Tag: NBA

  • First pick terburuk pada sejarah NBA Draft

    First pick terburuk pada sejarah NBA Draft

    https://ligapedianews.com/ Ibukota Indonesia – Setiap event NBA Draft selalu menghadirkan harapan besar bagi klub-klub kontestan liga untuk menemukan bintang masa depan mereka. Terutama bagi regu yang mana mempunyai hak memilih pertama (first pick), prospek untuk mendapatkan pemain potensial seperti LeBron James, Tim Duncan, atau Shaquille O’Neal tentu menjadi daya tarik tersendiri.

    Namun, sejarah membuktikan bahwa tiada semua pilihan pertama berakhir manis. Beberapa pemain bahkan gagal memenuhi ekspektasi yang digunakan dibebankan untuk mereka, baik sebab cedera, minimnya perkembangan permainan, maupun tak cocoknya gaya bermain mereka itu di tempat level profesional.

    Berikut ini adalah deretan pemain pilihan pertama terburuk pada sejarah NBA Draft, berdasarkan penilaian terhadap performa, partisipasi terhadap tim, dan juga siapa semata bintang yang dilewatkan pada draft tersebut.

    1. Anthony Bennett (2013 – Cleveland Cavaliers)

    Statistik karier: 4.4 PPG, 3.1 RPG, 0.5 APG (empat musim)

    Pilihan mengejutkan dari Cavaliers pada NBA Draft 2013 ini menjadi salah satu kegagalan paling nyata pada sejarah. Bennett hanya sekali bertahan selama empat musim di area NBA, tampil di 151 pertandingan lalu mengoleksi total 658 poin—terendah di area antara semua first pick sejak era draft dua putaran (dimulai 1989).

    Ia dilepas dari Cleveland pasca musim rookie kemudian sempat membela Minnesota, Toronto, dan juga Brooklyn sebelum akhirnya meninggalkan dari liga pada 2017. Bennett kian terlihat gagal ketika mengamati pemain seperti Giannis Antetokounmpo (15) kemudian Rudy Gobert (27) yang justru bersinar dalam draft yang digunakan sama.

    2. Kwame Brown (2001 – Washington Wizards)

    Statistik karier: 6.6 PPG, 5.5 RPG, 0.9 APG (12 musim)

    Brown menjadi pemain sekolah menengah pertama yang digunakan diambil sebagai first pick secara langsung ke NBA. Namun, ia dinilai belum siap secara mental dan juga fisik. Performa awalnya sangat dari harapan kemudian belaka tampil sebagai cadangan pada sebagian besar pertandingan musim debutnya.

    Ia kemudian ditukar ke Lakers kemudian berkeliling ke beberapa pasukan lain, tanpa pernah menunjukkan kualitas sebagai pemain andalan. Di draft yang digunakan sama, Wizards melewatkan pemain seperti Pau Gasol, Tony Parker, serta Joe Johnson.

    3. Michael Olowokandi (1998 – Los Angeles Clippers)

    Statistik karier: 8.3 PPG, 6.8 RPG, 1.4 BPG (9 musim)

    Olowokandi mempunyai ukuran serta kemungkinan sebagai center masa depan, namun kariernya lebih banyak banyak diwarnai inkonsistensi. Walaupun sempat mencetak bilangan solid di dalam awal karier, ia tak pernah berprogres menjadi sosok dominan.

    Dengan keberadaan nama-nama seperti Vince Carter, Dirk Nowitzki, juga Paul Pierce di dalam draft yang dimaksud sama, Clippers jelas kehilangan kesempatan emas.

    4. Greg Oden (2007 – Portland Trail Blazers)

    Statistik karier: 8.0 PPG, 6.2 RPG, 1.2 BPG (3 musim)

    Oden bukanlah sepenuhnya gagal dikarenakan performa, melainkan oleh sebab itu cedera kronis pada lutut yang mana membuatnya cuma bermain di 105 pertandingan NBA sebelum pensiun dini pada usia 26 tahun. Padahal, pada waktu di area perguruan tinggi (Ohio State), Oden digadang-gadang sebagai talenta generasi baru.

    Namun sayangnya, pemilihan Oden justru melewatkan Kevin Durant, Marc Gasol, kemudian Al Horford, yang digunakan semuanya menjadi bintang besar NBA.

    5. Pervis Ellison (1989 – Sacramento Kings)

    Statistik karier: 9.5 PPG, 6.7 RPG, 1.6 BPG (11 musim)

    Dijuluki “Never Nervous Pervis”, Ellison semata-mata mampu memainkan lebih lanjut dari 70 pertandingan di satu musim sebanyak satu kali. Kecelakaan menjadi penghalang utama sepanjang kariernya.

    Meski sempat menunjukkan prospek besar ketika meraih penghargaan Most Improved Player musim 1991-92, Ellison tak pernah mencapai level konsistensi yang dimaksud diharapkan dari pemain pilihan pertama. Nama-nama seperti Tim Hardaway, Shawn Kemp, serta Vlade Divac seharusnya mampu menjadi opsi yang mana lebih tinggi baik.

    6. Markelle Fultz (2017 – Philadelphia 76ers)

    Statistik karier: 11.1 PPG, 4.6 APG, 3.4 RPG (hingga 2024)

    Fultz sempat dianggap sebagai scorer komplet ketika tampil dengan Washington pada NCAA. Namun, gangguan pada bahu lalu hilangnya kepercayaan diri merusak dua musim pertamanya di area NBA.

