Tag: NBA

  • 10 Pebasket terbaik Asia yang pernah bermain ke NBA

    10 Pebasket terbaik Asia yang pernah bermain ke NBA

    DKI Jakarta – Kompetisi bola basket Amerika Serikat, National Basketball Association (NBA), merupakan event tertinggi yang menjadi impian berbagai pemain basket dalam seluruh dunia. Tidak cuma diisi oleh pemain selama Amerika Serikat serta Kanada, NBA juga menjadi panggung bagi para pebasket dari beraneka belahan dunia, diantaranya Asia.

    Meski secara kuantitas belum sejumlah pemain dari Eropa maupun Amerika Latin, banyak pebasket jika Asia telah dilakukan mencatatkan prestasi membanggakan juga meninggalkan jejak yang berkesan dalam NBA. Beberapa di antaranya bahkan berubah jadi ikon global lalu inspirasi bagi generasi muda di dalam negara dengan syarat mereka.

    Berikut ini adalah 10 pebasket terbaik Asia yang tersebut pernah bermain ke NBA:

    1. Yao Ming (Tiongkok)

    Lahir pada 12 September 1980, Yao Ming merupakan legenda bola basket Asia yang mana dikenal luas dalam seluruh dunia. Dengan tinggi badan 2,29 meter, Yao tampil dominan sebagai center juga bermetamorfosis menjadi bintang utama Houston Rockets sejak tahun 2002. Ia delapan kali terpilih sebagai NBA All-Star kemudian tiga kali meraih gelar kejuaraan MVP dalam FIBA Asia Cup. Yao juga pernah masuk regu All-NBA sebanyak-banyaknya lima kali. Namanya sekarang ini diabadikan pada Naismith Memorial Basketball Hall of Fame.

    2. Hamed Haddadi (Iran)

    Pebasket Iran ini mencetak sejarah sebagai pemain Iran pertama yang mana tampil ke NBA. Lahir pada 19 Mei 1985 dengan tinggi 2,18 meter, Haddadi dikenal sebagai center tangguh kemudian sempat meningkatkan kekuatan Memphis Grizzlies lalu Phoenix Suns. Ia empat kali meraih peringkat MVP dalam FIBA Asia Cup juga berubah menjadi salah satu ikon olahraga Iran.

    3. Jeremy Lin (Taiwan-Amerika Serikat)

    Jeremy Lin lahir pada 23 Agustus 1988 serta mencuri perhatian planet lewat fenomena "Linsanity" bersatu New York Knicks pada musim 2011–2012. Pemain setinggi 1,91 meter ini kemudian menjuarai NBA dengan Toronto Raptors pada 2019. Ia juga tampil cemerlang ke liga basket Tiongkok juga berubah menjadi inspirasi bagi komunitas Asia-Amerika pada Amerika Serikat.

    4. Wataru Misaka (Jepang)

    Misaka mencatat sejarah sebagai pemain Asia pertama yang bermain dalam NBA pada 1947 bersatu New York Knicks. Lahir pada 21 Desember 1923, ia hanya sekali memiliki lebih tinggi 1,70 meter, namun kontribusinya membuka jalan bagi pebasket Asia lainnya. Misaka juga menghadirkan timnya menjuarai NCAA tahun 1944.

    5. Yuta Tabuse (Jepang)

    Sebagai pemain kelahiran Jepun pertama yang digunakan berlaga ke NBA, Yuta Tabuse tampil untuk Phoenix Suns pada 2004. Meskipun kariernya ke NBA terbilang singkat, Tabuse kekal bergerak dalam kompetisi basket domestik Negeri Sakura lalu meraih berubah-ubah prestasi, termasuk peringkat MVP dalam JBL dan juga juara B.League.

    6. Jordan Clarkson (Filipina-Amerika Serikat)

    Clarkson ketika ini berubah menjadi salah satu pemain Asia paling menonjol pada NBA. Lahir pada 7 Juni 1992, ketika ini ia meningkatkan kekuatan New York Knicks dan juga dikenal sebagai guard yang eksplosif. Clarkson dinobatkan sebagai NBA Sixth Man of the Year pada 2021 kemudian masuk di NBA All-Rookie First Team pada musim debutnya. Ia juga terlibat membela Timnas Filipina di kompetisi internasional, salah satunya pada waktu Asian Games 2018 di Nusantara .

    7. Rui Hachimura (Jepang)

    Hachimura berubah menjadi harapan baru bola basket Jepang. Lahir pada 8 Februari 1998, ia sekarang ini bermain untuk Los Angeles Lakers. Ia terpilih pada NBA All-Rookie Second Team pada 2020 lalu meraih gelar kejuaraan juara NBA In-Season Tournament dengan Lakers pada 2023. Hachimura juga dikenal melawan kontribusinya ketika membela Gonzaga University di dalam NCAA.

    8. Yuki Kawamura (Jepang)

    Dengan besar hanya sekali 1,73 meter, Kawamura berubah menjadi pemain terpendek di dalam NBA musim 2023–2024. Ia mengesahkan kontrak dua arah dengan Memphis Grizzlies dan juga tampil impresif di B.League Jepang. Pada 2023, Kawamura dinobatkan sebagai MVP, Rookie of the Year, kemudian Assist Leader pada B.League.

    9. Ha Seung-jin (Korea Selatan)

    Lahir pada 4 Agustus 1984 dengan tinggi 2,21 meter, Ha menjadi pemain Korea Selatan pertama yang tersebut bermain ke NBA. Ia menguatkan Portland Trail Blazers juga Milwaukee Bucks. Setelah kembali ke Korea Selatan, Ha sukses dalam liga domestik dengan meraih bermacam penghargaan juara dan juga individu.

