Tag: basket

  • Erupsi Krakatau ubah rute awal kontingen Indonesia ke Asian Games 2026

    Erupsi Krakatau ubah rute awal kontingen Indonesia ke Asian Games 2026

    DKI Jakarta – Erupsi Gunung Anak Krakatau mengubah rute gelombang awal keberangkatan Kontingen Nusantara menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelahnya operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta terganggu akibat sebaran abu vulkanik.

    Sekitar 32 anggota kontingen yang terdiri melawan atlet bola basket, anggar, dan juga anggota regu Chief de Mission (CdM) harus mengalihkan perjalanan melalui Surabaya agar permanen dapat bertolak menuju Negeri Sakura sesuai jadwal setiap cabang olahraga.

    "Kami dari CdM dengan segera melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Direktur Angkutan Udara, di antaranya dengan maskapai internasional," kata CdM Tim Negara Indonesia Todotua Pasaribu pada keterang di Jakarta, Senin.

    "Malam ini kami kirim teman-teman atlet ke Surabaya, kemudian sesuai jadwal mereka terbang ke Singapura juga dilanjutkan ke Nagoya di malam hari ini," kata beliau menambahkan.

    Rombongan yang disebutkan semula dijadwalkan berangkat dari Soekarno-Hatta menuju Singapura sebelum melanjutkan penerbangan ke Jepang.

    Namun, sebaran abu vulkanik Anak Krakatau menghasilkan Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara sehingga CdM harus menyiapkan jalur alternatif bagi kontingen yang mana mulai memasuki periode keberangkatan menuju Asian Games.

    AirNav Negara Indonesia pada Mulai Pekan menambah masa berlaku penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta hingga pukul 18.00 Waktu Indonesia Barat akibat sebaran abu vulkanik Anak Krakatau. Status operasional penerbangan terus diperbarui berdasarkan perkembangan keadaan ruang udara serta pertimbangan keselamatan.

    Situasi yang dimaksud berjalan pada saat gelombang awal Kontingen Tanah Air mulai melakukan aksi menuju Jepang.

    Tim nasional bola basket putra bermetamorfosis menjadi cabang pertama yang dimaksud dijadwalkan bertolak pada 7 September lantaran sudah ada harus menjalani pertandingan Asian Games mulai 10 September, sembilan hari sebelum upacara pembukaan.

    Todotua menyatakan CdM terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik lalu keadaan penerbangan oleh sebab itu inovasi dapat berpengaruh terhadap keberangkatan cabang olahraga lainnya pada beberapa hari ke depan.

    Sebagai langkah antisipasi, CdM menyiapkan sebagian bandara alternatif, antara lain Semarang, Bandara Internasional Yogyakarta di dalam Kulon Progo, dan juga Surabaya.

    "Kami akan terus monitor di beberapa hari ke depan. Kami berharap aktivitas erupsi ini makin rendah juga bisa jadi dikendalikan," kata Todotua.

    Tim anggar berubah jadi salah satu rombongan yang terdampak inovasi tersebut. Mereka dialihkan melalui rute Surabaya-Singapura-Tokyo.

    Setibanya dalam Jepang, kelompok anggar dijadwalkan menjalani pemusatan latihan ke Tokyo sebelum melanjutkan persiapan menuju pertandingan Asian Games Aichi-Nagoya.

    Todotua menegaskan pembaharuan perjalanan berubah jadi salah satu tantangan nonteknis yang tersebut harus diantisipasi agar tak mengganggu konsentrasi atlet pada fase akhir persiapan.

    "Kami terus melakukan mitigasi dengan teman-teman cabang olahraga lalu team manager. Pekerjaan kami adalah meyakinkan seluruh permintaan nonteknis dapat diantisipasi, sehingga teman-teman atlet kekal bisa saja fokus mempersiapkan diri untuk pertandingan," kata Todotua.

    Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober, walau beberapa orang cabang mulai dipertandingkan sebelum upacara pembukaan.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence dalam portal web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Anggar dan juga basket putra bertolak lebih besar awal ke Asian Games 2026

    Anggar dan juga basket putra bertolak lebih besar awal ke Asian Games 2026

    Ibukota Indonesia – Tim nasional anggar juga bola basket putra menjadi dua cabang olahraga Indonesi yang masuk gelombang awal bertolak menuju Jepang, Senin, untuk memulai rangkaian perjuangan pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

    Tim basket putra berangkat lebih lanjut awal lantaran sudah ada harus menjalani pertandingan pada 10 September atau sembilan hari sebelum upacara membuka Asian Games pada 19 September.

    "Tim basket putra ini merupakan delegasi Tim Negara Indonesia yang pertama berangkat. Mereka mulai berkompetisi tanggal 10, sementara keberangkatannya kurang tambahan tanggal 7," kata Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu pada keterangannya di dalam Jakarta, Senin.

    Namun, perjalanan skuad basket mengalami pembaharuan menyusul aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang digunakan berdampak terhadap operasional penerbangan dari Jakarta.

    Tim yang semula dijadwalkan terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Singapura pada Hari Senin di malam hari harus menempuh perjalanan darat menuju Surabaya.

    Dari Bandara Internasional Juanda, rombongan dijadwalkan terbang menuju Singapura pukul 19.15 Waktu Indonesia Barat dan juga kemudian melanjutkan perjalanan menuju Nagoya pada Selasa (8/9) pukul 01.20 waktu setempat.

    Indonesia akan memulai persaingan bola basket putra menghadapi tuan rumah Negeri Matahari Terbit pada 10 September. Setelah itu, skuad Merah Putih bertemu Korea Selatan pada 11 September serta Arab Saudi pada 13 September.

    Sementara regu anggar juga dijadwalkan bertolak ke Jepun pada 7 September dengan menghadirkan tujuh atlet yang terdiri melawan enam atlet putri kemudian satu putra.

    Berbeda dengan basket yang digunakan segera menuju Nagoya untuk memasuki rangkaian pertandingan, kelompok anggar terlebih dahulu menuju Tokyo guna menjalani pemusatan latihan.

    Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Nusantara (PB IKASI) Firtian Judiswandarta mengemukakan keberangkatan lebih lanjut awal memberi kesempatan untuk para atlet untuk berlatih sekaligus beradaptasi dengan keadaan di dalam Negeri Matahari Terbit sebelum berlaga.

    Tim anggar dijadwalkan menjalani pemusatan latihan hingga 18 September sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi pertandingan Asian Games.

    Keberangkatan anggar juga basket menandai dimulainya pergerakan Kontingen Negara Indonesia menuju Negeri Sakura sebelum gelombang cabang olahraga lainnya menyusul sesuai jadwal pertandingan masing-masing.

    Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober, walau banyak cabang sudah memulai pertandingan sebelum upacara pembukaan.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di dalam portal web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • 10 Pebasket terbaik Asia yang pernah bermain ke NBA

    10 Pebasket terbaik Asia yang pernah bermain ke NBA

    DKI Jakarta – Kompetisi bola basket Amerika Serikat, National Basketball Association (NBA), merupakan event tertinggi yang menjadi impian berbagai pemain basket dalam seluruh dunia. Tidak cuma diisi oleh pemain selama Amerika Serikat serta Kanada, NBA juga menjadi panggung bagi para pebasket dari beraneka belahan dunia, diantaranya Asia.

    Meski secara kuantitas belum sejumlah pemain dari Eropa maupun Amerika Latin, banyak pebasket jika Asia telah dilakukan mencatatkan prestasi membanggakan juga meninggalkan jejak yang berkesan dalam NBA. Beberapa di antaranya bahkan berubah jadi ikon global lalu inspirasi bagi generasi muda di dalam negara dengan syarat mereka.

    Berikut ini adalah 10 pebasket terbaik Asia yang tersebut pernah bermain ke NBA:

    1. Yao Ming (Tiongkok)

    Lahir pada 12 September 1980, Yao Ming merupakan legenda bola basket Asia yang mana dikenal luas dalam seluruh dunia. Dengan tinggi badan 2,29 meter, Yao tampil dominan sebagai center juga bermetamorfosis menjadi bintang utama Houston Rockets sejak tahun 2002. Ia delapan kali terpilih sebagai NBA All-Star kemudian tiga kali meraih gelar kejuaraan MVP dalam FIBA Asia Cup. Yao juga pernah masuk regu All-NBA sebanyak-banyaknya lima kali. Namanya sekarang ini diabadikan pada Naismith Memorial Basketball Hall of Fame.

    2. Hamed Haddadi (Iran)

    Pebasket Iran ini mencetak sejarah sebagai pemain Iran pertama yang mana tampil ke NBA. Lahir pada 19 Mei 1985 dengan tinggi 2,18 meter, Haddadi dikenal sebagai center tangguh kemudian sempat meningkatkan kekuatan Memphis Grizzlies lalu Phoenix Suns. Ia empat kali meraih peringkat MVP dalam FIBA Asia Cup juga berubah menjadi salah satu ikon olahraga Iran.

    3. Jeremy Lin (Taiwan-Amerika Serikat)

    Jeremy Lin lahir pada 23 Agustus 1988 serta mencuri perhatian planet lewat fenomena "Linsanity" bersatu New York Knicks pada musim 2011–2012. Pemain setinggi 1,91 meter ini kemudian menjuarai NBA dengan Toronto Raptors pada 2019. Ia juga tampil cemerlang ke liga basket Tiongkok juga berubah menjadi inspirasi bagi komunitas Asia-Amerika pada Amerika Serikat.

    4. Wataru Misaka (Jepang)

    Misaka mencatat sejarah sebagai pemain Asia pertama yang bermain dalam NBA pada 1947 bersatu New York Knicks. Lahir pada 21 Desember 1923, ia hanya sekali memiliki lebih tinggi 1,70 meter, namun kontribusinya membuka jalan bagi pebasket Asia lainnya. Misaka juga menghadirkan timnya menjuarai NCAA tahun 1944.

    5. Yuta Tabuse (Jepang)

    Sebagai pemain kelahiran Jepun pertama yang digunakan berlaga ke NBA, Yuta Tabuse tampil untuk Phoenix Suns pada 2004. Meskipun kariernya ke NBA terbilang singkat, Tabuse kekal bergerak dalam kompetisi basket domestik Negeri Sakura lalu meraih berubah-ubah prestasi, termasuk peringkat MVP dalam JBL dan juga juara B.League.

    6. Jordan Clarkson (Filipina-Amerika Serikat)

    Clarkson ketika ini berubah menjadi salah satu pemain Asia paling menonjol pada NBA. Lahir pada 7 Juni 1992, ketika ini ia meningkatkan kekuatan New York Knicks dan juga dikenal sebagai guard yang eksplosif. Clarkson dinobatkan sebagai NBA Sixth Man of the Year pada 2021 kemudian masuk di NBA All-Rookie First Team pada musim debutnya. Ia juga terlibat membela Timnas Filipina di kompetisi internasional, salah satunya pada waktu Asian Games 2018 di Nusantara .

    7. Rui Hachimura (Jepang)

    Hachimura berubah menjadi harapan baru bola basket Jepang. Lahir pada 8 Februari 1998, ia sekarang ini bermain untuk Los Angeles Lakers. Ia terpilih pada NBA All-Rookie Second Team pada 2020 lalu meraih gelar kejuaraan juara NBA In-Season Tournament dengan Lakers pada 2023. Hachimura juga dikenal melawan kontribusinya ketika membela Gonzaga University di dalam NCAA.

    8. Yuki Kawamura (Jepang)

    Dengan besar hanya sekali 1,73 meter, Kawamura berubah menjadi pemain terpendek di dalam NBA musim 2023–2024. Ia mengesahkan kontrak dua arah dengan Memphis Grizzlies dan juga tampil impresif di B.League Jepang. Pada 2023, Kawamura dinobatkan sebagai MVP, Rookie of the Year, kemudian Assist Leader pada B.League.

