waktu Indonesia Barat – Stadion Sultan Agung
    • 20 September: Bali United FC vs PSIM Yogyakarta – 19.00 Waktu Indonesia Barat – Stadion Kapten I Wayan Dipta
    • 27 September: PSM Makassar vs PSIM Yogyakarta – 15.30 Waktu Indonesia Barat – Stadion Gelora B.J. Habibie

    Di bawah arahan Jean-Paul van Gastel, PSIM Yogyakarta akan berupaya mempertahankan tren positifnya sekaligus membuktikan diri sebagai regu iklan yang tersebut mampu bersaing di dalam papan menghadapi Super League 2025/2026.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di area situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kiprah tiga regu pemasaran BRI Super League hingga pekan keempat

    Kiprah tiga regu pemasaran BRI Super League hingga pekan keempat

    Ligapedianews.com DKI Jakarta – Kompetisi BRI Super League 2025/2026 telah terjadi memasuki pekan keempat. Dari sederet pertandingan yang dimaksud digelar, kiprah tiga regu penawaran menjadi sorotan tersendiri, yakni PSIM Yogyakarta, Persijap Jepara, lalu Bhayangkara Presisi Lampung FC. Ketiga regu yang disebutkan menunjukkan performa yang digunakan berbeda di persaingan awal musim.

    PSIM Yogyakarta menjadi regu pemasaran dengan catatan terbaik sejauh ini. Pasukan Jean-Paul van Gastel belum sekalipun menelan kekalahan, dengan torehan dua kemenangan dan juga dua hasil imbang. Dari empat laga, Laskar Mataram mengoleksi delapan poin, mengukir lima gol kemudian hanya sekali dua kali kebobolan.

    Kemenangan perdana PSIM hadir mengejutkan kala menundukkan Persebaya Surabaya satu-nol dalam Stadion Gelora Bung Tomo pada 8 Agustus lalu. Setelah itu, PSIM mencatatkan dua hasil imbang dengan skor identik 1-1 melawan Arema FC lalu juara bertahan Persib Bandung. Tren positif kembali berlanjut ketika mereka menaklukkan Malut United 2-0 pada Stadion Kie Raha pada pekan keempat. Hasil yang disebutkan menyebabkan PSIM bertengger di dalam kedudukan keempat klasemen sementara dengan koleksi delapan poin, mirip dengan Arema FC pada peringkat ketiga.

    Selain PSIM, kelompok penawaran lainnya, Persijap Jepara, juga mampu memberi kejutan walaupun belum konsisten. Dari empat laga, Laskar Kalinyamat meraih satu kemenangan, dua hasil imbang, juga satu kekalahan.

    Persijap sempat tampil mengejutkan dengan menumbangkan juara bertahan Persib Bandung 2-1. Mereka juga mampu menahan imbang PSM Makassar 1-1 di dalam laga pembuka juga bermain imbang tanpa gol melawan Arema FC dalam pekan keempat. Namun, regu asuhan Mario Lemos harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 1-3 pada matchday ketiga. Saat ini Persijap menempati sikap kedelapan klasemen sementara dengan torehan lima poin.

    Sementara itu, regu milik Kepolisian Republik Indonesia, yakni Bhayangkara Presisi Lampung FC masih berjuang untuk pergi dari dari awal musim yang kurang meyakinkan. Dari empat laga, kelompok berjuluk The Guardians baru meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, serta dua kekalahan. Satu-satunya kemenangan diraih pada matchday keempat, pada waktu menjamu Persis Solo dengan skor 2-0. Dua gol yang disebutkan dicetak melalui kaki Ilija Spasojević dan juga Fareed Sadat.

    Namun sebelum itu, kelompok asuhan Paul Munster menelan dua kekalahan beruntun dari Borneo FC (0-1) juga Arema FC (1-2), juga semata-mata bermain imbang 1-1 kontra PSM Makassar. Bhayangkara pada masa kini berada pada peringkat ke-10 klasemen sementara dengan meraih empat poin.