    10. Yuta Watanabe (Jepang)

    Watanabe lahir pada 6 November 1994 juga tampil di dalam NBA sama-sama grup seperti Toronto Raptors, Brooklyn Nets, kemudian Phoenix Suns. Ia dikenal sebagai pemain dengan pertahanan solid, kemudian pernah dinobatkan sebagai Atlantic 10 Defensive Player of the Year saat berkarier ke NCAA.

    Kehadiran para pebasket Asia ini membuktikan bahwa talenta dari Wilayah Asia mampu bersaing di level tertinggi. Meski menghadapi tantangan besar, dedikasi dan juga kerja keras merekan sudah membuka pintu bagi generasi berikutnya untuk bermimpi menembus NBA.

    Indonesia sendiri pada waktu ini mempunyai pemain potensial yang mana kemungkinan sanggup menembus panggung NBA. Pemain potensial yang disebutkan adalah Derrick Michael Xzavierro, yang mana ketika ini berlaga bersatu grup kampus Long Beach State University di dalam kompetisi NCAA.

    Jika Derrick terus konsisten juga bekerja keras, tidak tidak ada kemungkinan besar Nusantara memiliki perwakilan dalam NBA suatu ketika kelak.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI ke portal web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • John Wall resmi pensiun dari NBA, berikut perjalanan karirnya

    John Wall resmi pensiun dari NBA, berikut perjalanan karirnya

    Ibukota Indonesia – Pebasket Amerika Serikat John Wall resmi mengumumkan pensiun dari NBA pasca 11 musim berkarier. Point guard berusia 34 tahun itu mengakhiri kiprahnya di liga basket paling bergengsi dunia dengan torehan rata-rata 18,7 poin, 8,9 assist, juga 4,2 rebound per pertandingan pada 647 laga musim reguler.

    Pengumuman resmi yang dimaksud disampaikan Wall melalui akun media sosial pribadinya pada Selasa (19/8) waktu setempat. Dalam unggahan berbentuk video retrospektif berjudul "Retired but never done. Doing it the #WallWay", Wall menegaskan bahwa walaupun pensiun dari lapangan, ia terus akan berkecimpung di dalam planet bola basket.

    “Today, I’m stepping off of the court, but not away from the game. Basketball will always be in my life, and new opportunities present themselves. I feel now is the time to walk confidently into my next chapter,” ujar Wall, diambil dari Instagram resminya.

    Wall dikenal luas sebagai salah satu point guard paling eksplosif pada masanya. Washington Wizards memilihnya sebagai pilihan pertama pada NBA Draft 2010 pasca ia hanya saja bermain satu musim dalam Universitas Kentucky. Ia kemudian membela Wizards selama satu dekade (2010–2020) sebelum bergabung dengan Houston Rockets (2020–2022) kemudian Los Angeles Clippers (2022–2023).

    Pemain kelahiran Raleigh, North Carolina, itu meraih lima kali penghargaan NBA All-Star kemudian masuk ke regu All-NBA Third Team pada musim 2016/2017, pada saat ia mencatatkan rata-rata 23,1 poin dan juga 10,7 assist per pertandingan. Pada musim yang tersebut sama, ia juga mengatur liga di hal steal. Selain itu, Wall pernah menjuarai Kontes Slam Dunk NBA pada 2014 juga masuk kelompok All-Defensive Second Team pada 2015.

    Namun, perjalanan karier Wall tak lepas dari deraan cedera serius, diantaranya cedera Achilles pada 2019, yang tersebut membuatnya absen panjang. Dalam enam musim terakhir, ia bukan pernah bermain lebih lanjut dari setengah total pertandingan yang mana dijadwalkan. Penampilan terakhirnya tercatat pada Januari 2023 bersatu Clippers.

    Meski begitu, kontribusinya bagi Wizards bukan bisa jadi dilupakan. Wall berubah menjadi motor utama pasukan yang dimaksud di empat penampilan playoff, termasuk menyebabkan Washington mencapai Semifinal Wilayah Timur pada 2017.

    Sebelum memasuki NBA, Wall telah dikenal sejak masa SMA ke Word of God Christian Academy, Raleigh, dengan reputasi sebagai salah satu pemain terbaik angkatan 2009. Popularitasnya berlanjut ketika membela Kentucky, sebelum akhirnya menjadi pilihan utama Draft NBA 2010.

    Setelah Wall resmi pensiun, pada masa kini praktis belaka Paul George yang digunakan tersisa sebagai pemain bergerak dari NBA Draft 2010.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di dalam portal web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Duel Thunder vs Rockets juga Warriors vs Lakers menyingkap NBA 2025-2026 

    Duel Thunder vs Rockets juga Warriors vs Lakers menyingkap NBA 2025-2026 

    ligapedianews.com Ibukota Indonesia – NBA resmi merilis jadwal pembuka musim 2025–2026 yang menghadirkan duel antara juara bertahan Oklahoma City Thunder melawan Houston Rockets juga pertemuan klasik Golden State Warriors kontra Los Angeles Lakers pada 21 Oktober mendatang.

    Jadwal ini menandai dimulainya musim kompetisi yang mana kembali diramaikan oleh laga-laga spesial seperti Laga Natal kemudian Martin Luther King Jr. Day.

    Mengutip laman resmi NBA, musim reguler NBA 2025–2026 akan dimulai pada 21 Oktober dengan dua pertandingan utama. Thunder akan menjamu Rockets di area kandang sebagai pembuka resmi, sementara Warriors akan bertandang ke markas Lakers pada laga di malam hari pembuka lainnya.

    Sehari berselang, laga dimulai dari duel Cleveland Cavaliers melawan New York Knicks, dihadiri oleh pertandingan debut bintang muda Cooper Flagg yang dimaksud akan mengatur Dallas Mavericks menjamu San Antonio Spurs.

