Tag: pemain naturalisasi timnas indonesia

  • Hari Ini, DPR Gelar Rapat Permohonan Persetujuan 3 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

    Hari Ini, DPR Gelar Rapat Permohonan Persetujuan 3 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

    Ligapedianews.com Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menyelenggarakan rapat khusus untuk mendiskusikan permohonan persetujuan naturalisasi tiga pemain, yakni Emilio Audero, Joey Pelupessy, juga Dean James, Rabu (5/3/2025). Rapat penting ini dijadwalkan berlangsung pukul 12.00 WIB.

    “Iya, rapat permohonan persetujuan naturalisasi akan segera digelar. Namun, kami masih mengawaitu rapat pimpinan (rapim) lalu Badan Musyawarah (Bamus) terlebih dahulu,” ungkap Hetifah.

    Proses naturalisasi ketiga pemain ini memang benar sedang dikebut demi menguatkan Timnas Indonesia pada menghadapi laga-laga penting di dalam Kualifikasi Piala Planet 2026 zona Asia. Hetifah berharap seluruh proses di tempat Komisi X DPR RI dapat berjalan lancar, sebelum nantinya dilanjutkan ke Komisi XIII.

    “Semoga semuanya berjalan lancar,” harapnya.

    Jika persetujuan dari DPR RI telah dilakukan dikantongi, langkah selanjutnya adalah pengajuan ke Sekretariat Negara untuk penerbitan Keputusan Presiden (Keppres). Keppres ini menjadi dasar hukum bagi ketiga pemain untuk menjalani prosesi pengambilan sumpah setia sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Setelah itu, PSSI dapat memproses perpindahan federasi mereka.

    Emilio Audero, Joey Pelupessy, dan juga Dean James diproyeksikan untuk meningkatkan kekuatan lini Timnas Indonesia pada mengarungi Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Bumi 2026 zona Asia. Laga terdekat yang tersebut menanti adalah duel melawan Australia (20/3/2025) kemudian Bahrain (25/3/2025).


    Saat ini, Timnas Indonesia berada di area tempat ketiga klasemen Grup C dengan raihan enam poin, hasil dari satu kemenangan, tiga imbang, lalu dua kekalahan. Kehadiran tiga pemain ini diharapkan dapat mendongkrak performa Timnas Indonesia juga mewujudkan mimpi lolos ke Piala Planet 2026.

  • Tok! DPR Setuju Permohonan Naturalisasi Emil Audero, Dean James, dan juga Joey Pelupessy

    Tok! DPR Setuju Permohonan Naturalisasi Emil Audero, Dean James, dan juga Joey Pelupessy

    Ligapedianews.com JAKARTA – Komisi X DPR RI menyetujui permohonan pertimbangan pemberian kewarganegaraan tiga calon pemain Timnas Indonesia , Emil Audero Mulyadi, Dean Ruben James, juga Joey Pelupessy. Keputusan itu tercipta di program Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersatu Kemenpora RI kemudian PSSI, pada Rabu (5/3/2025).

    Pada kesempatan kali ini, Kemenpora RI diwakili Wamenpora Taufik Hidayat juga PSSI diwakili secara langsung oleh Ketum PSSI Erick Thohir. Menariknya, Dean James serta Joey Pelupessy juga turut hadir melalui daring. Sementara Emil Audero bukan hadir sebab diketahui sedang menjalani latihan bersatu klubnya, Palermo.

    Adapun Kerja dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani. Sebelum memutuskan hasil rapat, masing-masing fraksi partai diminta untuk bersuara terkait permohonan naturalisasi tiga pemain keturunan. Mayoritas fraksi setuju dengan permohonan yang dimaksud juga akhirnya Lalu mengetok palu.

    “Komisi X DPR RI memutuskan menyetujui rekomendasi pemberian kewarganegaraan Republik Indonesia berhadapan dengan nama saudara Joey Mathijs Pelupessy, Emil Audero Mulyadi, dan juga Dean Ruben James,” ujar Lalu selaku Pimpinan Rapat Komisi X DPR RI, Rabu (5/3/2025).

    “Hasil Rapat Kerja hari ini disampaikan terhadap Rapat Paripurna DPR RI tanggal 6 Maret 2025 untuk diambil keputusan. Komisi X DPR RI, pemerintah, juga PSSI, menyepakati bahwa penetapan kewarganegaraan Republik Indonesia ditetapkan oleh instansi yang dimaksud berwenang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang dimaksud berlaku,” sambungnya.

