Blog

  • Juventus pecat Thiago Motta, tunjuk Igor Tudor pengganti sementara

    Juventus pecat Thiago Motta, tunjuk Igor Tudor pengganti sementara

    Ligapedia.news Ibukota – Klub Kompetisi Italia Juventus resmi mengumumkan pemecatan pembimbing kepala Thiago Motta setelahnya rentetan hasil kurang memuaskan pada beberapa waktu terakhir.

    Dikutip dari laman resmi klub, Mulai Pekan dini hari WIB, Juventus menjelaskan merek telah lama melepas Motta dari kewajiban sebagai ahli regu utama.

    "Klub ingin mengucapkan terima kasih untuk Thiago Motta kemudian seluruh stafnya berhadapan dengan profesionalisme mereka itu lalu menghadapi pekerjaan yang digunakan sudah pernah merek lakukan pada beberapa bulan terakhir dengan penuh semangat lalu dedikasi. Klub mendoakan yang mana terbaik bagi mereka itu di dalam masa mendatang," tulis pernyataan resmi klub.

    Selanjutnya pihak Juventus menjelaskan apabila sikap instruktur utama untuk sementara waktu akan diemban oleh Igor Tudor yang tersebut akan mulai mengatur pertemuan latihan pada Awal Minggu (24/3) waktu setempat.

    "Juventus FC juga mengumumkan bahwa Tim Utama Pria sekarang ini akan dipimpin oleh Igor Tudor, yang mana akan menjadi pemimpin pertemuan latihan pertamanya besok, Senin, 24 Maret," sambung pernyataan resmi klub.

    Thiago Motta diketahui menerima pekerjaan sebagai pembimbing kepala Juventus sejak awal musim ini pasca berhasil menghadirkan Bologna menembus sikap empat besar pada Kompetisi Italia musim lalu.

    Motta sukses menghadirkan Juventus tak terkalahkan selama 21 pekan pada Turnamen Italia sebelum akhirnya haru kalah di tempat tangan squad Napoli dengan skor 1-2.

    Pada dua pekan terakhir, Juventus harus menelan kekalahan dengan skor telak dalam turnamen Kompetisi Italia usai dibantai Atalanta 0-4 juga Fiorentina 0-3.

    Selain penurunan di area Turnamen Italia, langkah Juventus berpisah dengan Motta juga diyakini akibat kegagalan Bianconeri melaju ke sesi 16 besar Turnamen Champions kemudian tersingkir pada Piala Italia.

  • Jerman melaju ke semifinal pasca singkirkan Italia

    Jerman melaju ke semifinal pasca singkirkan Italia

    Ligapedia.news Ibukota – Tim Nasional Jerman melaju ke fase semifinal UEFA Nations League seusai menyingkirkan Italia lewat hasil imbang 3-3 pada pertandingan leg kedua perempat final yang digunakan berlangsung di tempat Stadion Signal Iduna Park, Dortmund, Jerman, Awal Minggu dini hari WIB.

    Hasil itu cukup mengantarkan Jerman ke semifinal, sebab Tim Panser meraih kemenangan agregat 5-4, berbekal skor 2-1 di area markas Italia tiga hari yang lalu, demikian catatan laman resmi UEFA.

    Kendati menang, pasukan besutan Julian Nagelsmann perlu mengevaluasi performa di area pertandingan ini, sebab dia seolah membuang percuma keunggulan tiga gol yang dimaksud sempat dimiliki berkat eksekusi penalti Joshua Kimmich dan juga gol-gol Jamal Musiala lalu Tim Kleindiest dalam putaran pertama.

    Keunggulan itu gagal dia pertahankan, pasca gawang Oliver Baumann dibobol dwigol Moise Kean dan juga penalti larut Giacomo Raspadori.

    Statistik pertandingan mencatatkan data Jerman mengungguli Italia lewat 56 persen penguasaan bola serta tujuh percobaan tepat sasaran.

