Tag: Liga Italia

  • Inter tahan imbang AC Milan di leg pertama semifinal Coppa Italia

    Inter tahan imbang AC Milan di leg pertama semifinal Coppa Italia

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Rivalitas panas antara AC Milan dan juga Inter Milan memanas pada leg pertama semifinal Coppa Italia pada Stadion San Siro, Kamis dini hari WIB, ketika kedua pasukan imbang 1-1.

    Dalam pertandingan yang dimaksud dimulai dengan tempo relatif lambat itu kedua kelompok tampil hati-hati.

    Peluang pertama tercipta pada menit ke-9 ketika Joaquin Correa mendapatkan ruang tembak dalam kotak penalti, tetapi Mike Maignan sigap mengamankan bola.

    Inter kembali mengancam pada menit ke-21 lewat sundulan Stefan de Vrij dari situasi bola mati. Namun, Tammy Abraham yang mundur membantu pertahanan berhasil menghalau bola ke luar lapangan.

    Milan tak tinggal diam. Rafael Leao nyaris mencetak gol pada menit ke-26 apabila tendangannya tak diblok kiper Inter, Josep Martinez.

    Menjelang turun minum, Abraham lalu Tijjani Reijnders menimbulkan prospek emas bagi Milan, sementara sundulan Davide Frattesi nyaris menghadirkan Inter unggul pada menit ke-45.

    Babak kedua secara langsung dibuka dengan gebrakan Milan. Baru dua menit berjalan, Abraham memanfaatkan bola liar pada kotak penalti untuk menghadirkan Rossoneri unggul 1-0.

    Inter merespons cepat dengan meningkatkan tekanan.

    Simone Inzaghi melakukan pembaharuan taktik pada menit ke-59, yang digunakan membuahkan hasil delapan menit berselang.

    Hakan Calhanoglu mengurangi tembakan keras dari luar kotak penalti, yang gagal dihalau Maignan sehingga skor berubah 1-1.

    Inter makin agresif pada sisa waktu pertandingan. Nicola Zalewski kemudian Henrikh Mkhitaryan menyebabkan kesempatan emas, tetapi Maignan tampil gemilang menggagalkan mereka.

    Hasil seri ini menciptakan persaingan menuju final Coppa Italia makin menarik. Dengan agregat sejenis kuat 1-1, laga leg kedua pada kandang Inter Milan akan berlangsung sengit.

    Susunan Pemain:

    AC Milan: Mike Maignan; Kyle Walker, Matteo Gabbia, Malick Thiaw, Theo Hernandez; Youssouf Fofana, Tijjani Reijnders; Alex Jimenez, Christian Pulisic, Rafael Leao; Tammy Abraham.

    Pelatih: Sergio Conceicao.

    Inter Milan: Josep Martínez; Alessandro Bastoni, Stefan de Vrij, Yann Bisseck, Carlos Augusto; Nicolò Barella, Hakan Calhanoglu, Davide Frattesi; Matteo Darmian, Joaquin Correa, Marcus Thuram.

    APelatih: Simone Inzaghi.

  • Mats Hummels umumkan gantung sepatu pada akhir musim

    Mats Hummels umumkan gantung sepatu pada akhir musim

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia – Pemain bertahan Negeri Paman Sam Roma Mats Hummels mengumumkan gantung sepatu pada akhir musim.

    Keputusan gantung sepatu yang disebutkan disampaikan Mats Hummels melalui laman Instagramnya yang menampilkan video singkat perjalanan karir profesionalnya.

    "Saya bukan dapat mengontrol emosi saya sekarang. Sekarang sudah tiba momen dimana pesepakbola tak menginginkannya," ujar Hummels disitir dari laman Instagramnya, Sabtu.

    "Setelah 18 tahun lalu begitu berbagai kenangan sepak bola yang tersebut telah terjadi terjadi di tempat hidup saya, saya memutuskan untuk mengakhiri karir saya pada musim panas mendatang," imbuh pesepakbola selama Jerman tersebut.