    Pada 23 Oktober, Thunder akan melawat ke markas Indiana Pacers di laga ulangan final NBA 2025, lalu Warriors akan menjamu Denver Nuggets di tempat Chase Center.

    Rangkaian pertandingan spesial lainnya terjadi pada Hari Natal, 25 Desember, yang dimaksud akan diisi lima pertandingan besar.

    Knicks, yang memegang rekor sebagai pasukan dengan jumlah total laga Natal terbanyak, akan tampil untuk ke-58 kalinya ketika menjamu Cavaliers pada siang hari waktu setempat. Hal ini juga menjadi penampilan Natal pertama Cavaliers kemudian Thunder sejak 2018, dan juga laga Natal perdana Rockets sejak 2019.

    Selain itu, bintang Lakers LeBron James berpotensi mencetak rekor penampilan ke-20 di area Hari Natal, selaras dengan musim ke-23 sepanjang kariernya di tempat NBA. Catatan ini menempatkan James setara atau bahkan melampaui total laga Natal yang digunakan pernah dimainkan oleh 12 klub NBA lainnya.

    Hari Natal 2025 juga menjadi momen langka bagi Texas. Untuk pertama kalinya, ketiga kelompok selama negara bagian yang disebutkan yaitu Rockets, Mavericks, serta Spurs semuanya dijadwalkan tampil pada laga Natal.

    Sementara itu, perayaan Martin Luther King Jr. Day pada 19 Januari 2026 akan diisi oleh empat pertandingan, termasuk Bucks melawan Hawks dan juga Celtics bertandang ke Detroit Pistons.

    Menariknya, Memphis Grizzlies yang mana biasanya rutin tampil di tempat hari bersejarah tersebut, tiada dijadwalkan bermain oleh sebab itu baru pulang dari tur Eropa setelahnya menghadapi Orlando Magic di area Berlin (15 Januari) serta London (18 Januari).

    NBA juga mengumumkan bahwa sebagian jadwal NBA Cup akan dirilis pada Rabu waktu setempat, dengan jadwal penuh untuk 80 dari total 82 pertandingan setiap kelompok akan disampaikan Kamis waktu setempat. Dua laga sisanya akan ditentukan pada Desember mendatang, bergantung pada hasil dari kejuaraan NBA Cup.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Boston Celtics dijual Rp99 triliun, jadi klub olahraga Amerika Serikat termahal

    Boston Celtics dijual Rp99 triliun, jadi klub olahraga Amerika Serikat termahal

    ligapedianews.com Ibukota Indonesia – NBA secara resmi menyetujui pelanggan Boston Celtics terhadap kelompok penanam modal yang digunakan dipimpin Bill Chisholm dengan nilai mencapai 6,1 miliar dolar Negeri Paman Sam atau sekitar Rp99 triliun, menjadikannya pelanggan termahal untuk klub olahraga di tempat Amerika Serikat.

    Mengutip laman resmi NBA, pemasaran ini telah terjadi disetujui secara bulat oleh Dewan Gubernur NBA pada Rabu (13/8) waktu setempat dan juga akan segera diselesaikan pada waktu dekat.

    Bill Chisholm, manusia entrepreneur ekuitas swasta kemudian lulusan Wharton School, akan mengambil alih kepemilikan minimal 51 persen dan juga mendapatkan kendali penuh menghadapi klub paling berprestasi di area NBA ini pada tahun 2028. Skor kepemilikan penuh yang disebutkan diperkirakan mampu meningkat menjadi 7,3 miliar dolar AS.

    Sebagai perbandingan, rekor sebelumnya untuk pasukan olahraga Negeri Paman Sam adalah pembelian Washington Commanders di tempat NFL sebesar 6,05 miliar dolar Amerika Serikat pada 2023. Untuk NBA sendiri, rekor sebelumnya adalah 4 miliar dolar Amerika Serikat pada waktu Mat Ishbia membeli Phoenix Suns pada tahun yang sama.

    Kelompok baru pimpinan Chisholm juga mencakup entrepreneur selama Boston Rob Hale yang digunakan merupakan pemegang saham Celtics ketika ini serta Bruce Beal Jr. Mereka berhasil mengungguli tawaran dari setidaknya dua grup lainnya, termasuk satu yang tersebut dipimpin mantan pemilik minoritas Celtics, Steve Pagliuca.

    Pagliuca kemudian mengalihkan perhatiannya ke WNBA dengan rencana membeli Connecticut Sun seharga 325 jt dolar Negeri Paman Sam juga memindahkannya ke Boston. Namun, kesepakatan ini masih mengawaitu persetujuan resmi dari Dewan Gubernur WNBA.

    Boston Celtics, yang digunakan dibeli oleh Wyc Grousbeck lalu kelompoknya pada 2002 seharga 360 jt dolar AS, pada saat ini mencatatkan sejarah sebagai regu pertama pada liga utama Amerika Serikat yang melampaui nomor 6 miliar dolar Negeri Paman Sam di kegiatan kepemilikan.

    Di bawah Grousbeck, Celtics meraih dua peringkat NBA pada 2008 juga 2024, juga mempertahankan status mereka sebagai kelompok dengan koleksi peringkat terbanyak, yakni 18 trofi.

    Sebagai catatan, walau nilai transaksi jual beli Celtics memecahkan rekor nilai jual, peluang pembelian saham pengendali Los Angeles Lakers oleh Mark Walter sanggup memecahkan rekor valuasi tertinggi.

    Jika kesepakatan itu rampung, nilai total Lakers diperkirakan mencapai 10 miliar dolar AS. Namun, belum ada kejelasan berapa persentase yang dimaksud akan dikuasai Walter, sementara pemilik ketika ini Jeanie Buss disebut akan tetap saja mempertahankan minimal 15 persen saham.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence dalam situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Jadwal NBA 2025-2026, Kevin Durant juga Anthony Davis jadi sorotan

    Jadwal NBA 2025-2026, Kevin Durant juga Anthony Davis jadi sorotan

    ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Jadwal NBA musim 2025-2026 dirilis dengan dua laga menjadi sorotan, yakni kembalinya Kevin Durant ke Phoenix dengan Houston Rockets, 24 November kemudian Anthony Davis yang dimaksud pulang ke Los Angeles sebagai pemain Dallas Mavericks, 28 November.