    Mengambil inisiatif menyerang sejak sepak mula, Jerman menebar ancaman lewat sundulan Kleindienst juga sepakan Leroy Sane, tetapi harus mengantisipasi hingga menit ke-30 untuk membuka keunggulan lewat eksekusi penalti Kimmich.

    Gol itu seolah memompa kepercayaan diri Jerman, sebab enam menit berselang sebuah situasi sepak pojok yang tersebut cerdik mampu diselesaikan Musiala untuk menggandakan keunggulan tuan rumah.

    Tepat di area pengujung waktu normal sesi pertama, Kleindienst menanduk umpan silang Kimmich demi menyebabkan Jerman mengawasi 3-0 pada waktu turun minum.

    Empat menit memasuki sesi kedua, lini belakang Jerman melakukan kesalahan yang dimaksud mampu dimanfaatkan oleh Kean untuk memperkecil ketertinggalan Italia 1-3.

    Upaya Jerman untuk merestorasi marjin keunggulan tak kunjung membuahkan hasil, malahan Italia yang digunakan memperoleh gol kedua pada laga itu lewat penyelesaian Kean berhadapan dengan umpan kiriman Raspadori, mengubah skor jadi 2-3 pada menit ke-69.

    Momentum kelihatannya akan berayun untuk Italia ketika wasit Szymon Marciniak menunjuk titik putih setelahnya Giovanni Di Lorenzo tampak dijatuhkan Nico Schlotterbeck di area pada area terlarang.

    Namun, VAR merecoki keberuntungan Italia, lantaran menyarangkan Marciniak meninjau monitor tepi lapangan demi mengamati tayangan ulang adegan tersebut, sebelum sang pengadil selama Polandia itu menganulir kebijakan awalnya, membatalkan hadiah tendangan penalti bagi Gli Azzurri.

    Italia pada akhirnya mendapatkan tendangan penalti, lalu sukses dieksekusi oleh Raspadori demi menyamakan kedudukan pada menit keenam injury time fase kedua. Sayangnya Italia kalah berpacu dengan waktu dan juga skor 3-3 tak berubah ketika Marciniak meniup peluit tanda laga bubaran, meyakinkan langkah Jerman ke semifinal UEFA Nations League.

  • Thiago Motta menerbitkan pendapat setelahnya resmi dipecat Juventus

    Thiago Motta menerbitkan pendapat setelahnya resmi dipecat Juventus

    Ligapedia.news Ibukota – Thiago Motta mengakses pernyataan setelahnya pada Mingguan (23/3) dipecat sebagai ahli Juventus meskipun kontraknya baru berakhir pada musim panas 2027.

    "Saya telah lama mengalami momen-momen yang tersebut intens, selalu menghadapinya dengan determinasi maksimal serta keinginan untuk membaik setiap hari," kata Thiago Motta pada laman Football-Italia pada Selasa.

    Pelatih kelahiran Brasil itu 42 kali mengawasi Juventus dalam seluruh kompetisi, tetapi belaka meraih kemenangan 18 pertandingan dan juga kalah pada delapan laga.

    Bersama Motta, Juventus menduduki peringkat lima klasemen Turnamen Italia, tersingkir pada perempat final Coppa Italia, dan juga gagal lolos ke fase gugur Kompetisi Champions.

    Meski dipecat, Motta tetap memperlihatkan berterima kasih untuk manajemen Juventus yang digunakan telah terjadi mempercayainya menukangi klub kota Turin tersebut.

    "Saya berterima kasih untuk pemilik klub oleh sebab itu telah dilakukan memberi saya kesempatan untuk menjadi bagian dari klub hebat ini, manajemen, dan juga semua orang pada klub ini yang dimaksud sudah menyokong saya di pekerjaan sehari-hari," kata Motta.

    "Saya juga berterima kasih terhadap para pemain menghadapi bidang usaha juga komitmen sejak hari pertama. Saya mengharapkan fans serta Juventus yang terbaik pada masa depan," sambungnya.

    Juventus sudah pernah menunjuk Igor Tudor sebagai pengganti Motta. Tudor pernah menjadi asisten instruktur Andrea Pirlo dalam klub ini.