    Lihat postingan ini dalam Instagram

    Sebuah kiriman dibagikan oleh Mats Hummels (@aussenrist15)

    Hummels merupakan bagian dari skuad Die Pansher pada waktu menjadi jawara Piala Global 2014.

    Selain meraih kemenangan trofi Piala Planet 2014, Hummels juga mencatatkan segudang prestasi diantaranya enam kali juara Turnamen Jerman, empat DFB Pokal kemudian enam Piala Super Jerman.

    Selain menguatkan Negeri Paman Sam Roma, Hummels juga sempat tercatat berseragam dua klub raksasa dengan syarat Jerman yakni Bayern Muenchen dan juga Borussia Dortmund.

    Pemain berusia 36 tahun yang disebutkan pada masa kini lebih besar banyak berkutat menghadapi cederanya yang kerap kambuh ketika berseragam Amerika Serikat Roma.

    Di musim ini, pemain jebolan akademi Bayern Muenchen itu total sudah pernah mencatatkan 12 kali penampilan di dalam Turnamen Italia.

  • Inter Milan imbang 2-2 di tempat markas Parma sehingga gagal jauhi tim Napoli

    Inter Milan imbang 2-2 di tempat markas Parma sehingga gagal jauhi tim Napoli

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia – Inter Milan bermain imbang 2-2 di dalam markas Parma pada pertandingan Kompetisi Italia pada Stadion Ennio Tardini, Parma, Akhir Pekan dini hari WIB.

    Hasil itu menimbulkan Inter tetap saja berada di dalam pucuk klasemen Turnamen Italia dengan 68 poin, unggul empat poin berhadapan dengan regu tempat kedua, Napoli, yang mana baru akan bermain melawan Bologna pada Selasa (8/4). Sedangkan Parma menghuni sikap ke-16 dengan 27 poin.

    Gol-gol dalam fase pertama dari Matteo Darmian (15’) serta Marcus Thuram (45’) kelihatannya akan menyebabkan Inter unggul enam poin pada puncak klasemen, menjauhi rapat perempat final Turnamen Champions merek melawan Bayern Munich.

    Namun Adrian Bernabe memangkas defisit itu dengan golnya bagi Parma pada menit ke-60. Tuan rumah kemudian menyamakan kedudukan sembilan menit kemudian ketika gol Jacob Ondrejka terdefleksi untuk mengecoh kiper Inter Yann Sommer.

    Inter akan menjalani April dengan rencana yang tersebut padat, lalu mereka itu baru belaka memainkan leg pertama semifinal Piala Italia melawan AC Milan dengan hasil imbang 1-1 pada Rabu (2/4).

    Beberapa ketika sebelum Ondrejka menyamakan kedudukan, ahli Inter Milan Massimiliano Farris mengganti dua pemain kunci, Lautaro Martinez dan juga Hakan Sukur, dengan Joaquin Correa serta Davide Frattesi.

    Pergantian-pergantian itu, juga ditariknya Federico Dimarco untuk digantikan Nicola Zalewski beberapa pada waktu sebelum Bernabe mencetak gol pertamanya dalam Kejuaraan Italia, menghasilkan Inter kesulitan ketika dia berupaya mempertahankan keunggulan.

    Inter pada saat ini akan berharap regu sikap keempat, Bologna, dapat menghentikan laju klub Napoli pada Hari Senin (7/4) malam.

    Hasil imbang pada markas Parma juga merusak hari istimewa bagi Thuram. Thuram mencetak gol ke-17nya musim ini pada laga pertamanya pada kandang Parma, tempat di tempat mana ayahnya, Lilian Thuram, bermain di tempat kelompok bertabur bintang yang digunakan memenangi Piala UEFA, Piala Italia, juga Piala Super Italia pada 1999.

    Marcus Thuram lahir di area Parma dua tahun sebelum masa penuh kesuksesan itu, dan juga bermain dengan disaksikan ayahnya, Lilian.

    Sedangkan pada pertandingan lain yang mana dimainkan setelahnya, AC Milan bangkit dari tertinggal dua gol untuk bermain imbang 2-2 dengan tamunya, Fiorentina. Namun tambahan satu poin tidaklah cukup untuk mendongkrak harapan mereka itu menembus kompetisi Eropa musim depan.