    Kompetisi BRI Super League 2025/2026 masih panjang, tetapi kiprah tiga pasukan pemasaran yang dimaksud menunjukkan dinamika menarik. PSIM Yogyakarta tampil sebagai kuda hitam yang dimaksud menjanjikan, Persijap Jepara mampu memberikan kejutan, sementara Bhayangkara Presisi Lampung FC masih mencoba untuk segera bangkit agar tak terjebak pada papan bawah klasemen.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Anton Fase datang, PSIM Yogyakarta punya sembilan pemain asing

    Anton Fase datang, PSIM Yogyakarta punya sembilan pemain asing

    LIgapedianews.com Ibukota – PSIM Yogyakarta resmi memiliki sembilan pemain asing pasca kedatangan Anton Fase yang dimaksud direkrut dari klub Kompetisi Singapura Balestier Khalsa.

    Ia adalah pemain asing ketujuh yang mana didatangkan PSIM musim ini pasca Deri Corfe, Ze Valente, Ezequiel Vidal, Franco Ramos Mingo, Nermin Haljeta, juga Rakhmatsho Rakhmatzoda, dan juga menjadi pemain asing kesembilan yang dimaksud dimiliki Laskar Mataram setelahnya mereka itu miliki Yusaku Yamadera dan juga Rafinha.

    “Pertama, perekrutan Anton Fase ini orientasinya ke pelatih, berdasarkan rekomendasi pelatih,” kata Manajer PSIM Razzi, dikutipkan dari laman resmi PSIM, Kamis.

    Fase, kata Razzi, didatangkan oleh PSIM setelahnya mereka itu melakukan evaluasi mendalam bersatu pasukan instruktur yang dipimpin Jean-Paul Van Gastel mengenai kondisi tim.

    “Kita mengevaluasi juga meninjau sikap apa yang digunakan kita butuhkan, sehingga kita tambah pemain. Keputusannya, kita membutuhkan winger lalu gelandang bertahan,” tambahnya.

    Sementara itu, Fase mengungkapkan alasan utama ketertarikan bergabung dengan PSIM adalah faktor suporter. “Para penggemar lah yang digunakan menimbulkan saya tertarik untuk bergabung dengan klub ini. Saya mendengar banyak hal bagus dari agen saya kemudian juga mengamati beberapa hal yang terlihat luar biasa,” ujar winger berusia 25 tahun itu.

    Faktor penting lainnya kata Fase adalah peluncuran pembimbing Van Gastel, yang dimaksud sama-sama dari Belanda seperti dirinya.

    “Selain itu, penampilan Jean Paul pada di tempat ini sangat membantu. Karena beliau orang Belanda, saya mengerti cara kerjanya, tentu saja, akibat saya juga orang Belanda,” tambah pemain kelahiran Daerah Perkotaan Haarlem, Belanda tersebut.

    Perjalanan karier Fase dimulai dari akademi AZ Alkmaar pada masa mudanya sebelum melakukan debut profesional di area kasta kedua Belanda ketika berusia 17 tahun. Setelah itu, ia menguatkan NEC Nijmegen di tempat Eredivisie, sempat menjadi rekan setim Ole Romeny yang dimaksud saat ini membela timnas Indonesia.

    Ia kemudian mengundurkan diri dari dari sepak bola Belanda pada akhir tahun 2021 untuk meningkatkan kekuatan empat klub, yaitu Botev Vratsa (Bulgaria), Kauno Zalgiris (Lithuania), LKS Lodz (Polandia), kemudian Balestier Khalsa (Singapura).

    Di klub terakhirnya, Fase mencatatkan statistik yang tersebut mengesankan akibat mencetak sembilan gol lalu empat assists dari 15 pertandingan yang mana dimainkan.

