Tag: bank indonesia

  • BI optimistis pemuaian tahun ini kemudian 2027 kekal terkendali di target

    BI optimistis pemuaian tahun ini kemudian 2027 kekal terkendali di target

    DKI Jakarta – Bank Indonesi (BI) meyakini bahwa ke depan, kenaikan harga tetap terkendali pada kisaran sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen atau berada pada rentang antara 1,5 persen hingga 3,5 persen pada 2026 dan juga 2027.

    Sebagaimana diketahui, kenaikan harga Skala Harga Pelanggan (IHK) pada 2025 terjaga di sasaran target.

    Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso pada penjelasan yang dimaksud diterima di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa kenaikan harga yang mana masih terjaga di kisaran sasarannya ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter.

    Selain itu, kenaikan harga yang digunakan terjaga juga berkat eratnya sinergi pengendalian pemuaian antara BI juga pemerintah baik pusat maupun area di Tim Pengendalian Inflasi Pusat juga Daerah (TPIP kemudian TPID) kemudian penguatan implementasi Rencana Ketahanan Pangan Nasional.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mana dirilis Awal Minggu (5/1), pemuaian IHK Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen (month to month/mtm), sehingga secara tahunan kenaikan harga IHK 2025 berubah jadi 2,92 persen (year on year/yoy).

    Inflasi IHK secara bulanan pada Desember 2025 meningkat dibandingkan naiknya harga November 2025 sebesar 0,17 persen (mtm).

    Kenaikan naiknya harga khususnya disumbang oleh kelompok volatile food dan administered prices, sedangkan pemuaian inti relatif stabil.

    Inflasi kelompok inti tercatat sebesar 0,20 persen (mtm), relatif stabil dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar 0,17 persen (mtm), dengan naiknya harga teristimewa disumbang oleh komoditas emas perhiasan juga minyak goreng.

    Sementara itu, pemuaian kelompok volatile food meningkat bermetamorfosis menjadi sebesar 2,74 persen (mtm), dari naiknya harga bulan sebelumnya sebesar 0,02 persen (mtm).

    Hal ini teristimewa disumbang oleh komoditas cabai rawit, daging ayam ras, lalu bawang merah dipengaruhi dampak kelainan cuaca, tingginya tarif input produksi ternak, juga peningkatan permintaan pada Hari Besar Keagamaan Nasional Natal kemudian Tahun Baru (HBKN Nataru).

    Inflasi administered prices tercatat sebesar 0,37 persen (mtm), meningkat dari naiknya harga bulan sebelumnya sebesar 0,24 persen (mtm).

    Inflasi administered prices secara bulanan khususnya disumbang oleh komoditas bensin, tarif angkutan udara, lalu tarif angkutan antarkota seiring kenaikan harga jual BBM nonsubsidi serta peningkatan mobilitas warga pada periode HBKN Nataru.

    Secara tahunan, naiknya harga IHK 2025 kekal berada di kisaran sasaran didukung oleh masih terjaganya bermacam komponen inflasi.

    Inflasi inti terjaga rendah sebesar 2,38 persen (yoy), seiring konsistensi kebijakan suku bunga pada menjangkar ekspektasi naiknya harga di sasaran, kapasitas sektor ekonomi yang mana masih besar, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah BI, dan juga dampak positif dari digitalisasi.

    Inflasi volatile food relatif terkendali sebesar 6,21 persen (yoy), ditopang oleh upaya untuk terus melindungi ketersediaan pasokan pangan juga didukung eratnya sinergi pengendalian pemuaian antara BI serta TPIP-TPID kemudian penguatan implementasi Rencana Ketahanan Pangan Nasional di dalam berubah-ubah daerah.

    Sementara itu, naiknya harga kelompok administered prices tercatat sebesar 1,93 persen (yoy), sejalan dengan terbatasnya kebijakan penyesuaian nilai tukar yang dimaksud diatur oleh pemerintah.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence dalam portal web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kemenkeu: Strategi suntikan Rp200 T untuk bank mirip pembiayaan Kopdes

    Kemenkeu: Strategi suntikan Rp200 T untuk bank mirip pembiayaan Kopdes

    Ligapedianews.com DKI Jakarta – Direktur Jenderal Strategi Sektor Bisnis juga Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan, rencana penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun ke perbankan akan menggunakan skema yang mana mirip dengan pembiayaan untuk Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

    Sebagai informasi, pemerintahan sebelumnya menempatkan dana Rp16 triliun pada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk pembiayaan Kopdes Merah Putih. Alokasi ini akan dilanjutkan pada 2026 sebesar Rp67 triliun, sehingga total dukungan untuk koperasi desa mencapai Rp83 triliun.