    Ketiga pemain keturunan ini diproyeksikan tampil di lanjutan Grup C sesi ketiga Kualifikasi Piala Bumi 2026 pada bulan Maret ini. Timnas Indonesia akan menantang Australia (20/3) serta menjamu Bahrain pada (25/3). Karena itu, prosesnya dikebut agar sanggup selesai tepat waktu.

    Setelah ini, proses naturalisasi berlanjut ke rapat kerja dengan Komisi XIII DPR. Lalu ke paripurna DPR yang digunakan akan diselenggarakan Kamis 6 Maret 2025. Kemudian berlanjut ke Keputusan Presiden (Keppres).

    Dari situ, tahap terakhirnya adalah diambil sumpah kewarganegaraan oleh Kementerian Hukum. Usai menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), baru ketiga pemain ini melakukan perpindahan federasi ke PSSI.

  • Emil Audero, Dean James, dan juga Joey Pelupessy Datang, Siapa Tersingkir?

    Emil Audero, Dean James, dan juga Joey Pelupessy Datang, Siapa Tersingkir?

    Ligapedianews.com JAKARTA – Naturalisasi tiga pemain keturunan, Emil Audero, Dean James, juga Joey Pelupessy, semakin mendekati tahap akhir pasca mendapat persetujuan dari Komisi X DPR RI. Jika proses ini selesai sebelum laga melawan Australia pada 20 Maret 2025, ketiganya sanggup segera meningkatkan kekuatan Timnas Indonesia di area putaran ketiga Kualifikasi Piala Global 2026.

    Namun, penampilan dia juga memunculkan pertanyaan besar: Bagaimana inovasi komposisi tim? Siapa yang digunakan akan tersisih? Dan apakah diperkenalkan merekan benar-benar akan meningkatkan performa Timnas Garuda?

    1. Emil Audero Pesaing Maarten Paes

    Posisi kiper menjadi sektor yang paling terdampak dengan hadirnya Emil Audero . Penjaga gawang berusia 27 tahun ini merupakan jebolan akademi Juventus lalu sekarang bermain untuk Como dalam Serie B. Dengan pengalaman di tempat level tertinggi, Audero hampir dipastikan akan menggantikan Maarten Paes sebagai kiper utama Timnas Indonesia.

    Paes sendiri sudah pernah tampil solid sejak debutnya dengan Garuda. Namun, perbedaan utama antara keduanya terletak pada pengalaman dan juga kepemimpinan di dalam bawah mistar. Audero telah lama menghadapi tekanan besar dalam liga top Eropa, sementara Paes masih lebih tinggi berbagai berkarier dalam MLS dengan FC Dallas. Jika ahli Patrick Kluivert mengutamakan kiper dengan pengalaman lebih besar matang, maka Audero akan menjadi pilihan utama.

    2. Dean James Ancam Rafael Struick hingga Nathan Tjoe-A-On

    Dean James awalnya dikenal sebagai bek kiri, tetapi dengan keberadaan Calvin Verdonk yang mana tampil konsisten di dalam tempat tersebut, opsi terbaik bagi James adalah bermain sebagai gelandang sayap kiri. Fakta dari Transfermarkt menunjukkan bahwa pemain Go Ahead Eagles ini pernah sembilan kali bermain pada sikap itu, termasuk satu kali dalam Eredivisie musim ini.

    Jika Kluivert menerapkan formasi 4-2-3-1, maka James sanggup mengisi sikap sayap kiri di trio gelandang serang dengan Marselino Ferdinan dan juga Ragnar Oratmangoen. Kecepatan serta kemampuan James pada bertahan maupun menyerang akan menjadi senjata baru bagi Timnas Indonesia, khususnya pada menghadapi lawan kuat seperti Australia.

    Namun, diperkenalkan James juga berpotensi menggeser pemain lain. Rafael Struick, yang tersebut kerap mengisi tempat sayap kiri, dapat kehilangan tempatnya di dalam starting eleven. Selain itu, Nathan Tjoe-A-On yang mana juga dapat bermain sebagai bek kiri kemungkinan besar harus rela menjadi pelapis.