    Dikutip dari ESPN di dalam Jakarta, Sabtu, Durant yang digunakan ditukar oleh Phoenix Suns ke Rockets pada Juni lalu akan menjalani laga emosional pertamanya di dalam Footprint Center.

    Sementara itu, Davis yang mana menjadi bagian dari pertukaran mengejutkan dengan Luka Doncic pada Februari 2025, akan kembali ke Crypto.com Arena ketika Mavericks menantang Los Angeles Lakers pada lanjutan fase grup NBA Cup.

    Juara bertahan Oklahoma City Thunder juga mendapat berbagai sorotan. Mereka akan menghadapi Rockets pada di malam hari pengaktifan 21 Oktober di momen seremoni cincin juara, sekaligus menjadi event reuni Durant dengan mantan klubnya.

    Thunder dijadwalkan bertemu kembali dengan Minnesota Timberwolves, lawan mereka itu dalam final Wilayah Barat musim lalu, pada 26 November juga 15 Maret di tempat Oklahoma City, dan juga dua kali di tempat Minnesota pada Desember lalu Januari.

    Persaingan perebutan MVP musim ini juga mendapat panggung tersendiri. Shai Gilgeous-Alexander, MVP musim lalu, akan empat kali berhadapan dengan Nikola Jokic, tiga kali MVP dari Denver Nuggets, mulai Februari hingga April.

    Selain Durant serta Davis, beberapa orang bintang NBA lainnya juga dijadwalkan melakukan laga kepulangan yang digunakan ditunggu-tunggu. Myles Turner kembali ke Indiana sebagai pemain Milwaukee Bucks pada 3 November, Brook Lopez ke Milwaukee dengan LA Clippers pada 29 Maret, sementara Desmond Bane akan menyambangi Memphis bersatu Orlando Magic pada 18 Januari.

    Boston Celtics pun akan menghadapi dua mantan pilar kelompok juara 2023-2024 yang mana saat ini telah pindah. Jrue Holiday datang sama-sama Portland Trail Blazers pada 26 Januari, disusul Kristaps Porzingis sama-sama Atlanta Hawks pada 28 Januari.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence pada situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Luka Doncic alami cedera lutut ringan ketika Slovenia kalah dari Latvia

    Luka Doncic alami cedera lutut ringan ketika Slovenia kalah dari Latvia

    ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Luka Doncic mengalami cedera ringan sebagai memar di dalam lutut kanan ketika membela Slovenia melawan Latvia di area laga persiapan Kejuaraan Eropa, Hari Sabtu (16/8), setelahnya rekan setimnya Gregor Hrovat terjungkal menimpa kakinya.

    Bintang Los Angeles Lakers itu sempat berjalan pincang sambil memegangi kaki kanannya sebelum menuju ruang ganti dengan bantuan staf tim.

    Menurut laporan The Athletic, Doncic terhindar dari cedera serius. Laporan hasil pemeriksaan medis mendiagnosis cedera yang disebutkan sebagai memar lutut kanan.

    Sebelum cedera, Doncic tampil luar biasa dengan mencetak 26 poin cuma pada dua kuarter pertama. Performa itu menghasilkan Slovenia unggul dua digit di area kuarter pembuka (31-18) serta masih mengawasi tipis 52-50 pada waktu turun minum. Ia juga menorehkan lima assist kemudian dua steal sebelum meninggalkan lapangan.

    Namun pasca Doncic keluar, peluang pertandingan berbalik. Latvia meledak dengan laju 18-0 di dalam kuarter ketiga untuk membalikkan keadaan menjadi 68-52. Slovenia gagal bangkit hingga akhirnya menelan kekalahan 88-100.

    Kondisi Doncic akan terus dipantau di beberapa waktu ke depan kemudian diharapkan bukan memerkukan tindakan lanjutan. Slovenia yang dimaksud berada dalam mempersiapkan diri menuju Kejuaraan Eropa 2025. Tim asuhan Aleksander Sekulic tergabung di area Grup D sama-sama Polandia, Prancis, Belgia, Israel, lalu Islandia.

    Di sisi lain, Latvia yang dimaksud akan tampil sebagai tuan rumah Grup A menempatkan pemain NBA Kristaps Porzingis sebagai motor permainan dengan 20 poin juga enam rebound, dihadiri oleh Davis Bertans (16 poin) juga Dairis Bertans (12 poin).

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • 10 Pebasket terbaik Asia yang tersebut pernah bermain pada NBA

    10 Pebasket terbaik Asia yang tersebut pernah bermain pada NBA

    ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Kompetisi bola basket Amerika Serikat, National Basketball Association (NBA), merupakan turnamen tertinggi yang dimaksud menjadi impian sejumlah pemain basket di area seluruh dunia. Tidak cuma diisi oleh pemain selama Amerika Serikat serta Kanada, NBA juga menjadi panggung bagi para pebasket dari berbagai belahan dunia, termasuk Asia.

    Meski secara kuantitas belum sebanyak pemain dari Eropa maupun Amerika Latin, beberapa pebasket jika Asia telah dilakukan mencatatkan prestasi membanggakan serta meninggalkan jejak yang mana berkesan di dalam NBA. Beberapa di tempat antaranya bahkan menjadi ikon global lalu inspirasi bagi generasi muda di dalam negara jika mereka.