    “Jadi itu nanti akan mirip tata kelolanya, tetapi intinya kan kita ingin mempercepat penambahan likuiditas di area perekonomian sehingga itu nanti bisa jadi menjadi kredit yang dimaksud disalurkan untuk menggerakkan perekonomian,” kata Febrio usai mengunjungi rapat dengan Komisi XI DPR RI pada Jakarta, Rabu.

    Menurut Febrio, dengan adanya rencana alokasi dana hingga Rp200 triliun, pemerintah berharap dapat menjangkau inisiatif yang dimaksud lebih besar luas. Dana yang dimaksud mampu bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan juga Sisa Lebih Pendanaan Anggaran (SILPA) yang ketika ini masih ditempatkan di area Bank Indonesia.

    Meski demikian, aturan tata kelola penempatan dana yang disebutkan masih disiapkan, termasuk regulasi yang akan menjadi payung hukum kebijakan.

    “Kita juga masih ada likuiditas yang mampu kita salurkan ke perbankan, lalu itu nanti dapat digunakan untuk program-program kebijakan fiskal lainnya yang digunakan inovatif, yang mana untuk menyokong pertumbuhan. Tapi sekarang kita sedang siapkan peraturannya,” ujarnya.

    Dia juga menegaskan agar penempatan dana itu tak dimanfaatkan bank untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

    “Tentunya kita enggak mau perbankannya nanti menggunakan untuk beli SBN, itu tentunya kontraproduktif. Kita siapkan peraturannya,” tegasnya.

    Adapun hingga kini, Kemenkeu masih mengkaji bank penerima penempatan dana, baik dari Himbara maupun swasta juga besaran penempatan pada masing-masing bank.

    Sebelumnya, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan berencana menarik dana pemerintah dalam Bank Indonesia senilai Rp200 triliun untuk meningkatkan kinerja perekonomian.

    Dirinya menilai lambatnya realisasi belanja pemerintah memproduksi sistem keuangan kering sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi.

    “Saya lihat sistem finansial kita agak kering, makanya perekonomian melambat. Dua tahun terakhir orang susah cari kerja serta lain-lain sebab ada kesalahan kebijakan, baik moneter maupun fiskal. Saya lihat Kementerian Keuangan dapat berperan pada situ,” kata Purbaya.

    Ia menjelaskan, dana pemerintah mampu dimanfaatkan untuk menyuntik likuiditas perbankan agar lebih tinggi agresif menyalurkan kredit. Di sisi lain, percepatan belanja kementerian/lembaga juga perlu diadakan guna menggerakkan roda ekonomi.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di area situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • BI: Transaksi LCT RI-Tiongkok capai ekivalen 6,23 miliar dolar Amerika Serikat

    BI: Transaksi LCT RI-Tiongkok capai ekivalen 6,23 miliar dolar Amerika Serikat

    Ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Bank Indonesia (BI) mencatatkan nilai proses mata uang lokal (LCT) Indonesia-Tiongkok sudah mencapai ekivalen 6,23 miliar dolar Amerika Serikat pada Januari-Juli 2025, meningkat dari ekivalen 2,17 miliar dolar Amerika Serikat pada periode yang dimaksud identik tahun sebelumnya.

    Capaian kerja identik LCT Indonesia-Tiongkok menjadi tonggak penting pada memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan keyakinan bahwa partisipasi pelaku usaha dan juga memperdalam kerja identik kegiatan ekonomi Indonesia-Tiongkok akan terus meluas.

    "Langkah ini mencerminkan komitmen sama-sama meningkatkan kekuatan kolaborasi bilateral kemudian merancang ekosistem keuangan yang tersebut tambahan terhubung, aman, kemudian inklusif,” kata Perry sebagaimana diambil pada keterangan yang tersebut diterima dalam Jakarta, Kamis.