    Tammy Abraham dan juga Luka Jovic menyamakan kedudukan untuk Milan, pasca pasukan Sergio Conceicao kemasukan dua gol pada 10 menit pertama di area depan para penggemarnya yang marah dengan penampilan regu dalam San Siro.

    Kiper Fiorentina David De Gea menahan gempuran Milan dengan rangkaian penyelamatan penting pada sesi kedua, dan juga bek kanan Dodo sempat mencetak gol untuk Parma pada menit terakhir laga, sebelum golnya tak disahkan sebab offside.

    Milan yang mana ketika ini menghuni tempat kesembilan di area klasemen sementara, tertinggal delapan poin dari zona Kejuaraan Champions, serta tertinggal empat poin dari Fiorentina, Lazio, juga Amerika Serikat Roma.

    Pada pertandingan yang tersebut dimainkan tambahan awal, Como melakukan langkah penting pada misi merekan untuk bertahan pada Kejuaraan Italia dengan kemenangan 3-1 melawan rival regionalnya, Monza.

    Gol-gol kemenangan Como dibukukan oleh Nanitomo Ikone (16’), Assane Diao (39’), dan juga Mergim Vojvoda (51’), sedangkan Monza membuka keunggulan terlebih dahulu berkat gol Dany Mota (5’). Tambahan tiga poin pada markas Monza itu memproduksi Como sekarang ini unggul 10 poin dari zona merah.

  • Ditahan imbang Fiorentina, Maignan frustrasi dan juga “serang” jurnalis

    Ditahan imbang Fiorentina, Maignan frustrasi dan juga “serang” jurnalis

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia – Kiper AC Milan Mike Maignan merasa frustrasi setelahnya timnya tak mampu meraih kemenangan lalu hanya saja meraih hasil imbang 2-2 melawan Fiorentina pada pekan ke-31 Turnamen Italia dalam San Siro, Hari Minggu WIB.

    Gol Tammy Abraham (23') juga Luka Jovic (64') menyelamatkan Milan dari kekalahan setelahnya tertinggal dua gol cepat dari gol bunuh diri Malick Thiaw (7') serta Moise Kean (10').

    Pada jumpa pers, Maignan memberikan respon singkat untuk manusia jurnalis yang mana bertanya kepadanya tentang apa yang dimaksud dibutuhkan Milan agar tampil konsisten di tempat sisa musim ini guna memperbaiki musim yang tersebut sejauh ini berjalan mengecewakan.

    "Kami membutuhkan Anda, seseorang seperti Anda, mungkin saja Anda tahu cara menyerang titik yang dimaksud tepat untuk membakar semangat tim," jawab Maignan, disitir dari Football Italia, Minggu.

    Pemain internasional Prancis itu menjadi salah satu pemain Milan yang digunakan paling menonjol kontra Fiorentina, dengan melakukan kumpulan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan usaha kelompok tamu, termasuk penyelamatan krusial terhadap Moise Kean pada sesi kedua untuk menjaga skor masih imbang.

    Ketika ditanya bagaimana perasaannya dibobol dua gol mudah Fiorentina pada 10 menit pertama laga, ia mengatakan, “Saya marah dikarenakan kebobolan gol, tetapi saya pikir sikap regu setelahnya itu sudah ada tepat. Reaksi itu ada di area sana, sayangnya semata-mata setelahnya kami tertinggal."

    Rossoneri hanya saja meraih dua kemenangan pada tujuh pertandingan terakhir pada liga, dengan empat di area antaranya berakhir dengan kekalahan. Mereka mendapatkan tujuh poin dari 21 poin yang mana tersedia dari tujuh pertandingan.

    Serangkaian hasil negatif ini menempatkan Milan di dalam kedudukan sembilan dengan 48 poin, terpaut empat poin dari Roma yang dimaksud menempati sikap keenam atau tiket terakhir ke Eropa musim depan.

