Blog

  • Emil Audero, Dean James, dan juga Joey Pelupessy Datang, Siapa Tersingkir?

    Emil Audero, Dean James, dan juga Joey Pelupessy Datang, Siapa Tersingkir?

    Ligapedianews.com JAKARTA – Naturalisasi tiga pemain keturunan, Emil Audero, Dean James, juga Joey Pelupessy, semakin mendekati tahap akhir pasca mendapat persetujuan dari Komisi X DPR RI. Jika proses ini selesai sebelum laga melawan Australia pada 20 Maret 2025, ketiganya sanggup segera meningkatkan kekuatan Timnas Indonesia di area putaran ketiga Kualifikasi Piala Global 2026.

    Namun, penampilan dia juga memunculkan pertanyaan besar: Bagaimana inovasi komposisi tim? Siapa yang digunakan akan tersisih? Dan apakah diperkenalkan merekan benar-benar akan meningkatkan performa Timnas Garuda?

    1. Emil Audero Pesaing Maarten Paes

    Posisi kiper menjadi sektor yang paling terdampak dengan hadirnya Emil Audero . Penjaga gawang berusia 27 tahun ini merupakan jebolan akademi Juventus lalu sekarang bermain untuk Como dalam Serie B. Dengan pengalaman di tempat level tertinggi, Audero hampir dipastikan akan menggantikan Maarten Paes sebagai kiper utama Timnas Indonesia.

    Paes sendiri sudah pernah tampil solid sejak debutnya dengan Garuda. Namun, perbedaan utama antara keduanya terletak pada pengalaman dan juga kepemimpinan di dalam bawah mistar. Audero telah lama menghadapi tekanan besar dalam liga top Eropa, sementara Paes masih lebih tinggi berbagai berkarier dalam MLS dengan FC Dallas. Jika ahli Patrick Kluivert mengutamakan kiper dengan pengalaman lebih besar matang, maka Audero akan menjadi pilihan utama.

    2. Dean James Ancam Rafael Struick hingga Nathan Tjoe-A-On

    Dean James awalnya dikenal sebagai bek kiri, tetapi dengan keberadaan Calvin Verdonk yang mana tampil konsisten di dalam tempat tersebut, opsi terbaik bagi James adalah bermain sebagai gelandang sayap kiri. Fakta dari Transfermarkt menunjukkan bahwa pemain Go Ahead Eagles ini pernah sembilan kali bermain pada sikap itu, termasuk satu kali dalam Eredivisie musim ini.

    Jika Kluivert menerapkan formasi 4-2-3-1, maka James sanggup mengisi sikap sayap kiri di trio gelandang serang dengan Marselino Ferdinan dan juga Ragnar Oratmangoen. Kecepatan serta kemampuan James pada bertahan maupun menyerang akan menjadi senjata baru bagi Timnas Indonesia, khususnya pada menghadapi lawan kuat seperti Australia.

    Namun, diperkenalkan James juga berpotensi menggeser pemain lain. Rafael Struick, yang tersebut kerap mengisi tempat sayap kiri, dapat kehilangan tempatnya di dalam starting eleven. Selain itu, Nathan Tjoe-A-On yang mana juga dapat bermain sebagai bek kiri kemungkinan besar harus rela menjadi pelapis.

    3. Joey Pelupessy Pesaing Ivar Jenner

    Di lini tengah, Joey Pelupessy berpotensi besar menjadi duet Thom Haye di skema double pivot. Gelandang berusia 31 tahun ini miliki pengalaman luas dalam Kompetisi Belanda dan juga Inggris, juga dikenal sebagai pemain bertahan yang mana mempunyai visi permainan yang tersebut tajam.

    Kehadirannya berisiko menggeser Ivar Jenner dari tempat starter. Meskipun Jenner miliki talenta besar, kurangnya pengalaman di dalam pertandingan-pertandingan besar menjadi tantangan baginya. Dengan kombinasi Pelupessy serta Haye sebagai jangkar lini tengah, Timnas Indonesia berpeluang memiliki keseimbangan yang digunakan lebih lanjut solid antara pertahanan lalu serangan.

  • 10 Bintang Lapangan Hijau yang Jadi Pengusaha Berhasil

    10 Bintang Lapangan Hijau yang Jadi Pengusaha Berhasil

    Ligapedianews.com Karier sebagai pesepak bola profesional memang benar gemilang, namun tak selamanya menjamin masa depan finansial. Banyak yang tersebut beralih menjadi pembimbing atau pengamat, namun beberapa pemain cerdas mengamati prospek bidang usaha kemudian sukses meraup kekayaan fantastis. Siapa belaka mereka?