    9. Ha Seung-jin (Korea Selatan)

    Lahir pada 4 Agustus 1984 dengan tinggi 2,21 meter, Ha menjadi pemain Korea Selatan pertama yang tersebut bermain ke NBA. Ia menguatkan Portland Trail Blazers juga Milwaukee Bucks. Setelah kembali ke Korea Selatan, Ha sukses dalam liga domestik dengan meraih bermacam penghargaan juara dan juga individu.

    10. Yuta Watanabe (Jepang)

    Watanabe lahir pada 6 November 1994 juga tampil di dalam NBA sama-sama grup seperti Toronto Raptors, Brooklyn Nets, kemudian Phoenix Suns. Ia dikenal sebagai pemain dengan pertahanan solid, kemudian pernah dinobatkan sebagai Atlantic 10 Defensive Player of the Year saat berkarier ke NCAA.

    Kehadiran para pebasket Asia ini membuktikan bahwa talenta dari Wilayah Asia mampu bersaing di level tertinggi. Meski menghadapi tantangan besar, dedikasi dan juga kerja keras merekan sudah membuka pintu bagi generasi berikutnya untuk bermimpi menembus NBA.

    Indonesia sendiri pada waktu ini mempunyai pemain potensial yang mana kemungkinan sanggup menembus panggung NBA. Pemain potensial yang disebutkan adalah Derrick Michael Xzavierro, yang mana ketika ini berlaga bersatu grup kampus Long Beach State University di dalam kompetisi NCAA.

    Jika Derrick terus konsisten juga bekerja keras, tidak tidak ada kemungkinan besar Nusantara memiliki perwakilan dalam NBA suatu ketika kelak.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI ke portal web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • 10 Pebasket terbaik Asia yang tersebut pernah bermain pada NBA

    10 Pebasket terbaik Asia yang tersebut pernah bermain pada NBA

    ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Kompetisi bola basket Amerika Serikat, National Basketball Association (NBA), merupakan turnamen tertinggi yang dimaksud menjadi impian sejumlah pemain basket di area seluruh dunia. Tidak cuma diisi oleh pemain selama Amerika Serikat serta Kanada, NBA juga menjadi panggung bagi para pebasket dari berbagai belahan dunia, termasuk Asia.

    Meski secara kuantitas belum sebanyak pemain dari Eropa maupun Amerika Latin, beberapa pebasket jika Asia telah dilakukan mencatatkan prestasi membanggakan serta meninggalkan jejak yang mana berkesan di dalam NBA. Beberapa di tempat antaranya bahkan menjadi ikon global lalu inspirasi bagi generasi muda di dalam negara jika mereka.

    Berikut ini adalah 10 pebasket terbaik Asia yang digunakan pernah bermain di area NBA:

    1. Yao Ming (Tiongkok)

    Lahir pada 12 September 1980, Yao Ming merupakan legenda bola basket Asia yang dimaksud dikenal luas di dalam seluruh dunia. Dengan tinggi badan 2,29 meter, Yao tampil dominan sebagai center kemudian menjadi bintang utama Houston Rockets sejak tahun 2002. Ia delapan kali terpilih sebagai NBA All-Star lalu tiga kali meraih gelar kejuaraan MVP di area FIBA Asia Cup. Yao juga pernah masuk kelompok All-NBA sebanyak lima kali. Namanya saat ini diabadikan pada Naismith Memorial Basketball Hall of Fame.

    2. Hamed Haddadi (Iran)

    Pebasket Iran ini mencetak sejarah sebagai pemain Iran pertama yang mana tampil di area NBA. Lahir pada 19 Mei 1985 dengan tinggi 2,18 meter, Haddadi dikenal sebagai center tangguh lalu sempat menguatkan Memphis Grizzlies juga Phoenix Suns. Ia empat kali meraih penghargaan MVP di tempat FIBA Asia Cup juga menjadi salah satu ikon olahraga Iran.

    3. Jeremy Lin (Taiwan-Amerika Serikat)

    Jeremy Lin lahir pada 23 Agustus 1988 kemudian mencuri perhatian dunia lewat fenomena "Linsanity" bersatu New York Knicks pada musim 2011–2012. Pemain setinggi 1,91 meter ini kemudian menjuarai NBA bersatu Toronto Raptors pada 2019. Ia juga tampil cemerlang di dalam liga basket Tiongkok serta menjadi inspirasi bagi komunitas Asia-Amerika di dalam Amerika Serikat.

    4. Wataru Misaka (Jepang)

    Misaka mencatatkan sejarah sebagai pemain Asia pertama yang tersebut bermain di dalam NBA pada 1947 bersatu New York Knicks. Lahir pada 21 Desember 1923, ia semata-mata mempunyai tinggi 1,70 meter, namun kontribusinya membuka jalan bagi pebasket Asia lainnya. Misaka juga menyebabkan timnya menjuarai NCAA tahun 1944.

    5. Yuta Tabuse (Jepang)

    Sebagai pemain kelahiran Negeri Sakura pertama yang berlaga pada NBA, Yuta Tabuse tampil untuk Phoenix Suns pada 2004. Meskipun kariernya di dalam NBA terbilang singkat, Tabuse tetap memperlihatkan berpartisipasi dalam kompetisi basket domestik Jepun juga meraih berbagai prestasi, termasuk penghargaan MVP di area JBL juga juara B.League.

    6. Jordan Clarkson (Filipina-Amerika Serikat)

    Clarkson ketika ini menjadi salah satu pemain Asia paling menonjol pada NBA. Lahir pada 7 Juni 1992, pada waktu ini ia menguatkan New York Knicks dan juga dikenal sebagai guard yang tersebut eksplosif. Clarkson dinobatkan sebagai NBA Sixth Man of the Year pada 2021 juga masuk di NBA All-Rookie First Team pada musim debutnya. Ia juga bergerak membela Timnas Filipina dalam kompetisi internasional, salah satunya pada waktu Asian Games 2018 di dalam Indonesia .

