Tag: Liga Italia

  • Sosok Romano Mussolini: Antara sepak bola kemudian jejak fasisme Italia

    Sosok Romano Mussolini: Antara sepak bola kemudian jejak fasisme Italia

    ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Nama Romano Floriani Mussolini kembali mencuat jelang musim kompetisi Serie A Turnamen Italia 2025/2026. Cicit dari diktator fasis Italia Benito Mussolini itu berpotensi menjalani debutnya di dalam kasta tertinggi sepak bola Italia dengan klub promosi, Cremonese.

    Pemain berusia 22 tahun itu resmi bergabung ke Cremonese dengan status pinjaman dari Lazio untuk satu musim penuh, disertai opsi pembelian permanen. Romano dikenal sebagai pemain serba dapat yang dimaksud dapat beroperasi di area kedudukan bek kanan maupun gelandang kanan. Meski menyebabkan nama belakang yang kontroversial, sang pemain menegaskan bahwa dirinya ingin dikenal oleh sebab itu kemampuannya di dalam berhadapan dengan lapangan, tidak dari silsilah keluarganya.

    “Saya ingin memperlihatkan apa yang dapat saya lakukan kemudian memberi bukti bahwa saya punya nilai,” ujar Romano pada konferensi pers perdananya di dalam Cremonese, disitir dari kantor berita Italia, ANSA, Kamis (24/7).

    Jejak dan juga perjalanan karier profesional

    Romano Mussolini lahir di tempat Roma pada 27 Januari 2003. Ia mengawali perjalanan sepak bolanya dari akademi Negeri Paman Sam Roma hingga 2016, sebelum kemudian menyeberang ke akademi Lazio. Pada 2022, ia resmi dipromosikan ke skuad utama Lazio, namun belum pernah mencatatkan penampilan pada pasukan utama hingga kini.

    Untuk menambah jam terbang, Lazio akhirnya meminjamkannya ke klub Serie C, Pescara, pada musim 2023/2024. Setahun kemudian, ia bermain dalam Serie B bersatu Juve Stabia kemudian mencetak gol pertamanya pada Desember 2024. Selama masa peminjaman, ia cukup banyak mendapat menit bermain walaupun belum berhasil menembus kelompok utama Lazio.

    Musim ini, ia kembali dipinjamkan, kali ini ke Cremonese yang dimaksud baru sekadar penawaran ke Serie A. Bersama klub barunya, Romano berharap dapat menunjukkan perkembangan signifikan juga akhirnya membuktikan dirinya layak bermain dalam level tertinggi.

    Kontroversi nama “Mussolini”

    Membawa nama belakang Mussolini bukanlah hal yang mana mudah di area Italia. Sejarah kelam fasisme di area bawah kepemimpinan Benito Mussolini masih menyisakan luka juga trauma bagi sebagian rakyat Italia. Maka tidak ada mengherankan jikalau peluncuran Romano pada lapangan kerap disertai sorotan tajam.

    Pada Desember 2024 lalu, Romano mencetak gol untuk Juve Stabia yang tersebut memicu kontroversi. Penyiar stadion pada waktu itu menyampaikan nama depannya tujuh kali, yang mana kemudian disambut dengan sorakan "Mussolini" oleh banyak suporter. Beberapa laporan menyampaikan adanya gestur “Roman Salute” yang tersebut diasosiasikan dengan simbol fasis, meskipun pihak klub membantah keras tuduhan tersebut.

    Menanggapi kontroversi itu, Romano menyatakan bahwa pembicaraan tentang marga yang mana disandangnya tiada mengakibatkan kegunaan lalu justru mengalihkan perhatian dari performanya sebagai pesepak bola.

    “Nama keluarga tidak persoalan bagi saya. Namun, akan semakin baik apabila semakin sedikit dibicarakan,” ujarnya.