    Ke depan, imbuh Perry, BI akan terus bekerja mirip dengan Bank Sentral China atau People's Bank of China (PBoC) kemudian pemangku kepentingan untuk menggerakkan pembaharuan juga memperluas integrasi keuangan.

    Indonesia kemudian Tiongkok terus menguatkan komitmen pengaplikasian mata uang lokal (local currency transaction/LCT) pada perdagangan serta pembangunan ekonomi bilateral.

    Skema ini, catat BI, memberi kegunaan nyata bagi pelaku usaha dan juga publik dengan proses yang mana lebih tinggi efisien, biaya konversi lebih lanjut rendah, dan juga dukungan pada stabilitas keuangan.

    Gubernur PBoC Pan Gongsheng menyampaikan bahwa sebagai dua negara mengalami perkembangan besar dalam Asia, Tiongkok serta Indonesia mempunyai tanggung jawab bersatu di menghadapi dinamika global ketika ini.

    Hubungan dagang serta pembangunan ekonomi Tiongkok juga Indonesia telah lama dibangun dari fondasi kerja sebanding keuangan yang mana solid. Sehingga penguatan kerja mirip ini menjadi sangat penting.

    Secara keseluruhan, BI menambahkan bahwa komitmen penguatan LCT dengan Tiongkok juga sejalan dengan capaian LCT Indonesia dengan negara mitra lainnya.

    Pada periode Januari-Juli 2025, realisasi proses LCT Indonesia dengan negara lain juga terus menunjukkan perkembangan, yaitu Tanah Melayu (ekivalen 2,03 miliar dolar AS), Thailand (ekivalen 644 jt dolar AS), Negeri Matahari Terbit (ekivalen 5,08 miliar dolar AS), Korea Selatan (ekivalen 85 jt dolar AS), kemudian Uni Emirat Arab (ekivalen 72 jt dolar AS).

    Pada kesempatan yang dimaksud sama, BI juga PBoC juga melakukan uji coba terbatas (sandbox) konektivitas pembayaran QRIS antarnegara Indonesia-Tiongkok.

    Inisiatif ini merupakan perbuatan lanjut komitmen kedua bank sentral untuk menguatkan konektivitas pembayaran lintas batas.

    Uji coba yang disebutkan tiada semata-mata menandai kemajuan teknologi, tetapi juga mengupayakan inklusi, keterjangkauan, juga akses yang digunakan lebih tinggi luas terhadap layanan keuangan.

    Kegiatan ini melibatkan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dengan mitra lapangan usaha pembayaran dari Tiongkok yaitu UnionPay International.​

    Adapun pelaksanaan inisiatif LCT lalu QRIS antarnegara Indonesia-Tiongkok mencerminkan sinergi erat antara BI, PBoC, asosiasi sistem pembayaran, dan juga lembaga keuangan kedua negara.

    Inisiatif ini tak hanya sekali menguatkan hubungan kegiatan ekonomi bilateral, tetapi juga mengupayakan terbentuknya habitat keuangan digital yang dimaksud tangguh, inklusif, dan juga berdaya saing di area kawasan.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Menkeu sebut dana pemerintah Rp200 T dialirkan ke bank mulai besok

    Menkeu sebut dana pemerintah Rp200 T dialirkan ke bank mulai besok

    Ligapedianews.com Ibukota – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan dana pemerintah yang mana disimpan di tempat Bank Indonesia (BI) senilai Rp200 triliun akan dialirkan ke perbankan mulai besok.

    “Tidak ada timeframe atau jangka waktu proses memindahkan dana dari bank sentral ke perbankan). Besok sudah ada masuk (ke bank),” kata Purbaya ketika wawancara cegat dengan media usai mengunjungi acara Great Lecture di area Jakarta, Kamis.

    Purbaya tak merinci lebih besar lanjut bank mana hanya yang mana akan menerima dana pemerintah tersebut, namun meyakinkan bahwa Himpunan Bank Negara (Himbara) masuk pada dalamnya.