    “Saya tidaklah sabar untuk bertemu kalian dalam stadion. Ya, saya tak sabar untuk merayakan bersatu kalian juga saya akan bertemu kalian segera,” tutup Fase.

    Di Super League, sebagai pasukan promosi, pasukan kebanggaan kota Yogyakarta itu meraih kemenangan pada laga perdana ketika menenag satu gol tanpa balas melawan tuan rumah Persebaya Surabaya dalam Stadion Gelora Bung Tomo, pekan lalu.

    Koleksi tiga poin itu menghadirkan PSIM menghuni kedudukan ketujuh klasemen Super League. Merrka mengoleksi poin yang mana serupa dengan enam kelompok lainnya seperti Borneo FC, Persis Solo, Persib Bandung, Malut United, Arema FC, lalu Persija Jakarta.

    Pada laga kedua, PSIM akan bermain kandang pada Stadion Sultan Agung Bantul pada waktu mereka menjamu Arema pada Hari Sabtu (16/8) pukul 15.30 WIB.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pelatih PSIM: Nermin Haljeta adalah orang pertama di dalam lini pertahanan

    Pelatih PSIM: Nermin Haljeta adalah orang pertama di dalam lini pertahanan

    Saya sangat puas dengan penampilan Nermin. Dia bertahan dengan penuh energi

    Jakarta – Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel memuji penampilan strikernya Nermin Haljeta pada laga perdana BRI Super League 2025/2026 pada waktu mengalahkan tuan rumah Persebaya Surabaya dengan skor satu gol tanpa balas di tempat Stadion Gelora Bung Tomo, hari terakhir pekan (8/8).

    Haljeta memang benar tak mencetak gol di laga itu, namun Van Gastel tetap saja memujinya sebab striker selama Slovenia itu terlibat bergerak untuk membantu timnya ketika bertahan.

    “Saya sangat puas dengan penampilan Nermin. Dia bertahan dengan penuh energi. Dia sedikit kurang beruntung di area sesi pertama di penguasaan bola. Namun di area sesi kedua, beliau terpencil lebih tinggi baik,” kata Van Gastel pada jumpa pers pasca pertandingan, Jumat.

    “Namun yang mana terpenting, yang mana kami butuhkan adalah bertahan dengan 11 pemain. Dan saya pikir Nermin adalah pemain pertama di dalam lini pertahanan kami,” katanya menambahkan.

    Haljeta adalah pemain asing yang tersebut didatangkan PSIM dari PSM Makassar. Pada musim lalu, di dalam PSM, striker berusia 28 tahun itu mengemas 16 gol dan juga dua assists di area semua kompetisi, dengan 12 gol pada antaranya terjadi pada Kejuaraan 1.

    Jika Haljeta adalah orang pertama di dalam lini pertahanan, Van Gastel menyatakan Cahya Supriadi sebagai kiper adalah orang paling pertama untuk lini serang.

    “Begitu pun halnya seseorang kiper yang mana merupakan penyerang paling pertama (dalam tim). Nermin adalah contoh bagaimana kami harus bermain, lalu ia memberikan begitu banyak energi,” kata ahli dengan syarat Belanda tersebut.

    Selain akibat etos kerjanya, Haljeta dipilih Van Gastel dibandingkan Rafinha yang tersebut musim lalu menjadi top skor Laskar Mataram dalam Kejuaraan 2 dengan 20 gol, adalah sebab postur tubuhnya mempunyai tinggi 1,95 meter.

    “Jadi bagi saya, itulah alasan beliau bermain, dan juga yang mana kedua, kami punya berbagai pemain bertubuh kecil. Jadi kami juga butuh sundulan ketika bertahan di dalam situasi bola mati, lalu saya sangat mengapresiasi penampilan Nermin,” tambah dia.

    Adapun kemenangan PSIM lahir berkat sundulan Ezequiel Vidal pada menit-menit akhir. Tiga poin ini untuk sementara menghadirkan PSIM ada di dalam sikap kedua klasemen sementara dengan tiga poin.