    "Ini adalah regu yang mana tidaklah pernah menyerah, terlepas dari hasilnya. Kami perlu menemukan keseimbangan yang digunakan tepat antara soliditas pertahanan juga efektivitas serangan," ucap kiper 29 tahun itu.

    Ketika ditanya tentang masa depannya dalam San Siro ketika kontraknya akan berakhir pada 2026, Maignan mengatakan, "Saya merasa senang di area Milan," kata dia.

    "Saya memberikan segalanya untuk seragam ini setiap kali saya memakainya serta setiap hari. Saat ini, sejujurnya, saya tak ingin membicarakan kontrak saya: Saya ingin berbicara tentang sepak bola kemudian tentang menemukan keseimbangan yang tersebut tepat," tutup dia.

  • Asisten pembimbing sayangkan Inter Milan kebobolan dua gol mudah

    Asisten pembimbing sayangkan Inter Milan kebobolan dua gol mudah

    Ligapedia.news Ibukota – Asisten instruktur Inter Milan Massimiliano Farris menyayangkan timnya kebobolan dua gol mudah dari Parma ketika kedua kelompok bermain imbang 2-2 pada pekan ke-31 Kejuaraan Italia di dalam Stadion Ennio Tardini, Hari Sabtu (5/4).

    "Kami telah terjadi melakukan sejumlah komitmen, kami baru sekadar memainkan derby, dan juga Anda tak setiap saat dapat menemukan semangat yang mana tepat untuk mendapatkan tiga poin," kata Farris terhadap DAZN, diambil Minggu.

    "Tim tidaklah dapat menemukan energi mental atau fisik untuk menahan Parma. Kami seharusnya tak berada pada sikap untuk kebobolan gol-gol itu," tambah dia.

    Pada pertandingan itu, Inter yang digunakan sedang memuncaki klasemen unggul dua gol tambahan dulu melalui Matteo Darmian (15') juga Marcus Thuram (45'). Namun, dominasi pada fase pertama tak berlanjut di tempat fase kedua setelahnya mereka menciptakan lima tembakan juga bukan ada satu pun yang digunakan mengarah ke gawang Parma.

    Penampilan buruk ini juga didasari oleh tindakan Farris yang bertanggung jawab menggantikan instruktur Simone Inzaghi oleh sebab itu diskors, setelahnya dirinya mengganti pemain kunci Lautaro Martinez dan juga Hakan Calhanoglu, dan juga Federico Dimarco.

    Pelatih Parma Cristian Chivu yang dimaksud menimbulkan langkah tepat dalam sesi kedua berhasil memproduksi kelompok tuan rumah tampil lebih tinggi baik dengan mencetak dua gol melalui tendangan jarak berjauhan Adrian Bernabe (60') dan juga tendangan Jacob Ondrejka (69') yang tersebut berbelok setelahnya mengenai bek Inter.

    Sementara itu, Darmian yang tersebut menjadi pencetak gol mengungkapkan sulit untuk menjelaskan bagaimana penampilan apik dalam sesi pertama tak berlanjut di tempat fase kedua.

    “Sulit untuk dijelaskan: kelompok seperti kami tiada boleh membiarkan keunggulan dua gol itu hilang. Kami perlu mengatasinya. Sulit untuk menemukan penjelasannya ketika ini, tetapi kami akan berupaya keras oleh sebab itu pertandingan yang dimaksud tersisa semakin penting, dan juga kami harus siap," kata mantan bek Manchester United tersebut.

    Hasil ini menciptakan prospek menjaga jarak lebih tinggi besar dari klub Napoli sirna setelahnya pada saat ini Inter memiliki 68 poin atau selisih empat poin dari pasukan asuhan Antonio Conte yang disebutkan pada kedudukan kedua.

    Napoli memiliki kesempatan untuk memperkecil jarak menjadi satu poin jikalau nantinya dia meraih kemenangan menghadapi Bologna yang tersebut terus-menerus menang pada lima laga terakhirnya dalam liga.