    Lebih lanjut, ketika ditanya apakah pencabutan dana pemerintah di dalam bank sentral memerlukan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terlebih dahulu, Purbaya menyatakan bahwa hal yang dimaksud tiada perlu kemudian dapat segera dilakukan.

    Sebelumnya, rencana pengunduran dana pemerintah dari bank sentral sudah disampaikan Purbaya ketika Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI dalam DKI Jakarta pada Rabu (10/9).

    Menurut dia, sistem keuangan di area Indonesia cukup “kering” sehingga ekonomi melambat. Dalam hal ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bisa jadi memanfaatkan dana pemerintah di dalam BI untuk memperbaiki mesin moneter lalu fiskal.

    Purbaya menyatakan bahwa dana pemerintah sanggup digunakan untuk menyuntik likuiditas perbankan. Bank secara natural akan memikirkan cara untuk menyalurkan dana yang dimaksud agar tak membebani cost of fund sembari mencari return yang lebih banyak tinggi.

    “Jadi, saya memaksa mekanisme bursa berjalan dengan memberi ‘senjata’ ke mereka. Memaksa perbankan berpikir lebih lanjut keras untuk mendapatkan return yang tersebut lebih lanjut tinggi,” kata Purbaya.

    Pada kesempatan jumpa pers di tempat Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (10/9) malam, Purbaya mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyetujui rencananya menarik dana mengendap di tempat BI sebesar Rp200 triliun dari total simpanan pemerintah sebesar Rp425 triliun untuk disalurkan ke perbankan.

    Purbaya mengatakan kebijakan pemerintah itu bertujuan untuk menggerakkan perekonomian sehingga tujuan meningkatkan perkembangan kegiatan ekonomi dapat segera tercapai.

    "Sudah, telah setuju (Presiden, red.)," kata Purbaya menjawab pertanyaan wartawan pada waktu jumpa pers.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Purbaya: Enam bank Himbara akan segera terima suntikan dana Rp200 triliun

    Purbaya: Enam bank Himbara akan segera terima suntikan dana Rp200 triliun

    Ligapedianews.com Karena uang saya sekarang di dalam BI ada Rp440 triliun. Saya kurangin separuh. Itu saja. Tapi nanti kalau kurang kita dapat tambah lagi

    Jakarta – Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah akan menyalurkan dana sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia (BI) ke enam bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mulai Hari Jumat (12/9).

    Meski tidaklah merinci seluruh nama bank penerima, ia menyampaikan dua pada antaranya merupakan bank syariah, salah satunya Bank Syariah Indonesia (BSI).

    Pembagian dana yang dimaksud nantinya tiada akan diadakan secara merata.

    "Enggak, ada proporsinya (dana) beda-beda," kata ia usai hadir di Rapat Kerja Komisi XI DPR RI di area Jakarta, Kamis.

    Sebagai informasi, ketika ini bank yang dimaksud tergabung pada Himbara yakni Bank Mandiri, BRI, BTN, BNI, BSI lalu Bank Syariah Nasional (BSN) yang mana merupakan spin-off BTN Syariah.

    Ia menambahkan proses pencairan dijalankan segera pasca penandatanganan yang akan diadakan di malam hari ini.

    "Harusnya (pencairan) cepat, di malam hari ini saya tanda tangan. Besok udah masuk ke bank-bank itu," ujarnya.

    Dana segar ini ditujukan untuk menguatkan likuiditas perbankan sekaligus menggerakkan penyaluran kredit ke sektor riil.

    Purbaya menegaskan dana yang dimaksud tidak ada boleh dipakai untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

    "Kita udah bicara dengan pihak bank, janganlah beli SRBI atau SBN," tegasnya.

    Dengan tambahan likuiditas tersebut, lanjut dia, bank akan segera terdorong menyalurkan kredit agar bukan menanggung kerugian akibat biaya dana yang dimaksud mengendap.

    "Kalau ditaruh pada brangkas, merugi ia (bank). Misalnya enggak sanggup diberi lagi ya, kerugian beliau kan. Dia akan terpaksa menyalurkan di bentuk kredit. Jadi yang digunakan kita beri substansi bakar supaya market mechanism berjalan," jelasnya.

    Selain itu, menurutnya, langkah ini menjadi strategi pemerintah mempercepat perputaran sektor ekonomi pada sedang kondisi likuiditas sistem keuangan yang digunakan relatif ketat.