    Philadelphia memilih Fultz dengan menukar urutan draft dengan Boston Celtics, yang dimaksud kemudian mengambil Jayson Tatum di dalam tempat ketiga—sebuah langkah yang dimaksud saat ini dianggap sebagai salah satu kesalahan besar di sejarah draft modern.

    7. Andrea Bargnani (2006 – Toronto Raptors)

    Statistik karier: 14.3 PPG, 4.6 RPG, 1.2 APG (10 musim)

    Sebagai pemain Eropa pertama yang tersebut dipilih nomor satu, Bargnani memiliki ekspektasi tinggi. Walau mencatatkan rata-rata poin dua digit selama beberapa musim, ia tidak ada pernah menjadi pilar regu ataupun All-Star.

    Dengan pemain seperti LaMarcus Aldridge, Kyle Lowry, kemudian Rajon Rondo yang mana diambil setelahnya, tindakan Raptors kerap dipertanyakan.

    8. Deandre Ayton (2018 – Phoenix Suns)

    Statistik karier: 16.7 PPG, 10.5 RPG, 1.0 BPG (hingga 2024)

    Masuknya Ayton ke daftar ini cukup kontroversial lantaran ia sebenarnya tampil solid juga menyebabkan Suns ke Final NBA 2021. Namun, pemilihan Ayton sebagai nomor satu jadi sorotan sebab dilewatkannya Luka Doncic, Trae Young, Shai Gilgeous-Alexander, serta Jalen Brunson—yang sekarang menjadi superstar.

    Ayton memang sebenarnya tidak “bust” pada arti tradisional, tapi konteks draft menghasilkan posisinya tetap memperlihatkan jadi perdebatan.

    Memilih pemain terbaik di NBA Draft, khususnya pada urutan pertama, selalu penuh risiko. Dalam liga yang digunakan menjunjung tinggi potensi, bukan sedikit kelompok yang tersebut mengambil tindakan berani—dan berakhir salah langkah. Meski demikian, sejarah ini juga menjadi pengingat bahwa pencapaian di area tingkat perguruan tinggi belum tentu menjamin kesuksesan di area level profesional.

    Draft tidak hanya sekali perihal bakat, tetapi juga tentang kesiapan fisik, mental, lalu keberuntungan—baik bagi pemain maupun pasukan yang tersebut memilih.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di area situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Gaji pemain NBA Draft 2025: Skala rookie, kontrak, lalu nilai

    Gaji pemain NBA Draft 2025: Skala rookie, kontrak, lalu nilai

    https://ligapedianews.com/ DKI Jakarta – Ajang NBA Draft 2025 yang mana dijalankan di dalam Barclays Center, New York, menjadi momen bersejarah bagi para calon bintang masa depan bola basket dunia. Sebanyak 30 pemain terpilih pada putaran pertama, dengan Cooper Flagg dari Duke University menjadi pilihan pertama yang mana diambil oleh Dallas Mavericks.

    Namun, di area balik sorotan terhadap performa lalu prospek para pemain muda ini, pertanyaan yang digunakan rutin muncul dari para penggemar adalah "berapa sebenarnya penghasilan pemain rookie NBA yang mana baru sekadar terpilih pada Draft?"

    Skala upah rookie berdasarkan pilihan draft

    ​​​​​​Dalam perjanjian kerja dengan (Collective Bargaining Agreement/CBA) terbaru antara NBA lalu Asosiasi Pemain Bola Basket Nasional (NBPA), penghasilan untuk pemain yang tersebut terpilih di tempat putaran pertama draft diatur melalui rookie scale atau skala upah pemula. Rencana ini berlaku selama dua tahun dengan opsi kelompok untuk melanjutkan kontrak pada tahun ketiga lalu keempat.

    Besaran penghasilan rookie ini didasarkan pada tempat pemain dalam urutan draft. Semakin tinggi peringkat pilihan, semakin besar pula penghasilan awal yang dimaksud diterima. Pemain yang dimaksud terpilih di tempat putaran pertama mempunyai kontrak yang dijamin (guaranteed contract), sementara pemain di area putaran kedua harus melalui proses negosiasi lalu beberapa pada antaranya semata-mata mendapatkan kontrak dua arah (two-way contract).

    Berdasarkan data dari situs keuangan olahraga Spotrac, berikut adalah estimasi penghasilan untuk pemain yang tersebut terpilih dalam 14 besar (lottery picks) NBA Draft 2024 dengan asumsi nilai maksimum 120% dari skala rookie:

    Urutan pilihan Gaji tahun pertama Total nilai kontrak empat tahun
    1 USD 13.825.920 USD 62.730.226
    2 USD 12.370.200 USD 56.139.994
    3 USD 11.108.880 USD 50.438.207
    4 USD 10.015.680 USD 45.487.014
    5 USD 9.069.840 USD 41.209.662
    6 USD 8.237.640 USD 37.439.131
    7 USD 7.520.040 USD 34.193.629
    8 USD 6.889.200 USD 31.340.682
    9 USD 6.332.520 USD 28.822.764
    10 USD 6.016.080 USD 27.386.800
    11 USD 5.715.120 USD 26.345.863
    12 USD 5.429.520 USD 25.333.944
    13 USD 5.157.960 USD 24.355.798
    14 USD 4.900.320 USD 23.419.859

    Sebagai catatan, kelompok NBA memiliki fleksibilitas untuk menawarkan kontrak rookie antara 80 hingga 120 persen dari skala penghasilan yang mana sudah ditentukan, tergantung pada negosiasi lalu kebijakan masing-masing tim.