    Pada laga kedua, PSIM akan bermain di dalam kandang pada waktu merekan menjamu Arema FC pada Hari Sabtu (16/8) pukul 15.30 WIB. Setelah kemenangan pada laga perdana, Van Gastel cukup percaya diri dapat menghadirkan timnya bersaing di area lima besar.

    “Seperti yang digunakan sudah ada saya bilang, ini juga musim pertama saya dalam Turnamen 1. Saya tidak ada menyangka atmosfer sehebat ini. Tapi kami bermain bagus. Saya harap kami sanggup masuk lima besar. Saya harap begitu, juga kami yakin,” kata mantan asisten Giovanni van Bronckhorst tersebut.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di area situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Jadwal lengkap PSIM Yogyakarta di dalam Super League musim 2025/2026

    Jadwal lengkap PSIM Yogyakarta di dalam Super League musim 2025/2026

    ligapedianews.com Ibukota – Kompetisi Super League musim 2025/2026 akan segera bergulir mulai 8 Agustus 2025 hingga 23 Mei 2026. Salah satu pasukan promosi, PSIM Yogyakarta, telah lama bersiap menyambut musim perdana mereka di area kasta tertinggi dengan penuh optimisme walaupun hasil uji coba pramusim belum sepenuhnya memuaskan.

    Dibawah arahan pembimbing dengan syarat Belanda, Jean-Paul van Gastel, PSIM Yogyakarta menyelenggarakan latihan intensif sejak awal Juli kemudian menjalani sejumlah laga uji coba. Dari enam laga pramusim melawan tim-tim Super League serta Championship, PSIM cuma mampu meraih dua kemenangan, yakni berhadapan dengan Madura United dan juga PSIS Semarang. Sisanya berakhir dengan kekalahan, termasuk ketika dibekuk Bali United dengan skor telak 0-6.

    Laskar Mataram juga harus mengevaluasi performa lini serang serta pertahanan mereka. Tiga gol yang tersebut dicetak selama pramusim seluruhnya berasal dari satu pemain, Rafinha. Sementara itu, duet Nermin Haljeta lalu Deri Corfe belum mampu mencatatkan gol. Di sisi pertahanan, PSIM kebobolan 10 gol dari enam pertandingan.

    Meski begitu, PSIM tetap memperlihatkan optimistis di menghadapi persaingan ketat di tempat Super League musim ini. Mereka akan memulai perjuangan pada laga perdana menghadapi tuan rumah Persebaya Surabaya di tempat Stadion Gelora Bung Tomo, 8 Agustus 2025.

    Berikut jadwal lengkap PSIM Yogyakarta di dalam Super League 2025/2026:

    Agustus 2025
    8 Agustus: Persebaya Surabaya vs PSIM Yogyakarta – 19:00 Waktu Indonesia Barat – Gelora Bung Tomo
    16 Agustus: PSIM Yogyakarta vs Arema FC – 15:30 Waktu Indonesia Barat – Maguwoharjo
    24 Agustus: PSIM Yogyakarta vs Persib Bandung – 15:30 Waktu Indonesia Barat – Maguwoharjo
    30 Agustus: Malut United FC vs PSIM Yogyakarta – 19:00 Waktu Indonesia Barat – Kie Raha

    September 2025
    14 September: PSIM Yogyakarta vs Borneo FC Samarinda – 15:30 Waktu Indonesia Barat – Maguwoharjo
    20 September: Bali United FC vs PSIM Yogyakarta – 19:00 Waktu Indonesia Barat – Kapten I Wayan Dipta
    28 September: PSM Makassar vs PSIM Yogyakarta – 15:30 Waktu Indonesia Barat – Gelora B.J. Habibie