    Dana Rp200 triliun yang disebutkan akan diambil dari simpanan pemerintah di area BI yang mana ketika ini mencapai Rp440 triliun.

    "Karena uang saya sekarang di dalam BI ada Rp440 triliun. Saya kurangin separuh. Itu saja. Tapi nanti kalau kurang kita dapat tambah lagi, dikarenakan uang kita tambah terus kan," ujarnya.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di tempat situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • BI juga Pemkot Semarang peringkat Inisiatif Pangan Murah di dalam 1.530 titik

    BI juga Pemkot Semarang peringkat Inisiatif Pangan Murah di dalam 1.530 titik

    Ligapedianews.com Semarang – Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah dengan pemerintahan Daerah Perkotaan Semarang mengatur Pergerakan Pangan Murah (GPM) Serentak tingkat rukun warga (RW) di dalam 1.530 titik di area wilayah yang dimaksud untuk menjaga stabilitas tarif komoditas pangan.

    "Dua bulan terakhir ini kebetulan beras menyumbang kenaikan harga juga pada Pusat Kota Semarang," kata Deputi Kepala Perwakilan BI Jateng Andi Reina Sari, di dalam Semarang, Minggu.

    Hal yang dimaksud disampaikan Andi Reina Sari pada peresmian Aksi Pangan Murah melalui mobil Kempling Semar (Ketahanan Pangan Keliling Semarang) di tempat Lapangan Bumirejo Semarang, Pudakpayung, Banyumanik, Semarang.

    Ia menyebutkan, pada Juli 2025, kenaikan harga tercatat sebesar 0,23 persen (month to month), dengan bawang merah serta beras menjadi dua dari lima komoditas penyumbang pemuaian terbesar, masing-masing berkontribusi 0,03 persen.

    Oleh dikarenakan itu, BI Jateng bersatu Pemkot Semarang, Bulog, dan juga instansi terkait memanfaatkan mobil pangan Kempling Semar yang mana diperkenalkan sebulan lalu, untuk mendistribusikan komponen pangan terjangkau ke seluruh titik pelaksanaan GPM.

    "Dalam pelaksanaan GPM ini, tersedia material pangan pokok dengan tarif terjangkau, yaitu beras SPHP sebanyak 75.545 kilogram, beras Pak Rahman (Pasar Pangan Rakyat Murah lalu Aman) sebanyak 2.000 kilogram," katanya.

    Kemudian, minyak goreng sebanyak 300 liter, telur ayam ras sebanyak 300 kilogram, bawang merah sebanyak 200 kilogram, bawang putih sebanyak 200 kilogram, gula pasir sebanyak 200 kilogram.

    "Tersedia juga berbagai komoditas UMKM lokal seperti olahan pangan, bumbu masak, kemudian produk-produk khas daerah," ujarnya.

    Ia berharap penampilan UMKM dapat memperkaya pilihan masyarakat, sekaligus menjadi kompetisi pemasaran bagi pelaku perniagaan kecil di dalam Pusat Kota Semarang.

    Menurut dia, GPM Serentak itu tidak semata-mata event pelanggan unsur pangan murah, tetapi juga kesempatan menguatkan rantai pasok antarwilayah, mengendalikan inflasi, juga meningkatkan ketahanan pangan daerah.

    "Kegiatan ini diharapkan memberi kegunaan nyata bagi kesejahteraan warga, khususnya mendekati peringatan tegas Hari Kemerdekaan," kata Andi.

    Sementara itu, Wali Pusat Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan apresiasi untuk seluruh pihak yang tersebut bersinergi di penyelenggaraan GPM yang mana menjangkau seluruh RW tersebut.

    "Kegiatan ini wujud perhatikan pemerintah untuk menjaga keterjangkauan nilai dan juga ketersediaan pangan strategis, khususnya pada berada dalam tren kenaikan biaya beras," katanya.