    Jalan panjang menuju kesuksesan
    Meskipun kontrak rookie dapat bernilai jutaan dolar, para pemain muda ini masih harus membuktikan kemampuannya di area lapangan. Kontrak bernilai tinggi hanyalah awal dari perjalanan panjang di tempat NBA, yang dimaksud menuntut konsistensi, kerja keras, lalu profesionalisme tinggi.

    Bagi Cooper Flagg lalu rekan-rekan rookie lainnya dalam NBA Draft 2025, draft bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah besar untuk mengukir prestasi dalam panggung tertinggi bola basket dunia.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di tempat situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Apa arti dari istilah buzzer beater pada basket?

    Apa arti dari istilah buzzer beater pada basket?

    https://ligapedianews.com/ Ibukota – Dalam dunia bola basket, terdapat satu momen yang digunakan kerap memicu ledakan emosi penonton, baik dalam arena pertandingan maupun di dalam layar kaca, momen itu adalah buzzer beater. Istilah ini merujuk pada tembakan terakhir yang tersebut dilepaskan tepat sebelum waktu pertandingan habis, dan juga bola berhasil masuk ke di ring, banyak kali momen ini menentukan kemenangan kelompok di satu pertandingan.

    Secara harfiah, buzzer beater berarti “pemukul bel”—menggambarkan tembakan yang dimaksud dilepaskan sesaat sebelum bel penanda akhir pertandingan berbunyi. Dalam konteks pertandingan yang ketat, tembakan ini dapat menjadi penentu kemenangan, menjadikannya salah satu momen paling dramatis di olahraga bola basket.

    Mengapa buzzer beater begitu istimewa?

    Basket adalah olahraga yang tersebut cepat juga penuh dinamika. Namun, buzzer beater menghadirkan ketegangan ke tingkat yang tersebut lebih tinggi tinggi. Bayangkan detik terakhir pada sebuah pertandingan, skor imbang atau selisih satu poin, serta manusia pemain mengurangi tembakan terakhir. Suara bel berbunyi, bola melayang, juga masuk. Reaksi penonton dapat berbentuk sorak-sorai kemenangan atau keheningan yang dimaksud mendalam. Itulah daya tarik dari sebuah buzzer beater—campuran antara ketidakpastian, harapan, serta momen keajaiban.

    Syarat sebuah tembakan dinyatakan buzzer beater

    Agar sebuah tembakan dikategorikan sebagai buzzer beater yang dimaksud sah, bola harus sudah ada terlepas dari tangan pemain sebelum waktu di tempat papan skor habis. Di level profesional seperti NBA atau NCAA, pemanfaatan tayangan ulang (instant replay) menjadi hal yang tersebut umum untuk menjamin apakah tembakan dilaksanakan tepat waktu. Sering kali wasit akan meninjau ulang rekaman video secara cermat, hingga ke frame per frame, untuk melakukan konfirmasi keabsahan tembakan.

    Jenis-jenis buzzer beater

    ​​​​​​​1. Tembakan dua poin

    Biasanya dijalankan dari jarak menengah atau dekat dengan ring, seperti tembakan floater atau jump shot. Contoh paling legendaris adalah tembakan Michael Jordan ketika melawan Cleveland Cavaliers pada tahun 1989, yang dikenal sebagai “The Shot.”

    2. Tembakan tiga poin

    Digunakan ketika kelompok tertinggal tiga angka. Berisiko tinggi, namun apabila berhasil, akan menyebabkan kemenangan dramatis. Damian Lillard dari Portland Trail Blazers pernah melakukannya pada 2019 ketika melawan Oklahoma City Thunder—tembakan dari hampir 12 meter yang dimaksud mengakhiri seri playoff dan membuatnya melambaikan tangan "selamat tinggal" ke lawan.

    3. Tembakan setengah atau satu lapangan

    Jarang terjadi, namun ketika berhasil, biasanya secara langsung menjadi sorotan media. Tembakan ini biasanya dilepaskan di dalam akhir kuarter atau babak, juga banyak kali berujung pada video viral.

    Untuk dapat mencetak buzzer beater, orang pemain memerlukan kombinasi dari keterampilan fisik, teknik menembak yang digunakan baik, serta ketangguhan mental. Kecepatan, kelincahan, juga kekuatan menjadi modal utama agar pemain sanggup menciptakan ruang untuk melegakan tembakan. Akurasi juga jangkauan tembakan pun sangat penting.

    Tak kalah penting, pemain harus mampu menjaga fokus lalu ketenangan pada tekanan tinggi. Mentalitas inilah yang digunakan menyebabkan pemain seperti Damian Lillard dikenal dengan sebutan “clutch” oleh sebab itu kemampuannya mengeksekusi tembakan krusial pada saat-saat genting.

    Buzzer beater bukan sekadar tembakan terakhir, tetapi simbol dari keberanian, ketepatan, serta keajaiban di bola basket. Momen ini tak hanya sekali mengubah jalannya pertandingan, tetapi juga mengukir sejarah di dunia olahraga. Dari Jordan hingga Lillard, tembakan-tembakan yang disebutkan akan selalu dikenang oleh penggemar di tempat seluruh dunia.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Jaylen Brown pimpin Celtics tumbangkan Magic tanpa Tatum

    Jaylen Brown pimpin Celtics tumbangkan Magic tanpa Tatum

    Ligapedia.news Dia datang juga bilang akan melakukan segalanya untuk menang

    Jakarta – Jaylen Brown tampil garang dengan 36 poin, 10 rebound, serta lima assist pada waktu Boston Celtics menumbangkan Orlando Magic 109-100 di laga kedua putaran pertama playoff NBA, Kamis WIB, meskipun tanpa Jayson Tatum yang dimaksud absen akibat cedera.