  • Jadwal Kejuaraan Italia: klub Napoli vs AC Milan, debut Tudor sama-sama Juventus

    Jadwal Kejuaraan Italia: klub Napoli vs AC Milan, debut Tudor sama-sama Juventus

    Ligapedia.news Ibukota – Kompetisi Italia kembali bergulir Hari Sabtu pekan ini setelahnya berhenti lantaran jeda internasional, dengan memasuki pekan ke-30 yang dimaksud dihiasi sebagian laga besar, termasuk konferensi squad Napoli dengan AC Milan.

    Dua pertandingan pembuka akan menyajikan duel Como 1907 vs Empoli dan juga Venezia vs Bologna yang digunakan berlangsung pukul 21.00 WIB.

    Como akan berupaya mengakhiri tren tanpa kemenangan di tiga laga terakhir. Mereka kalah 1-2 dari AC Milan, bermain imbang 1-1 melawan Venezia, serta ditekuk Negeri Paman Sam Roma 2-1.

    Klub milik pelaku bisnis Hartono bersaudara itu pada waktu ini berada pada peringkat 13 dengan 29 poin, sedangkan Empoli berada pada peringkat 18 atau sikap teratas zona degradasi.

    Dalam laga lainnya, kapten Timnas Indonesia Jay Idzes akan berjuang membantu Venezia memutus puasa kemenangan sejak menekuk Cagliari pada 22 Desember 2024.

    Venezia akan menjamu pasukan peringkat empat Bologna di dalam Stadion Pier Luigi Penzo pada Hari Sabtu di malam hari pukul 21.00 WIB.

    Venezia berada di dalam peringkat 19 dengan 20 poin, sedangkan Bologna mengoleksi 53 poin juga akan mencoba menjauhi Juventus pada peringkat lima, yang digunakan semata-mata tertinggal satu poin.

    Sementara itu, Pertarungan Juventus vs Genoa akan menjadi laga debut ahli Igor Tudor sama-sama Juventus setelahnya mengeluarkan Thiago Motta.

    Dua laga berikutnya berlangsung serentak pukul 20.00 Waktu Indonesia Barat antara Fiorentina vs Atalanta dan juga Inter Milan vs Udinese.

    Kemudian laga besar antara tim Napoli vs AC Milan akan berlangsung pada Awal Minggu (31/3) dinihari pukul 01.45 WIB.

    Kedua regu sama-sama berambisi menang dengan tujuan berbeda. tim Napoli perlu meraih kemenangan guna masih memberi tekanan terhadap Inter Milan di tempat puncak klasemen.

    Saat ini, squad Napoli berada pada urutan kedua, tertinggal tiga poin dari Inter Milan. Kejayaan dapat menyebabkan tim Napoli terus melanjutkan persaingan juara dengan Inter Milan.

    AC Milan ingin meraih tiga poin demi mendekati zona kompetisi Eropa musim depan. Rossoneri ketika ini menempati peringkat sembilan dengan 47 poin.

    Bila menang, Christian Pulisic dkk bisa jadi naik ke peringkat tujuh yang digunakan satu tingkat pada bawah slot Kualifikasi Turnamen Pertemuan Eropa musim depan.

    Berikut jadwal pekan ke-30 Turnamen Italia 2024/25:

    Sabtu, 29 Maret 2025
    Pukul 21.00 Waktu Indonesia Barat – Como 1907 vs Empoli
    Pukul 21.00 Waktu Indonesia Barat – Venezia vs Bologna

    Minggu, 30 Maret 2025
    Pukul 00.00 Waktu Indonesia Barat – Juventus vs Genoa
    Pukul 02.45 Waktu Indonesia Barat – Lecce vs Negeri Paman Sam Roma
    Pukul 17.30 Waktu Indonesia Barat – Cagliari vs Monza
    Pukul 20.00 Waktu Indonesia Barat – Fiorentina vs Atalanta
    Pukul 23.00 Waktu Indonesia Barat – Inter Milan vs Udinese