    Latar belakang keluarga

    Romano adalah putra dari Alessandra Mussolini, pribadi politisi Italia yang digunakan juga cucu dari Benito Mussolini. Ayahnya, Mauro Floriani, merupakan orang polisi. Ia menggunakan nama gabungan dari kedua orang tuanya, yakni Floriani kemudian Mussolini, yang dimaksud disusun secara fleksibel berdasarkan kesepakatan keluarga.

    Pengecualian ini disetujui oleh pihak berwenang sipil kemudian gereja dalam Italia, dikarenakan pada masa itu, nama keluarga anak cuma mengikuti nama ayah. Baru pada 2022, Mahkamah Konstitusi Italia memutuskan bahwa anak-anak harus diberikan nama keluarga dari kedua orang tua, menandai reformasi besar di aturan sipil negara tersebut.

    Menariknya, selama menguatkan Juve Stabia, Romano memilih mengenakan nama “F. Mussolini” di tempat bagian belakang kostumnya, sebuah pilihan yang mana tetap memperlihatkan mengundang perhatian, baik dari media maupun publik.

    Meskipun tiada dapat sepenuhnya menghindari bayang-bayang masa lalu keluarganya, Romano Mussolini berupaya memulai pembangunan identitasnya sendiri sebagai seseorang atlet profesional. Dengan bergabungnya ia ke Cremonese untuk tampil di dalam Serie A musim ini, Romano miliki kesempatan besar untuk membuktikan kualitasnya pada level tertinggi sepak bola Italia.

    “Saya ingin menunjukkan apa yang tersebut mampu saya lakukan kemudian membuktikan nilai saya,” tegasnya.

    Romano saat ini berada di area persimpangan penting kariernya. Antara nama besar yang digunakan diwariskan lalu cita-cita pribadi sebagai pesepak bola profesional, Romano memilih fokus pada kerja keras, konsistensi, dan juga prestasi sebagai cara untuk dikenal publik—bukan sekadar dari nama belakangnya.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di tempat situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Juventus pecat Thiago Motta, tunjuk Igor Tudor pengganti sementara

    Juventus pecat Thiago Motta, tunjuk Igor Tudor pengganti sementara

    Ligapedia.news Ibukota – Klub Kompetisi Italia Juventus resmi mengumumkan pemecatan pembimbing kepala Thiago Motta setelahnya rentetan hasil kurang memuaskan pada beberapa waktu terakhir.

    Dikutip dari laman resmi klub, Mulai Pekan dini hari WIB, Juventus menjelaskan merek telah lama melepas Motta dari kewajiban sebagai ahli regu utama.

    "Klub ingin mengucapkan terima kasih untuk Thiago Motta kemudian seluruh stafnya berhadapan dengan profesionalisme mereka itu lalu menghadapi pekerjaan yang digunakan sudah pernah merek lakukan pada beberapa bulan terakhir dengan penuh semangat lalu dedikasi. Klub mendoakan yang mana terbaik bagi mereka itu di dalam masa mendatang," tulis pernyataan resmi klub.

    Selanjutnya pihak Juventus menjelaskan apabila sikap instruktur utama untuk sementara waktu akan diemban oleh Igor Tudor yang tersebut akan mulai mengatur pertemuan latihan pada Awal Minggu (24/3) waktu setempat.

    "Juventus FC juga mengumumkan bahwa Tim Utama Pria sekarang ini akan dipimpin oleh Igor Tudor, yang mana akan menjadi pemimpin pertemuan latihan pertamanya besok, Senin, 24 Maret," sambung pernyataan resmi klub.

    Thiago Motta diketahui menerima pekerjaan sebagai pembimbing kepala Juventus sejak awal musim ini pasca berhasil menghadirkan Bologna menembus sikap empat besar pada Kompetisi Italia musim lalu.

    Motta sukses menghadirkan Juventus tak terkalahkan selama 21 pekan pada Turnamen Italia sebelum akhirnya haru kalah di tempat tangan squad Napoli dengan skor 1-2.

    Pada dua pekan terakhir, Juventus harus menelan kekalahan dengan skor telak dalam turnamen Kompetisi Italia usai dibantai Atalanta 0-4 juga Fiorentina 0-3.