    Tatum, yang tersebut mengalami memar tulang pada pergelangan tangan kanan setelahnya insiden pada gim pertama, untuk pertama kalinya pada karier playoff-nya harus menepi. Namun absennya sang All-Star justru memberi ruang bagi Brown bersinar.

    “Dia datang kemudian bilang akan melakukan segalanya untuk menang,” ujar pembimbing Celtics Joe Mazzulla terkait Brown, disitir dari laman resmi NBA.

    “Dia benar-benar mengatur kami di tempat kedua sisi permainan.”

    Brown tak sendirian. Kristaps Porzingis, walau sempat mengundurkan diri dari oleh sebab itu luka di area kepala akibat sikutan, kembali bermain dan juga menyumbang 20 poin. Ia bahkan mengatakan dirinya menikmati “momen WWE” pada waktu kembali ke lapangan dengan perban di dalam dahi dan juga darah mengering di area leher.

    “Kami tidak ada akan membiarkan siapa pun menggertak kami,” kata Porzingis tegas. “Kami tahu hal-hal seperti ini akan terjadi. Tapi kami akan melawan balik.”

    Boston sempat menjadi pemimpin 15 poin di tempat paruh kedua, namun Magic mengejar di dalam kuarter akhir. Derrick White turut memberi partisipasi krusial dengan 17 poin, termasuk beberapa tembakan bebas penting dalam detik-detik akhir.

    Di pihak lawan, Paolo Banchero tampil impresif dengan 32 poin dan juga sembilan rebound, didukung Franz Wagner yang digunakan menambahkan 25 poin. Namun bidang usaha mereka belum cukup untuk membalikkan keadaan.

    Pertandingan berlangsung panas, khususnya pasca insiden pada gim pertama yang menghasilkan Kentavious Caldwell-Pope dicemooh setiap kali menyentuh bola. Suasana memanas ketika ia kembali terlibat insiden dengan Al Horford, yang tersebut berujung adu kata dengan Brown. Wasit akhirnya menyatakan pelanggaran itu sebagai tripping biasa.

    Porzingis pun sempat harus pergi dari lapangan usai terkena sikutan dari Goga Bitadze yang berujung flagrant foul. Ia kembali ke bangku cadangan setelahnya mendapat lima jahitan juga tampil kembali di tempat sisa pertandingan, mendapat sambutan meriah dari rakyat TD Garden.

    Dengan kemenangan ini, Celtics unggul 2-0 pada seri kemudian akan melanjutkan laga ketiga dalam kandang Magic, Orlando, pada Hari Jumat di malam hari waktu setempat.

    Mazzulla menyatakan status Tatum masih di pemantauan, serta kehadirannya dalam gim ketiga masih belum pasti.

  • Mitchell Bawa Cavaliers kunci kemenangan kedua melawan Heat

    Mitchell Bawa Cavaliers kunci kemenangan kedua melawan Heat

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Donovan Mitchell menjadi pahlawan Cleveland Cavaliers dengan torehan 30 poin, termasuk 17 hitungan krusial dalam kuarter keempat, ketika timnya mengalahkan Miami Heat 121-112 di gim kedua playoff Wilayah Timur, Kamis Kamis WIB.

    Cavaliers pada masa kini unggul 2-0 di seri yang dimaksud juga semakin percaya diri menghadapi laga tandang pertama mereka dalam Miami, yang dimaksud dijadwalkan Hari Sabtu siang waktu setempat.

    Tak semata-mata mengandalkan ketangguhan Mitchell, Cleveland mencetak sejarah dengan mencatatkan 11 tembakan tripoin di tempat kuarter kedua—rekor tertinggi di sejarah playoff NBA. Secara keseluruhan, regu asuhan J.B. Bickerstaff itu mencetak 22 tripoin di satu pertandingan.

    Namun, kemenangan yang dimaksud tidaklah diraih dengan mudah. Cavaliers sempat unggul 93-74 lewat dunk De’Andre Hunter pada sisa 2:33 kuarter ketiga, tetapi Heat secara langsung merespons dengan 10 poin beruntun juga memperkecil ketertinggalan menjadi 105-103 pada waktu laga tersisa 3:11.

    Di ketika peluang berbalik ke Miami, Mitchell tampil sebagai penentu. Ia mencetak delapan poin berturut-turut, termasuk dua tripoin, untuk mengatur laju 8-2 Cavaliers yang mana kembali menjauhkan skor dan juga mengamankan kemenangan.

    Selain Mitchell, Evan Mobley menyumbang 20 poin juga Darius Garland mencetak 19 poin bagi Cavaliers.

    Di kubu Heat, Tyler Herro menjadi pencetak nomor terbanyak dengan 33 poin, disusul Davion Mitchell dengan 18 poin dengan 12 dalam antaranya dicetak ketika Heat melakukan perlawanan sengit pada paruh akhir pertandingan.

    Miami sebenarnya sempat unggul 16-7 dalam awal gim sebelum Cleveland bangkit juga membalikkan keadaan menjadi 25-24 dalam akhir kuarter pertama. Di kuarter kedua, Cavs menggila dengan laju 17-4 yang digunakan didominasi lima tripoin, dua masing-masing dari Max Strus dan juga Sam Merrill.

    Gim ketiga akan menjadi ujian berat bagi Heat, yang harus memanfaatkan keuntungan kandang untuk menghidupkan potensi mereka di tempat seri ini. Sementara Cavaliers berharap performa Mitchell juga lini tembak mereka itu mampu tetap memperlihatkan konsisten demi melangkah lebih lanjut berjauhan pada playoff musim ini.