    Ada 10 bintang lapangan hijau yang dimaksud sudah ada memulai meraup uang besar dari usaha yang digunakan merek geluti. Dari daftar tersebut, cuma segelintir pemain yang tersebut masih berpartisipasi sebagai pesepak bola aktif.

    Sisanya, sudah ada pensiun dari sepak bola. Lantas, siapa sajakah mereka?

    Berikut 10 Bintang Lapangan Hijau yang mana Jadi Pengusaha Sukses

    1. Mathieu Flamini: Sang Ilmuwan Miliarder

    Dari gelandang tangguh Arsenal dan juga AC Milan, Flamini bertransformasi menjadi ahli biokimia. Korporasi GF Biochemicals miliknya, yang mana memproduksi material bakar ramah lingkungan, sekarang ini bernilai fantastis, mencapai 21 miliar poundsterling! Kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai 10 miliar poundsterling.

    2. David Beckham: Ikon Mode kemudian Pemilik Inter Miami

    Legenda Manchester United kemudian Real Madrid ini sukses merancang kerajaan bisnisnya. Selain menjalankan klub MLS Inter Miami, Beckham mempunyai berbagai merek fesyen serta bidang usaha lainnya. Kekayaan bersihnya ditaksir mencapai USD450 juta.

    3. Cristiano Ronaldo: Raja Bisnis pada Luar Lapangan

    Superstar Portugal ini tak belaka jago mencetak gol, tetapi juga piawai berbisnis. Jaringan hotel Pestana CR7, merek pakaian kemudian parfum, pusat kebugaran, restoran, hingga kanal YouTube, semua berkontribusi pada pundi-pundi kekayaannya.

    4. Louis Saha: Pencipta Jaringan Sosial Atlet Kaya

    Setelah pensiun, mantan striker Manchester United ini mendirikan AxisStars, wadah jejaring sosial yang tersebut menghubungkan atlet kaya dengan merek-merek ternama. Kekayaan bersihnya mencapai 4,3 miliar poundsterling

    5. Gerard Pique: Pengusaha Media Massa Olahraga juga Pendiri King’s League

    Pique mendirikan Kosmos, perusahaan produksi media olahraga, dan juga menjadi salah satu otak di dalam balik kompetisi King’s League yang digunakan fenomenal.

    6. Andres Iniesta: Pemodal Teknologi serta Pemilik Kilang Anggur

    Legenda Barcelona ini mewarisi kilang anggur keluarga juga berinvestasi di area FirstVision, perusahaan teknologi yang dimaksud mengubah penyiaran olahraga.

    7. Martin Braithwaite: Raja Properti

    Meski karier sepak bolanya tak terlalu bersinar, Braithwaite sukses di dalam industri properti. Sahamnya di tempat NYCE Companies membuatnya memiliki kekayaan bersih tambahan dari USD287 juta.

    8. Rio Ferdinand: Pendiri Merek Media Massa Sosial Olahraga

    Ferdinand sukses mengembangkan merek FIVE menjadi raksasa media sosial olahraga. Ia juga mempunyai perusahaan pakaian olahraga juga properti.

    9. Robbie Fowler: Pemodal Properti dan juga Pemilik Akademi Sepak Bola

    Legenda Liverpool ini berinvestasi cerdas di tempat bidang properti, mempunyai lebih lanjut dari 100 properti dalam Inggris. Selain itu ia memiliki akademi sepak bola.

    10. Marlon Harewood: Pengusaha Mobil Mewah

    Mantan penyerang West Ham United ini sukses memulai pembangunan bidang usaha mobil mewah yang tersebut melayani klien-klien eksklusif, termasuk bintang-bintang Kejuaraan Primer.

    Kisah-kisah sukses ini membuktikan bahwa para pesepak bola tak belaka mempunyai bakat dalam lapangan hijau, tetapi juga kecerdasan perusahaan yang digunakan luar biasa.