    3. Joey Pelupessy Pesaing Ivar Jenner

    Di lini tengah, Joey Pelupessy berpotensi besar menjadi duet Thom Haye di skema double pivot. Gelandang berusia 31 tahun ini miliki pengalaman luas dalam Kompetisi Belanda dan juga Inggris, juga dikenal sebagai pemain bertahan yang mana mempunyai visi permainan yang tersebut tajam.

    Kehadirannya berisiko menggeser Ivar Jenner dari tempat starter. Meskipun Jenner miliki talenta besar, kurangnya pengalaman di dalam pertandingan-pertandingan besar menjadi tantangan baginya. Dengan kombinasi Pelupessy serta Haye sebagai jangkar lini tengah, Timnas Indonesia berpeluang memiliki keseimbangan yang digunakan lebih lanjut solid antara pertahanan lalu serangan.

  • Usulan Nyeleneh Ahmad Dhani: Jodohkan Pemain Naturalisasi dengan Wanita Indonesia

    Usulan Nyeleneh Ahmad Dhani: Jodohkan Pemain Naturalisasi dengan Wanita Indonesia

    Ligapedianews.com JAKARTA – Musisi sekaligus anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ahmad Dhani , kembali melontarkan gagasan kontroversial. Dalam rapat Komisi X terkait persetujuan naturalisasi tiga pemain sepak bola keturunan Indonesia, Dhani mengusulkan agar Indonesia menaturalisasi pesepakbola berusia tua, kemudian menjodohkan merekan dengan perempuan Indonesia.

    Usulan itu disampaikannya pada waktu mengkaji naturalisasi Emil Audero Mulyadi , Dean Ruben James, kemudian Joey Mathijs Pelupessy di area Gedung DPR RI, Senayan, Ibukota Indonesia Pusat, Rabu (5/3/2025). Dhani menyatakan dirinya sangat memperkuat inisiatif naturalisasi serta bahkan tidak ada mempermasalahkan apabila setengah dari skuat Timnas Indonesia terdiri dari pemain keturunan.

    “Saya hanya saja menambahi saja, Pak Erick. Saya termasuk yang digunakan sangat setuju dengan naturalisasi, bahkan kalau sampai 50-50 pun tidak ada masalah. Menurut saya, ini adalah bagian dari revolusi pada dunia sepak bola. Kalau revolusi, ya memang sebenarnya harus ekstrem,” kata Dhani.

    Tak hanya sekali memperkuat naturalisasi pemain aktif, Dhani juga mengusulkan pendekatan unik, yakni merekrut pesepakbola hebat yang tersebut telah dilakukan berusia di tempat menghadapi 40 tahun, lalu mencarikan merek istri dari Indonesia.

    “Tidak harus pemain terlibat yang mana dinaturalisasi. Bisa juga pemain bola yang telah dalam menghadapi usia 40 tahun, yang digunakan hebat, kita naturalisasi, lalu kita jodohkan dengan perempuan Indonesia. Nah, anak mereka itu nanti mampu kita bina menjadi pemain bola yang dimaksud bagus,” ujar Dhani.

    Ia bahkan mengusulkan agar kegiatan ini dimasukkan di anggaran tahun 2026. Menurutnya, pemain bola yang dimaksud sudah ada berumur, khususnya yang tersebut berstatus duda, mampu diberi kesempatan menjadi warga negara Indonesia dengan aturan menikahi perempuan lokal.

    “Ini pemikirannya agak out of the box, Pak Erick, tapi bisa jadi dianggarkan untuk 2026. Jadi, pemain bola pada menghadapi 40 tahun yang mau dinaturalisasi dan juga mungkin saja duda, kita carikan jodoh dalam Indonesia,” lanjutnya.

    Selain pemain Eropa, Dhani menyinggung kemungkinan merekrut pemain dari Timur Tengah juga Afrika Utara, seperti Arab Saudi, Aljazair, atau Maroko. Menurutnya, sejumlah pesepakbola hebat dari wilayah yang disebutkan yang digunakan bisa saja dinaturalisasi dan juga berkontribusi bagi masa depan sepak bola Indonesia.

    “Jadi kemungkinan besar ada pemain dari Arab, Aljazair, atau Maroko, banyak pemain jago-jago. Kalau mereka sudah ada tua, kita naturalisasi, carikan istri dalam sini, lalu anaknya kita bina,” paparnya.

    Dhani berkeyakinan bahwa strategi ini dapat memunculkan pemain berkualitas akibat merek lahir kemudian dibesarkan di area Indonesia dengan darah campuran dari pesepakbola kelas dunia.