  • Rockets tundukkan Warriors 109-94, samakan kedudukan 1-1

    Rockets tundukkan Warriors 109-94, samakan kedudukan 1-1

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Houston Rockets mengalahkan Golden State Warriors 109-94 di laga kedua putaran pertama playoff Wilayah Barat NBA, Kamis WIB, untuk menyamakan kedudukan seri menjadi 1-1.

    Jalen Green mencetak 38 poin dan juga delapan tripoin untuk menjadi pemimpin Rockets tampil dominan sejak awal kemudian tiada pernah tertinggal sepanjang pertandingan.

    Kemenangan ini menjadi penebusan bagi Houston, yang mana kalah 85-95 pada gim pertama seusai semata-mata mencetak enam tripoin. Kali ini, Green sendiri mencetak delapan tripoin dengan dua kali lebih banyak berbagai dari total pasukan pada gim sebelumnya.

    Green yang tersebut merupakan pilihan kedua di NBA Draft 2021 tampil impresif setelahnya tampil buruk pada debut playoff-nya dengan cuma mencetak tujuh poin dari 15 percobaan tembakan.

    Alperen Sengun turut berkontribusi besar dengan 17 poin lalu 16 rebound, sementara Tari Eason menyumbang 14 poin dari bangku cadangan.

    Warriors tampil pincang pasca Jimmy Butler mengalami memar pada panggul akibat jatuh keras pasca dilanggar di area akhir kuarter pertama. Butler, yang digunakan didatangkan dari Miami pada bursa transaksi Februari, tampil cemerlang pada gim pertama dengan 25 poin, tujuh rebound, juga enam assist. Kehilangannya menjadi pukulan telak bagi Golden State.

    Stephen Curry menjadi pemimpin Warriors dengan 20 poin lalu sembilan assist. Ia juga mencatatkan tonggak sejarah pribadi dengan menjadi pemain ke-11 di sejarah NBA yang menembus hitungan 4.000 poin dalam playoff (total 4.017 poin).

    Golden State sempat mendekat lewat laju 9-0 pada kuarter keempat, termasuk dua tripoin dari Quinten Post yang mana memangkas ketertinggalan menjadi 80-91. Namun kesempatan itu buyar setelahnya Green dikenai flagrant foul seusai tangannya mengenai wajah Draymond Green.

    Tak lama berselang, Rockets melancarkan laju balasan 8-0, ditutup dengan tripoin step-back dari Jalen Green yang dimaksud kembali menjauhkan skor menjadi 99-80 pada waktu waktu tersisa 5,5 menit.

    Dalam periode ini, Draymond Green dikenai technical foul akibat memprotes wasit, sementara Tari Eason juga menerima technical setelahnya melemparkan handuk secara bukan sportif.

    Warriors juga kehilangan sumbangan dari Brandin Podziemski yang dimaksud absen di dalam sebagian besar fase pertama akibat hambatan perut. Ia tak mencetak poin di 14 menit bermain, berbanding berjauhan dengan 14 poin yang dimaksud ia buat di dalam gim pertama.

    Gim ketiga akan dijalankan Hari Sabtu waktu malam waktu setempat di dalam kandang Warriors. Kedua kelompok dipastikan akan tampil habis-habisan demi menguasai keunggulan seri.

  • Apa itu trade pemain pada NBA? Berikut penjelasan dan juga aspeknya

    Apa itu trade pemain pada NBA? Berikut penjelasan dan juga aspeknya

    https://ligapedianews.com/ DKI Jakarta – Baru-baru ini pecinta basket di dalam seluruh dunia, khususnya NBA dikejutkan dengan kesepakatan trade antara Luka Doncic serta Anthony Davis. Doncic yang tersebut sebelumnya merupakan bintang pada Dallas Mavericks ditukar dengan pemain kawakan LA Lakers, Anthony Davis pada trade kali ini.

    Dengan begitu, Luka Doncic akan bermain dengan Lakers dan juga Davis akan bermain dengan Dallas Mavericks di lanjutan NBA musim ini. Namun, apa sesungguhnya kebijakan trade pemain pada NBA ini?

    Dilansir dari situs resmi NBA, istilah "trade" mengacu pada pertukaran pemain antara dua regu atau lebih banyak yang mana bertujuan untuk menguatkan komposisi regu masing-masing. Proses trade ini sangat lebih lanjut kompleks dari yang banyak orang bayangkan, sebab tidak ada cuma melibatkan performa pemain di tempat lapangan, tetapi juga berbagai aspek keuangan, hukum, juga medis lainnya.

    Berikut adalah langkah-langkah utama pada proses trade pada NBA:

    1. Perhitungan salary cap

    Sebagian besar regu tidaklah bisa jadi sembarangan menukar pemain oleh sebab itu adanya aturan salary cap (pembatasan gaji) yang tersebut telah terjadi disepakati di perjanjian sama-sama (Collective Bargaining Agreement/CBA).

    Setiap regu harus menegaskan bahwa trade yang mana diadakan sesuai dengan aturan salary cap, termasuk mempertimbangkan dampaknya terhadap pajak barang mewah (luxury tax).

    Selain itu, faktor seperti trade bonus yang mana terkandung di kontrak pemain juga harus menjadi aspek yang mana diperhitungkan.

    2. Pertukaran informasi medis

    Setiap kelompok wajib mengungkapkan informasi medis yang dimiliki terkait pemain yang mana terlibat pada trade. Data ini mencakup hasil pemeriksaan kebugaran seperti MRI, X-ray, dan juga EKG yang mana dapat memengaruhi kelangsungan karier pemain dalam lapangan.