  • Jadwal & Link Streaming UEFA Europa League 16 Besar: Roma vs Bilbao hingga AZ vs Tottenham pada VISION+

    Jadwal & Link Streaming UEFA Europa League 16 Besar: Roma vs Bilbao hingga AZ vs Tottenham pada VISION+

    Ligapedianews.com JAKARTA – UEFA Europa League 2024/25 memasuki sesi 16 besar, dengan leg pertama yang dimaksud akan berlangsung pada Jumat, 7 Maret 2025. Pertarungan ini dapat disaksikan streaming pada beIN Sports 3 melalui VISION+ dengan klik pada sini.

    Salah satu laga yang dimaksud paling dinantikan adalah pertemuan antara AZ Alkmaar kemudian Tottenham pada hari terakhir pekan (7/3/25) pukul 00:40 WIB. Selain itu, duel sengit akan terjadi ketika Roma menjamu Athletic Bilbao pada hari terakhir pekan (7/3/25) pukul 02:55 WIB. Laga ini menjadi ujian penting bagi kedua pasukan pada perebutan tiket ke fase selanjutnya.

    Jangan lewatkan keseruan dan juga pertandingan menarik lainnya hanya sekali dalam VISION+. Simak jadwal lengkap Babak 16 Besar Leg 1 UEFA Europa League 2024/25 berikut:

    Jumat, 7 Maret 2025

    ● 00:40 Waktu Indonesia Barat – AZ Alkmaar vs Tottenham (beIN Sports 3)
    ● 02:55 Waktu Indonesia Barat – Roma vs Athletic Bilbao (beIN Sports 1)
    ● 02:55 Waktu Indonesia Barat – Ajax vs Frankfurt (beIN Sports 3)
    ● 06:50 Waktu Indonesia Barat – FCSB vs Lyon (beIN Sports 1)
    ● 07:50 Waktu Indonesia Barat – Fenerbahce vs Rangers (beIN Sports 1)
    ● 11:40 Waktu Indonesia Barat – Plzen vs Lazio (beIN Sports 1)
    ● 13:30 Waktu Indonesia Barat – Bodo/Glimt vs Olympiacos (beIN Sports 1)

    Jangan lewatkan aksi seru dari klub-klub top Eropa di turnamen UEFA Europa League 2024/25! Dukung kelompok favorit kamu dengan langganan paket beIN Sports seharga Rp36.000,- kemudian dapatkan bonus VISION+ Premium Movies sekaligus!

    Dapatkan akses ke beragam tayangan premium Hollywood, Bollywood, kids, lalu original series VISION+ yang tak boleh dilewatkan, streaming dalam berbagai perangkat dari mobile hingga big screen dalam 2 device!

    Dengan berlangganan beIN Sports, kamu dapat streaming Formula 1, ATP Tour, juga semua liputan olahraga yang tersebut tersedia pada saluran beIN semata-mata Rp36.000,-. Streaming di area dua perangkat secara bersamaan!

    Tunggu apa lagi? Download VISION+ dalam AppStore atau PlayStore sekarang.

    Streaming Ini adalah Itu di dalam VISION+
    #visionplus #EuropaLeague

  • Usulan Nyeleneh Ahmad Dhani: Jodohkan Pemain Naturalisasi dengan Wanita Indonesia

    Usulan Nyeleneh Ahmad Dhani: Jodohkan Pemain Naturalisasi dengan Wanita Indonesia

    Ligapedianews.com JAKARTA – Musisi sekaligus anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ahmad Dhani , kembali melontarkan gagasan kontroversial. Dalam rapat Komisi X terkait persetujuan naturalisasi tiga pemain sepak bola keturunan Indonesia, Dhani mengusulkan agar Indonesia menaturalisasi pesepakbola berusia tua, kemudian menjodohkan merekan dengan perempuan Indonesia.

    Usulan itu disampaikannya pada waktu mengkaji naturalisasi Emil Audero Mulyadi , Dean Ruben James, kemudian Joey Mathijs Pelupessy di area Gedung DPR RI, Senayan, Ibukota Indonesia Pusat, Rabu (5/3/2025). Dhani menyatakan dirinya sangat memperkuat inisiatif naturalisasi serta bahkan tidak ada mempermasalahkan apabila setengah dari skuat Timnas Indonesia terdiri dari pemain keturunan.

    “Saya hanya saja menambahi saja, Pak Erick. Saya termasuk yang digunakan sangat setuju dengan naturalisasi, bahkan kalau sampai 50-50 pun tidak ada masalah. Menurut saya, ini adalah bagian dari revolusi pada dunia sepak bola. Kalau revolusi, ya memang sebenarnya harus ekstrem,” kata Dhani.