    Selain penurunan di area Turnamen Italia, langkah Juventus berpisah dengan Motta juga diyakini akibat kegagalan Bianconeri melaju ke sesi 16 besar Turnamen Champions kemudian tersingkir pada Piala Italia.

  • Thiago Motta menerbitkan pendapat setelahnya resmi dipecat Juventus

    Thiago Motta menerbitkan pendapat setelahnya resmi dipecat Juventus

    Ligapedia.news Ibukota – Thiago Motta mengakses pernyataan setelahnya pada Mingguan (23/3) dipecat sebagai ahli Juventus meskipun kontraknya baru berakhir pada musim panas 2027.

    "Saya telah lama mengalami momen-momen yang tersebut intens, selalu menghadapinya dengan determinasi maksimal serta keinginan untuk membaik setiap hari," kata Thiago Motta pada laman Football-Italia pada Selasa.

    Pelatih kelahiran Brasil itu 42 kali mengawasi Juventus dalam seluruh kompetisi, tetapi belaka meraih kemenangan 18 pertandingan dan juga kalah pada delapan laga.

    Bersama Motta, Juventus menduduki peringkat lima klasemen Turnamen Italia, tersingkir pada perempat final Coppa Italia, dan juga gagal lolos ke fase gugur Kompetisi Champions.

    Meski dipecat, Motta tetap memperlihatkan berterima kasih untuk manajemen Juventus yang digunakan telah terjadi mempercayainya menukangi klub kota Turin tersebut.

    "Saya berterima kasih untuk pemilik klub oleh sebab itu telah dilakukan memberi saya kesempatan untuk menjadi bagian dari klub hebat ini, manajemen, dan juga semua orang pada klub ini yang dimaksud sudah menyokong saya di pekerjaan sehari-hari," kata Motta.

    "Saya juga berterima kasih terhadap para pemain menghadapi bidang usaha juga komitmen sejak hari pertama. Saya mengharapkan fans serta Juventus yang terbaik pada masa depan," sambungnya.

    Juventus sudah pernah menunjuk Igor Tudor sebagai pengganti Motta. Tudor pernah menjadi asisten instruktur Andrea Pirlo dalam klub ini.

  • Venezia gagal putus tren negatif ketika dikalahkan Bologna 0-1

    Venezia gagal putus tren negatif ketika dikalahkan Bologna 0-1

    Ligapedia.news Ibukota – Venezia gagal memutus tren negatif pasca dikalahkan 0-1 oleh Bologna di dalam Stadion Pier Luigi Pada Hari Sabtu waktu malam WIB.

    Pelatih Eusebio Di Francesco memainkan Jay Idzes sejak menit awal walau bek berusia 24 tahun baru cuma menjalani perjalanan sangat jauh dari Indonesia.

    Gol kemenangan Bologna dicetak oleh Riccardo Orsolini pada awal putaran kedua. Hasil ini menimbulkan Venezia tetap memperlihatkan pada zona degradasi pada peringkat ke-19 dengan 23 poin.

    Bologna pada saat ini makin mantap berada di area peringkat keempat dengan 56 poin dari 30 laga, demikian aman Kejuaraan Italia.

    Meskipun bermain di dalam kandang sendiri, Venezia lebih tinggi kerap berada pada tekanan. Pada sesi pertama, mereka cuma mempunyai 35 persen penguasaan bola.

    Jay Idzes tampil penuh. Dia bahkan bisa jadi mendapat dua peluang, salah satunya lewat sundulan pada menit ke-40.

    Venezia mempertahankan gawangnya bukan kebobolan pada fase pertama. Namun, pada fase kedua, pertahanan mereka itu jebol.

    Umpan silang Nicolo Cambiagi dituntaskan Orsolini dengan tendangan kaki kiri di dalam kotak penalti ke pojok kiri gawang Ionut Radu. Bologna unggul satu-nol pada menit ke-49.

    Venezia coba mengejar. Di Francesco memainkan John Yeboah kemudian Christian Gytkjaer untuk menambah daya gedor. Namun, Venezia gagal mengejar ketertinggalan hingga laga usai.