    Oktober 2025
    2 Oktober: PSIM Yogyakarta vs PSBS Biak – 15:30 Waktu Indonesia Barat – Maguwoharjo
    17 Oktober: Persita vs PSIM Yogyakarta – 15:30 Waktu Indonesia Barat – Indomilk Arena
    22 Oktober: PSIM Yogyakarta vs Dewa United Banten FC – 19:00 Waktu Indonesia Barat – Maguwoharjo
    31 Oktober: PSIM Yogyakarta vs Persik Kediri – 15:30 Waktu Indonesia Barat – Maguwoharjo

    November 2025
    8 November: Persis Solo vs PSIM Yogyakarta – 19:00 Waktu Indonesia Barat – Manahan
    22 November: PSIM Yogyakarta vs Bhayangkara Presisi Lampung FC – 19:00 Waktu Indonesia Barat – Maguwoharjo
    28 November: Persija DKI Jakarta vs PSIM Yogyakarta – 19:00 Waktu Indonesia Barat – Ibukota Indonesia International Stadium

    Desember 2025
    23 Desember: Persijap Jepara vs PSIM Yogyakarta – 19:00 Waktu Indonesia Barat – Gelora Bumi Kartini

    Januari 2026
    4 Januari: PSIM Yogyakarta vs Semen Padang FC – 15:30 Waktu Indonesia Barat – Maguwoharjo
    10 Januari: Madura United FC vs PSIM Yogyakarta – 15:30 Waktu Indonesia Barat – Gelora Madura Ratu Pamelingan
    25 Januari: PSIM Yogyakarta vs Persebaya Surabaya – 15:30 Waktu Indonesia Barat – Maguwoharjo

    Februari 2026
    1 Februari: Borneo FC Samarinda vs PSIM Yogyakarta – 15:30 Waktu Indonesia Barat – Segiri
    6 Februari: PSIM Yogyakarta vs Persis Solo – 15:30 Waktu Indonesia Barat – Maguwoharjo
    13 Februari: Persik Kediri vs PSIM Yogyakarta – 15:30 Waktu Indonesia Barat – Brawijaya
    23 Februari: PSIM Yogyakarta vs Bali United FC – 20:30 Waktu Indonesia Barat – Maguwoharjo
    27 Februari: PSBS Biak vs PSIM Yogyakarta – 20:30 Waktu Indonesia Barat – Maguwoharjo

    Maret 2026
    4 Maret: Semen Padang FC vs PSIM Yogyakarta – 20:30 Waktu Indonesia Barat – H. Agus Salim
    11 Maret: PSIM Yogyakarta vs Persijap Jepara – 20:30 Waktu Indonesia Barat – Maguwoharjo

    April 2026
    3 April: Dewa United Banten FC vs PSIM Yogyakarta – 19:00 Waktu Indonesia Barat – Banten International Stadium
    10 April: PSIM Yogyakarta vs PSM Makassar – 15:30 Waktu Indonesia Barat – Maguwoharjo
    17 April: Bhayangkara Presisi Lampung FC vs PSIM Yogyakarta – 15:30 Waktu Indonesia Barat – PKOR Sumpah Pemuda
    22 April: PSIM Yogyakarta vs Persija Ibukota Indonesia – 19:00 Waktu Indonesia Barat – Maguwoharjo
    30 April: PSIM Yogyakarta vs Persita – 15:30 Waktu Indonesia Barat – Maguwoharjo

    Mei 2026
    4 Mei: Persib Bandung vs PSIM Yogyakarta – 15:30 Waktu Indonesia Barat – Gelora Bandung Lautan Api
    10 Mei: PSIM Yogyakarta vs Malut United FC – 19:00 Waktu Indonesia Barat – Maguwoharjo
    17 Mei: PSIM Yogyakarta vs Madura United FC – 19:00 Waktu Indonesia Barat – Maguwoharjo
    23 Mei: Arema FC vs PSIM Yogyakarta – waktu belum ditentukan – Kanjuruhan