    Berikut ini adalah 10 pebasket terbaik Asia yang digunakan pernah bermain di area NBA:

    1. Yao Ming (Tiongkok)

    Lahir pada 12 September 1980, Yao Ming merupakan legenda bola basket Asia yang dimaksud dikenal luas di dalam seluruh dunia. Dengan tinggi badan 2,29 meter, Yao tampil dominan sebagai center kemudian menjadi bintang utama Houston Rockets sejak tahun 2002. Ia delapan kali terpilih sebagai NBA All-Star lalu tiga kali meraih gelar kejuaraan MVP di area FIBA Asia Cup. Yao juga pernah masuk kelompok All-NBA sebanyak lima kali. Namanya saat ini diabadikan pada Naismith Memorial Basketball Hall of Fame.

    2. Hamed Haddadi (Iran)

    Pebasket Iran ini mencetak sejarah sebagai pemain Iran pertama yang mana tampil di area NBA. Lahir pada 19 Mei 1985 dengan tinggi 2,18 meter, Haddadi dikenal sebagai center tangguh lalu sempat menguatkan Memphis Grizzlies juga Phoenix Suns. Ia empat kali meraih penghargaan MVP di tempat FIBA Asia Cup juga menjadi salah satu ikon olahraga Iran.

    3. Jeremy Lin (Taiwan-Amerika Serikat)

    Jeremy Lin lahir pada 23 Agustus 1988 kemudian mencuri perhatian dunia lewat fenomena "Linsanity" bersatu New York Knicks pada musim 2011–2012. Pemain setinggi 1,91 meter ini kemudian menjuarai NBA bersatu Toronto Raptors pada 2019. Ia juga tampil cemerlang di dalam liga basket Tiongkok serta menjadi inspirasi bagi komunitas Asia-Amerika di dalam Amerika Serikat.

    4. Wataru Misaka (Jepang)

    Misaka mencatatkan sejarah sebagai pemain Asia pertama yang tersebut bermain di dalam NBA pada 1947 bersatu New York Knicks. Lahir pada 21 Desember 1923, ia semata-mata mempunyai tinggi 1,70 meter, namun kontribusinya membuka jalan bagi pebasket Asia lainnya. Misaka juga menyebabkan timnya menjuarai NCAA tahun 1944.

    5. Yuta Tabuse (Jepang)

    Sebagai pemain kelahiran Negeri Sakura pertama yang berlaga pada NBA, Yuta Tabuse tampil untuk Phoenix Suns pada 2004. Meskipun kariernya di dalam NBA terbilang singkat, Tabuse tetap memperlihatkan berpartisipasi dalam kompetisi basket domestik Jepun juga meraih berbagai prestasi, termasuk penghargaan MVP di area JBL juga juara B.League.

    6. Jordan Clarkson (Filipina-Amerika Serikat)

    Clarkson ketika ini menjadi salah satu pemain Asia paling menonjol pada NBA. Lahir pada 7 Juni 1992, pada waktu ini ia menguatkan New York Knicks dan juga dikenal sebagai guard yang tersebut eksplosif. Clarkson dinobatkan sebagai NBA Sixth Man of the Year pada 2021 juga masuk di NBA All-Rookie First Team pada musim debutnya. Ia juga bergerak membela Timnas Filipina dalam kompetisi internasional, salah satunya pada waktu Asian Games 2018 di dalam Indonesia .

    7. Rui Hachimura (Jepang)

    Hachimura menjadi harapan baru bola basket Jepang. Lahir pada 8 Februari 1998, ia sekarang bermain untuk Los Angeles Lakers. Ia terpilih di NBA All-Rookie Second Team pada 2020 lalu meraih peringkat juara NBA In-Season Tournament sama-sama Lakers pada 2023. Hachimura juga dikenal menghadapi kontribusinya ketika membela Gonzaga University di area NCAA.

    8. Yuki Kawamura (Jepang)

    Dengan tinggi hanya saja 1,73 meter, Kawamura menjadi pemain terpendek di dalam NBA musim 2023–2024. Ia menyetujui secara resmi kontrak dua arah dengan Memphis Grizzlies kemudian tampil impresif di area B.League Jepang. Pada 2023, Kawamura dinobatkan sebagai MVP, Rookie of the Year, kemudian Assist Leader di tempat B.League.

    9. Ha Seung-jin (Korea Selatan)

    Lahir pada 4 Agustus 1984 dengan tinggi 2,21 meter, Ha menjadi pemain Korea Selatan pertama yang tersebut bermain di tempat NBA. Ia meningkatkan kekuatan Portland Trail Blazers juga Milwaukee Bucks. Setelah kembali ke Korea Selatan, Ha sukses pada liga domestik dengan meraih berbagai gelar kejuaraan juara juga individu.

    10. Yuta Watanabe (Jepang)

    Watanabe lahir pada 6 November 1994 juga tampil di dalam NBA dengan kelompok seperti Toronto Raptors, Brooklyn Nets, dan juga Phoenix Suns. Ia dikenal sebagai pemain dengan pertahanan solid, juga pernah dinobatkan sebagai Atlantic 10 Defensive Player of the Year saat berkarier di tempat NCAA.

    Kehadiran para pebasket Asia ini membuktikan bahwa talenta dari Kontinen Asia mampu bersaing di tempat level tertinggi. Meski menghadapi tantangan besar, dedikasi juga kerja keras merek telah dilakukan membuka pintu bagi generasi berikutnya untuk bermimpi menembus NBA.

    Indonesia sendiri pada waktu ini mempunyai pemain potensial yang tersebut kemungkinan dapat menembus panggung NBA. Pemain potensial yang dimaksud adalah Derrick Michael Xzavierro, yang tersebut pada waktu ini berlaga dengan kelompok kampus Long Beach State University di area kompetisi NCAA.

