Tag: dpr ri

  • Harta kekayaan Adies Kadir, delegasi ketua DPR RI 2024-2029

    Harta kekayaan Adies Kadir, delegasi ketua DPR RI 2024-2029

    Ligapedianews.com – Ibukota Indonesia – Adies Kadir masuk pada jajaran pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sebagai perwakilan ketua periode 2024-2029. Dia terpilih perwakilan dari Fraksi Partai Golkar.

    Sebelumnya, Adies Kadir pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang dimaksud menangani bidang hukum, hak asasi manusia, juga keamanan.

    Sebagai pejabat negara, Adies Kadir telah lama melaporkan harta kekayaan yang digunakan dimilikinya senilai Rp11.171.840.000 di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang mana disampaikan pada 3 Juni 2024.

    LHKPN yang digunakan berada pada bawah wewenang KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) ini sebagai upaya transparansi pejabat negara yang mana bebas dari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme dan juga perbuatan tercela lainnya pada pemerintahan yang digunakan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik.

    Harta kekayaanya Adies Kadir yang disebutkan mencakup aset tanah dan juga bangunan, alat transportasi juga mesin, harta bergerak lainnya, kas juga setara kas. Berikut rincian harta kekayaan Adies Kadir dilansir dari laman elhkpn.kpk.go.id:

    Tanah lalu bangunan total senilai Rp5.516.840.000, meliputi:

    • Tanah juga bangunan seluas 288 m²/480 m² pada Kab / Perkotaan Daerah Perkotaan Surabaya, hasil sendiri Rp2.511.840.000
    • Tanah seluas 280 m² dalam Kab / Daerah Perkotaan Pusat Kota Bekasi, hasil sendiri Rp1.680.000.000
    • Tanah juga bangunan seluas 105 m²/36 m² di tempat Kab / Daerah Perkotaan Daerah Perkotaan Surabaya, hasil sendiri Rp425.000.000
    • Tanah lalu bangunan seluas 105 m²/90 m² pada Kab / Daerah Perkotaan Daerah Perkotaan Surabaya, hasil sendiri Rp450.000.000
    • Tanah lalu bangunan seluas 95.25 m²/90 m² di area Kab / Daerah Perkotaan Perkotaan Surabaya, hasil sendiri Rp450.000.000

    Alat transportasi serta mesin total Rp2.000.000.000, terdiri dari:

    • Mobil Mitsubishi ​​​​​​​Pajero SUV Tahun 2017, hasil sendiri Rp250.000.000
    • Mobil BMW Sedan Tahun 2019, hasil sendiri Rp950.000.000
    • Mobil Toyota Alphard minibus Tahun 2021, hasil sendiri Rp800.000.000

    Adies Kadir memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp1.355.000.000, juga simpanan pada bentuk kas lalu setara kas senilai Rp2.300.000.000.

  • Kekayaan Said Abdullah, ketua Badan Anggaran DPR RI

    Kekayaan Said Abdullah, ketua Badan Anggaran DPR RI

    Ligapedianews.com – Ibukota – Said Abdullah mencetak rekor sebagai calon legislatif dengan perolehan ucapan tertinggi di area Indonesia, ia menghimpun 528.815 pernyataan di dalam tempat pemilihan Jawa Timur XI untuk periode 2024-2029.

    Sebagai anggota DPR RI yang digunakan menjabat empat periode berturut-turut serta sekarang menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran DPR, aset yang dimilikinya pun tak kalah mencolok dibandingkan dengan jumlah keseluruhan pendapat yang tersebut diraih pada pemilihan tersebut.

    Harta kekayaan Said Abdullah bisa saja dilihat dari data LHKPN yang ia laporkan. Hal itu merupakan bagian dari kewajibannya selaku anggota DPR RI.

    LHKPN atau Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara merupakan laporan yang wajib disampaikan oleh pelopor negara mengenai harta kekayaan yang dimaksud dimilikinya pada waktu pertama kali menjabat, mutasi, penawaran kemudian pensiun.

    Kewajiban lain yang dimaksud menyertai LHKPN adalah mengumumkan harta kekayaan juga bersedia diadakan pemeriksaan terhadap harta kekayaan. Kewajiban menyampaikan LHKPN bagi pejabat negara ini merupakan bagian dari upaya KPK di pencegahan terjadinya tindakan pidana korupsi.