    “Itu pasti hasilnya akan lebih tinggi baik lantaran beliau lahir pada Indonesia. Ini adalah bisa jadi dipikirkan untuk masa depan sepak bola kita,” tutupnya.

    Usulan Ahmad Dhani ini tentu mengundang beragam reaksi, mengingat pendekatannya yang mana unik serta dalam luar kebiasaan di dunia sepak bola. Namun, apakah ide ini benar-benar dapat diterapkan atau belaka sekadar wacana kontroversial, masih menjadi tanda tanya besar.

  • 2 Usulan Nyeleneh Ahmad Dhani tentang Pemain Naturalisasi: Jodohkan dengan Wanita Indonesia kemudian Kurangi Bule Mata Biru

    2 Usulan Nyeleneh Ahmad Dhani tentang Pemain Naturalisasi: Jodohkan dengan Wanita Indonesia kemudian Kurangi Bule Mata Biru

    Ligapedianews.com JAKARTA – Musisi sekaligus anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ahmad Dhani , kembali mencuri perhatian dengan usulannya yang kontroversial terkait naturalisasi pemain sepak bola. Dalam rapat Komisi X yang digunakan mengeksplorasi pemberian status Warga Negara Indonesia (WNI) bagi tiga pemain keturunan, Dhani melontarkan dua gagasan yang tersebut dianggap pada luar kebiasaan.

    Pertama, Dhani mengusulkan agar Indonesia menaturalisasi pesepakbola yang telah berusia tua, lalu menjodohkan mereka dengan perempuan Indonesia. Ia menilai, dengan cara ini, anak-anak mereka itu nantinya bisa saja dibina untuk menjadi pemain sepak bola masa depan Indonesia.

    “Tidak harus pemain yang dimaksud masih aktif. Bisa juga pemain bola hebat yang tersebut sudah ada dalam menghadapi usia 40 tahun kita naturalisasi, lalu kita jodohkan dengan perempuan Indonesia. Nah, anak-anak merek nanti yang tersebut mampu kita bina untuk menjadi pemain bola yang digunakan bagus,” kata Dhani di rapat di area Gedung DPR RI, Senayan, Ibukota Indonesia Pusat, Rabu (5/3/2025).

    Dhani bahkan menyarankan agar kegiatan ini masuk di anggaran 2026. Ia menilai, pemain bola berumur, teristimewa yang berstatus duda, mampu diberi kesempatan menjadi WNI dengan ketentuan menikahi perempuan Indonesia.

    “Ini pemikirannya agak out of the box, Pak Erick, tapi bisa saja dianggarkan untuk 2026. Jadi, pemain bola di dalam berhadapan dengan 40 tahun yang digunakan mau dinaturalisasi kemudian kemungkinan besar duda, kita carikan jodoh pada Indonesia,” ujarnya.

    Selain itu, Dhani juga menyinggung kemungkinan merekrut pemain dari Timur Tengah serta Afrika Utara, seperti Arab Saudi, Aljazair, atau Maroko. Menurutnya, sejumlah pesepakbola hebat dari wilayah yang disebutkan yang bisa saja dinaturalisasi serta berkontribusi bagi sepak bola Indonesia pada masa depan.

    “Jadi kemungkinan besar ada pemain dari Arab, Aljazair, atau Maroko, banyak pemain jago-jago. Kalau dia sudah ada tua, kita naturalisasi, carikan istri dalam sini, lalu anaknya kita bina,” paparnya.

    Kurangi Pemain Naturalisasi Bule Mata Biru

    Usulan nyeleneh kedua yang mana disampaikan Ahmad Dhani adalah permintaannya agar PSSI menghurangi jumlah agregat pemain naturalisasi yang mana berasal dari ras Kaukasoid, khususnya yang mempunyai ciri fisik seperti rambut pirang juga mata biru. Ia menganggap pemain dengan karakteristik yang dimaksud kurang cocok secara visual dengan kelompok Indonesia.

    “Usul saya, kurangi pemain bule di tanda kutip, ras bule, rambut pirang, mata biru. Buat Indonesia kurang enak dilihat,” kata Dhani di rapat yang digunakan juga dihadiri perwakilan Kementerian Pemuda kemudian Olahraga (Kemenpora) dan juga PSSI.