    Tak hanya sekali memperkuat naturalisasi pemain aktif, Dhani juga mengusulkan pendekatan unik, yakni merekrut pesepakbola hebat yang tersebut telah dilakukan berusia di tempat menghadapi 40 tahun, lalu mencarikan merek istri dari Indonesia.

    “Tidak harus pemain terlibat yang mana dinaturalisasi. Bisa juga pemain bola yang telah dalam menghadapi usia 40 tahun, yang digunakan hebat, kita naturalisasi, lalu kita jodohkan dengan perempuan Indonesia. Nah, anak mereka itu nanti mampu kita bina menjadi pemain bola yang dimaksud bagus,” ujar Dhani.

    Ia bahkan mengusulkan agar kegiatan ini dimasukkan di anggaran tahun 2026. Menurutnya, pemain bola yang dimaksud sudah ada berumur, khususnya yang tersebut berstatus duda, mampu diberi kesempatan menjadi warga negara Indonesia dengan aturan menikahi perempuan lokal.

    “Ini pemikirannya agak out of the box, Pak Erick, tapi bisa jadi dianggarkan untuk 2026. Jadi, pemain bola pada menghadapi 40 tahun yang mau dinaturalisasi dan juga mungkin saja duda, kita carikan jodoh dalam Indonesia,” lanjutnya.

    Selain pemain Eropa, Dhani menyinggung kemungkinan merekrut pemain dari Timur Tengah juga Afrika Utara, seperti Arab Saudi, Aljazair, atau Maroko. Menurutnya, sejumlah pesepakbola hebat dari wilayah yang disebutkan yang digunakan bisa saja dinaturalisasi dan juga berkontribusi bagi masa depan sepak bola Indonesia.

    “Jadi kemungkinan besar ada pemain dari Arab, Aljazair, atau Maroko, banyak pemain jago-jago. Kalau mereka sudah ada tua, kita naturalisasi, carikan istri dalam sini, lalu anaknya kita bina,” paparnya.

    Dhani berkeyakinan bahwa strategi ini dapat memunculkan pemain berkualitas akibat merek lahir kemudian dibesarkan di area Indonesia dengan darah campuran dari pesepakbola kelas dunia.

    “Itu pasti hasilnya akan lebih tinggi baik lantaran beliau lahir pada Indonesia. Ini adalah bisa jadi dipikirkan untuk masa depan sepak bola kita,” tutupnya.

    Usulan Ahmad Dhani ini tentu mengundang beragam reaksi, mengingat pendekatannya yang mana unik serta dalam luar kebiasaan di dunia sepak bola. Namun, apakah ide ini benar-benar dapat diterapkan atau belaka sekadar wacana kontroversial, masih menjadi tanda tanya besar.

  • 2 Usulan Nyeleneh Ahmad Dhani tentang Pemain Naturalisasi: Jodohkan dengan Wanita Indonesia kemudian Kurangi Bule Mata Biru

    2 Usulan Nyeleneh Ahmad Dhani tentang Pemain Naturalisasi: Jodohkan dengan Wanita Indonesia kemudian Kurangi Bule Mata Biru

    Ligapedianews.com JAKARTA – Musisi sekaligus anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ahmad Dhani , kembali mencuri perhatian dengan usulannya yang kontroversial terkait naturalisasi pemain sepak bola. Dalam rapat Komisi X yang digunakan mengeksplorasi pemberian status Warga Negara Indonesia (WNI) bagi tiga pemain keturunan, Dhani melontarkan dua gagasan yang tersebut dianggap pada luar kebiasaan.

    Pertama, Dhani mengusulkan agar Indonesia menaturalisasi pesepakbola yang telah berusia tua, lalu menjodohkan mereka dengan perempuan Indonesia. Ia menilai, dengan cara ini, anak-anak mereka itu nantinya bisa saja dibina untuk menjadi pemain sepak bola masa depan Indonesia.

    “Tidak harus pemain yang dimaksud masih aktif. Bisa juga pemain bola hebat yang tersebut sudah ada dalam menghadapi usia 40 tahun kita naturalisasi, lalu kita jodohkan dengan perempuan Indonesia. Nah, anak-anak merek nanti yang tersebut mampu kita bina untuk menjadi pemain bola yang digunakan bagus,” kata Dhani di rapat di area Gedung DPR RI, Senayan, Ibukota Indonesia Pusat, Rabu (5/3/2025).