    7. Rui Hachimura (Jepang)

    Hachimura menjadi harapan baru bola basket Jepang. Lahir pada 8 Februari 1998, ia sekarang bermain untuk Los Angeles Lakers. Ia terpilih di NBA All-Rookie Second Team pada 2020 lalu meraih peringkat juara NBA In-Season Tournament sama-sama Lakers pada 2023. Hachimura juga dikenal menghadapi kontribusinya ketika membela Gonzaga University di area NCAA.

    8. Yuki Kawamura (Jepang)

    Dengan tinggi hanya saja 1,73 meter, Kawamura menjadi pemain terpendek di dalam NBA musim 2023–2024. Ia menyetujui secara resmi kontrak dua arah dengan Memphis Grizzlies kemudian tampil impresif di area B.League Jepang. Pada 2023, Kawamura dinobatkan sebagai MVP, Rookie of the Year, kemudian Assist Leader di tempat B.League.

    9. Ha Seung-jin (Korea Selatan)

    Lahir pada 4 Agustus 1984 dengan tinggi 2,21 meter, Ha menjadi pemain Korea Selatan pertama yang tersebut bermain di tempat NBA. Ia meningkatkan kekuatan Portland Trail Blazers juga Milwaukee Bucks. Setelah kembali ke Korea Selatan, Ha sukses pada liga domestik dengan meraih berbagai gelar kejuaraan juara juga individu.

    10. Yuta Watanabe (Jepang)

    Watanabe lahir pada 6 November 1994 juga tampil di dalam NBA dengan kelompok seperti Toronto Raptors, Brooklyn Nets, dan juga Phoenix Suns. Ia dikenal sebagai pemain dengan pertahanan solid, juga pernah dinobatkan sebagai Atlantic 10 Defensive Player of the Year saat berkarier di tempat NCAA.

    Kehadiran para pebasket Asia ini membuktikan bahwa talenta dari Kontinen Asia mampu bersaing di tempat level tertinggi. Meski menghadapi tantangan besar, dedikasi juga kerja keras merek telah dilakukan membuka pintu bagi generasi berikutnya untuk bermimpi menembus NBA.

    Indonesia sendiri pada waktu ini mempunyai pemain potensial yang tersebut kemungkinan dapat menembus panggung NBA. Pemain potensial yang dimaksud adalah Derrick Michael Xzavierro, yang tersebut pada waktu ini berlaga dengan kelompok kampus Long Beach State University di area kompetisi NCAA.

    Jika Derrick terus konsisten lalu bekerja keras, tidak tiada mungkin saja Indonesia miliki delegasi di dalam NBA suatu pada waktu kelak.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Apa arti dari istilah buzzer beater pada basket?

    Apa arti dari istilah buzzer beater pada basket?

    https://ligapedianews.com/ Ibukota – Dalam dunia bola basket, terdapat satu momen yang digunakan kerap memicu ledakan emosi penonton, baik dalam arena pertandingan maupun di dalam layar kaca, momen itu adalah buzzer beater. Istilah ini merujuk pada tembakan terakhir yang tersebut dilepaskan tepat sebelum waktu pertandingan habis, dan juga bola berhasil masuk ke di ring, banyak kali momen ini menentukan kemenangan kelompok di satu pertandingan.

    Secara harfiah, buzzer beater berarti “pemukul bel”—menggambarkan tembakan yang dimaksud dilepaskan sesaat sebelum bel penanda akhir pertandingan berbunyi. Dalam konteks pertandingan yang ketat, tembakan ini dapat menjadi penentu kemenangan, menjadikannya salah satu momen paling dramatis di olahraga bola basket.

    Mengapa buzzer beater begitu istimewa?

    Basket adalah olahraga yang tersebut cepat juga penuh dinamika. Namun, buzzer beater menghadirkan ketegangan ke tingkat yang tersebut lebih tinggi tinggi. Bayangkan detik terakhir pada sebuah pertandingan, skor imbang atau selisih satu poin, serta manusia pemain mengurangi tembakan terakhir. Suara bel berbunyi, bola melayang, juga masuk. Reaksi penonton dapat berbentuk sorak-sorai kemenangan atau keheningan yang dimaksud mendalam. Itulah daya tarik dari sebuah buzzer beater—campuran antara ketidakpastian, harapan, serta momen keajaiban.

    Syarat sebuah tembakan dinyatakan buzzer beater

    Agar sebuah tembakan dikategorikan sebagai buzzer beater yang dimaksud sah, bola harus sudah ada terlepas dari tangan pemain sebelum waktu di tempat papan skor habis. Di level profesional seperti NBA atau NCAA, pemanfaatan tayangan ulang (instant replay) menjadi hal yang tersebut umum untuk menjamin apakah tembakan dilaksanakan tepat waktu. Sering kali wasit akan meninjau ulang rekaman video secara cermat, hingga ke frame per frame, untuk melakukan konfirmasi keabsahan tembakan.

    Jenis-jenis buzzer beater

    ​​​​​​​1. Tembakan dua poin

    Biasanya dijalankan dari jarak menengah atau dekat dengan ring, seperti tembakan floater atau jump shot. Contoh paling legendaris adalah tembakan Michael Jordan ketika melawan Cleveland Cavaliers pada tahun 1989, yang dikenal sebagai “The Shot.”

    2. Tembakan tiga poin

    Digunakan ketika kelompok tertinggal tiga angka. Berisiko tinggi, namun apabila berhasil, akan menyebabkan kemenangan dramatis. Damian Lillard dari Portland Trail Blazers pernah melakukannya pada 2019 ketika melawan Oklahoma City Thunder—tembakan dari hampir 12 meter yang dimaksud mengakhiri seri playoff dan membuatnya melambaikan tangan "selamat tinggal" ke lawan.