    Dhani menyarankan agar PSSI lebih banyak berbagai merekrut pemain yang dimaksud memiliki kemiripan ras dengan mayoritas penduduk Indonesia. Ia bahkan mengatakan pemain dari Korea atau Afrika sebagai opsi yang dimaksud lebih banyak cocok untuk Timnas Indonesia.

    “Kalau bisa, dicari yang dimaksud rasnya lebih banyak mirip kita, dari Korea atau Afrika. Karena kalau bule dilihatnya gimana gitu, itu cuma usulan saja,” tambahnya.

  • Dominasi 8 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di area Pasar Asia Tenggara

    Dominasi 8 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di area Pasar Asia Tenggara

    Ligapedianews,com Timnas Indonesia menunjukkan dominasinya di area kancah sepak bola Asia Tenggara. Delapan dari 11 pemain dengan nilai tukar lingkungan ekonomi tertinggi pada kawasan ini adalah pemain naturalisasi Timnas Indonesia .

    Data terbaru dari Transfermarkt menunjukkan bahwa Mees Hilgers masih memuncaki daftar dengan nilai lingkungan ekonomi yang dimaksud fantastis. Bek sedang yang bermain untuk FC Twente di area Belanda ini mempunyai nilai lingkungan ekonomi sebesar Rp156,43 miliar, menjadikannya pemain termahal pada Asia Tenggara.

    Dominasi pemain naturalisasi Timnas Indonesia pada daftar ini menunjukkan peningkatan kualitas skuad Garuda kemudian daya tarik dia dalam pangsa sepak bola. Dominasi ini mencerminkan pembangunan ekonomi besar-besaran pada inisiatif naturalisasi yang dilaksanakan oleh PSSI.

    Kehadiran peserta berkualitas ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Timnas Indonesia pada level internasional kemudian menyebabkan prestasi yang mana tambahan gemilang. Lantas, seperti apa daftar 11 pemain dengan nilai pangsa tertinggi dalam Asia Tenggara.

    Daftar 11 Pemain Asia Tenggara dengan Harga Pasaran Tertinggi

    1. Mees Hilgers: Rp156,43 miliar
    2. Emil Audero: Rp86,91 miliar
    3. Kevin Diks: Rp78,22 miliar
    4. Jay Idzes: Rp52,14 miliar
    5. Calvin Verdonk: Rp43,45 miliar
    6. Maarten Paes: Rp31,29 miliar
    7. Raphael Obermair: Rp26,07 miliar
    8. Ole Romeny: Rp22,60 miliar
    9. Supachai Chaided: Rp20,86 miliar
    10. Sandy Walsh: Rp17,38 miliar
    11. Chanatip Songkrasin: Rp17,38 miliar

  • Pelatih Venezia Puji Kepemimpinan Jay Idzes: Kapten yang tersebut Saya Inginkan!

    Pelatih Venezia Puji Kepemimpinan Jay Idzes: Kapten yang tersebut Saya Inginkan!

    Ligapedianews.com – Pelatih Venezia , Eusebio Di Francesco, melontarkan pujian setinggi langit untuk bek Timnas Indonesia , Jay Idzes . Di Francesco menyatakan bahwa Idzes memiliki semua aspek yang digunakan dibutuhkan untuk menjadi orang kapten kelompok yang hebat.

    Jay Idzes dipercaya mengemban ban kapten Venezia pada dua pertandingan terakhir, menggantikan peran Joel Pohjanpalo yang mana hengkang ke Palermo. Meski di dua laga yang disebutkan Venezia gagal meraih kemenangan (kalah tipis dari Udinese 2-3 kemudian Negeri Paman Sam Roma 0-1), Di Francesco masih terkesan dengan cara Idzes mengatur tim.

    Di Francesco mengakui bahwa Jay memiliki semua kualitas yang digunakan diperlukan untuk menjadi individu kapten. Menurutnya, Jay adalah pemain yang selalu memberikan dukungan terhadap rekan satu timnya pada situasi apapun.

    “Dia (Jay Idzes) kapten kami pada waktu ini, beliau dipilih untuk mewakili pasukan ini. Karena pengetahuannya, bahasanya, tindakan menjadi pemimpin, dedikasinya di membantu rekan satu timnya,” kata Di Francesco dilansir dari Tutto Venezia Sport, Awal Minggu (17/2/2025).