    Lewat komposisi pemain baru kemudian strategi dari ahli anyar, PSIM Yogyakarta bertekad menjadikan musim ini sebagai kesempatan pembuktian di dalam panggung tertinggi sepak bola nasional.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di area situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Skuad pasukan penawaran PSIM Yogyakarta untuk Super League 2025/2026

    Skuad pasukan penawaran PSIM Yogyakarta untuk Super League 2025/2026

    ligapedianews.com DKI Jakarta – PSIM Yogyakarta bersiap mengarungi kompetisi Super League musim 2025/2026 dengan semangat tinggi dan juga komposisi skuad yang sudah pernah dipersiapkan secara matang. Setelah sukses menjadi juara Kejuaraan 2 musim lalu, klub berjuluk Laskar Mataram itu pada masa kini kembali merasakan atmosfer kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional, untuk pertama kalinya pada beberapa dekade terakhir.

    Super League musim ini akan berlangsung mulai 8 Agustus 2025 hingga 23 Mei 2026. PSIM menjadi salah satu dari tiga kelompok penawaran yang mana berhasil menembus Super League, kemudian diperkenalkan merek menghadirkan warna baru, teristimewa sebab nilai historis klub yang mana sudah pernah lama mewarnai dunia sepak bola Indonesia.

    Meski hasil uji coba pramusim belum sepenuhnya memuaskan, manajemen PSIM menunjukkan keseriusan di membentuk pasukan yang tersebut kompetitif. Klub melakukan beberapa orang manuver di area bursa pemindahan dengan merekrut peserta berpengalaman dan juga beberapa orang talenta muda berbakat.

    Salah satu rekrutan yang digunakan menjadi sorotan adalah Reva Adi Utama, mantan kapten Persebaya Surabaya. Kehadirannya pada lini pertahanan diharapkan sanggup menghadirkan ketenangan sekaligus menjadi pemimpin pada lapangan. Di sektor tengah, PSIM mengamankan jasa gelandang kreatif Ze Valente yang tersebut tampil impresif sama-sama Persik Kediri musim lalu.

    Selain itu, PSIM juga menguatkan lini serang dengan mendatangkan Deri Corfe, winger dengan syarat Inggris yang digunakan menjadi pemain kunci Persiraja Banda Aceh pada Kompetisi 2 musim lalu, juga Nermin Haljeta, striker dengan syarat Eropa Timur yang dimaksud diharapkan menjadi ujung tombak tim.

    Di sektor pertahanan, Laskar Mataram juga merekrut Rahmatsho Rahmatzoda, bek selama Tajikistan yang mana tampil konsisten bersatu Persijap Jepara. Perekrutan pemain asing yang dimaksud diimbangi dengan tetap memperlihatkan memberi ruang bagi pemain lokal potensial.

    Dalam hal kepelatihan, PSIM menunjuk Jean-Paul van Gastel sebagai instruktur kepala menggantikan Erwan Hendarwanto. Van Gastel merupakan instruktur jika Belanda yang tersebut miliki pengalaman di dalam Eropa maupun Asia. Ia pernah menjadi asisten pembimbing ternama seperti Ronald Koeman, Fred Rutten, dan juga Giovanni van Bronckhorst di tempat Eredivisie Belanda. Sejak awal Juli, ia telah terjadi menjadi pemimpin latihan intensif guna membentuk kekompakan tim.

    Kehadiran dua kelompok suporter fanatik, Brajamusti dan juga The Maident, juga menjadi energi tambahan bagi PSIM untuk tampil maksimal sepanjang musim ini.