    Senin, 31 Maret 2025
    Pukul 01.45 Waktu Indonesia Barat – squad Napoli vs AC Milan
    Pukul 23.30 Waktu Indonesia Barat – Hellas Verona vs Parma

    Selasa, 1 April 2025
    Pukul 01.45 Waktu Indonesia Barat – Lazio vs Torino

  • Jamu Bologna, Jay Idzes serta kawan-kawan bertekad menang

    Jamu Bologna, Jay Idzes serta kawan-kawan bertekad menang

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia – Klub yang mana diperkuat kapten timnas Indonesia Jay Idzes, Venezia, bertekad meraih kemenangan pada waktu menjamu regu tamu Bologna pada lanjutan Kejuaraan Italia Serie A 2024-2025 di area Stadion Pier Luigi Penzo, Hari Sabtu waktu malam WIB.

    "Mereka adalah regu yang digunakan kuat, tetapi mereka akan menghadapi regu Venezia yang digunakan juga bertekad untuk mendapatkan hasil. Kami sangat ingin menampilkan performa yang tersebut hebat, juga kami hanya saja dapat mencapainya melalui kerja sebanding kelompok yang tersebut kuat," kata instruktur Venezia Eusebio Di Francesco pada pembukaan jumpa pers pra-laga, diambil dari laman resmi klub.

    Di Francesco mengawasi adanya perkembangan positif dari skuadnya akhir-akhir ini pasca bukan terkalahkan pada empat laga terakhir yang semuanya berakhir seri. Keempat pertandingan pertandingan itu adalah melawan Lazio (0-0), Atalanta (0-0), Como (1-1), kemudian squad Napoli (0-0).

    "Ada komunikasi eksternal yang tersebut positif kemudian tanda-tanda pertumbuhan, tetapi kami hanya sekali boleh menganggap diri kami sukses setelahnya mencapai tujuan akhir. Jika tidak, semua hal lainnya tidaklah akan terlalu berarti," kata ahli berusia 55 tahun itu.

    Meski tak terkalahkan pada empat laga terakhirnya, sang lawan Bologna juga pada tren positif di empat laga terakhir mereka. Bedanya, mereka meraih empat kemenangan beruntun, di dalam mana empat kemenangan ini menyebabkan mereka itu merangkak masuk ke zona empat besar dengan menggeser Juventus serta Lazio.

    Pada rapat pertama 1 Desember 2024, Bologna menggasak Venezia dengan skor telak 3-0 dalam Stadion Renato Dall'Ara.

    Di Francesco menggarisbawahi pentingnya kerja identik kolektif anak-anak asuhnya pada pertandingan nanti untuk meraih kemenangan pertama dia sejak 22 Desember tahun lalu sejak mengalahkan Cagliari dengan skor 2-1.

    "Saat ini, daripada fokus pada individu pemain, saya lebih tinggi suka menekankan pentingnya upaya kolektif. Kami perlu menyerang lalu bertahan dengan pola pikir yang mana serupa seperti yang mana sudah kita tunjukkan sejauh ini dikarenakan itulah yang benar-benar penting," kata pembimbing kelahiran Pescara, Italia, tersebut.

    Kini, Venezia berada di tempat tempat 19 klasemen sementara Serie A 2024-2025 dengan 20 poin dari 29 pertandingan. Venezia terpaut dua poin dari Empoli dalam tempat 17 dan juga lima poin dari Parma yang mana ada di tempat satu tingkat pada melawan zona degradasi.

  • Venezia gagal putus tren negatif ketika dikalahkan Bologna 0-1

    Venezia gagal putus tren negatif ketika dikalahkan Bologna 0-1

    Ligapedia.news Ibukota – Venezia gagal memutus tren negatif pasca dikalahkan 0-1 oleh Bologna di dalam Stadion Pier Luigi Pada Hari Sabtu waktu malam WIB.

    Pelatih Eusebio Di Francesco memainkan Jay Idzes sejak menit awal walau bek berusia 24 tahun baru cuma menjalani perjalanan sangat jauh dari Indonesia.