    Jika Derrick terus konsisten lalu bekerja keras, tidak tiada mungkin saja Indonesia miliki delegasi di dalam NBA suatu pada waktu kelak.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Update NBA Draft 2025: Pemain terbaik juga pilihan pasukan putaran pertama

    Update NBA Draft 2025: Pemain terbaik juga pilihan pasukan putaran pertama

    https://ligapedianews.com/ Ibukota – NBA Draft 2025 resmi diselenggarakan di tempat Barclays Center, New York, lalu menjadi sorotan para penggemar bola basket dunia. Proses seleksi pemain baru ini berlangsung selama dua hari, dengan putaran pertama dilaksanakan pada Rabu (26/6) waktu Indonesia, sementara putaran kedua dijadwalkan pada Hari Jumat (27/6) pagi WIB.

    Sebanyak 30 pemain terpilih pada putaran pertama, yang masing-masing dipilih oleh tim-tim kontestan liga. Beberapa di dalam antaranya melibatkan pertukaran hak draft (trade) yang mana menimbulkan proses seleksi semakin dinamis.

    Pemain jika Duke University, Cooper Flagg, menjadi sorotan utama setelahnya dipilih sebagai pilihan pertama oleh Dallas Mavericks. Flagg digadang-gadang sebagai prospek terbaik tahun ini berkat performanya yang mana impresif di area tingkat perguruan tinggi.

    Berikut daftar lengkap hasil NBA Draft 2025 putaran pertama:

    1. Dallas Mavericks – Cooper Flagg (Duke)
    2. San Antonio Spurs – Dylan Harper (Rutgers)
    3. Philadelphia 76ers – VJ Edgecombe (Baylor)
    4. Charlotte Hornets – Kon Knueppel (Duke)
    5. Utah Jazz – Ace Bailey (Rutgers)
    6. Washington Wizards – Tre Johnson (Texas)
    7. New Orleans Pelicans – Jeremiah Fears (Oklahoma)
    8. Brooklyn Nets – Egor Demin (BYU)
    9. Toronto Raptors – Collin Murray-Boyles (South Carolina)
    10. Phoenix Suns (via Rockets) – Khaman Maluach (Duke)
    11. Memphis Grizzlies (via Trail Blazers) – Cedric Coward (Washington State)
    12. Chicago Bulls – Noa Essengue (Ratiopharm Ulm)
    13. New Orleans Pelicans (via Hawks) – Derik Queen (Maryland)
    14. San Antonio Spurs – Carter Bryant (Arizona)
    15. Oklahoma City Thunder – Thomas Sorber (Georgetown)
    16. Portland Trail Blazers (via Grizzlies) – Yang Hansen (Qingdao)
    17. Minnesota Timberwolves – Joan Beringer (Cedevita Olimpija)
    18. Utah Jazz (via Wizards) – Walter Clayton Jr. (Florida)
    19. Brooklyn Nets – Nolan Traoré (Saint-Quentin BB)
    20. Miami Heat – Kasparas Jakučionis (Illinois)
    21. Washington Wizards (via Jazz) – Will Riley (Illinois)
    22. Brooklyn Nets (via Hawks) – Drake Powell (North Carolina)
    23. Atlanta Hawks (via Pelicans) – Asa Newell (Georgia)
    24. Sacramento Kings (via Thunder) – Nique Clifford (Colorado State)
    25. Orlando Magic – Jase Richardson (Michigan State)
    26. Brooklyn Nets – Ben Saraf (Ratiopharm Ulm)
    27. Brooklyn Nets – Danny Wolf (Michigan)
    28. Boston Celtics – Hugo González (Real Madrid)
    29. Charlotte Hornets (via Suns) – Liam McNeeley (Connecticut)
    30. Los Angeles Clippers – Yanic Konan Niederhauser (Penn State)

    Putaran pertama NBA Draft tahun ini juga diwarnai dengan beberapa orang pertukaran hak draft. Salah satunya adalah transaksi Khaman Maluach ke Suns, meskipun sebelumnya dipilih oleh Rockets, juga pertukaran Derik Queen dari Hawks ke Pelicans.

    NBA Draft menjadi pintu gerbang bagi para pemain muda untuk memulai karier profesionalnya pada liga basket paling kompetitif dalam dunia. Para pemain terpilih akan segera bergabung dengan kelompok masing-masing di persiapan menghadapi musim NBA 2025/2026 yang mana akan datang.

    Sementara itu, putaran kedua NBA Draft 2025 dijadwalkan berlangsung pada Hari Jumat (27/6) pagi waktu Indonesia serta akan disiarkan dengan segera oleh ESPN. Pemantauan terhadap kemungkinan kejutan kemudian pergerakan regu masih akan terus berlangsung.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di tempat situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • 5 Draft NBA terburuk sepanjang masa

    5 Draft NBA terburuk sepanjang masa

    https://ligapedianews.com/ DKI Jakarta – NBA Draft merupakan salah satu momen paling dinantikan di kalender bola basket dunia. Setiap tahunnya, tim-tim NBA berharap menemukan pemain berbakat yang digunakan mampu menjadi pilar masa depan pasukan mereka. Namun, tak semua edisi draft memenuhi ekspektasi tersebut. Dalam beberapa kesempatan, draft justru melahirkan kekecewaan, baik dikarenakan performa pemain yang tak sesuai harapan maupun akibat cedera yang dimaksud menghambat perkembangan karier.

    Berikut ini lima NBA Draft yang digunakan kerap disebut sebagai yang digunakan terburuk sepanjang sejarah liga, dilihat dari minimnya dampak pemain top-10 terhadap kompetisi juga kegagalan para pemain pilihan awal untuk mengalami perkembangan menjadi bintang.

    1. NBA Draft 2000

    Draft tahun 2000 secara luas dianggap sebagai yang tersebut paling buruk di sejarah NBA. Pilihan pertama, Kenyon Martin, menjalani karier yang digunakan solid namun tidak ada mencerminkan statusnya sebagai pick nomor satu.