    3. Pertukaran informasi asuransi

    Selain informasi medis, regu juga harus berbagi informasi tentang kebijakan asuransi yang mencakup pendapatan pemain yang tersebut dipertukarkan. Tim yang tersebut menerima pemain harus memutuskan apakah mereka ingin mengambil alih ketentuan tersebut, dan juga menentukan pembagian pembayaran premi jikalau trade diadakan di dalam pertengahan musim.

    4. Keputusan tentang bonus pemain

    Dalam trade yang terjadi pada berada dalam musim, kelompok harus menyepakati bagaimana pembayaran bonus insentif pemain akan dibagi. Jika seseorang pemain memenuhi persyaratan untuk mendapatkan bonus berdasarkan performanya sepanjang musim, kelompok baru yang tersebut menerimanya kemungkinan besar tiada ingin membayar seluruh bonus yang disebutkan apabila sebagian besar pencapaiannya terjadi ketika bermain untuk regu lama.

    5. Klausul no-trade juga reduksi bonus trade

    Beberapa pemain miliki klausul no-trade pada kontraknya, yang dimaksud memberikan merek hak untuk menolak trade. Dalam beberapa kasus, trade mungkin saja tidak ada dapat dijalankan kecuali pemain setuju untuk menurunkan bonus trade yang dimaksud seharusnya mereka terima. Namun, aturan NBA melarang kelompok menawarkan insentif tambahan terhadap pemain untuk menyetujui trade.

    6. Pertimbangan draft

    ​​​​​​​Jika hak menghadapi draft pick dimasukkan pada kesepakatan trade, pasukan harus menentukan secara spesifik pick mana yang mana akan dipertukarkan. Terkadang, ada pemeliharaan terhadap pick bernilai tinggi atau aturan kompleks yang tersebut menghubungkan trade dengan draft picks lainnya.

    7. Sign-and-Trade serta Extend-and-Trade

    ​​​​​​​Dalam beberapa kasus, kelompok yang memiliki hak menghadapi pemain dapat melakukan penandatanganan kontrak baru dengan pemain yang disebutkan lalu segera menukarkannya ke kelompok lain.

    Metode ini dikenal sebagai sign-and-trade, yang digunakan memungkinkan pemain mendapatkan kontrak lebih lanjut besar daripada apabila mereka itu mengesahkan kontrak secara langsung dengan pasukan baru.

    Contoh terkenal dari extend-and-trade adalah trade Kevin Garnett, di area mana ia menambah masa berlaku kontraknya dengan Minnesota Timberwolves sebelum ditukarkan ke Boston Celtics.

    8. Proses trade call

    ​​​​​​​Setelah semua kesepakatan disetujui, pasukan mengirimkan rincian trade untuk NBA di bentuk email. Kemudian, perwakilan masing-masing pasukan lalu pengacara liga berpartisipasi pada konferensi telepon yang tersebut direkam untuk mengkonfirmasi semua ketentuan trade.

    9. Pelaporan serta tes medis

    Setiap pemain yang mana terlibat di trade harus melaporkan diri ke regu barunya dan juga menjalani pemeriksaan medis sebelum trade dianggap resmi.

    Sampai semua pemeriksaan selesai, pemain yang dimaksud baru ditukar tak dapat bermain untuk regu barunya. Misalnya, di trade Kevin Garnett ke Boston Celtics, kesepakatan diberitahukan pada 31 Juli tetapi baru resmi disahkan pada 7 Agustus setelahnya semua aturan terpenuhi.

    Manfaat juga pembatasan Sign-and-Trade

    ​​​​​​​Sign-and-trade memberikan faedah bagi semua pihak yang terlibat. Pemain mendapatkan kontrak dengan nilai lebih banyak tinggi serta durasi lebih lanjut lama, pasukan lama mendapatkan aset sebagai kompensasi, lalu kelompok baru dapat merekrut pemain meskipun sudah ada melintasi batas salary cap. Namun, ada beberapa batasan, seperti:

    • Pemain harus melakukan penandatanganan kontrak dengan pasukan lama sebelum dilepas.
    • Tim penerima bukan boleh melebihi batasan "apron" setelahnya trade.
    • Pemain harus menerima kontrak minimal tiga tahun.
    • Jika trade dibatalkan, kontrak pemain juga dibatalkan.

    Contoh persoalan hukum pembatalan trade adalah ketika Shareef Abdur-Rahim gagal lolos pemeriksaan medis dalam sign-and-trade antara Portland Trail Blazers dan juga New Jersey Nets, sehingga ia tetap saja menjadi free agent juga akhirnya bergabung dengan Sacramento Kings.

    Trade di dalam NBA tidak belaka sekadar pertukaran pemain, tetapi melibatkan berbagai aspek teknis yang kompleks. Setiap kegiatan harus mempertimbangkan aturan salary cap, kondisi medis, pertimbangan finansial, juga legalitas kesepakatan.

    Oleh oleh sebab itu itu, sebelum trade benar-benar terjadi, kelompok melakukan evaluasi mendalam untuk melakukan konfirmasi kesepakatan yang disebutkan menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.

  • Perbedaan peraturan NBA lalu liga basket lainnya

    Perbedaan peraturan NBA lalu liga basket lainnya

    https://ligapedianews.com/ DKI Jakarta – Sebagai salah satu cabang olahraga paling populer di tempat dunia, Basket mempunyai beberapa orang peraturan yang berbeda antara liga basket pada umumnya yang tersebut mengikuti aturan Federasi Bola Basket International (FIBA) dengan liga basket Amerika Serikat National Basketball Association (NB).