    Namun, menurut dia, langkah intervensi, seperti melalui GPM yang disebutkan bukan bisa saja cuma sekali, tetapi dijalankan terus menerus secara berkala yang digunakan menjangkau seluruh wilayah.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di area situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kemarin, IFG proyeksikan dunia usaha RI hingga Inisiatif 3 Juta Rumah

    Kemarin, IFG proyeksikan dunia usaha RI hingga Inisiatif 3 Juta Rumah

    Ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Beberapa berita sektor ekonomi menarik pada Hari Minggu (10/8), seperti Indonesia Financial Group optimistis peningkatan kegiatan ekonomi mencapai 5 persen hingga Kementerian Perumahan dan juga Kawasan Permukiman (PKP) lalu Bank Indonesia (BI) siap mewujudkan Rencana 3 Juta Rumah.

    Berikut rangkuman berita sektor ekonomi kemarin yang masih menarik disimak pagi ini.

    IFG proyeksi perekonomian RI berkembang lima persen 2025 usai realisasi pada Q2

    Holding BUMN Asuransi Indonesia Financial Group (IFG) optimistis perkembangan ekonomi dapat mencapai 5 persen year on year (yoy) pada keseluruhan 2025, setelahnya di tempat kuartal II-2025 bertumbuh 5,12 persen.

    Baca selengkapnya pada sini

    Kadin teguhkan Indonesia Incorporated untuk capai ekonomi 8 persen

    Kamar Dagang kemudian Industri (Kadin) Indonesia meneguhkan semangat Indonesia Incorporated sebagai strategi untuk mewujudkan target pertumbuhan sektor ekonomi nasional delapan persen.

    Baca selengkapnya pada sini

    OIKN jadikan kopi lokal sebagai bagian ekonomi sekitar IKN

    Otorita Ibu Pusat Kota Nusantara (OIKN) sedang menjadikan kopi lokal yang berbagai dibudidayakan oleh penduduk setempat, bisa jadi menjadi bagian dari pembangunan sektor ekonomi berkelanjutan di area kawasan IKN lalu area mitra.

    Baca selengkapnya di tempat sini

    Kementan catat LTT di area Cirebon capai 67 ribu ha dari target 105.045 ha

    Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat luas tambah tanam (LTT) dalam Kota Cirebon, Jawa Barat telah dilakukan mencapai 67 ribu hektare dari target 105.045 hektare, guna mewujudkan swasembada pangan.

    Baca selengkapnya di dalam sini

    Menteri PKP, Gubernur BI siap kolaborasi wujudkan acara 3 jt rumah

    Menteri Perumahan juga Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan siap berkolaborasi pada mewujudkan Inisiatif 3 Juta Rumah.

    Baca selengkapnya di area sini

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di area situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • BI terus longgarkan likuiditas secara bertahap untuk dorong kredit

    BI terus longgarkan likuiditas secara bertahap untuk dorong kredit

    Ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Bank Indonesia (BI) terus melonggarkan likuiditas secara bertahap kemudian terukur, salah satunya melalui penurunan outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), untuk mempercepat transmisi suku bunga juga mengupayakan kredit perbankan.

    Hingga 14 Juli 2025, total tempat SRBI tercatat sebesar Rp782,62 triliun, merosot dari Rp923,53 triliun pada awal Januari 2025. Artinya, BI telah dilakukan menurunkan SRBI sebesar Rp140,91 triliun hingga pertengahan Juli.

    “Terkait dengan prospek penurunan SRBI, penyesuaian perlu diadakan secara bertahap sebab jumlahnya besar. Dari awalnya Rp923 triliun, sekarang posisinya sekitar Rp770 triliun,” kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter juga Aset Sekuritas (DPMA) BI Erwin Gunawan Hutapea pada Taklimat Dunia Pers di tempat Jakarta, Kamis.

    Erwin menjelaskan bahwa langkah yang dimaksud merupakan bagian dari upaya menguatkan stance ekspansi likuiditas seiring dengan penurunan suku bunga. Penyesuaian tempat SRBI dijalankan secara bertahap dengan tetap saja mempertimbangkan dinamika pasar.

    Dalam pelaksanaannya, BI juga mengupayakan agar likuiditas yang dimaksud semula terkunci dalam SRBI tenor panjang yaitu 6, 9, juga 12 bulan, dapat dialihkan ke tenor yang tersebut tambahan pendek. Dengan demikian, ketika perbankan meninjau adanya permintaan kredit yang dimaksud sesuai dengan profil risiko kemudian minat mereka, likuiditas tersedia kemudian penyaluran kredit bisa jadi segera dilakukan.