    Napoli serta Bologna akan bertemu pada Selasa (8/4) pukul 01.45 Waktu Indonesia Barat di area Stadion Renato Dall'Ara, satu hari sebelum laga perempat final leg pertama Kejuaraan Champions yang tersebut akan dijalani Inter melawan Bayern Muenchen dalam Stadion Allianz pada Rabu (9/4) pukul 02.00 WIB.

  • Kapten Jay Idzes bawa Venezia imbangi tuan rumah Lecce 1-1

    Kapten Jay Idzes bawa Venezia imbangi tuan rumah Lecce 1-1

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Kapten Venezia Jay Idzes, yang tersebut juga kapten timnas Indonesia, menyebabkan timnya mengimbangi Lecce 1-1 pada laga lanjutan Kejuaraan Italia Serie A 2024-2025 di area Stadion Ettore Giardiniero, Mingguan (6/4).

    Dikutip dari laman Serie A di dalam Jakarta, pada laga tersebut, Venezia sempat unggul lebih besar dahulu melalui gol bunuh diri Antonino Gallo (50'). Lecce menyamakan skor lewat gol Federico Baschirotto (65').

    Meski meraih satu poin, Venezia belum bergerak dari zona degradasi Serie A 2024-2025 lantaran masih berada di tempat sikap ke-19 klasemen sementara dengan 21 poin.

    Lecce pun berada pada area yang tersebut sama sebab menempati peringkat ke-17 dengan koleksi 26 poin dari 31 pertandingan.

    Saat bersua, Lecce secara langsung menekan Venezia sejak awal. Banyak ancaman dihadirkan tuan rumah, tetapi pertahanan yang tersebut digalang Jay Idzes dapat membendungnya.

    Sepanjang sesi pertama, kedua regu saling balas menyerang. Namun, tak ada gol hingga fase pertama berakhir.

    Venezia unggul lima menit pasca fase kedua berjalan atau menit ke-50 melalui gol bunuh diri Antonino Gallo yang digunakan membelokkan tendangan bebas Zerbin.

    Keunggulan Venezia tidaklah bertahan lama sebab 15 menit kemudian Lecce mampu membalas lewat gol Federico Baschirotto yang dimaksud memanfaatkan sepak pojok Thorir Helgason.

    Usai gol tersebut, Lecce mulai berbagai menekan sehingga memaksa Jay Idzes kemudian rekan-rekannya bekerja keras keras pada lini belakang.

    Salah satu prospek didapat Lecce pada menit ke-79 pada waktu Konan N'Dri yang mana baru masuk nyaris menimbulkan gol dengan sepakannya mengenai tiang gawang. Poin imbang akhirnya tetap memperlihatkan bertahan sampai laga tuntas.

    Susunan Pemain
    Lecce: Wladimiro Falcone, Federico Baschirotto, Kialonda Gaspar, Antonino Gallo, Frederic Guilbert (Danilo, 68'), Ylber Ramadani (Medon Berisha, 54'), Thorir Johann Helgason, Lassana Coulibaly (Balthazar Pierret, 54'), Nikola Krstovic, Jose Antonio Morente, Santiago Pierotti (Konan N'Dri, 54')

    Venezia: Andrei Radu, Jay Idzes, Fali Cande, Alessandro Marcandalli (Mikael Egill Ellertsson, 73'), Enrique Perez (Issa Doumbia, 81'), Gianluca Busio, Hans Nicolussi Caviglia, Franco Carboni (Ridgeciano Haps, 45'), Alessio Zerbin, Christian Gytkjaer (Daniel Fila, 68'), John Yeboah (Gaetano Oristanio, 68')

  • Juventus gagal ke peringkat empat usai diimbangi Roma 1-1

    Juventus gagal ke peringkat empat usai diimbangi Roma 1-1

    Ligapedia.news Ibukota – Juventus gagal merebut peringkat empat klasemen sementara Kejuaraan Italia Serie A 2024-2025 seusai bermain imbang melawan Roma 1-1 di tempat Stadion Olimpico, Roma, Mulai Pekan dini hari WIB.