    Hasil ini menyebabkan Venezia belum bisa jadi memutus tren negatif 14 pertandingan tanpa kemenangan sejak mengalahkan Cagliari pada 22 Desember 2024.

    Susunan Pemain
    Venezia (3-5-2):
    Radu; Schingtienne, Idzes, Cande; Zerbin, Perez, Doumbia, Busio, Ellertsson; Oristanio, Fila.

    Bologna (4-2-3-1): Skorupski; Calabria, Beukema, Casale, Miranda; Ferguson, Freuler; Orsolini, Odgaard, Cambiaghi; Dallinga.

  • Juventus awali era Igor Tudor dengan kalahkan Genoa satu-nol

    Juventus awali era Igor Tudor dengan kalahkan Genoa satu-nol

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Laga perdana Igor Tudor sebagai ahli Juventus berakhir dengan kemenangan tipis satu gol tanpa balas berhadapan dengan Genoa di tempat Allianz Arena pada Akhir Pekan dini hari WIB.

    Kenan Yildiz mencetak gol semata wayang pada laga ini yang menyebabkan Juventus menghimpun 55 poin guna menempati sikap kelima. Genoa sendiri berada pada peringkat ke-12 dengan 35 angka.

    Duel berjalan sengit pada awal laga. Genoa sanggup mengimbangi permainan menyerang Juventus.

    Mereka menciptakan potensi pada menit ke-10 ketika Morten Fendrup melegakan sepakan voli yang tersebut masih sanggup diamankan kiper Michele Di Gregorio.

    Teun Koopmeiners mencoba mengancam pada menit ke-21, tetapi sepakannya melambung dari gawang.

    Juventus kemudian mencetak gol pada menit ke-25. Kenan Yildiz bergerak dalam sisi kanan kotak penalti untuk menemukan celah di tempat sedang kepungan pemain Genoa. Sepakan kerasnya dari sudut sempit tak mampu dibendung penjaga gawang Nicola Leali.

    Genoa hampir sekadar mencetak gol balasan pada menit ke-55 sesi kedua. Umpan Stefani Sabelli berhasil disambar Andrea Pinamonti dengan sepakan voli, tetapi bola tak mengarah gawang.

    Pierre Kalulu lalu menimbulkan kesempatan menggandakan kedudukan Juventus pada menit ke-72, tapi sundulannya ditepis oleh Leali.

    Genoa tampil menekan pada menit-menit akhir, tapi Juventus bisa saja meredanya, malah mencuri kesempatan pada menit akhir lewat serangan balik cepat.

    Khephren Thuram mengawali fast-break dari sisi kiri, kemudian mengumpan Timothy Weah dalam tiang jauh. Namun, sepakan Weah mengarah tepat terhadap Leali.

  • Gol tunggal Moise Kean antar Fiorentina tekuk Atalanta satu-nol

    Gol tunggal Moise Kean antar Fiorentina tekuk Atalanta satu-nol

    Ligapedia.news Ibukota – Gol tunggal Moise Kean mengantarkan Fiorentina menekuk Atalanta dengan skor satu-nol pada pekan ke-30 Kompetisi Italia di tempat Stadion Artemio Franchi, Florence, Sabtu.

    Pada pertandingan ini gol tunggal Moise Kean untuk kemenangan Fiorentina dicetak ketika laga berjalan 45 menit, demikian catatan Serie A.

    Berkat kemenangan ini Fiorentina mempertahankan kedudukan kedelapan klasemen sementara Kompetisi Italia dengan 51 poin dari 30 laga, berjarak lima poin dari tempat empat besar.

    Di sisi lain, walaupun menelan kekalahan, Atalanta tetap saja menempati peringkat ketiga klasemen sementara Turnamen Italia dengan 58 poin dari 30 pertandingan, terpaut enam poin dari sikap pertama.

    Secara statistik Fiorentina tampil lebih besar tajam dengan 12 kali mengurangi tendangan yang digunakan empat di dalam antaranya tepat sasaran, sementara Atalanta unggul penguasaan bola dengan 55 persen.