    Kedua badan itu memiliki standar dan juga regulasi yang agak berbeda, meskipun dasarnya masih sama. Perbedaan-perbedaan peraturan ini mencakup aspek-aspek penting seperti ukuran lapangan, durasi permainan, aturan permainan, hingga teknis peralatan yang mana digunakan.

    Berikut adalah beberapa perbedaan peraturan basket FIBA juga NBA.

    1. Waktu pertandingan

    Perbedaan peraturan basket paling mencolok antara FIBA lalu NBA adalah durasi permainan. Dalam pertandingan FIBA, setiap game terdiri dari empat kuarter yang digunakan masing-masing berdurasi 10 menit sehingga total durasi permainan adalah 40 menit.

    Sementara itu, NBA memiliki empat kuarter dengan durasi masing-masing 12 menit sehingga total waktu permainan menjadi 48 menit. Dengan durasi yang mana lebih besar panjang, pertandingan NBA cenderung lebih lanjut lama dibandingkan pertandingan yang digunakan diatur oleh FIBA.

    2. Ukuran lapangan

    Ukuran lapangan di peraturan FIBA dan juga NBA juga berbeda. Lapangan basket FIBA miliki panjang 28 meter juga lebar 15 meter, sedangkan lapangan NBA tambahan besar dengan panjang 28,65 meter dan juga lebar 15,24 meter.

    Perbedaan itu kemungkinan besar tampak kecil, tetapi, pada konteks kecepatan kemudian pergerakan pemain, ukuran lapangan yang digunakan sedikit lebih lanjut besar dapat mempengaruhi dinamika permainan.

    3. Garis tiga poin

    Garis tiga poin pada NBA tambahan berjauhan dibandingkan FIBA. Pada pertandingan NBA, jarak garis tiga poin adalah 7,24 meter (23 kaki 9 inci) dari keranjang di area bagian tengah, sedangkan di dalam FIBA jaraknya lebih besar pendek, yaitu 6,75 meter (22 kaki 2 inci).

    Jarak yang dimaksud menimbulkan tembakan tiga poin di tempat NBA memerlukan kekuatan kemudian akurasi tambahan melebihi pertandingan basket dalam bawah naungan FIBA.

    4. Waktu serangan (shot clock)

    Kedua organisasi ini sama-sama menerapkan aturan shot clock atau waktu serangan, tetapi dengan sedikit perbedaan di implementasinya.

    Dalam NBA, setiap pasukan miliki waktu 24 detik untuk melakukan serangan. Jika bola menyentuh ring, namun, kelompok yang dimaksud masih menguasai bola, shot clock disetel ulang menjadi 14 detik.

    Pada FIBA, prinsip shot clock juga sebanding dengan 24 detik, namun, penyetelan ulang waktu hanya sekali terjadi apabila ada rebound ofensif juga waktu yang mana diberikan kembali adalah 14 detik, mirip dengan NBA.

    5. Aturan timeout

    Perbedaan peraturan basket lainnya terlihat di aturan timeout. Pada NBA, instruktur diizinkan untuk meminta timeout kapan belaka selama permainan berjalan. Setiap pasukan diberikan tujuh timeout sepanjang pertandingan, dengan beberapa batasan di kuarter keempat.

    Sementara di dalam FIBA, timeout hanya dapat diminta oleh ahli ketika permainan dihentikan kemudian tiap-tiap kelompok hanya sekali miliki lima timeout sepanjang pertandingan (dua di area fase pertama kemudian tiga di tempat sesi kedua). Peraturan timeout berdampak signifikan pada strategi permainan serta stamina pemain.

    6. Defensive three seconds

    ​​​​​​​NBA menerapkan aturan yang dikenal sebagai defensive three seconds, dalam mana orang pemain bertahan tidaklah diperbolehkan berada di dalam area kunci (paint area) selama lebih besar dari tiga detik tanpa mencoba menjaga pemain lawan secara aktif.

    Peraturan itu tak ada di peraturan FIBA sehingga pemain bertahan dapat tinggal di area area kunci selama mungkin saja tanpa pelanggaran, selama tak melakukan pelanggaran lainnya.

    7. Pengaplikasian bola

    Bola yang digunakan digunakan pada pertandingan NBA juga FIBA miliki ukuran yang digunakan sama, tetapi, ada sedikit perbedaan di tekanan udara yang tersebut disarankan.

    Bola NBA biasanya tambahan keras dengan tekanan udara antara 7,5 hingga 8,5 psi (pounds per square inch), sementara di dalam FIBA, tekanan yang diizinkan sedikit tambahan rendah, yaitu 7,4 hingga 8,4 psi.

    Selain itu, bola NBA cenderung memiliki tekstur kemudian lapisan yang mana berbeda dibandingkan bola yang dimaksud digunakan pada kompetisi FIBA.

    8. Pelanggaran dan juga hukuman

    Kedua sistem peraturan memiliki kesamaan pada hal kategori pelanggaran seperti personal foul, technical foul, dan flagrant foul, tetapi, NBA memiliki beberapa aturan tambahan yang digunakan lebih tinggi spesifik.

    NBA memiliki aturan clear path foul, yaitu pelanggaran yang mana terjadi ketika seseorang pemain menyerang memiliki jalur segera ke keranjang tanpa ada pemain bertahan di tempat depannya.

    Meskipun NBA kemudian FIBA sama-sama berakar pada prinsip dasar yang digunakan serupa, perbedaan peraturan basket yang dimaksud merek ciptakan memberikan nuansa permainan yang digunakan berbeda.