    Gol kemenangan Bologna dicetak oleh Riccardo Orsolini pada awal putaran kedua. Hasil ini menimbulkan Venezia tetap memperlihatkan pada zona degradasi pada peringkat ke-19 dengan 23 poin.

    Bologna pada saat ini makin mantap berada di area peringkat keempat dengan 56 poin dari 30 laga, demikian aman Kejuaraan Italia.

    Meskipun bermain di dalam kandang sendiri, Venezia lebih tinggi kerap berada pada tekanan. Pada sesi pertama, mereka cuma mempunyai 35 persen penguasaan bola.

    Jay Idzes tampil penuh. Dia bahkan bisa jadi mendapat dua peluang, salah satunya lewat sundulan pada menit ke-40.

    Venezia mempertahankan gawangnya bukan kebobolan pada fase pertama. Namun, pada fase kedua, pertahanan mereka itu jebol.

    Umpan silang Nicolo Cambiagi dituntaskan Orsolini dengan tendangan kaki kiri di dalam kotak penalti ke pojok kiri gawang Ionut Radu. Bologna unggul satu-nol pada menit ke-49.

    Venezia coba mengejar. Di Francesco memainkan John Yeboah kemudian Christian Gytkjaer untuk menambah daya gedor. Namun, Venezia gagal mengejar ketertinggalan hingga laga usai.

    Hasil ini menyebabkan Venezia belum bisa jadi memutus tren negatif 14 pertandingan tanpa kemenangan sejak mengalahkan Cagliari pada 22 Desember 2024.

    Susunan Pemain
    Venezia (3-5-2):
    Radu; Schingtienne, Idzes, Cande; Zerbin, Perez, Doumbia, Busio, Ellertsson; Oristanio, Fila.

    Bologna (4-2-3-1): Skorupski; Calabria, Beukema, Casale, Miranda; Ferguson, Freuler; Orsolini, Odgaard, Cambiaghi; Dallinga.

  • Juventus awali era Igor Tudor dengan kalahkan Genoa satu-nol

    Juventus awali era Igor Tudor dengan kalahkan Genoa satu-nol

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Laga perdana Igor Tudor sebagai ahli Juventus berakhir dengan kemenangan tipis satu gol tanpa balas berhadapan dengan Genoa di tempat Allianz Arena pada Akhir Pekan dini hari WIB.

    Kenan Yildiz mencetak gol semata wayang pada laga ini yang menyebabkan Juventus menghimpun 55 poin guna menempati sikap kelima. Genoa sendiri berada pada peringkat ke-12 dengan 35 angka.

    Duel berjalan sengit pada awal laga. Genoa sanggup mengimbangi permainan menyerang Juventus.

    Mereka menciptakan potensi pada menit ke-10 ketika Morten Fendrup melegakan sepakan voli yang tersebut masih sanggup diamankan kiper Michele Di Gregorio.

    Teun Koopmeiners mencoba mengancam pada menit ke-21, tetapi sepakannya melambung dari gawang.

    Juventus kemudian mencetak gol pada menit ke-25. Kenan Yildiz bergerak dalam sisi kanan kotak penalti untuk menemukan celah di tempat sedang kepungan pemain Genoa. Sepakan kerasnya dari sudut sempit tak mampu dibendung penjaga gawang Nicola Leali.

    Genoa hampir sekadar mencetak gol balasan pada menit ke-55 sesi kedua. Umpan Stefani Sabelli berhasil disambar Andrea Pinamonti dengan sepakan voli, tetapi bola tak mengarah gawang.

    Pierre Kalulu lalu menimbulkan kesempatan menggandakan kedudukan Juventus pada menit ke-72, tapi sundulannya ditepis oleh Leali.

    Genoa tampil menekan pada menit-menit akhir, tapi Juventus bisa saja meredanya, malah mencuri kesempatan pada menit akhir lewat serangan balik cepat.

    Khephren Thuram mengawali fast-break dari sisi kiri, kemudian mengumpan Timothy Weah dalam tiang jauh. Namun, sepakan Weah mengarah tepat terhadap Leali.