    Dari 10 besar, hanya sekali beberapa pemain yang dimaksud memberikan kontribusi signifikan, seperti Jamal Crawford (pilihan ke-8) yang tersebut dikenal sebagai pencetak bilangan bulat ulung dari bangku cadangan, dan juga Mike Miller (5) kemudian Joel Przybilla (9) yang digunakan berperan sebagai pemain pelengkap. Namun, empat dari 10 pilihan teratas dicap gagal total, seperti Stromile Swift (2), Marcus Fizer (4), Demarr Johnson (6), juga Chris Mihm (7) yang dimaksud bukan mampu bersaing pada level tertinggi.

    2. NBA Draft 2006

    Tiga dari lima pilihan teratas di draft ini dinilai sebagai kesalahan besar. Adam Morrison (3), Tyrus Thomas (4), juga Shelden Williams (5) gagal memenuhi ekspektasi yang tersebut tinggi dari pasukan yang mana memilih mereka.

    Meskipun LaMarcus Aldridge (2) menjadi penyelamat angkatan ini dengan karier yang tersebut sukses, kemudian Andrea Bargnani (1) menunjukkan performa lumayan, tetap saja semata draft ini minim bintang sejati. Brandon Roy (6) lalu Rudy Gay (8) sempat bersinar namun dibayangi cedera, sementara nama-nama seperti Randy Foye (7), Patrick O’Bryant (9), juga Saer Sene (10) kemudian tenggelam dari peredaran.

    3. NBA Draft 1989

    Pilihan pertama tahun 1989, Pervis Ellison, datang dengan ekspektasi tinggi sebagai calon Hall of Fame, namun kenyataannya justru sebaliknya. Sejumlah nama lain seperti Danny Ferry (2), J.R. Reid (5), Stacy King (6), lalu George McCloud (7) tampil biasa-biasa saja.

    Randy White (8) bahkan pernah disebut sebagai “Karl Malone berikutnya”, namun justru tak pernah mendekati level permainan legenda Jazz tersebut. Sementara Tom Hammonds (9) serta Pooh Richardson (10) melengkapi daftar draft yang minim partisipasi jangka panjang.

    4. NBA Draft 2002

    Cedera menjadi tema utama di draft 2002. Pilihan pertama, Yao Ming, tampil impresif namun kariernya terganggu kemudian akhirnya berhenti akibat cedera kaki kronis. Jay Williams (2) bahkan mengalami kecelakaan kendaraan beroda dua motor yang dimaksud merusak kariernya di tempat NBA sejak dini.

    Beberapa nama lain seperti Mike Dunleavy Jr. (3) lalu Drew Gooden (4) berperan sebagai pemain pelengkap, namun gagal menjadi bintang utama. Sementara Nikoloz Tskitishvili (5) lalu Dajuan Wagner (6) dianggap sebagai kegagalan besar. Draft ini sedikit terselamatkan oleh Amare Stoudemire (9) serta Caron Butler (10), dua pemain yang digunakan mampu menembus jajaran All-Star.

    5. NBA Draft 2001

    Pilihan nomor satu, Kwame Brown, masih rutin disebut sebagai salah satu “bust” terbesar sepanjang masa. Pemain lain seperti Eddy Curry (4), Eddie Griffin (7), kemudian DeSagana Diop (8) juga gagal memberikan dampak signifikan.

    Meskipun demikian, draft ini tidaklah sepenuhnya gagal. Tyson Chandler (2) memiliki karier solid, Jason Richardson (5) dikenal sebagai pemain serbabisa, dan juga Shane Battier (6) terkenal lantaran kontribusinya di bertahan. Sementara itu, Pau Gasol (3) dan juga Joe Johnson (10) menjadi dua pemain yang mana paling sukses dari angkatan ini, dengan Gasol meraih dua gelar kejuaraan juara bersatu Los Angeles Lakers.

    Dalam sejarah NBA, draft merupakan momen krusial yang dimaksud dapat menentukan arah masa depan sebuah tim. Meski selalu ada risiko di memilih pemain muda, sejarah menunjukkan bahwa bahkan kelompok terbaik sekalipun mampu salah langkah. Lewat kombinasi antara prospek kemudian keberuntungan, tim-tim NBA terus berharap setiap draft menghasilkan kembali generasi emas berikutnya – meskipun terkadang, hasilnya justru sebaliknya.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Hasil lengkap seluruh putaran NBA Draft 2025

    Hasil lengkap seluruh putaran NBA Draft 2025

    https://ligapedianews.com/ Ibukota – NBA Draft 2025 resmi dilakukan di dalam Barclays Center, New York, Amerika Serikat, juga menjadi kompetisi yang mana paling dinanti penggemar bola basket dunia. Proses seleksi pemain muda berbakat ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Kamis (26/6) untuk putaran pertama juga hari terakhir pekan (27/6) pagi Waktu Indonesia Barat untuk putaran kedua.

    Sebanyak 59 pemain dipilih oleh tim-tim kontestan NBA melalui dua putaran draft tahun ini. Tidak sedikit di tempat antaranya melibatkan skema pertukaran hak pilih (draft trade), yang dimaksud menyebabkan dinamika seleksi semakin menarik.

    Nama Cooper Flagg dari Duke University menjadi pusat perhatian pasca dipilih sebagai pilihan pertama oleh Dallas Mavericks. Pemain muda ini digadang-gadang sebagai prospek terbaik tahun ini sebab performanya yang mana impresif dalam level NCAA.

    Sementara pada putaran kedua, beberapa pemain unggulan dari perguruan tinggi ternama seperti Ryan Kalkbrenner (Creighton), Johni Broome (Auburn), lalu Alijah Martin (Florida) juga berhasil mendengar namanya dipanggil.