    Dhani bahkan menyarankan agar kegiatan ini masuk di anggaran 2026. Ia menilai, pemain bola berumur, teristimewa yang berstatus duda, mampu diberi kesempatan menjadi WNI dengan ketentuan menikahi perempuan Indonesia.

    “Ini pemikirannya agak out of the box, Pak Erick, tapi bisa saja dianggarkan untuk 2026. Jadi, pemain bola di dalam berhadapan dengan 40 tahun yang digunakan mau dinaturalisasi kemudian kemungkinan besar duda, kita carikan jodoh pada Indonesia,” ujarnya.

    Selain itu, Dhani juga menyinggung kemungkinan merekrut pemain dari Timur Tengah serta Afrika Utara, seperti Arab Saudi, Aljazair, atau Maroko. Menurutnya, sejumlah pesepakbola hebat dari wilayah yang disebutkan yang bisa saja dinaturalisasi serta berkontribusi bagi sepak bola Indonesia pada masa depan.

    “Jadi kemungkinan besar ada pemain dari Arab, Aljazair, atau Maroko, banyak pemain jago-jago. Kalau dia sudah ada tua, kita naturalisasi, carikan istri dalam sini, lalu anaknya kita bina,” paparnya.

    Kurangi Pemain Naturalisasi Bule Mata Biru

    Usulan nyeleneh kedua yang mana disampaikan Ahmad Dhani adalah permintaannya agar PSSI menghurangi jumlah agregat pemain naturalisasi yang mana berasal dari ras Kaukasoid, khususnya yang mempunyai ciri fisik seperti rambut pirang juga mata biru. Ia menganggap pemain dengan karakteristik yang dimaksud kurang cocok secara visual dengan kelompok Indonesia.

    “Usul saya, kurangi pemain bule di tanda kutip, ras bule, rambut pirang, mata biru. Buat Indonesia kurang enak dilihat,” kata Dhani di rapat yang digunakan juga dihadiri perwakilan Kementerian Pemuda kemudian Olahraga (Kemenpora) dan juga PSSI.

    Dhani menyarankan agar PSSI lebih banyak berbagai merekrut pemain yang dimaksud memiliki kemiripan ras dengan mayoritas penduduk Indonesia. Ia bahkan mengatakan pemain dari Korea atau Afrika sebagai opsi yang dimaksud lebih banyak cocok untuk Timnas Indonesia.

    “Kalau bisa, dicari yang dimaksud rasnya lebih banyak mirip kita, dari Korea atau Afrika. Karena kalau bule dilihatnya gimana gitu, itu cuma usulan saja,” tambahnya.

  • 3 Negara yang Dicoret FIFA dari Piala Bumi 2026

    3 Negara yang Dicoret FIFA dari Piala Bumi 2026

    Ligapedianews.com JAKARTA – FIFA secara resmi melarang tiga negara berpartisipasi dalam Piala Global 2026 . Ketiganya yakni Pakistan, Rusia, juga Kongo dikeluarkan dari kejuaraan oleh sebab itu berbagai alasan, mulai dari permasalahan administratif hingga sanksi geopolitik.

    Piala Bumi 2026, yang dimaksud akan diselenggarakan sama-sama oleh Amerika Serikat, Kanada, lalu Meksiko, akan disertai oleh 48 tim. Namun, FIFA memutuskan untuk menghentikan pintu bagi Pakistan, Rusia, lalu Kongo akibat kontroversi yang dimaksud melibatkan federasi sepak bola masing-masing.

    1. Pakistan Kena Sanksi Administratif

    FIFA menjatuhkan sanksi terhadap Federasi Sepak Bola Pakistan (PFF) akibat kegagalan di mengadopsi konstitusi baru yang dimaksud bertujuan meyakinkan pemilihan umum yang mana adil dan juga demokratis di organisasi tersebut. Akibatnya, Pakistan dilarang tampil pada Piala Global 2026 hingga PFF menyetujui konstitusi yang mana sesuai dengan regulasi FIFA.

    Dalam kualifikasi Piala Planet 2026, Pakistan juga tampil buruk dengan finis di dalam tempat terakhir Grup G zona Asia, semakin memperparah situasi mereka.

    2. Rusia Masih Kena Sanksi Geopolitik

    Sejak invasi Rusia ke tanah Ukraina pada Februari 2022, FIFA serta UEFA menjatuhkan larangan bagi kelompok nasional serta klub Rusia untuk berpartisipasi pada kompetisi internasional. Alhasil, Rusia tidak ada sanggup tampil di area Piala Global 2026 maupun Piala Eropa 2024.