  • Gol tunggal Moise Kean antar Fiorentina tekuk Atalanta satu-nol

    Gol tunggal Moise Kean antar Fiorentina tekuk Atalanta satu-nol

    Ligapedia.news Ibukota – Gol tunggal Moise Kean mengantarkan Fiorentina menekuk Atalanta dengan skor satu-nol pada pekan ke-30 Kompetisi Italia di tempat Stadion Artemio Franchi, Florence, Sabtu.

    Pada pertandingan ini gol tunggal Moise Kean untuk kemenangan Fiorentina dicetak ketika laga berjalan 45 menit, demikian catatan Serie A.

    Berkat kemenangan ini Fiorentina mempertahankan kedudukan kedelapan klasemen sementara Kompetisi Italia dengan 51 poin dari 30 laga, berjarak lima poin dari tempat empat besar.

    Di sisi lain, walaupun menelan kekalahan, Atalanta tetap saja menempati peringkat ketiga klasemen sementara Turnamen Italia dengan 58 poin dari 30 pertandingan, terpaut enam poin dari sikap pertama.

    Secara statistik Fiorentina tampil lebih besar tajam dengan 12 kali mengurangi tendangan yang digunakan empat di dalam antaranya tepat sasaran, sementara Atalanta unggul penguasaan bola dengan 55 persen.

    Atalanta mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu kemudian sempat memberikan ancaman melalui tendangan Ademola Lookman yang mana masih diblokir pemain Fiorentina.

    Meski sempat ditekan oleh Atalanta, Fiorentina mampu unggul terlebih dahulu lewat gol yang dicetak Moise Kean pada menit ke-45 sehingga skor berubah menjadi 1-0.

    Memasuki sesi kedua, Fiorentina mempunyai kesempatan untuk menggandakan keunggulan lewat tendangan Albert Gudmundsson yang dimaksud masih melambung di tempat menghadapi mistar gawang Atalanta.

    Fiorentina kembali mendapatkan prospek lewat tendangan Nicolo Faglioli, namun kali ini bola masih dapat diselamatkan oleh kiper Atalanta Marco Carnesecchi.

    Kean sempat miliki prospek untuk menggandakan keunggulan, akan tetapi tendangannya masih melambung tipis di tempat melawan mistar gawang Atalanta.

    Atalanta sempat mempunyai kesempatan untuk menyamakan kedudukan melalui upaya Charles De Ketelaere, namun tendangannya masih melebar ke sisi kanan gawang Fiorentina.

    Pada waktu yang dimaksud tersisa, Fiorentina sempat beberapa kali menciptakan prospek untuk menggandakan keunggulan, namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor satu-nol untuk kemenangan kelompok tuan rumah masih bertahan.

  • Inter Milan kokoh di dalam puncak klasemen pasca taklukkan Udinese 2-1

    Inter Milan kokoh di dalam puncak klasemen pasca taklukkan Udinese 2-1

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Inter Milan kokoh di dalam puncak klasemen Kejuaraan Italia pasca menaklukkan Udinese dengan skor 2-1 pada pekan ke-30 di area Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Mulai Pekan dini hari WIB.

    Berkat kemenangan ini Inter Milan mengokohkan diri dalam peringkat pertama klasemen sementara Kejuaraan Italia dengan 67 poin dari 30 laga unggul enam poin dari tim Napoli dalam sikap kedua, demikian catatan Serie A.

    Sementara itu, kekalahan menciptakan Udinese masih tertahan dalam peringkat ke-10 klasemen Kejuaraan Italia dengan 40 poin dari 30 pertandingan, terpaut 16 poin dari tempat empat besar.

    Pada pertandingan ini kemenangan Inter Milan hadir berkat gol dari Marko Arnautovic serta Davide Frattesi, sedangkan Udinese sempat memperkecil ketertinggalan melalui Oumar Solet.

    Secara statistik Inter Milan unggul menghadapi Udinese pada pertandingan ini dengan melegakan 13 tendangan dan juga mempunyai 60 persen penguasaan bola.