    “Inilah kapten yang tersebut saya inginkan, ia tiada menyalahkan rekan satu timnya, tetapi membantu mereka,” lanjutnya.

    Jay Idzes sendiri memang benar telah menjadi andalan di tempat lini belakang Venezia sejak lama. Bek Timnas Indonesia itu telah lama mencatatkan 53 penampilan serta menyumbangkan lima gol sejak bergabung pada Juli 2023.

    Selanjutnya, Venezia akan menghadapi Genoa. Jay Idzes kemudian rekan-rekannya akan bertandang ke markas Genoa di tempat Stadion Luigi Ferraris, Genoa, Italia pada Selasa (18/2/2025) pukul 02.45 WIB.

  • Debut Manis Sandy Walsh Bersama Yokohama Marinos: Main Penuh kemudian Memenangkan Tanpa Kebobolan!

    Debut Manis Sandy Walsh Bersama Yokohama Marinos: Main Penuh kemudian Memenangkan Tanpa Kebobolan!

    Ligapedianews.com – Sandy Walsh akhirnya mencatatkan debut manisnya bersatu Yokohama Marinos di dalam panggung Turnamen Champions Asia. Tampilan penuh di tempat laga kontra Shanghai Port, bek Timnas Indonesia itu sukses mengantarkan timnya meraih kemenangan tanpa kebobolan.

    Sandy Walsh tampil sejak menit awal pada waktu Yokohama Marinos meraih kemenangan 2-0 dalam markas Shanghai Port, Pudong Football Stadium, Rabu (19/2) di malam hari WIB. Dua gol kemenangan regu berjuluk Tricolore itu dicetak oleh Asahi Uenaka (64’) serta Jun Amano (69’).

    Meski laga ini sanggup dibilang belaka formalitas oleh sebab itu Yokohama Marinos sudah ada menjamin lolos ke fase gugur Turnamen Champions Asia sebagai juara Grup A dengan 19 poin, namun debut Sandy Walsh tetap memperlihatkan menjadi sorotan. Pelatih Steve Holland pun memberikan kepercayaan penuh terhadap eks pemain KV Mechelen itu untuk tampil penuh dalam lini belakang Yokohama Marinos.

    Dan Sandy Walsh menjawab kepercayaan itu dengan penampilan yang digunakan solid danImpressive. Ia tampil sangat baik di mengawal lini pertahanan Yokohama Marinos, sehingga timnya tak kebobolan satu gol pun.

    Performa apik Sandy Walsh di dalam laga debutnya ini tentu menjadi modal yang mana sangat berharga. Bukan tiada mungkin, Steve Holland akan semakin rutin memainkan pemain Timnas Indonesia itu di dalam laga-laga Yokohama Marinos berikutnya.

    Terdekat, Yokohama Marinos akan menghadapi Sanfrecce Hiroshima pada lanjutan Turnamen Jepun musim ini pada Akhir Pekan (23/2) mendatang. Besar harapan, Sandy Walsh bisa saja kembali dipercaya tampil untuk mendapatkan jam terbang yang tersebut tinggi kemudian terus mengembangkan kemampuannya.

    Debut manis Sandy Walsh ini tentu menjadi kabar yang digunakan membanggakan bagi seluruh pecinta sepak bola Indonesia. Mari kita terus mendukung karir Sandy Walsh di dalam Negeri Sakura serta berharap ia dapat terus memberikan sumbangan terbaiknya untuk Timnas Indonesia.

  • 5 Laga 1 Gol, Pelatih Oxford United Tuntut Ole Romeny Dkk Lebih Tajam

    5 Laga 1 Gol, Pelatih Oxford United Tuntut Ole Romeny Dkk Lebih Tajam

    Ligapedianews.com – Oxford United sedang mengalami permasalahan sebab kesulitan mencetak gol di beberapa pertandingan terakhir. Pelatih Oxford United, Gary Rowett pun menuntut Ole Romeny juga rekan-rekannya untuk lebih besar kreatif di menciptakan kesempatan lalu mencetak gol.

    Tim berjuluk The Ox diketahui belum meraih kemenangan pada lima laga terakhir. Mereka ditahan imbang Stoke City (0-0), Bristol City (1-1), Derby County (0-0), lalu kalah dari Burnley (0-1) kemudian Portsmouth (0-2).