    3. Tembakan setengah atau satu lapangan

    Jarang terjadi, namun ketika berhasil, biasanya secara langsung menjadi sorotan media. Tembakan ini biasanya dilepaskan di dalam akhir kuarter atau babak, juga banyak kali berujung pada video viral.

    Untuk dapat mencetak buzzer beater, orang pemain memerlukan kombinasi dari keterampilan fisik, teknik menembak yang digunakan baik, serta ketangguhan mental. Kecepatan, kelincahan, juga kekuatan menjadi modal utama agar pemain sanggup menciptakan ruang untuk melegakan tembakan. Akurasi juga jangkauan tembakan pun sangat penting.

    Tak kalah penting, pemain harus mampu menjaga fokus lalu ketenangan pada tekanan tinggi. Mentalitas inilah yang digunakan menyebabkan pemain seperti Damian Lillard dikenal dengan sebutan “clutch” oleh sebab itu kemampuannya mengeksekusi tembakan krusial pada saat-saat genting.

    Buzzer beater bukan sekadar tembakan terakhir, tetapi simbol dari keberanian, ketepatan, serta keajaiban di bola basket. Momen ini tak hanya sekali mengubah jalannya pertandingan, tetapi juga mengukir sejarah di dunia olahraga. Dari Jordan hingga Lillard, tembakan-tembakan yang disebutkan akan selalu dikenang oleh penggemar di tempat seluruh dunia.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Jadwal lengkap Matchweek 4 IBL musim 2025

    Jadwal lengkap Matchweek 4 IBL musim 2025

    https://ligapedianews.com/ Ibukota – Indonesian Basketball League atau IBL musim 2025 ini telah lama memasuki pekan keempat atau Matchweek 4. Sederet jadwal sudah pernah mengantisipasi serta akan dimainkan mulai Kamis, 30 Januari 2025.

    Beberapa laga seru akan disuguhkan pada pekan keempat ini, di tempat antaranya adalah derby DKI Jakarta yang mana akan mempertemukan Satria Muda Pertamina melawan Hangtuah Jakarta, kemudian ada Tangerang Hawks Basketball yang digunakan akan menjamu Bali United Basketball Club di tempat Indomilk Arena.

    Total ada sembilan laga yang mana akan dimainkan di pekan empat kompetisi IBL 2025 kali ini, yang tersebut dibuka oleh laga Borneo Hornbills melawan Satya Wacana Salatiga dan juga akan ditutup oleh laga yang dimaksud mempertemukan Rajawali Medan dengan Prawira Bandung.

    Berikut jadwal selengkapnya di area bawah ini.

    Kamis, 30 Januari 2025:

    Borneo Hornbills vs Satya Wacana Salatiga
    Pukul 19.00 WIB
    Venue: GOR Laga Tangkas Bogor

    Jumat, 31 Januari 2025:

    Satria Muda Pertamina vs Hangtuah Jakarta
    Pukul 18.00 WIB
    Venue: Britama Arena Jakarta

    Sabtu, 1 Februari 2025:

    Tangerang Hawks Basketball vs Pacific Caesar Surabaya
    Pukul 14.00 WIB
    Venue: Indomilk Arena

    Bima Perkasa Jogja vs Dewa United Banten
    Pukul 16.00 WIB
    Venue: Gor Pancasila UGM

    Rajawali Medan vs Rans Simba Bogor
    Pukul 18.00 WIB
    Venue: Gor Universitas Medan

    Satria Muda Pertamina Ibukota vs Borneo Hornbills
    Pukul 20.00 WIB
    Venue: Britama Arena Jakarta

    Minggu, 2 Februari 2025:

    Bima Perkasa Jogja vs Hangtuah Jakarta
    Pukul 16.00 WIB
    Venue: Gor Pancasila UGM

    Tangerang Hawks Basketball vs Bali United Basketball Club Saat 18.00 WIB
    Venue: Indomilk Arena

    Rajawali Medan vs Prawira Bandung
    Pukul 20.00 WIB
    Venue: Gor Universitas Medan

    Seluruh pertandingan yang dimaksud dapat disaksikan di dalam Youtube resmi IBL, yaitu IBL TV secara live streaming.

    Bagi Anda yang dimaksud ingin menyaksikan secara langsung, tiket dapat Anda arahan melalui Livin' by Mandiri atau website resmi klub terkait.

  • Apa itu pemain heritage di IBL? Berikut penjelasan dan juga contohnya

    Apa itu pemain heritage di IBL? Berikut penjelasan dan juga contohnya

    https://ligapedianews.com/ Ibukota – Indonesian Basketball League (IBL) memiliki beberapa kategori pemain berdasarkan status kewarganegaraan serta keturunan, salah satunya adalah pemain heritage.

    Pemain heritage merupakan pemain yang dimaksud mempunyai kewarganegaraan selain Indonesia tetapi memiliki garis keturunan Indonesia dari keluarganya.

    Status ini diberikan terhadap pemain yang digunakan miliki hubungan darah hingga dua tingkat, yaitu dari ayah, ibu, kakek, atau nenek yang digunakan berkewarganegaraan Indonesia.

    Syarat pemain heritage

    Agar dapat dikategorikan sebagai pemain heritage, pribadi pemain harus memiliki dokumen sah yang mana membuktikan garis keturunannya. Dokumen yang disebutkan mampu berupa:

    • Akta kelahiran
    • Paspor
    • KTP
    • Kartu Keluarga dari orang tua atau kakek-nenek
    • Bukti hubungan keluarga yang sah

    Selain dokumen keturunan, pemain heritage juga harus memenuhi persyaratan administratif lainnya, seperti:

    • Visa,
    • Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS),
    • Letter of Clearance (LOC) dari FIBA.

    Pemain heritage mempunyai keistimewaan pada regulasi IBL, lantaran mereka itu dapat bermain bersatu pemain asing di satu tim. Meskipun demikian, mengingat total pemain lokal naturalisasi kemudian heritage yang terbatas, liga tiada mewajibkan setiap klub untuk memiliki pemain dengan status tersebut.