    Larangan ini tidak ada semata-mata berdampak pada timnas pria juga wanita, tetapi juga klub-klub Rusia yang tersebut tak dapat berlaga dalam pertandingan Eropa seperti Kompetisi Champions, Kompetisi Europa, dan juga Conference League. Sanksi ini tetap memperlihatkan berlaku hingga ada langkah lebih lanjut lanjut dari FIFA juga UEFA.

    3. Kongo Kena Hukuman oleh sebab itu Intervensi Pihak Ketiga

    FIFA juga mencoret Kongo dari daftar partisipan Piala Planet 2026 oleh sebab itu adanya campur tangan pihak ketiga di Federasi Sepak Bola Kongo (FECOFOOT). FIFA, bekerja identik dengan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), menangguhkan keikutsertaan Kongo hingga kondisi tertentu terpenuhi.

    Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar Kongo kembali diterima FIFA antara lain menghentikan pembaharuan finansial yang tak sah lalu memulihkan kendali penuh berhadapan dengan markas federasi sepak bola mereka. Kongo sendiri pada waktu ini berada di area dasar klasemen Grup E kualifikasi zona Afrika.

    Bukan Kasus Pertama, FIFA Pernah Melarang 17 Negara

    Larangan FIFA terhadap negara-negara tertentu bukanlah hal baru. Sejak 1950, FIFA sudah menjatuhkan sanksi untuk 17 negara yang dimaksud melanggar regulasi resmi.

    Jerman juga Jepun dilarang tampil di area Piala Planet 1950, sementara Afrika Selatan dilarang selama dua dekade (1970–1990) akibat kebijakan apartheid. Negara lain yang digunakan pernah mendapat hukuman termasuk Meksiko (1990), Chile (1994), Myanmar (2006), juga Indonesia (2015).

    Pakistan sendiri menjadi salah satu negara dengan riwayat sanksi terbanyak dari FIFA, setelahnya sebelumnya juga terkena hukuman pada 2017, 2021 (tiga kali), juga pada masa kini pada 2025.

    Dengan langkah terbaru ini, Rusia, Pakistan, dan juga Kongo harus menanti lebih banyak lama untuk sanggup kembali berpartisipasi di tempat kompetisi sepak bola paling bergengsi dunia.

  • Erick Thohir: Mimpi Timnas Indonesia Melewati Piala Planet Bukan Hiperbola

    Erick Thohir: Mimpi Timnas Indonesia Melewati Piala Planet Bukan Hiperbola

    Ligapedianews.com JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa target Timnas Indonesia lolos ke Piala Planet bukanlah sekadar impian kosong. Dalam rapat kerja sama-sama Komisi X DPR RI dalam Senayan, Rabu (5/3/2025), Erick mengumumkan bahwa rencana besar PSSI hingga 2045 disusun secara realistis serta bertahap.

    “Maaf, kami dari PSSI bukan bermaksud melakukan sebuah mimpi yang digunakan hiperbola, tetapi ini sesuatu yang tersebut nyata ada dalam depan mata kita,” ujar Erick.

    Dalam pemaparannya, Erick menjelaskan bahwa PSSI miliki tiga fase strategis hingga tahun 2045, yakni: Pengembangunan (short term), Kestabilan (mid term), kemudian Golden Era (long term).

    Salah satu target jangka panjang PSSI adalah menghadirkan Timnas Indonesia senior ke peringkat ke-45 dunia pada tahun 2045. Selain itu, PSSI juga mencanangkan jadwal ambisius dalam berbagai kategori umur:

    Timnas U17: Diterima ke Piala Global U17 2031
    Timnas U20: Melewati ke Piala Bumi U20 2033
    Timnas Senior: Diterima ke Olimpiade 2036 dan juga Piala Global 2038
    Timnas U17 Putri: Berhasil ke Piala Planet U17 2030
    Timnas U20 Putri: Diterima ke Piala Bumi U20 2032
    Timnas Senior Putri: Diterima ke Piala Planet 2035 kemudian Olimpiade 2031

    Meski PSSI miliki peta jalan hingga 2045, target jangka pendek yang digunakan menjadi fokus utama pada waktu ini adalah menghadirkan Timnas Indonesia senior ke Piala Bumi 2026.