    Inter mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu ketika laga dimulai juga miliki potensi lewat tendangan Davide Frattesi yang digunakan masih membentur tiang gawang Udinese.

    Skuad asuhan Simone Inzaghi berhasil unggul terlebih dahulu lewat gol dari Marko Arnautovic yang digunakan tendangannya tak dapat dihentikan kiper Udinese Maduka Okoye sehingga skor berubah menjadi satu-nol pada menit 12.

    Inter mampu menggandakan keunggulan menjadi 2-0 ketika laga berjalan 29 menit lewat tendangan yang mana dilepaskan oleh Davide Frattesi sukses membobol gawang dari Udinese.

    Memasuki putaran kedua, Udinese berupaya untuk memperkecil ketertinggalan dan juga berhasil pada menit 71 lewat gol yang dicetak oleh Oumar Solet sehingga skor berubah menjadi 2-1.

    Menjelang berakhirnya pertandingan, Udinese sempat mempunyai kesempatan untuk menyamakan kedudukan melalui Solet, namun kali ini kesempatan yang dimaksud dapat digagalkan oleh kiper Inter Yann Sommer. Angka 2-1 untuk kemenangan Inter tetap saja bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

  • Gilas AC Milan 2-1, tim Napoli tempel ketat Inter

    Gilas AC Milan 2-1, tim Napoli tempel ketat Inter

    Ligapedia.news DKI Jakarta – tim Napoli menempel ketat Inter Milan pada klasemen sementara pasca menggilas AC Milan dengan skor 2-1 pada pekan ke-30 Turnamen Italia di dalam Stadion Diego Armando Maradona, Naples, Mulai Pekan dini hari WIB.

    Kemenangan ini menciptakan tim Napoli menempati peringkat kedua klasemen sementara Turnamen Italia dengan 64 poin dari 30 pertandingan, terpaut tiga poin dari Inter Milan di dalam tempat pertama, demikian catatan Serie A.

    Di sisi lain, kekalahan memproduksi AC Milan masih tertahan di tempat tempat sembilan klasemen sementara Kejuaraan Italia dengan 47 poin dari 30 laga, berjarak sembilan poin dari sikap empat besar.

    Pada pertandingan ini squad Napoli meraih kemenangan berkat gol dari Matteo Politano juga Romelu Lukaku, sedangkan AC Milan sempat memperkecil ketertinggalan melalui Luka Jovic.

    Secara statistik tim Napoli unggul penguasaan bola dengan 52 persen, sementara AC Milan lebih lanjut banyak menciptakan ancaman dengan 17 tendangan yang tersebut empat pada antaranya tepat sasaran.

    Napoli mengambil inisiatif menyerang pada pertandingan ini serta berhasil unggul cepat lewat gol Matteo Politano ketika laga baru berjalan dua menit sehingga skor berubah menjadi 1-0.

    Skuad asuhan Antonio Conte kembali memperagakan permainan menyerang juga mampu menggandakan keunggulan menjadi 2-0 berkat gol yang dimaksud dicetak oleh Romelu Lukaku pada menit ke-19.

    Memasuki fase kedua, AC Milan mempunyai kesempatan untuk memperkecil ketertinggalan pasca mendapatkan hadiah tendangan penalti dikarenakan pemain tim Napoli melakukan pelanggaran di tempat kotak terlarang.

    Meskipun begitu, kesempatan emas yang digunakan mereka itu dapatkan gagal dimaksimalkan oleh AC Milan dikarenakan tendangan penalti Santiago Gimenez dapat dihentikan oleh kiper klub Napoli Alex Meret.

    Upaya AC Milan untuk memperkecil ketertinggalan kemudian baru membuahkan hasil pada menit 84 lewat gol Luka Jovic sehingga skor berubah menjadi 1-2.

    Pada waktu yang tersisa, AC Milan terus berupaya untuk setidaknya menyamakan kedudukan, akan tetapi hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk keunggulan tim Napoli tetap saja bertahan.