    Mengacu pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tersebut disampaikan Said Abdullah pada 29 Maret 2024 untuk periode tahun 2023, total kekayaannya tercatat mencapai Rp101,9 miliar. Kekayaan yang disebutkan terbagi ke di beberapa orang aset yang digunakan berbeda jenisnya. Berikut adalah rincian kekayaan yang mana dilaporkannya:

    A. Tanah lalu bangunan:

    Said Abdullah mempunyai 37 aset tanah serta bangunan yang digunakan tersebar di tempat berbagai tempat sebagai berikut:

    • 8 aset tanah juga bangunan di dalam Ibukota Selatan dengan total nilai aset sebesar Rp20.392.656.000
    • 22 aset tanah lalu bangunan di tempat Sumenep dengan total nilai aset sebesar : Rp4.387.669.779
    • 3 aset tanah serta bangunan dalam Surabaya dengan total nilai aset sebesar: Rp24.234.976.312
    • 3 aset tanah kemudian bangunan di dalam Cilacap dengan total nilai aset sebesar: Rp1.496.598.000
    • 1 aset tanah juga bangunan di area Depok dengan total nilai aset sebesar: Rp2.500.000.000

    Total nilai aset tanah juga bangunan: Rp66.587.528.091

    B. Alat transportasi kemudian mesin

    Total nilai aset: Rp1.325.000.000

    • Mobil Fortuner Jeep (2016), hasil sendiri: Mata Uang Rupiah 100.000.000
    • Mobil Lexus Minibus (2020), hasil sendiri: Mata Uang Rupiah 600.000.000
    • Mobil Fortuner Jeep (2023), hasil sendiri: Rupiah 625.000.000.

    C. Harta bergerak Lainnya: Rp1.585.000.000

    D. Surat berharga: Rp45.200.000.000

    E. Kas juga setara kas: Rp21.000.868.868

    F. Harta lainnya: Rp779.049.597

    Sub total: Rp136.477.446.556

    Hutang: Mata Uang Rupiah 34.500.000.000

    Dengan demikian, total kekayaan yang digunakan dilaporkan oleh Said Abdullah pasca dikurangi dengan hutang (harta – hutang) adalah sebesar Rp101.977.446.556 yang mana mencakup berbagai jenis aset mulai dari tanah kemudian bangunan, surat berharga hingga kendaraan dan juga kas. Transparansi yang dimaksud diharapkan dapat menjadi teladan pada mewujudkan tata kelola yang dimaksud bersih dan juga akuntabel bagi para pengurus negara.

  • Profil Saan Mustopa, Wakil Ketua DPR periode 2024-2029

    Profil Saan Mustopa, Wakil Ketua DPR periode 2024-2029

    Ligapedianews.com – DKI Jakarta – Saan Mustopa masuk di jajaran pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sebagai delegasi ketua periode 2024-2029. Saan bertugas mengoordinasikan ruang lingkup Sektor Industri serta Pembangunan (KORINBANG).

    Saan Mustopa terpilih perwakilan dari Fraksi Partai NasDem menjadi salah satu dari 5 pimpinan DPR RI periode 2024-2029, yaitu bersatu Sufmi Dasco Ahmad (Fraksi Partai Gerindra), Adies Kadir (Fraksi Partai Golkar), Cucun Ahmad Syamsurizal Fraksi PKB (PKB) sebagai delegasi ketua dan juga Puan Maharani (Fraksi PDI Perjuangan) sebagai ketua DPR RI.

    Para pimpinan DPR RI ini diajukan oleh partai kebijakan pemerintah pemegang kursi terbanyak.

    Sebelumnya, Saan Mustopa ditugaskan dalam Komisi II dan juga pernah menjabat sebagai duta ketua dalam komisi yang serupa pada periode 2019-2024.

    Lahir di area Karawang, Jawa Barat, 5 Juli 1968, Saan Mustopa atau yang kerap dipanggil Kang Saan oleh mitra sejawatnya merupakan manusia politikus. Dia kader Partai NasDem juga ketika ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem periode 2024-2029.

    Saan Mustopa mengawali karier politiknya dengan bergabung menjadi anggota Partai Demokrat. Dia dipercaya menjadi Ketua Departemen Kaderisasi Dewan Pimpinan Pusat Demokrat lalu dikenal sebagai salah satu sahabat dekat Anas Urbaningrum, mantan ketua umum Partai Demokrat.