    Saat ini, Skuad Garuda yang dimaksud dilatih Patrick Kluivert berada dalam berjuang pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Planet 2026 zona Asia. Indonesia berada pada peringkat ketiga Grup C, di area bawah Negeri Matahari Terbit lalu Australia.

    Dua laga krusial akan menentukan nasib Timnas bulan ini, yakni:

    Australia vs Indonesia (20 Maret, tandang)
    Indonesia vs Bahrain (25 Maret, kandang)

    Jika mampu finis dalam dua besar grup, Indonesia akan lolos otomatis ke Piala Global 2026 yang mana akan dijalankan dalam Amerika Serikat, Kanada, lalu Meksiko. Namun, jikalau berada di area sikap tiga atau empat, masih ada prospek melalui putaran keempat kualifikasi zona Asia.

  • Tunda Bulan Madu, Gregoria Mariska Ditemani Mikha Angelo di dalam All England 2025

    Tunda Bulan Madu, Gregoria Mariska Ditemani Mikha Angelo di dalam All England 2025

    Ligapedianews.com JAKARTA – Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung , akan ditemani sang suami, Mikha Angelo tampil di area All England 2025. Namun begitu, Gregoria melakukan konfirmasi tak ada rencana bulan madu di waktu dekat, termasuk usai kompetisi All England 2025.

    Sebagaimana diketahui, Gregoria ketika ini sudah pernah resmi berstatus sebagai seseorang istri usai mengucap janji setia dengan Mikha pada 21 Februari 2025. Akan tetapi, tak seperti pasangan suami istri pada umumnya, Gregoria lalu Mikha takkan segera bulan madu.

    Pasalnya usai menikah Gregoria harus mempersiapkan diri ke kompetisi All England 2025 yang mana akan berlangsung pekan depan. Bahkan untuk ketika ini, Gregoria kemudian Mikha pun belum memiliki rencana bulan madu di waktu dekat.

    “Belum ada (plan untuk bulan madu). Mungkin kayak Juni akibat ada kosong setelahnya Indonesia Open,” ungkap Gregoria pada waktu ditemui dalam Pelatnas PBSI Cipayung, Rabu (5/3/2025).

    “Itu kan ada US Open dan juga Kanada Open, itu kan aku enggak ikut, jadi kemungkinan besar di dalam Juni. Tapi belum plan mau ke mana,” tambahnya.

    Meski begitu, Gregoria akan berangkat ke All England 2025 bersatu sang suami Mikha. Sama seperti tahun lalu, musisi jebolan X Factor Indonesia itu akan mendampingi Gregoria.

    Akan tetapi berbeda dengan tahun lalu, kali ini Mikha sudah ada berstatus sebagai suami ketika menemani Gregoria. Bahkan Mikha juga berencana menyaksikan klub sepakbola kesayangannya, Newcastle United yang mana akan melakoni laga final Piala Turnamen Inggris kontra Liverpool pada Mingguan 16 Maret 2025.

    “(Mikha) mengambil bagian (ke All England), kayak tahun lalu ikut,” ucap peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu.

    “(Selain menemani ke All England), tujuan ia itu nonton Newcastle oleh sebab itu klubnya lagi main final di dalam pertandingan. Jadi beliau mau ke sana nemenin aku sekaligus nonton klub favoritnya,” jelasnya.

    All England 2025 sendiri akan berlangsung pekan depan dalam Birmingham, Inggris pada 11-16 Maret 2025. Pada sesi pertama, Gregoria akan ditunggu oleh pemain dengan syarat Kanada, Michelle Li.

  • Alex Pereira Tantang Magomed Ankalaev di area UFC 313: Antara Taruhan juga Keimanan Petarung Muslim

    Alex Pereira Tantang Magomed Ankalaev di area UFC 313: Antara Taruhan juga Keimanan Petarung Muslim

    Ligapedianews.com Alex Pereira memproduksi gebrakan dengan menantang lawannya, Magomed Ankalaev , untuk bertaruh amal sebesar USD200.000 atau sekitar Rp3,2 miliar jelang pertarungan mempertahankan gelar kejuaraan kelas berat ringan dalam UFC 313. Nantinya, dana taruhan ini akan disumbangkan ke badan amal pilihan pemenang.