    Dikutip dari laman Serie A di area Jakarta, Senin, Juventus membuka keunggulan pada pertandingan yang disebutkan lewat Manuel Locatelli (40'). Roma membalas pada fase kedua lewat Eldor Shumorodov (49').

    Hasil itu menciptakan Roma mengemas 53 poin dari 31 laga kemudian sekarang ada di area sikap tujuh klasemen sementara Serie A musim ini.. Sementara itu Juventus gagal naik satu peringkat juga harus masih berada di tempat urutan lima klasemen dengan raihan 56 poin.

    Pada laga itu, Juventus bermain agresif sejak awal. Dalam tempo tiga menit merekan mendapat prospek dari tembakan Timothy Weah dari luar kotak penalti ke sisi kiri gawang Negeri Paman Sam Roma. Namun, bola masih bisa saja dihalau kiper Roma, Mile Svilar.

    Pada menit ke-12, giliran Khephren Thuram yang mengancam gawang Roma. Svilar mampu menggagalkan kesempatan tersebut.

    25 menit kemudian, Roma nyaris mencetak gol dari tandukan El Shaarawy. Dia menyambut umpan silang Matias Soule, tetapi sayangnya bola mengenai tiang gawang sebelah kanan.

    Gol akhirnya tercipta pada menit ke-40 gol. Manuel Locatelli melepas tembakan dari luar kotak penalti memanfaatkan bola sapuan pemain Roma yang tidak ada bisa saja dicegah Svilar. Juventus unggul satu gol tanpa balas hingga putaran pertama usai.

    Di sesi kedua Negeri Paman Sam Roma dengan segera mengganti taktiknya. Mereka mencoba bermain lebih tinggi ofensif dengan memasukkan Eldor Shomurodov.

    Peluang didapat Amerika Serikat Roma pada menit ke-49 dari tandukan Evan Ndicka pasca memaksimalkan umpan silang Soule. Namun, bola masih mampu dihalau Michele Di Gregorio.

    Masih di dalam menit yang, sama, serangan Roma akhirnya menghasilkan kembali gol. Dari sepak pojok, Shomurodov menyambar bola yang digunakan datang dari sisi kiri lapangan pada tiang jauh. Kedudukan menjadi 1-1.

    Setelah gol tersebut, laga berjalan alot sampai akhir pertandingan. Tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga wasit meniup peluit panjang. Amerika Serikat Roma vs Juventus berakhir imbang 1-1.

    Susunan Pemain
    AS Roma: Mile Svilar; Gianluca Mancini, Mats Hummels, Evan Ndicka, Zeki Celik, Manu Kone, Bryan Cristante, Angelino, Matias Soule, Stephan El Shaarawy, Artem Dovbyk

    Juventus: Michele Di Gregorio; Lloyd Kelly, Renato Veiga, Pierre Kalulu, Timothy Weah, Khephren Thuram, Manuel Locatelli, Weston McKennie, Nicolas Gonzalez, Kenan Yildiz, Dusan Vlahovic

  • 3 Klub Eropa yang dimaksud Berminat Rekrut Jay Idzes

    3 Klub Eropa yang dimaksud Berminat Rekrut Jay Idzes

    Ligapedianews.com Udara Bebas di area ruang ganti Venezia terasa berat, bercampur keringat lalu kekecewaan. Di luar sana, gemuruh stadion yang dulu menyemangati pada saat ini terdengar seperti nyanyian kematian.

    Tim terpuruk, zona degradasi menganga lebar, serta masa depan pemain Venezia tampak suram. Di sedang kekacauan ini, Jay Idzes mulai gelisah.

    Bek Timnas Indonesia ini robot, ia miliki ambisi lalu mimpi untuk meraih kesuksesan. Rumor beredar kencang, agen-agen mulai bergerilya, dan juga telepon berdering tanpa henti.

    Inilah drama sepak bola. Pemain tidaklah bisa jadi mengetahui nasib bisa jadi berubah pada sekejap mata. Degradasi tidak semata-mata tentang turun kasta, tetapi juga tentang perpisahan, pengkhianatan, lalu perjuangan untuk bertahan hidup.