    Atalanta mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu kemudian sempat memberikan ancaman melalui tendangan Ademola Lookman yang mana masih diblokir pemain Fiorentina.

    Meski sempat ditekan oleh Atalanta, Fiorentina mampu unggul terlebih dahulu lewat gol yang dicetak Moise Kean pada menit ke-45 sehingga skor berubah menjadi 1-0.

    Memasuki sesi kedua, Fiorentina mempunyai kesempatan untuk menggandakan keunggulan lewat tendangan Albert Gudmundsson yang dimaksud masih melambung di tempat menghadapi mistar gawang Atalanta.

    Fiorentina kembali mendapatkan prospek lewat tendangan Nicolo Faglioli, namun kali ini bola masih dapat diselamatkan oleh kiper Atalanta Marco Carnesecchi.

    Kean sempat miliki prospek untuk menggandakan keunggulan, akan tetapi tendangannya masih melambung tipis di tempat melawan mistar gawang Atalanta.

    Atalanta sempat mempunyai kesempatan untuk menyamakan kedudukan melalui upaya Charles De Ketelaere, namun tendangannya masih melebar ke sisi kanan gawang Fiorentina.

    Pada waktu yang dimaksud tersisa, Fiorentina sempat beberapa kali menciptakan prospek untuk menggandakan keunggulan, namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor satu-nol untuk kemenangan kelompok tuan rumah masih bertahan.

  • Inter Milan kokoh di dalam puncak klasemen pasca taklukkan Udinese 2-1

    Inter Milan kokoh di dalam puncak klasemen pasca taklukkan Udinese 2-1

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Inter Milan kokoh di dalam puncak klasemen Kejuaraan Italia pasca menaklukkan Udinese dengan skor 2-1 pada pekan ke-30 di area Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Mulai Pekan dini hari WIB.

    Berkat kemenangan ini Inter Milan mengokohkan diri dalam peringkat pertama klasemen sementara Kejuaraan Italia dengan 67 poin dari 30 laga unggul enam poin dari tim Napoli dalam sikap kedua, demikian catatan Serie A.

    Sementara itu, kekalahan menciptakan Udinese masih tertahan dalam peringkat ke-10 klasemen Kejuaraan Italia dengan 40 poin dari 30 pertandingan, terpaut 16 poin dari tempat empat besar.

    Pada pertandingan ini kemenangan Inter Milan hadir berkat gol dari Marko Arnautovic serta Davide Frattesi, sedangkan Udinese sempat memperkecil ketertinggalan melalui Oumar Solet.

    Secara statistik Inter Milan unggul menghadapi Udinese pada pertandingan ini dengan melegakan 13 tendangan dan juga mempunyai 60 persen penguasaan bola.

    Inter mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu ketika laga dimulai juga miliki potensi lewat tendangan Davide Frattesi yang digunakan masih membentur tiang gawang Udinese.

    Skuad asuhan Simone Inzaghi berhasil unggul terlebih dahulu lewat gol dari Marko Arnautovic yang digunakan tendangannya tak dapat dihentikan kiper Udinese Maduka Okoye sehingga skor berubah menjadi satu-nol pada menit 12.

    Inter mampu menggandakan keunggulan menjadi 2-0 ketika laga berjalan 29 menit lewat tendangan yang mana dilepaskan oleh Davide Frattesi sukses membobol gawang dari Udinese.

    Memasuki putaran kedua, Udinese berupaya untuk memperkecil ketertinggalan dan juga berhasil pada menit 71 lewat gol yang dicetak oleh Oumar Solet sehingga skor berubah menjadi 2-1.