    Pada pemilihan 2009, Saan Mustopa progresif menjadi Caleg Partai Demokrat untuk wilayah pilihan (dapil) Jawa Barat VII yang dimaksud wilayahnya Karawang, Bekasi, lalu Purwakarta dan juga berhasil menjadi anggota DPR-RI periode 2009–2014. Saat itu, ia ditugaskan partainya di tempat Komisi III yang mana menangani permasalahan Hukum, HAM kemudian Keamanan.

    Pada pemilihan raya 2014, Saan Mustapa terpilih kembali menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019. Namun, pada 15 Desember 2015 Saan Mustapa berhenti sebagai anggota DPR akibat partainya melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW).

    Pada pemilihan gubernur 2015, Saan Mustopa mengajukan diri menjadi calon Kepala Kabupaten Karawang berpasangan dengan Iman Sumantri. Pencalonan ini tanpa dukungan Partai Demokrat, Saan justru mengantongi dukungan dari tiga partai kebijakan pemerintah yaitu Partai Golkar, Partai Gerindra, lalu Partai Nasional Demokrat (NasDem). Namun, dirinya belum berhasil lolos.

    Setelah gagal dalam pemilihan kepala daerah Karawang 2015, Saan berpindah haluan bergabung dengan Partai NasDem. Saan diangkat menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Jawa Barat periode 2016-2021.

    Karier politiknya di area Partai NasDem terus meningkat. Pada Pemilihan Umum 2019, Saan Mustopa kembali mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Nasdem untuk Dapil VII Jawa Barat juga berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI. Saat itu, beliau ditugaskan di area Komisi II kemudian menjabat delegasi ketua di tempat komisi tersebut.

    Pada pemilihan 2024, Saan kembali terpilih di tempat dapil yang identik dan juga ditugaskan partainya menjabat duta ketua DPR RI periode 2024-2029.

    Saan Mustopa mempunyai latar belakang lembaga pendidikan jurusan Fisika, di area IKIP Bandung menyandang penghargaan sarjana pada 1993. Kemudian, Saan melanjutkan sekolah sarjana Bidang Studi Politik di tempat Universitas Indonesia lulus 2004 kemudian lembaga pendidikan pascasarjana di tempat bidang ilmu kebijakan pemerintah lulus 2008 di dalam universitas yang mana identik kemudian sekolah doktor studi Hubungan Internasional Peminatan Keilmuan Politik di area Universitas Padjadjaran lulus pada 2020.

  • Profil Cucun Ahmad Syamsurijal, duta ketua DPR RI periode 2024-2029

    Profil Cucun Ahmad Syamsurijal, duta ketua DPR RI periode 2024-2029

    Ligapedianews.com – Ibukota Indonesia – Cucun Ahmad Syamsurijal masuk di jajaran pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sebagai duta ketua periode 2024-2029. Dia bertugas sebagai Area Koordinator Kepuasan Rakyat (KORKESRA).

    Cucun Ahmad Syamsurijal terpilih perwakilan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi salah satu dari 5 pimpinan DPR RI periode 2024-2029, dengan Sufmi Dasco Ahmad (Fraksi Partai Gerindra), Adies Kadir (Fraksi Partai Golkar), Saan Mustopa (Fraksi NasDem) sebagai perwakilan ketua kemudian Puan Maharani (Fraksi PDI Perjuangan) sebagai ketua DPR RI. Para pimpinan DPR RI ini diajukan oleh partai kebijakan pemerintah pemegang kursi terbanyak.

    Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat pada 8 November 1972 ini merupakan politikus PKB juga ketika ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PKB.

    Cucun Ahmad Syamsurijal telah dilakukan menjabat sebagai anggota DPR-RI selama tiga periode berturut-turut, yakni periode 2014–2019, 2019–2024 dan juga 2024-2029. Dia mewakili tempat pemilihan (dapil) Jawa Barat II, yang meliputi Kota Bandung kemudian Kota Bandung Barat.

    Pada masa awal menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019, Cucun tercatat pernah ditugaskan sebagai anggota Komisi IV juga Komisi V.

    Pada Pemilihan Legislatif 2019, Cucun kembali terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024 dari dapil Jabar II. Dia bertugas di area Komisi III DPR RI yang mana menangani bidang hukum, HAM, dan juga keamanan dan juga sekaligus turut dipercaya menjadi Ketua Fraksi PKB pada DPR-RI.