    Berikut daftar lengkap pemain PSIM Yogyakarta untuk Super League 2025/2026:

    Penjaga Gawang:

    • Harlan Suardi
    • Cahya Supriadi
    • Khairul Fikri
    • Riki Pambudi

    Pemain Belakang:

    • Yusaku Yamadera
    • Andy Setyo Nugroho
    • Reva Adi Utama
    • Raka Cahyana
    • Dede Sapari
    • Rahmatsho Rahmatzoda
    • Franco Ramos
    • Asyraq Gufron
    • Lucky Oktavianto

    Gelandang:

    • Rio Hardiawan
    • Savio Sheva
    • Rendra Teddy
    • Ze Valente
    • Fahreza Sudin
    • Ezequiel Vidal
    • Diandra Diaz
    • Ghulam Fatkur

    Penyerang:

    • Rafinha
    • Nermin Haljeta
    • M. Iqbal
    • Kasim Botan
    • Andy Irfan
    • Riyatno Abiyoso
    • Ikhsan Chan
    • Deri Corfe
    • Sugiyanto Rohman

    Dengan komposisi skuad yang berimbang antara pengalaman juga talenta muda, dan juga dukungan penuh dari suporter, PSIM Yogyakarta bertekad untuk tiada cuma sekadar bertahan, tetapi juga bersaing di area Super League musim 2025/2026.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di area situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • PSIM Yogyakarta ukir kemenangan perdana pada BRI Super League

    PSIM Yogyakarta ukir kemenangan perdana pada BRI Super League

    ligapedianews.com Surabaya – PSIM Yogyakarta mengawali kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan mengukir kemenangan perdana BRI Super League 2025/2026, usai menundukkan tuan rumah Persebaya Surabaya satu gol tanpa balas di dalam Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Hari Jumat malam.

    Pelatih PSIM Yogyakarta Jacobus Johannes Martinus Paulus Van Gastel mengaku kemenangan yang disebutkan menjadi sinyal kebangkitan klub berjulukan Laskar Mataram pasca 18 tahun absen dari kompetisi kasta tertinggi.

    "Ini standar keunggulan kemudian kami akan melanjutkan dalam pertandingan berikutnya,” kata Van Gastel pada waktu konferensi pers setelahnya pertandingan di area Stadion GBT Surabaya, Hari Jumat (8/8) malam.

    Menurut Van Gastel, timnya tampil solid walau pertandingan berjalan ketat di area kedua sisi juga ia berterima kasih dikarenakan berkat gol di area akhir pertandingan menjadi penentu kemenangan serta membuatnya makin senang bisa saja menang di dalam laga pekan perdana.

    Debut di area Indonesia juga menjadi pengalaman tersendiri bagi ahli dengan syarat Belanda itu kemudian menilai memberikan energi tambahan bagi tim.

    "Atmosfernya mengingatkan saya pada pada waktu di area Belanda, para penggemar di area di tempat ini sangat antusias juga itu menciptakan saya bersemangat,” ujarnya.

    Van Gastel juga menekankan pentingnya peningkatan standar permainan pasca pemasaran dari Kompetisi 2.

    Menurutnya, intensitas di tempat Kejuaraan Utama lebih lanjut tinggi sehingga seluruh pemain harus menyesuaikan diri.

    “Jika kami bermain dalam bawah standar, kami akan kalah dan juga itu sangat bukan nyaman,” tuturnya.

    Van Gastel juga menegaskan bahwa kemenangan dalam Surabaya menjadi pernyataan bagi kelompok lain bahwa PSIM tidak sekadar pasukan promosi.

    Ia bahkan berharap agar timnya bisa saja masuk lima besar di tempat kompetisi BRI Super League 2025/2026.

    “Kami bukanlah pasukan yang mana hanya saja datang untuk bertahan, kami ingin bersaing di area papan atas. Saya berharap kami mampu masuk lima besar,” ujarnya.

    Sementara itu, pemain PSIM Yusaku Yamadera mengakui laga pembuka musim tak mudah bagi timnya.

    Bahkan, kata dia, persiapan pramusim yang digunakan singkat menjadi tantangan, namun kerja mirip kemudian komunikasi yang mana baik antar pemain menjadi kunci kemenangan.

    “Kami bekerja keras kemudian saling berkomunikasi, itulah kuncinya,” katanya.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.