    Daftar pemain heritage pada IBL musim 2025

    Pada musim 2025, terdapat lima pemain heritage yang mana berpartisipasi pada IBL, yaitu:

    1. Devon Doekele Van Oostrum (Rans Simba Bogor)

    Devon miliki darah Indonesia dari neneknya yang mana berasal dari Subang, Jawa Barat. Pada musim 2024, ia menunjukkan performa impresif dengan rata-rata 15,2 poin per gim (PPG), 6,3 rebound per gim (RPG), 8,7 assist per gim (APG), serta 1,8 steal per gim (SPG).

    2. Anthony Metten (Kesatria Bengawan Solo)

    Berasal dari Belanda, Metten memiliki garis keturunan Indonesia dari neneknya yang mana berasal dari Jakarta. Kehadirannya dalam pasukan Kesatria Bengawan Solo diharapkan dapat meningkatkan kekuatan skuad pada musim ini.

    3. Reo Sakai (Bali United Basketball Club)

    Pemain berdarah campuran Jepang-Indonesia ini memiliki seseorang ayah yang mana berasal dari Jembrana, Bali, sehingga pemilihan Bali United Basketball Club sebagai timnya menjadi sangat tepat dikarenakan berkaitan dengan asal-usul keluarganya.

    4. Xavier Ford (Borneo Hornbills)​​​​​​​

    Xavier Ford memiliki darah Indonesia dari ibunya yang mana berasal dari Jakarta. Musim ini, ia bergabung dengan Borneo Hornbills juga siap memberikan kontribusi maksimal bagi timnya.

    5. Frank Victor Johnson (Pacific Caesar Surabaya)​​​​​​​

    Frank Victor Johnson merupakan pemain selama Amerika Serikat yang digunakan mempunyai keturunan Indonesia dari neneknya yang tersebut berasal dari Papua. Selain itu, ia juga dikenal sebagai pemain basket di dalam Filipina sebelum bergabung dengan IBL.

    Peran pemain heritage di IBL

    Hadirnya pemain heritage menciptakan kompetisi IBL semakin kompetitif lalu menarik untuk disaksikan. Kehadiran dia memberikan warna baru pada persaingan liga akibat mereka itu mempunyai pengalaman kemudian kemampuan bermain di tempat level internasional.

    Selain itu, status merek yang digunakan setara dengan pemain naturalisasi memungkinkan merek untuk bermain dengan dua pemain asing di satu tim, sehingga strategi permainan regu menjadi lebih banyak variatif.

    Secara keseluruhan, pemain heritage mempunyai kontribusi besar di perkembangan IBL, baik dari segi kualitas permainan maupun daya tarik liga bagi penggemar bola basket di dalam Indonesia.

  • Perbedaan peraturan NBA lalu liga basket lainnya

    Perbedaan peraturan NBA lalu liga basket lainnya

    https://ligapedianews.com/ DKI Jakarta – Sebagai salah satu cabang olahraga paling populer di tempat dunia, Basket mempunyai beberapa orang peraturan yang berbeda antara liga basket pada umumnya yang tersebut mengikuti aturan Federasi Bola Basket International (FIBA) dengan liga basket Amerika Serikat National Basketball Association (NB).

    Kedua badan itu memiliki standar dan juga regulasi yang agak berbeda, meskipun dasarnya masih sama. Perbedaan-perbedaan peraturan ini mencakup aspek-aspek penting seperti ukuran lapangan, durasi permainan, aturan permainan, hingga teknis peralatan yang mana digunakan.

    Berikut adalah beberapa perbedaan peraturan basket FIBA juga NBA.

    1. Waktu pertandingan

    Perbedaan peraturan basket paling mencolok antara FIBA lalu NBA adalah durasi permainan. Dalam pertandingan FIBA, setiap game terdiri dari empat kuarter yang digunakan masing-masing berdurasi 10 menit sehingga total durasi permainan adalah 40 menit.

    Sementara itu, NBA memiliki empat kuarter dengan durasi masing-masing 12 menit sehingga total waktu permainan menjadi 48 menit. Dengan durasi yang mana lebih besar panjang, pertandingan NBA cenderung lebih lanjut lama dibandingkan pertandingan yang digunakan diatur oleh FIBA.

    2. Ukuran lapangan

    Ukuran lapangan di peraturan FIBA dan juga NBA juga berbeda. Lapangan basket FIBA miliki panjang 28 meter juga lebar 15 meter, sedangkan lapangan NBA tambahan besar dengan panjang 28,65 meter dan juga lebar 15,24 meter.

    Perbedaan itu kemungkinan besar tampak kecil, tetapi, pada konteks kecepatan kemudian pergerakan pemain, ukuran lapangan yang digunakan sedikit lebih lanjut besar dapat mempengaruhi dinamika permainan.

    3. Garis tiga poin

    Garis tiga poin pada NBA tambahan berjauhan dibandingkan FIBA. Pada pertandingan NBA, jarak garis tiga poin adalah 7,24 meter (23 kaki 9 inci) dari keranjang di area bagian tengah, sedangkan di dalam FIBA jaraknya lebih besar pendek, yaitu 6,75 meter (22 kaki 2 inci).

    Jarak yang dimaksud menimbulkan tembakan tiga poin di tempat NBA memerlukan kekuatan kemudian akurasi tambahan melebihi pertandingan basket dalam bawah naungan FIBA.

    4. Waktu serangan (shot clock)

    Kedua organisasi ini sama-sama menerapkan aturan shot clock atau waktu serangan, tetapi dengan sedikit perbedaan di implementasinya.

    Dalam NBA, setiap pasukan miliki waktu 24 detik untuk melakukan serangan. Jika bola menyentuh ring, namun, kelompok yang dimaksud masih menguasai bola, shot clock disetel ulang menjadi 14 detik.

    Pada FIBA, prinsip shot clock juga sebanding dengan 24 detik, namun, penyetelan ulang waktu hanya sekali terjadi apabila ada rebound ofensif juga waktu yang mana diberikan kembali adalah 14 detik, mirip dengan NBA.