    Sebagai kader partai PKB, Cucun telah lama mengemban beberapa sikap diantaranya menjabat Wakil Ketua Bendahara Umum PKB Daerah Bandung pada 2005–2010, Ketua Dewan Pengurus Unit PKB Kota Bandung pada 2010–2015, Ketua Area Hukum serta Perundang-undangan DPP PKB pada 2019–2024.

    Sebelum bergerak pada PKB, Cucun memulai kiprah di area Nahdlatul Ulama (NU) di dalam wilayah Solokan sejak 1998. Ia dipercaya sebagai Bendahara Umum Pengurus Pusat NU Wilayah Bandung (2004-2009), kemudian Ketua Pengurus Wilayah LPNU (2005–2010).

    Cucun Ahmad Syamsurijal mempunyai latar belakang sekolah S1 Peradilan Agama, Institut Agama Islam Cipasung lulus tahun 1996. Kemudian, Cucun melanjutkan studi S2 Administrasi Publik di dalam Universitas Padjadjaran (Unpad) lulus 2018 lalu melanjutkan studi S3 Administrasi Publik di tempat universitas yang digunakan sejenis meraih penghargaan doktor pada 2023.

  • Profil anggota DPR RI lima periode Said Abdullah

    Profil anggota DPR RI lima periode Said Abdullah

    Ligapedianews.com – Ibukota – Said Abdullah mencetak rekor sebagai calon legislatif dengan perolehan kata-kata tertinggi di dalam Indonesia, ia menghimpun 528.815 kata-kata di tempat tempat pemilihan Jawa Timur XI untuk periode 2024-2029.

    Said Abdullah merupakan tokoh urusan politik kelahiran Sumenep, Madura. Ia menghabiskan masa kecil hingga remaja pada kota tersebut.

    Seluruh jenjang sekolah formalnya diselesaikan di area Sumenep, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

    Sejak usia muda, Said Abdullah sudah ada menunjukkan ketertarikannya pada dunia organisasi. Ia bergerak dalam berbagai kegiatan, termasuk di area Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Ketekunannya berorganisasi mengakibatkan Said bergabung dengan Banteng Muda Indonesia, yang mana menjadi langkah awalnya di dalam dunia politik.

    Karier kebijakan pemerintah Said Abdullah mulai menonjol ketika ia dipercaya menjabat sebagai Ketua DPC Banteng Muda Indonesia Kota Sumenep pada periode 1982–1985.

    Setelah itu, ia menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Sumenep pada periode 1983–1988, sebelum kemudian naik menjadi Wakil Ketua DPC PDI Sumenep pada periode 1988–1992.

    Tidak semata-mata terlibat pada politik, Said juga sempat menjabat sebagai Ketua DPC Majelis Muslimin Indonesia Wilayah Sumenep pada tahun 1984, menunjukkan keterlibatannya pada isu-isu keagamaan dalam wilayahnya.

    Kariernya di tempat tingkat nasional dimulai ketika ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari PDI Perjuangan pada Pemilihan Umum 2004.

    Jabatan yang disebutkan berhasil ia pertahankan selama lima periode berturut-turut, menjadikannya salah satu politisi yang digunakan konsisten dipercaya oleh rakyat.

    Pada periode 2009–2014, ia duduk di dalam Komisi VIII DPR RI, yang tersebut membidangi isu-isu agama, sosial, lalu pemberdayaan perempuan, sebuah komisi strategis yang tersebut menuntut perhatian terhadap kepentingan warga luas.

    Selain kiprah legislatifnya, Said Abdullah pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur pada periode 2013–2018. Dalam pencalonan tersebut, ia mendampingi Bambang D.H., mantan Wali Daerah Perkotaan Surabaya.

    Saat ini, Said Abdullah kembali menjabat sebagai anggota DPR RI untuk periode 2024–2029, menambah rekam jejaknya menjadi lima periode di tempat parlemen.

    Berdasarkan laporan harta kekayaan yang tersebut dilaporkan Said Abdullah pada 29 Maret 2024 untuk periode tahun 2023, total nilai aset yang mana dimilikinya mencapai Rp101,9 miliar. Kekayaan ini terdiri dari berbagai jenis aset, termasuk tanah kemudian bangunan, kendaraan bermotor, surat berharga dan juga kas kemudian setara kas.