    Pereira, yang akan menghadapi Ankalaev di tempat T-Mobile Arena, Las Vegas, Hari Sabtu (8/3/2025) waktu malam waktu setempat, mengungkapkan tantangan ini melalui media sosial. Ia menegaskan bahwa taruhan ini tidak untuk keuntungan pribadi, melainkan untuk membantu mereka yang mana membutuhkan.

    “Karena Anda begitu yakin akan menang, USD200.000 akan disumbangkan ke badan amal pilihan pemenang. Memenangkan atau kalah, ini akan membantu dia yang tersebut membutuhkan,” tulis Pereira.

    Tantangan ini muncul di tempat sedang perseteruan antara kedua kubu. Tim Ankalaev menuduh Pereira menghindari pertarungan sulit melawan pegulat berpengalaman. Pereira pun menanggapi dengan tantangan taruhan amal ini.

    Ankalaev, melalui media sosial, menyatakan bahwa ia akan memberikan jawaban pada hari berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa ia setidaknya mempertimbangkan tawaran tersebut.

    Namun, banyak yang dimaksud meragukan Ankalaev akan menerima tantangan ini. Sebagai individu Muslim yang mana taat, perjudian dianggap haram pada Islam.

    Selain itu, ketika ini sedang bulan Ramadan, yang dimaksud semakin memperkecil kemungkinan Ankalaev menyetujui usulan tersebut. Meski demikian, akibat taruhan ini untuk amal, bukanlah untuk keuntungan pribadi, ada kemungkinan kompromi dapat dicapai.

    Pereira menegaskan bahwa ia siap membayar dari kantongnya sendiri apabila kalah. Ia juga mempersilakan pasukan Ankalaev untuk mencari pendukung yang tersebut bersedia menyediakan dana jikalau diperlukan.

    Pertarungan Pereira vs Ankalaev di tempat UFC 313 diprediksi akan menjadi pertarungan sengit. Ankalaev, yang dimaksud sebelumnya gagal meraih penghargaan juara di tempat UFC 282, bertekad untuk meraih kemenangan kali ini.

    Akankah Ankalaev menerima tantangan taruhan amal dari Pereira? Dan siapa yang mana akan meninggalkan sebagai pemenang pada UFC 313? Mari kita nantikan!

  • Hasil PSG vs Liverpool 0-1: Harvey Elliot Jadi Penentu Kemenangan!

    Hasil PSG vs Liverpool 0-1: Harvey Elliot Jadi Penentu Kemenangan!

    Ligapedianews.com Stadion Parc des Princes, markas Paris Saint Germain ( PSG ) yang dimaksud biasanya bergemuruh oleh sorak sorai pendukung setia, terasa sunyi juga dingin pada waktu menjamu Liverpool pada leg pertama putaran 16 besar Kejuaraan Champions 2024/2025, Kamis (6/3/2025) WIB. Harapan tinggi untuk meraih kemenangan di area kandang sendiri sirna, setelahnya Harvey Elliot mencetak gol di tempat menit 87 sekaligus mengantarkan The Reds menang 0-1.

    Para pemain PSG, yang biasanya tampil perkasa dalam hadapan umum sendiri, tampak tak berdaya menghadapi pertahanan kokoh Liverpool. Satu nama yang menonjol dalam laga ini adalah Alisson Becker.

    Setiap tembakan lawan, setiap kesempatan emas, berhasil dimentahkan dengan refleks luar biasa kemudian ketenangan yang digunakan memukau. Dari 27 tendangan yang digunakan dilepaskan pemain PSG, 10 pada antaranya berhasil dimentahkan Alisson Becker.

    Pertandingan ini tidak sekadar adu taktik dan juga strategi, tetapi juga panggung bagi aksi heroik sang kiper. Ia menjadi tembok kokoh yang tak tertembus, berunjuk rasa segala upaya lawan untuk mencetak gol.

    Sorak sorai penonton menggema setiap kali ia melakukan penyelamatan gemilang, mengagumi kehebatan kemudian ketangguhannya. Sementara itu, Liverpool yang mana berada di dalam bawah tekanan dengan penguasaan bola 29 persen justru mampu mencetak gol penting di dalam menit 87 melalui aksi Harvey Elliot.

    Hingga peluit panjang berbunyi, skor masih tak berubah, 0-1 untuk kemenangan Liverpool tak berubah. Hasil ini tentunya sangat mengecewakan penggemar tuan rumah yang telah menyaksikan secara segera dalam Stadion Parc des Princes. Harapan untuk menyaksikan timnya menang gagal terwujud.