    5. Aturan timeout

    Perbedaan peraturan basket lainnya terlihat di aturan timeout. Pada NBA, instruktur diizinkan untuk meminta timeout kapan belaka selama permainan berjalan. Setiap pasukan diberikan tujuh timeout sepanjang pertandingan, dengan beberapa batasan di kuarter keempat.

    Sementara di dalam FIBA, timeout hanya dapat diminta oleh ahli ketika permainan dihentikan kemudian tiap-tiap kelompok hanya sekali miliki lima timeout sepanjang pertandingan (dua di area fase pertama kemudian tiga di tempat sesi kedua). Peraturan timeout berdampak signifikan pada strategi permainan serta stamina pemain.

    6. Defensive three seconds

    ​​​​​​​NBA menerapkan aturan yang dikenal sebagai defensive three seconds, dalam mana orang pemain bertahan tidaklah diperbolehkan berada di dalam area kunci (paint area) selama lebih besar dari tiga detik tanpa mencoba menjaga pemain lawan secara aktif.

    Peraturan itu tak ada di peraturan FIBA sehingga pemain bertahan dapat tinggal di area area kunci selama mungkin saja tanpa pelanggaran, selama tak melakukan pelanggaran lainnya.

    7. Pengaplikasian bola

    Bola yang digunakan digunakan pada pertandingan NBA juga FIBA miliki ukuran yang digunakan sama, tetapi, ada sedikit perbedaan di tekanan udara yang tersebut disarankan.

    Bola NBA biasanya tambahan keras dengan tekanan udara antara 7,5 hingga 8,5 psi (pounds per square inch), sementara di dalam FIBA, tekanan yang diizinkan sedikit tambahan rendah, yaitu 7,4 hingga 8,4 psi.

    Selain itu, bola NBA cenderung memiliki tekstur kemudian lapisan yang mana berbeda dibandingkan bola yang dimaksud digunakan pada kompetisi FIBA.

    8. Pelanggaran dan juga hukuman

    Kedua sistem peraturan memiliki kesamaan pada hal kategori pelanggaran seperti personal foul, technical foul, dan flagrant foul, tetapi, NBA memiliki beberapa aturan tambahan yang digunakan lebih tinggi spesifik.

    NBA memiliki aturan clear path foul, yaitu pelanggaran yang mana terjadi ketika seseorang pemain menyerang memiliki jalur segera ke keranjang tanpa ada pemain bertahan di tempat depannya.

    Meskipun NBA kemudian FIBA sama-sama berakar pada prinsip dasar yang digunakan serupa, perbedaan peraturan basket yang dimaksud merek ciptakan memberikan nuansa permainan yang digunakan berbeda.

    Durasi yang dimaksud lebih tinggi panjang, lapangan yang tersebut tambahan besar, dan juga garis tiga poin yang tersebut lebih banyak jarak jauh menyebabkan NBA terlihat lebih banyak cepat lalu tambahan menonjolkan permainan fisik.

    Sementara aturan FIBA yang dimaksud lebih besar ketat pada timeout dan fleksibilitas pertahanan memberikan permainan yang dimaksud lebih lanjut teknis.

  • Jadwal lengkap Pelita Jaya pada BCL Asia 2025

    Jadwal lengkap Pelita Jaya pada BCL Asia 2025

    https://ligapedianews.com/ Ibukota Indonesia – Tim basket dengan syarat Jakarta, yakni Pelita Jaya Basketball akan kembali mengarungi perjalanannya di kompetisi Basketball Champions League Asia 2025 atau BCL Asia sebagai satu-satunya perwakilan dari Indonesia.

    Tim juara IBL 2024 asuhan Johannis Winar ini akan memulai pertarungannya pada tanggal 27 Maret dengan bertandang ke Kuala Lumpur guna menghadapi NS Matrix Deers di laga perdana.

    Dalam kejuaraan ini, regu selama Ibukota Indonesia yang disebutkan tergabung di area Grup A zona Timur dengan Taoyuan Pauian Pilots, NS Matrix Deers, lalu Bishrelt Metal. Sementara Grup B dihuni oleh New Taipei Kings, HI Tech Basketball Club, Ulaanbatar Xac Broncos, juga Adroit Club.

    Jadwal lengkap Pelita Jaya di dalam BCL 2025

    Putaran penyisihan grup:

    • 27 Maret 2025: vs NS Matrix Deers dalam Kuala Lumpur
    • 5 April 2025: vs Bishrelt Metal dalam Jakarta
    • 6 April 2025: vs Taoyuan Pauian Pilots di area Jakarta
    • 8 April 2025: vs NS Matrix Deers di dalam Jakarta
    • 27 April 2025: vs Taoyuan Pauian Pilots di dalam New Taipei City
    • 14 Mei 2025: vs Bishrelt Metal di area Ulaanbaatar.

    Putaran Asia-East Final 4:

    • 30 Mei – 1 Juni 2025

    BCL Asia 2025:

    • 9-15 Juni 2025

    Dengan adanya jadwal padat di tempat kompetisi internasional ini, kiprah Pelita Jaya di tempat IBL 2024 pun mengalami sedikit keterlambatan.

    Pelita Jaya baru melakoni lima laga pada enam pekan ini, baik kandang maupun tandang. Sedangkan klub lainnya rata-rata telah melakoni sembilan atau sepuluhan laga sejak musim bergulir pada 11 Januari.

    Sejak manajemen IBL mengumumkan jadwal musim kompetisi 2025 pada Agustus 2024, pada ketika bersamaan terkonfirmasi bahwa periode pelaksanaan BCL akan mulai pada Januari 2025 atau mirip dengan liga bola basket kasta tertinggi di area Indonesia tersebut.

    Merespons hal itu, IBL sempat mengubah serta menyesuaikan sebagian jadwal yang terkait lalu perlu menyediakan periode waktu tertentu bagi Pelita Jaya pada periode Januari 2025, sehingga pelopor merilis pembaharuan jadwal pada November 2024.