    Durasi yang dimaksud lebih tinggi panjang, lapangan yang tersebut tambahan besar, dan juga garis tiga poin yang tersebut lebih banyak jarak jauh menyebabkan NBA terlihat lebih banyak cepat lalu tambahan menonjolkan permainan fisik.

    Sementara aturan FIBA yang dimaksud lebih besar ketat pada timeout dan fleksibilitas pertahanan memberikan permainan yang dimaksud lebih lanjut teknis.

  • JaQuori McLaughlin: Point Guard eks NBA andalan Pelita Jaya dalam IBL

    JaQuori McLaughlin: Point Guard eks NBA andalan Pelita Jaya dalam IBL

    https://ligapedianews.com/ Ibukota Indonesia – JaQuori McLaughlin atau kerap disapa Jroc merupakan salah satu pemain asing yang menjadi andalan Pelita Jaya pada kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2025.

    Pemain dengan syarat Amerika Serikat ini mengakibatkan pengalaman bermain dalam berbagai level kompetisi, termasuk NBA dan juga liga-liga internasional lainnya, sebelum akhirnya bergabung ke IBL tahun 2024.

    Kemampuannya yang mana solid sebagai point guard, membuat McLaughlin menjadi motor serangan bagi PJ di dalam musim 2025 ini.

    Perjalanan karir dari Amerika ke Indonesia

    JaQuori Curtis McLaughlin lahir pada 29 Januari 1998 pada Port Angeles, Washington, Amerika Serikat. Ia menempuh institusi belajar sekolah menengah dalam Peninsula High School dalam Gig Harbor, Washington.

    Sejak masa SMA, ia sudah ada menunjukkan bakat yang dimaksud luar biasa di dunia basket.Di tahun seniornya, ia mencatatkan rata-rata 19,3 poin, 9,1 assist, serta 5,5 steal per game, dan juga dinobatkan sebagai Washington Mr. Basketball. Bahkan, ia meninggalkan sekolahnya sebagai pemegang rekor sepanjang masa untuk poin, assist, juga tembakan tiga angka.

    Lulus dari SMA,McLaughlin memulai karier basketnya ke level perguruan tinggi di tempat Oregon State University. Sebagai siswa baru, ia sudah ada tampil mengesankan dengan rata-rata 10,5 poin kemudian 3,3 assist per game. Namun, ia mengalami kendala mental setelahnya menyaksikan serangan teroris pada waktu perjalanan timnya ke Spanyol.

    Hal ini membuatnya harus meninggalkan regu di tempat musim keduanya lalu beralih ke UC Santa Barbara. Di UC Santa Barbara, ia mengalami perkembangan menjadi pemain kunci serta berhasil mengakibatkan timnya meraih peringkat juara Big West di dalam musim terakhirnya.

    Ia juga mendapatkan penghargaan sebagai Big West Player of the Year serta MVP kejuaraan konferensi sebelum memutuskan untuk mengikuti NBA Draft 2021.

    Pengalaman dalam NBA kemudian liga internasional

    Setelah tidak ada terpilih pada NBA Draft 2021, McLaughlin bergabung dengan Golden State Warriors di dalam turnamen NBA Summer League. Pada September 2021, ia kemudian melakukan penandatanganan kontrak dua arah dengan Dallas Mavericks, yang dimaksud membuatnya membagi waktu antara bermain pada NBA juga kelompok afiliasi G League mereka, Texas Legends. Namun, ia hanya saja tampil di empat pertandingan NBA sebelum dilepas pada Januari 2022.

    Setelah itu, McLaughlin melanjutkan kariernya di dalam NBA G League dengan Santa Cruz Warriors. Sayangnya, ia mengalami cedera paha yang tersebut membuatnya harus absen selama beberapa waktu. Setelah pulih, ia bergabung dengan Otago Nuggets dalam liga basket Selandia Baru pada tahun 2023. Namun, cedera lutut kembali menghentikan perjalanannya lebih tinggi awal di dalam kompetisi tersebut.

    Peran krusial di area Pelita Jaya

    Pada Maret 2024, JaQuori McLaughlin bergabung dengan Pelita Jaya untuk kompetisi Basketball Champions League Asia. Setelah pertandingan tersebut, ia kembali direkrut oleh Pelita Jaya untuk menguatkan pasukan pada IBL 2025.

    Sebagai point guard, McLaughlin menjadi salah satu pemain kunci di skema permainan regu asuhan Johannis Winar. Ia memiliki kemampuan yang mana lengkap, mulai dari mencetak poin, memberikan assist, hingga bertahan dengan baik.

    Dalam IBL 2025, McLaughlin mencatatkan statistik yang impresif dengan total 101 poin, 27 assist, 10 steal, juga 29 rebound sepanjang musim. Rata-rata per pertandingan yang ia torehkan pun cukup solid, yakni 16,83 poin, 4,5 assist, lalu 4,83 rebound per game. Kecepatan, akurasi tembakan, juga visi permainannya menjadikannya pemain yang digunakan sulit dihentikan oleh lawan.

    JaQuori McLaughlin bukanlah hanya sekali sekadar pemain asing biasa dalam IBL. Lewat rekam jejak yang dimaksud mentereng, pengalaman bermain di dalam kompetisi elit, dan juga keterampilan luar biasa sebagai individu point guard, ia menjadi salah satu pemain kunci bagi Pelita Jaya di upaya merekan meraih penghargaan juara.

    Kehadirannya di dalam liga Indonesia menambah daya saing juga kualitas permainan, sekaligus memberikan inspirasi bagi pemain muda lokal untuk terus tumbuh di dalam dunia basket profesional.