    Lebih parahnya lagi, Oxford cuma mencetak satu gol di lima pertandingan terakhir tersebut. Hal ini tentu mengundang kritik terhadap para penyerang Oxford United, termasuk Ole Romeny.

    Untuk mengatasi permasalahan ini, Gary Rowett disarankan untuk mengiklankan pemain akademi, Leo Snowden, yang mencetak 27 gol pada 30 laga. Namun, Rowett tampaknya belum bisa saja mempertimbangkan saran tersebut.

    Pelatih berusia 50 tahun itu ingin terlebih dahulu memanfaatkan para pemain utamanya, terlebih Oxford United telah lama merekrut banyak penyerang baru. Rowett menuntut Ole Romeny dkk untuk bergabung memecahkan permasalahan ini.

    “Kami harus memanfaatkan opsi penyerangan yang dimaksud sebaik mungkin. Anda berbicara tentang Stan (Mills) yang tersebut baru belaka bergabung dan juga sangat kekurangan menit bermain,” kata Rowett disitir dari Oxford Mail, Kamis (20/2/2025).

    “Kita berbicara tentang pemain seperti Tyler (Goodrham) yang kita tahu adalah pemain yang digunakan sangat bagus. Kita punya pemain seperti Ole (Romeny) lalu Matty (Phillips), tetapi bahkan pemain seperti Ole belum lama bermain di area Championship kemudian sulit untuk menemukan solusi instan. Tetapi kita punya pemain yang tersebut bagus serta tentu cuma di dalam beberapa titik pada permainan, Anda harus mencoba serta mengubahnya untuk menemukan solusi,” sambungnya.

    Sementara itu, Oxford United akan bertemu dengan West Bromwich Albion pada pertandingan terdekat. Laga yang dimaksud akan dilakukan di dalam The Hawthorns, West Bromwich, Inggris, Hari Sabtu (22/2/2025) mendatang. Mampukah Ole Romeny lalu rekan-rekannya menjawab tantangan dari sang pembimbing lalu menyebabkan Oxford United kembali ke jalur kemenangan?

  • Apakah Elkan Baggott akan Dipanggil Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert?

    Apakah Elkan Baggott akan Dipanggil Timnas Indonesia Era Patrick Kluivert?

    ligapedianews.com Elkan Baggott kemungkinan besar akan kembali jadi bagian Timnas Indonesia setelahnya Patrick Kluivert mengambil alih kursi kepelatihan. Kabar ini mulai beredar pasca Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengungkapkan akan ada beberapa pemain yang kembali ke timnas.

    Erick Thohir sempat memperkirakan jikalau Elkan Baggott dan juga beberapa pemain lainnya akan memiliki kesempatan lagi untuk membela regu Garuda. Meski begitu, hal ini masih bergantung pada tindakan ahli anyar Patrick Kluivert.

    Sebelumnya Elkan Baggott sempat berkonflik dengan Shin Tae yong, lantaran absen ketika Timnas Indonesia menjalani putaran kedua Kualifikasi Piala Global 2026 Zona Asia. Pemain setinggi 196 cm itu juga sempat absen ketika Tim Garuda menjalani playoff Olimpiade 2024.

    Hal yang dimaksud membuatnya bukan lagi dipanggil STY di dalam beberapa kesempatan kualifikasi Piala Bumi 2026 Zona Asia yang tersebut seharusnya pemain berusia 22 tahun yang disebutkan sanggup mengikutinya. Elkan tercatat sudah ada tidaklah lagi dipanggil untuk meningkatkan kekuatan Timnas Indonesia sejak Maret 2024 lalu.

    Setelah tak ada lagi panggilan dari Timnas Indonesia, pecinta sepak bola Tanah AIr mulai penasaran dengan kabar dari pemain abroad tersebut.

    Pada pertengahan tahun 2024 lalu, Elkan sempat berjuang pulih dari cedera pergelangan kaki yang mana diderita sejak Agustus 2024, ketika dipinjamkan ke Blackpool.

    Bersama dengan Blackpool yang tampil dalam League One, Elkan baru mengemas dua penampilan, ditambah dengan satu penampilannya pada Carabao Cup.

    Namun apakah akan ada tempat bagi Elkan Baggott dalam Timnas Indonesia? Mengingat ketika ini Tim Merah Putih sudah pernah diberkati dengan sejumlah bek berpengalaman seperti Jay Idzes, Rizky Ridho, Mees Hilgers, Jordi Amat hingga Justin Hubner.