    Namun, seiring dengan perkembangan yang dimaksud ada, periode BCL kembali mengalami perubahan jadwal sehingga menciptakan periode yang telah ditingkatkan sebelumnya bergabung mengalami perubahan jadwal kembali.

    BCL Asia 2025 baru mengumumkan hasil final drawing pada 27 Januari dan juga jadwal lengkap pertandingan dirilis pada 4 Februari.

    Fakta itu bukan memungkinkan bagi IBL untuk melakukan inovasi kembali pada sebagian besar jadwal bermain klub-klub IBL, dikarenakan berbagai kendala operasional yang bukan bisa saja segera berubah.

    Dengan begitu, maka Pelita Jaya mengalami jumlah total pertandingan yang dimaksud lebih besar sedikit pada awal musim ini.

  • JaQuori McLaughlin: Point Guard eks NBA andalan Pelita Jaya dalam IBL

    JaQuori McLaughlin: Point Guard eks NBA andalan Pelita Jaya dalam IBL

    https://ligapedianews.com/ Ibukota Indonesia – JaQuori McLaughlin atau kerap disapa Jroc merupakan salah satu pemain asing yang menjadi andalan Pelita Jaya pada kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2025.

    Pemain dengan syarat Amerika Serikat ini mengakibatkan pengalaman bermain dalam berbagai level kompetisi, termasuk NBA dan juga liga-liga internasional lainnya, sebelum akhirnya bergabung ke IBL tahun 2024.

    Kemampuannya yang mana solid sebagai point guard, membuat McLaughlin menjadi motor serangan bagi PJ di dalam musim 2025 ini.

    Perjalanan karir dari Amerika ke Indonesia

    JaQuori Curtis McLaughlin lahir pada 29 Januari 1998 pada Port Angeles, Washington, Amerika Serikat. Ia menempuh institusi belajar sekolah menengah dalam Peninsula High School dalam Gig Harbor, Washington.

    Sejak masa SMA, ia sudah ada menunjukkan bakat yang dimaksud luar biasa di dunia basket.Di tahun seniornya, ia mencatatkan rata-rata 19,3 poin, 9,1 assist, serta 5,5 steal per game, dan juga dinobatkan sebagai Washington Mr. Basketball. Bahkan, ia meninggalkan sekolahnya sebagai pemegang rekor sepanjang masa untuk poin, assist, juga tembakan tiga angka.

    Lulus dari SMA,McLaughlin memulai karier basketnya ke level perguruan tinggi di tempat Oregon State University. Sebagai siswa baru, ia sudah ada tampil mengesankan dengan rata-rata 10,5 poin kemudian 3,3 assist per game. Namun, ia mengalami kendala mental setelahnya menyaksikan serangan teroris pada waktu perjalanan timnya ke Spanyol.

    Hal ini membuatnya harus meninggalkan regu di tempat musim keduanya lalu beralih ke UC Santa Barbara. Di UC Santa Barbara, ia mengalami perkembangan menjadi pemain kunci serta berhasil mengakibatkan timnya meraih peringkat juara Big West di dalam musim terakhirnya.

    Ia juga mendapatkan penghargaan sebagai Big West Player of the Year serta MVP kejuaraan konferensi sebelum memutuskan untuk mengikuti NBA Draft 2021.

    Pengalaman dalam NBA kemudian liga internasional

    Setelah tidak ada terpilih pada NBA Draft 2021, McLaughlin bergabung dengan Golden State Warriors di dalam turnamen NBA Summer League. Pada September 2021, ia kemudian melakukan penandatanganan kontrak dua arah dengan Dallas Mavericks, yang dimaksud membuatnya membagi waktu antara bermain pada NBA juga kelompok afiliasi G League mereka, Texas Legends. Namun, ia hanya saja tampil di empat pertandingan NBA sebelum dilepas pada Januari 2022.

    Setelah itu, McLaughlin melanjutkan kariernya di dalam NBA G League dengan Santa Cruz Warriors. Sayangnya, ia mengalami cedera paha yang tersebut membuatnya harus absen selama beberapa waktu. Setelah pulih, ia bergabung dengan Otago Nuggets dalam liga basket Selandia Baru pada tahun 2023. Namun, cedera lutut kembali menghentikan perjalanannya lebih tinggi awal di dalam kompetisi tersebut.

    Peran krusial di area Pelita Jaya

    Pada Maret 2024, JaQuori McLaughlin bergabung dengan Pelita Jaya untuk kompetisi Basketball Champions League Asia. Setelah pertandingan tersebut, ia kembali direkrut oleh Pelita Jaya untuk menguatkan pasukan pada IBL 2025.

    Sebagai point guard, McLaughlin menjadi salah satu pemain kunci di skema permainan regu asuhan Johannis Winar. Ia memiliki kemampuan yang mana lengkap, mulai dari mencetak poin, memberikan assist, hingga bertahan dengan baik.

    Dalam IBL 2025, McLaughlin mencatatkan statistik yang impresif dengan total 101 poin, 27 assist, 10 steal, juga 29 rebound sepanjang musim. Rata-rata per pertandingan yang ia torehkan pun cukup solid, yakni 16,83 poin, 4,5 assist, lalu 4,83 rebound per game. Kecepatan, akurasi tembakan, juga visi permainannya menjadikannya pemain yang digunakan sulit dihentikan oleh lawan.

    JaQuori McLaughlin bukanlah hanya sekali sekadar pemain asing biasa dalam IBL. Lewat rekam jejak yang dimaksud mentereng, pengalaman bermain di dalam kompetisi elit, dan juga keterampilan luar biasa sebagai individu point guard, ia menjadi salah satu pemain kunci bagi Pelita Jaya di upaya merekan meraih penghargaan juara.

    Kehadirannya di dalam liga Indonesia menambah daya saing juga kualitas permainan, sekaligus memberikan inspirasi bagi pemain muda lokal untuk terus tumbuh di dalam dunia basket profesional.