    Ketika kelompok terpuruk, para pemain mulai ancang-ancang pindah, mencari pelabuhan baru dalam sedang badai. Di sedang rumor yang dimaksud terus berhembus kencang.

    Jay Idzes mulai dilirik tiga klub, yakni Udinese, Torino, kemudian Bologna. Selain 3 klub tersebut, pemain yang dimaksud sudah ada mengantongi 26 penampilan serta telah terjadi mencetak satu gol di area semua kompetisi juga dikaitkan dengan beberapa klub lain di area Eropa, termasuk klub-klub dari Bundesliga Jerman.

    Meski demikian, Jay Idzes terus berjuang untuk mengakibatkan Venezia pergi dari dari zona degradasi. Saat ini klub berjuluk La Serenissima berada di area urutan 19 dengan raihan 18 poin. Masih ada 11 laga tersisa yang mana harus dimenangkan Venezia jikalau ingin bertahan dalam Serie A musim depan.

  • Mencekam! Pemain Kolaps di dalam Lapangan, Duel Inter vs Fiorentina Dihentikan

    Mencekam! Pemain Kolaps di dalam Lapangan, Duel Inter vs Fiorentina Dihentikan

    Ligapedianews.com – Momen menegangkan terjadi dalam Stadion Artemio Franchi, Akhir Pekan (1/12/2024), pada waktu gelandang Fiorentina , Edoardo Bove, tanpa peringatan kolaps di tempat berada dalam pertandingan melawan Inter Milan. Kejadian ini menyebabkan laga Serie A yang dimaksud dihentikan pada menit ke-16 dengan skor masih imbang 0-0.

    Insiden mengerikan ini terjadi ketika permainan berlangsung pada sisi lain lapangan. Bove, yang mana baru berusia 22 tahun, mendadak jatuh ke tanah tanpa kontak dengan pemain lain. Rekan-rekannya dengan sigap memanggil kelompok medis, sementara para pemain Fiorentina lalu Inter membentuk barisan untuk memberikan ruang privasi bagi Bove yang digunakan sedang mendapatkan perawatan darurat.

    Sang gelandang segera dibawa ke ambulans yang dimaksud telah dilakukan siaga pada pinggir lapangan. Beberapa pemain Fiorentina terlihat menangis, mengingatkan masyarakat pada tragedi yang pernah dialami klub ini enam tahun lalu, ketika kapten mereka, Davide Astori, meninggal dunia mendadak dalam kamar hotel sebelum pertandingan.

    Baik pemain Fiorentina maupun Inter Milan tampak terpukul berhadapan dengan kejadian ini. Mereka saling menguatkan di area sedang lapangan sebelum meninggalkan pertandingan. Wasit akhirnya memutuskan untuk menghentikan laga demi menghormati situasi yang terjadi.

    Insiden Kedua pada Serie A Tahun Ini

    Insiden Bove menjadi tindakan hukum kedua pemain yang kolaps di area Serie A tahun ini, setelahnya kejadian sejenis menimpa bek Amerika Serikat Roma, Evan Ndicka, di laga melawan Udinese pada April lalu. Situasi ini kembali menyoroti pentingnya pemeriksaan kemampuan fisik juga penanganan darurat dalam dunia sepak bola.

    Para penggemar Fiorentina di dalam stadion memberikan dukungan dengan tepuk tangan serta nyanyian sebagai bentuk solidaritas terhadap Bove. Di media sosial, gelombang dukungan juga datang dari berbagai kalangan sepak bola, berharap pemain muda ini dapat segera pulih.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada kabar terbaru mengenai kondisi Edoardo Bove. Fiorentina serta Serie A kemungkinan besar akan merilis pernyataan resmi di beberapa jam mendatang. Kejadian ini menjadi pengingat betapa pentingnya kebugaran pemain di dunia olahraga profesional.