    Menjelang berakhirnya pertandingan, Udinese sempat mempunyai kesempatan untuk menyamakan kedudukan melalui Solet, namun kali ini kesempatan yang dimaksud dapat digagalkan oleh kiper Inter Yann Sommer. Angka 2-1 untuk kemenangan Inter tetap saja bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

  • Gilas AC Milan 2-1, tim Napoli tempel ketat Inter

    Gilas AC Milan 2-1, tim Napoli tempel ketat Inter

    Ligapedia.news DKI Jakarta – tim Napoli menempel ketat Inter Milan pada klasemen sementara pasca menggilas AC Milan dengan skor 2-1 pada pekan ke-30 Turnamen Italia di dalam Stadion Diego Armando Maradona, Naples, Mulai Pekan dini hari WIB.

    Kemenangan ini menciptakan tim Napoli menempati peringkat kedua klasemen sementara Turnamen Italia dengan 64 poin dari 30 pertandingan, terpaut tiga poin dari Inter Milan di dalam tempat pertama, demikian catatan Serie A.

    Di sisi lain, kekalahan memproduksi AC Milan masih tertahan di tempat tempat sembilan klasemen sementara Kejuaraan Italia dengan 47 poin dari 30 laga, berjarak sembilan poin dari sikap empat besar.

    Pada pertandingan ini squad Napoli meraih kemenangan berkat gol dari Matteo Politano juga Romelu Lukaku, sedangkan AC Milan sempat memperkecil ketertinggalan melalui Luka Jovic.

    Secara statistik tim Napoli unggul penguasaan bola dengan 52 persen, sementara AC Milan lebih lanjut banyak menciptakan ancaman dengan 17 tendangan yang tersebut empat pada antaranya tepat sasaran.

    Napoli mengambil inisiatif menyerang pada pertandingan ini serta berhasil unggul cepat lewat gol Matteo Politano ketika laga baru berjalan dua menit sehingga skor berubah menjadi 1-0.

    Skuad asuhan Antonio Conte kembali memperagakan permainan menyerang juga mampu menggandakan keunggulan menjadi 2-0 berkat gol yang dimaksud dicetak oleh Romelu Lukaku pada menit ke-19.

    Memasuki fase kedua, AC Milan mempunyai kesempatan untuk memperkecil ketertinggalan pasca mendapatkan hadiah tendangan penalti dikarenakan pemain tim Napoli melakukan pelanggaran di tempat kotak terlarang.

    Meskipun begitu, kesempatan emas yang digunakan mereka itu dapatkan gagal dimaksimalkan oleh AC Milan dikarenakan tendangan penalti Santiago Gimenez dapat dihentikan oleh kiper klub Napoli Alex Meret.

    Upaya AC Milan untuk memperkecil ketertinggalan kemudian baru membuahkan hasil pada menit 84 lewat gol Luka Jovic sehingga skor berubah menjadi 1-2.

    Pada waktu yang tersisa, AC Milan terus berupaya untuk setidaknya menyamakan kedudukan, akan tetapi hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk keunggulan tim Napoli tetap saja bertahan.

  • Torino jegal upaya Lazio ke zona Eropa

    Torino jegal upaya Lazio ke zona Eropa

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Torino menjegal upaya Lazio merangsek ke zona Eropa atau tempat keenam klasemen sementara Kejuaraan Italia Serie A setelahnya sukses menahan imbang lawannya itu dengan skor 1-1 pada laga lanjutan pekan ke-30 di dalam Stadion Olimpico, Roma, Selasa dini hari WIB.

    Adam Marusic sempat menghadirkan tuan rumah mengatur pada awal putaran kedua, tetapi Lazio harus merelakan dua poin tergelincir dari tangan mereka lantaran gol pemain pengganti Gvidas Gineitis delapan menit jelang bubaran waktu normal.

    Lazio tertahan di tempat peringkat ketujuh dengan koleksi 52 poin, setara dengan rival sekota Negeri Paman Sam Roma tapi tertinggal selisih gol, sedangkan Torino menempati urutan ke-11 dengan 39 poin, demikian catatan laman resmi Kompetisi Italia.

    Bermain di area hadapan suporter sendiri, Lazio memberikan ancaman pada menit ke-13. Tendangan Mattia Zaccagni dalam sisi kiri kotak penalti masih sanggup diselamatkan kiper Torino, Milinkovic-Savic.