    “Pastinya dari waktu ke waktu, kami akan terus melakukan pemantauan terkait dengan bagaimana dari respon dalam bursa uang serta dampak terkait dengan penyesuaian yang akan kita lakukan,” kata Erwin.

    Selain SRBI, bank sentral juga menguatkan ekspansi likuiditas melalui beberapa orang instrumen pelengkap. Sejak awal tahun hingga 15 Juli 2025, BI tercatat telah terjadi membeli Surat Berharga Negara (SBN) melalui lingkungan ekonomi sekunder sebesar Rp102,58 triliun. Langkah ini menambah likuiditas di dalam pasar.

    “Selain dari operasi (untuk menjaga nilai tukar), SBN tentu adalah bagian dari upaya kita untuk menjaga kecukupan likuiditas. Karena ketika BI melakukan pembelian SBN di dalam lingkungan ekonomi sekunder, tentu likuiditas yang digunakan ada di tempat sistem itu bertambah,” kata Erwin.

    Untuk menggalang ekspansi likuiditas, BI juga membuka akses repo serta lelang swap valas, sehingga bank yang tidak ada mempunyai SBN memadai tetap memperlihatkan dapat memperoleh likuiditas rupiah melalui penukaran dolar Negeri Paman Sam yang mana merek miliki.

    Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Juli 2025, bank sentral sudah pernah memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 bps sehingga berada pada level 5,25 persen. Maka sejak awal tahun ini, BI telah lama memangkas BI-Rate sebanyak tiga kali dengan total 75 bps.

    Penurunan BI-Rate mulai tersalurkan dalam lingkungan ekonomi uang, tercermin dari turunnya suku bunga INDONIA dan juga imbal hasil SRBI tenor 6, 9, juga 12 bulan. Namun, suku bunga kredit perbankan tercatat masih tinggi yaitu 9,16 persen pada Juni 2025, tidak ada sangat jauh berbeda dari 9,18 persen pada Mei 2025.

    Pada Juni 2025, kredit perbankan meningkat sebesar 7,77 persen year on year (yoy) atau merosot dibandingkan dengan perkembangan Mei 2025 sebesar 8,43 persen (yoy).

    Dari sisi penawaran, BI menilai bank masih berhati-hati menyalurkan kredit walau dana pihak ketiga (DPK) berkembang 6,96 persen (yoy) pada Juni 2025. Akibatnya, bank lebih tinggi memilih menempatkan dana pada surat berharga serta memperketat standar kredit.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di area situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • BI: Modal asing pergi dari bersih Rp4,48 triliun pada 2-4 Juni 2025

    BI: Modal asing pergi dari bersih Rp4,48 triliun pada 2-4 Juni 2025

    Ligapedianews.com Ibukota – Bank Indonesia (BI) mencatatkan data aliran modal asing mengundurkan diri dari bersih dari pangsa keuangan domestik sebesar Rp4,48 triliun pada pekan pertama bulan ini, yakni periode kegiatan 2-4 Juni 2025.

    Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso pada Jakarta, Kamis, merinci bahwa jumlah total yang disebutkan terdiri dari modal asing pergi dari bersih di dalam pangsa saham dan juga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masing-masing sebesar Rp3,98 triliun lalu Rp5,69 triliun.

    Sementara itu, terdapat modal asing masuk bersih di area pangsa Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp5,19 triliun. Dengan demikian, modal asing mengundurkan diri dari bersih menjadi Rp4,48 triliun.

    Sejak awal tahun ini hingga 4 Juni 2025, modal asing mengundurkan diri dari bersih di area lingkungan ekonomi saham kemudian SRBI masing-masing sebesar Rp46,67 triliun dan juga Rp19,34 triliun. Sedangkan modal asing masuk bersih di dalam bursa SBN sebesar Rp46,70 triliun.

    Premi risiko pembangunan ekonomi (credit default swaps/CDS) Indonesia 5 tahun tercatat turun dari 78,12 basis point (bps) per 30 Mei 2025 menjadi 76,99 bps per 4 Juni 2025.

    Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada level Rp16.250 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (5/6), dibandingkan sikap pada penutupan perdagangan Rabu (4/6) di area level Rp16.285 per dolar AS.

    Adapun indeks dolar Amerika Serikat (DXY) tercatat melemah ke level 98,79 pada akhir perdagangan Rabu (4/6).

    DXY merupakan indeks yang dimaksud menunjukkan pergerakan dolar Negeri Paman Sam terhadap enam mata uang negara utama antara lain euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan juga franc Swiss.

    Imbal hasil atau yield SBN 10 tahun turun ke level 6,78 persen pada Kamis (5/6) pagi, dari sebelumnya 6,81 persen pada akhir perdagangan Rabu (4/6).

    Sementara imbal hasil US Treasury Note 10 tahun turun ke level 4,355 persen pada akhir perdagangan Rabu (4/6).

    Bank Indonesia pun terus menguatkan koordinasi dengan pemerintah lalu otoritas terkait juga mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menyokong ketahanan eksternal dunia usaha Indonesia.

  • BI: Penyaluran kredit baru triwulan I terindikasi tetap saja berkembang positif

    BI: Penyaluran kredit baru triwulan I terindikasi tetap saja berkembang positif

    Ligapedia.news Pertumbuhan penyaluran kredit baru yang disebutkan didorong oleh seluruh jenis kredit

    Jakarta – Bank Indonesia (BI) melalui hasil Survei Lembaga Keuangan mencatatkan bahwa penyaluran kredit baru pada triwulan I 2025 terindikasi masih meningkat positif, walau tambahan rendah dibandingkan triwulan IV 2024 sesuai dengan pola historisnya.

    “Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru triwulan I 2025 sebesar 55,07 persen. Pertumbuhan penyaluran kredit baru yang dimaksud didorong oleh seluruh jenis kredit,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso di tempat Jakarta, Senin.

    Merujuk data hasil Survei Lembaga Keuangan Bank Indonesia, nilai SBT penyaluran kredit baru pada triwulan I 2025 lebih banyak rendah apabila dibandingkan triwulan sebelumnya yang digunakan bertambah sebesar 97,90 persen.

    Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit baru pada seluruh jenis kredit terindikasi tetap memperlihatkan meningkat dalam mana kredit modal kerja, kredit investasi, dan juga kredit konsumsi dengan SBT masing-masing sebesar 60,35 persen, 35,62 persen, serta 59,25 persen, lebih banyak rendah dibandingkan SBT pada triwulan IV 2024 masing-masing sebesar 91,70 persen, 88,50 persen, juga 62,90 persen.

    Secara sektoral, penyaluran kredit baru tetap saja berkembang pada mayoritas sektor, dengan SBT tertinggi pada sektor jasa kemasyarakatan sosial budaya, hiburan kemudian perorangan lainnya (SBT 81,13 persen), penyediaan akomodasi dan juga makan minum (SBT 62,53 persen), dan juga transportasi, pergudangan juga komunikasi (SBT 58,06 persen).

    Selanjutnya, pada triwulan II 2025, penyaluran kredit baru diprakirakan meningkat dengan SBT prakiraan penyaluran kredit baru sebesar 81,99 persen.

    Standar penyaluran kredit pada triwulan I 2025 diindikasikan tambahan longgar dibandingkan triwulan IV 2024, tercermin dari Skala Lending Standard (ILS) negatif sebesar 1,32. Kebijakan penyaluran kredit diindikasikan lebih banyak longgar, antara lain pada aspek agunan.

    Ke depan, pelonggaran standar penyaluran kredit diprakirakan berlanjut pada triwulan II 2025, dengan ILS negatif sebesar 1,39.

    Aspek kebijakan penyaluran kredit juga diprakirakan lebih banyak longgar, antara lain berasal dari suku bunga kredit juga persyaratan administrasi.

    Bank Indonesia menyampaikan, hasil survei menunjukkan responden memprakirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2025 terus tumbuh.

    Kondisi yang dimaksud antara lain didorong oleh prospek kondisi moneter serta perkembangan sektor ekonomi yang dimaksud masih baik, dan juga relatif terjaganya risiko di penyaluran kredit.