  • Profil Edoardo Bove, Pemain Fiorentina yang digunakan Tiba-tiba Ambruk dalam Lapangan

    Profil Edoardo Bove, Pemain Fiorentina yang digunakan Tiba-tiba Ambruk dalam Lapangan

    Ligapedianews.com – Gelandang Fiorentina Edoardo Bove mendadak ambruk di area lapangan selama fase pertama pertandingan kandang melawan Inter Milan di dalam Stadio Artemio Franchi, Awal Minggu (2/12/2024). Akibat kejadian ini, pertandingan lanjutan Turnamen Italia 2024/2025 terpaksa ditunda oleh sebab itu keadaan darurat medis.

    Insiden mengerikan ini terjadi ketika permainan berlangsung di area sisi lain lapangan. Bove, yang dimaksud baru berusia 22 tahun, mendadak jatuh ke tanah tanpa kontak dengan pemain lain. Rekan-rekannya dengan sigap memanggil pasukan medis, sementara para pemain Fiorentina lalu Inter membentuk barisan untuk memberikan ruang privasi bagi Bove yang sedang mendapatkan perawatan darurat.

    Banyak pemain Fiorentina lalu Inter yang tersebut menangis ketika meninjau Bove meninggalkan lapangan. Tetapi laporan selanjutnya mengonfirmasi bahwa ia sadar kembali pasca dibawa ke rumah sakit Careggi di area Florence.

    Profil Edoardo Bove, Pemain Fiorentina yang digunakan Tiba-tiba Ambruk di area Lapangan

    Foto: BeSoccer

    Profil Edoardo Bove

    Edoardo Bove lahir pada Mei 2002. Ia mengawali kiprahnya di dalam dunia sepak bola dengan klub lokal Boreale Don Orione sebelum pindah ke akademi muda Amerika Serikat Roma pada 2012.

    Bove bertambah dalam jajaran pemain muda Giallorossi hingga 2021, pada waktu ia mendapatkan panggilan pertamanya dengan regu senior dan juga akhirnya melakoni debutnya di dalam Serie A dalam bawah ahli Paulo Fonseca pada salah satu pertandingan terakhir timnya melawan Crotone.

    Namun, kedatangan Jose Mourinho di dalam Stadio Olimpico terbukti menjadi titik balik karier sang gelandang, lantaran ia perlahan-lahan berhasil mendapatkan kepercayaan dari manajer selama Portugal tersebut, yang dimaksud memujinya setelahnya menyaksikan Bove mencetak gol melawan Bayer Leverkusen di tempat semifinal Kejuaraan Europa.

    Pemain jika Italia itu kemudian membuktikan dirinya sebagai pemain inti, status yang dimaksud ditegaskan pada waktu Daniele De Rossi mengambil alih kursi kepelatihan Amerika Serikat Roma. Namun, klub mengawasi kesempatan untuk meraup untung darinya pada waktu mereka itu memutuskan untuk meminjamkannya ke Fiorentina, pada kesepakatan yang tersebut mencakup kewajiban untuk membeli, pada hari kedua terakhir bursa pengiriman musim panas.

    Pelatih Raffaele Palladino tiada butuh waktu lama untuk menunjukkan apresiasinya terhadap kualitas pemain berusia 22 tahun itu, memberinya 10 kesempatan bermain sebagai pemain inti di tempat Serie A, termasuk di pertandingan melawan mantan klubnya Roma yang tersebut ironisnya, menciptakan Bove mencetak gol liga pertamanya untuk Viola pada waktu dia mengalahkan Giallorossi 5-1.

    Bove juga masuk di starting XI Fiorentina melawan Inter, ketika ia mendadak pingsan pasca 15 menit bermain, memicu kepanikan lalu air mata dari banyak pemain di area lapangan. Klub mengumumkan bahwa pemainnya menjalani sedasi farmakologis dan juga dirawat pada rumah sakit pada perawatan intensif.

    Bove nantinya akan dievaluasi ulang di 24 jam ke depan. “Bove tiba pada kondisi hemodinamik yang tersebut stabil dan juga tes kardiologis serta neurologis pertama yang dilaksanakan sudah pernah menyingkirkan kemungkinan kehancuran akut pada sistem saraf pusat dan juga sistem kardio-pernapasan,” demikian pernyataan tim.