    Lima menit kemudian Milinkovic-Savic kembali melakukan penyelamatan. Kali ini beliau menggagalkan potensi dari Pedro Rodriguez.

    Lazio terus membombardir gawang Torino, tetapi beberapa penyelesaian pasukan tuan rumah belum membuahkan hasil.

    Peluang pertama Torino baru tercipta pada menit ke-42. Che Adams menyambar umpan silang Cesare Casadei dengan tendangan dalam kotak penalti, tetapi percobaannya belum on target. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol.

    Lazio melanjutkan tekanan merek pada sesi kedua, sedangkan Torino bertahan cukup baik pada mematahkan serangan-serangan tuan rumah.

    Torino mendapatkan kesempatan emas pada menit ke-52. Sayangnya percobaan Guillermo Maripan dalam kotak penalti belum dapat menaklukkan penjaga gawang Lazio, Ivan Provedel.

    Lazio akhirnya dapat memecah kebuntuan pada menit ke-57. Umpan Pedro berhasil dituntaskan menjadi gol lewat tendangan Marusic dari luar kotak penalti. Poin satu gol tanpa balas untuk Lazio.

    Gol yang disebutkan memacu semangat Biancocelesti untuk menambah keunggulan mereka. Namun, mereka itu justru kecolongan gol penyeimbang jelang akhir pertandingan, tepatnya menit ke-82.

    Sepakan kaki kiri Gvidas Gineitis dari sisi kiri kotak penalti gagal dihentikan Provedel untuk mengubah skor menjadi 1-1.

    Lazio mencoba untuk memulihkan keunggulan mereka, tetapi tidaklah ada gol tambahan yang mana tercipta hingga wasit meniup peluit panjang. Hasil 1-1 menjadi hasil akhir pertandingan.

  • Inter Milan tanpa Lautaro Martinez di Derby della Madonnina

    Inter Milan tanpa Lautaro Martinez di Derby della Madonnina

    Ligapedia.news Ibukota – Lautaro Martinez mengonfirmasi dirinya absen membela Inter Milan pada derbi Della Madonnnina melawan AC Milan di area semifinal Coppa Italia pada San Siro, Kamis (3/4) pukul 02.00 WIB.

    Lautaro menegaskan beliau "memberikan segalanya untuk mampu berada di area sana" ketika Inter melawan Milan, tetapi waktu penyembuhan cederanya tak cukup.

    Ia mengalami cedera pada waktu jeda internasional pada Maret, yang membuatnya mundur dari pemusatan latihan timnas Argentina untuk pertandingan kualifikasi Piala Planet 2026 melawan Uruguay dan juga Brasil.

    “Saya memberikan segalanya untuk berada dalam sana besok malam, tapi sayangnya waktu tak cukup,” tulis Lautaro pada akun Instagram-nya, disitir Rabu.

    “Musim ini masih panjang dan juga kami punya berbagai target. Kami akan segera bertemu dalam lapangan," tambah pemain yang tersebut sejauh ini sudah ada mengemas 18 gol serta enam assist di dalam semua kompetisi itu.

    Lautaro bukan ingin mengambil risiko yang digunakan menyebabkan cederanya bertambah parah sebab Inter masih menjalani laga yang dimaksud sangat lebih lanjut bergengsi pada waktu dia bertemu Bayern Muenchen pada pertandingan leg pertama putaran delapan besar Kejuaraan Champions pekan depan.

    Selain Lautaro, Nerazzuri juga kehilangan tiga pemain lainnya pada derbi della Madonnina. Tiga pemain itu adalah Mehdi Taremi dan juga Denzel Dumfries sebab cedera, juga Kristjan Asllani yang tersebut menjalani skors.

    Tanpa peluncuran Lautaro kemudian Terami di tempat lini depan, instruktur Simone Inzaghi dikabarkan sedang menguji duet Joaquin Correa serta Marcus Thuram dalam latihan. Dua pemain ini diprediksi menjadi tumpuan Inter di area lini depan melawan Milan.