    Berikut hasil lengkap NBA Draft 2025:

    Putaran Pertama

    1. Dallas Mavericks – Cooper Flagg (Duke)
    2. San Antonio Spurs – Dylan Harper (Rutgers)
    3. Philadelphia 76ers – VJ Edgecombe (Baylor)
    4. Charlotte Hornets – Kon Knueppel (Duke)
    5. Utah Jazz – Ace Bailey (Rutgers)
    6. Washington Wizards – Tre Johnson (Texas)
    7. New Orleans Pelicans – Jeremiah Fears (Oklahoma)
    8. Brooklyn Nets – Egor Demin (BYU)
    9. Toronto Raptors – Collin Murray-Boyles (South Carolina)
    10. Houston Rockets – Khaman Maluach (Duke) → ditukar ke Suns
    11. Portland Trail Blazers – Cedric Coward (Washington State) → ditukar ke Grizzlies
    12. Chicago Bulls – Noa Essengue (Ratiopharm Ulm)
    13. Atlanta Hawks – Derik Queen (Maryland) → ditukar ke Pelicans
    14. San Antonio Spurs – Carter Bryant (Arizona)
    15. Oklahoma City Thunder – Thomas Sorber (Georgetown)
    16. Memphis Grizzlies – Yang Hansen (Qingdao) → ditukar ke Trail Blazers
    17. Minnesota Timberwolves – Joan Beringer (Cedevita Olimpija)
    18. Washington Wizards – Walter Clayton Jr. (Florida) → ditukar ke Jazz
    19. Brooklyn Nets – Nolan Traoré (Saint-Quentin BB)
    20. Miami Heat – Kasparas Jakučionis (Illinois)
    21. Utah Jazz – Will Riley (Illinois) → ditukar ke Wizards
    22. Atlanta Hawks – Drake Powell (North Carolina) → ditukar ke Nets
    23. New Orleans Pelicans – Asa Newell (Georgia) → ditukar ke Hawks
    24. Oklahoma City Thunder – Nique Clifford (Colorado State) → ditukar ke Kings
    25. Orlando Magic – Jase Richardson (Michigan State)
    26. Brooklyn Nets – Ben Saraf (Ratiopharm Ulm)
    27. Brooklyn Nets – Danny Wolf (Michigan)
    28. Boston Celtics – Hugo González (Real Madrid)
    29. Phoenix Suns – Liam McNeeley (Connecticut) → ditukar ke Hornets
    30. LA Clippers – Yanic Konan Niederhauser (Penn State)

      Putaran Kedua

    31. Minnesota Timberwolves – Rasheer Fleming (St. Joseph’s) → ditukar ke Suns
    32. Boston Celtics – Noah Penda (Le Mans) → ditukar ke Magic
    33. Charlotte Hornets – Sion James (Duke)
    34. Charlotte Hornets – Ryan Kalkbrenner (Creighton)
    35. Philadelphia 76ers – Johni Broome (Auburn)
    36. Brooklyn Nets – Adou Thiero (Arkansas) → ditukar ke Lakers (via Suns & Wolves)
    37. Detroit Pistons – Chaz Lanier (Tennessee)
    38. San Antonio Spurs – Kam Jones (Marquette) → ditukar ke Pacers
    39. Toronto Raptors – Alijah Martin (Florida)
    40. Washington Wizards – Micah Peavy (Georgetown) → ditukar ke Pelicans
    41. Golden State Warriors – Koby Brea (Kentucky) → ditukar ke Suns
    42. Sacramento Kings – Maxime Raynaud (Stanford)
    43. Washington Wizards – Jamir Watkins (Florida State)
    44. Oklahoma City Thunder – Brooks Barnhizer (Northwestern)
    45. Chicago Bulls – Rocco Zikarsky (Brisbane) → ditukar ke Wolves (via Lakers)
    46. Orlando Magic – Amari Williams (Kentucky) → ditukar ke Celtics
    47. Milwaukee Bucks – Bogoljub Marković (Mega Basket)
    48. Memphis Grizzlies – Javon Small (West Virginia)
    49. Cleveland Cavaliers – Tyrese Proctor (Duke)
    50. New York Knicks – Kobe Sanders (Nevada) → ditukar ke Clippers
    51. LA Clippers – Mohamed Diawara (Cholet Basket) → ditukar ke Knicks
    52. Phoenix Suns – Alex Toohey (Sydney Kings) → ditukar ke Warriors
    53. Utah Jazz – John Tonje (Wisconsin)
    54. Indiana Pacers – Taelon Peter (Liberty)
    55. LA Lakers – Lachlan Olbrich (Illawarra Hawks) → ditukar ke Bulls
    56. Memphis Grizzlies – Will Richard (Florida) → ditukar ke Warriors
    57. Orlando Magic – Max Shulga (VCU) → ditukar ke Celtics
    58. Cleveland Cavaliers – Saliou Niang (Trento)
    59. Houston Rockets – Jahmai Mashack (Tennessee) → laporan: ditukar ke Grizzlies (via Warriors & Suns)

    Meski sebagian besar sorotan tertuju pada putaran pertama, sejarah NBA mencatat bahwa pemain pilihan putaran kedua pun dapat menjelma menjadi bintang besar. Contohnya, Nikola Jokić (No. 41, 2014) yang mana sekarang tiga kali MVP NBA, dan juga Draymond Green (No. 35, 2012) juga Manu Ginobili (No. 57, 1999) yang digunakan menjadi pilar pada perebutan empat gelar kejuaraan juara masing-masing sama-sama Warriors serta Spurs.

    Kini, para pemain terpilih akan melanjutkan perjuangannya dalam NBA Summer League, berjuang meraih tempat pada roster utama demi karier profesional yang tersebut panjang kemudian sukses.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di tempat situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.